
Sesampainya di rumah sakit para suster dan pegawai rumah sakit langsung membawa kan sebuah tandu untuk membawa Shira masuk ke ruangan UGD, suasana di rumah sakit pun mulai menjadi tegang karena mereka semua dapat merasakan aura panas yg di keluarkan oleh Silva karena dia belum sepenuhya tenang.
"Um begini Kora apa kita bisa bicara sebentar?" tanyanya sambil menarik bajuku.
"Mau bicara apa?" sebenarnya aku tau apa yg akan dia bicarakan tetapi aku sedang tidak ingin membicarakannya.
"Ini tentang kakakmu--
" diam!! Aku tidak ingin membicarakannya, sekarang!!!" dan lagi - lagi aku terbawa emosi dan menggentaknya dengan keras sampai - sampai semua orang yg ada di rumah sakit itu melihat kami berdua.
"Maafkan aku ya tadi aku