
Di saat aku sedang berbicara dengan acrodite, tiba - tiba datang sekumpulan prajurit kerajaan yg menghampiri Syla saat dia sedang mencariku.
"Halo nona cantik, sedang apa kamu malam - malah begini? " tanya salah satu prajurit yg ternyata adalah pemimpin kelompok itu.
"Bukan urusan kalian!!" jawabnya dengan tegas
"Jangan seperti itulah, soalnya kami mendapat laporan bahwa ada anggota pemberontak yg berada di kota ini" jelasnya sambil memberi sebuah aba - aba kepada bawahannya.
"Apa nona pernah melihatnya? " dia menunjukkan sebuah foto.
Setelah melihat foto itu, Syla yg sebelumnya biasa saja namun sekarang dia nampak panik dan was -was.
" Apakah nona kenal dengan orang yg ada di foto ini? " Tanyanya.
Setelah menujukkan foto itu, pasukan itu mulai mengepung Syla dengan persenjataan lengkap.
"Ayo ikut kami nona cantik, biar kami antar pulang ya soalnya berbahaya kalau pulang sendirian " mereka pun semakin mendeketai Syla yg saat itu hanya diam seperti patung.
Saat melihatnya dalam masalah, aku langsung turun dari menara itu dan berlari ke arah Syla yg nampak ketakutan.
"Ayo iku...."
" maaf ya sudah meninggalkan mu sendiri nona " aku langsung menebas mereka dengan kecepatanku.
"Jurus Assasin:Kilat Hitam" Seketika tubuh mereka semua terpotong dan darah mulai bercucuran seperti hujan.
"Ehh?" dia nampak syok dan langsung pingsan.
"Hah dasar ada acara pingsan segala" aku menggendongnya.
"Ya iyalah dia kan sudah melihat adegan yg sangat sadis" dia tertawa dengan senangnya.
"Ya benar juga sih, yasudah ayo kita pergi dari sini,keburu nanti para penjaga yg lainnya datang" aku langsung membawa Syla keluar dari kota itu dan berjalan ke Utara Kota itu.
******
Aku membawa syla pergi dari kota itu dan bergerak ke arah utara.
Di tengah perjalanan aku menemukan sebuah gua di dekat hutan.
" Ternyata disini ada gua ya" aku masuk ke dalam gua itu.
"Kan aku sudah bilang kalau tuan itu gk teliti kalau mencari sebuah tempat" dia memarahiku.
"Iya iya " aku membaringkan Syla di sebuah tumpukkan rumput yg sudah di kumpulkan Acrodite.
"Oh iya tuan mandi dulu sana,bajumu sudah kotor semua tuh" suruhnya.
"Yaudah tapi sekalian ya Syla biar aku mandiin juga" pintaku.
"Oh tuan minta masuk kemana nih? Ke neraka atau mau masuk ke alam lain?" suaranya pun berubah menjadi mengerikan.
"Maafkan aku,aku cuman bercandaaa" aku langsung keluar dari gua itu.
Aku masuk kedalam hutan untuk mencari sungai terdekat.
Tak lama pun aku menemukan sebuah sungai yg letaknya agak jauh dari gua.
__ADS_1
"Malam - malam gini di suruh mandi,tapi apa boleh buat bajuku juga udah kotor begini" aku melepas semua pakaianku dan masuk kedalam sungai yg airnya sangat dingin.
"Dingin sekali!!" aku mandi sambil mencuci bajuku yg kotor dengan badan yg menggigil kedinginan.
Setelah mandi aku langsung mengganti pakaianku dengan baju ganti yg kubawa tadi.
"Te te tega ba ba banget si Acrodite " aku langsung berlari kembali ke arah gua karena kedinginan.
Sesampainya di sana aku langsung masuk ke dalam gua yg sudah di terangi oleh cahaya api.
"Oh tuan selamat datang" jawabnya dengan ramah.
"Iya aku kembali" jawabku dengan ketus.
"Gimana tuan mandinya? Enak banget kan" tanyanya dengan polos.
"Enak apanya, airnya dingin banget kaya mandi dikutub utara" aku langsung menjemur bajuku di atas perapian biar kering dan langsung mengambil jubahku karena kedinginan.
"Yasudah tuan menghangatkan diri dulu, aku mau buat makanan hangat untuk tuan.
" oh iya gimana keadaan si Syla? Udah sadar apa masih belum" tanyaku di saat dia menerbangkan panci ke atas perapian.
"Dia baik - baik saja kok mungkin besok pagi udah bangun" jawabnya.
"Begitu ya, entah mengapa aku merasa kalau dia adalah murid ku di markas dulu" kataku sambil membayangkan masa lalu.
"(Dia memang muridmu Bodoh)" katanya dalam hati.
******
Aku masih membayangkan masa laluku yg kelam.
"Ini tuan makanannya " dia memberiku sebuah piring yg berisi sup daging.
"Wahh makasih ya" aku langsung menerima piring itu dan memakan sup daging itu.
"Enakk banget, daging apa sih ini kok lembut banget?" tanyaku di sela - sela makanku.
"Daging tikus hutan tuan" jawabnya dengan bangga.
"Oh daging tikus... Ehhh bentar dulu tadi kamu bilang daging tikus?" tanyaku lagi dengan heran.
"Iya" jawabnya dengan polos.
Setelah mendengarnya aku langsung ingin memuntahkan sup itu dari perutku.
"Ehhh tuan kok di muntahin?" tanyanya.
"Hueeek( aku gk mau lagi makan daging tikus lagi)" kataku dalam batin.
Setelah kejadian itu, Acrodite memasakkanku lagi.
"Nih tuan nasi goreng" katanya dengan dengan nada cemberut.
"Ini nggak pake daging yg aneh kan?" tanyaku sambil mengambil piring itu.
"Tenang saja ini cuman nasi sama bawang doang gk aku masukin daging kok" jawabnya dengan nada marah.
__ADS_1
Aku langsung memakannya dengan lahap, Acrodite melihatku dengan perasaan senang karena dia berubah warna menjadi kuning.
"Nih makasih makanannya" aku langsung menaruh piring itu di tempat aku menyimpan piring - piring kotor.
Setelah makan aku langsung duduk di perapian sambil memikirkan kejadian yg akan terjadi selanjutnya.
"Nih tuan kopinya" dia memberiku sebuah gelas yg berisi kopi.
"Ohh makasih ya" aku pun menerima gelas itu.
"Oh iya acrodite,kamu belum mandi kan?" tanyaku.
"Iya emang kenapa tuan?" tanyanya.
"Nggak kok" aku langsung mengambil ember dan pergi ke arah sungai untuk menimba air agar bisa mencuci piring dan peralatan masak sekaligus acrodite.
"Dari mana tuan?" tanyanya
"Habis menimba air" aku langsung memegang Acrodite.
"Loh ke kenapa tuan tiba - tiba gi gi gini?" dia pun berubah menjadi warna merah.
"Kamu kan harus mandi biar gk karatan, soalnya banyak darah di tubuhmu" jawabku.
"Oh begitu tapi... ahhh tuan" sebelum menyelesaikan kata - katanya aku langsung membasuhnya dengan air sambil menggosoknya.
"Ahh ehhh iaaaahhhh tuan jangan di situ ahhh" dia pun menimbulkan suara yg dapat menimbulkan sebuah kesalahpahaman bagi orang yg mendengarnya.
"Rasakanlah dingin air ini hahahah" aku terus menggosoknya.
"Tidakkk jangan disituu tuaann ahhh".
********
Setelah itu aku langsung membersihkan piring dan peralatan memasak,sedangkan acrodite langsung pergi ke dalam gua.
"Dah selesai,pasti dia marah padaku " aku langsung membereskan itu dan masuk ke dalam gua.
Di dalam gua aku melihat acrodite yg berada di depan perapian.
"Halo Acrodite" sapaku
"Hmph"
"Hei acrodite,gimana tadi mandinya?" tanyaku.
"Nggak tau hmph" jawabnya dengan nada cemberut.
"Iya iya aku minta maaf, soalnya kamu tadi kotor jadi aku bersihin kamu biar nyaman" jawabku sambil membuat alasan.
"Terserah tuan saja hmphh" jawabnya dengan ketus.
Tetapi entah karena apa,tiba - tiba aku dan acrodite tertawa dengan lepasnya.
"Ini kedua kalinya aku begadang ya " kataku sambil meminum kopi tadi yg ternyata masih hangat.
"Iya sama tuan soalnya waktu itu kamu lagi sekarat ya" jawabnya dengan gembira.
__ADS_1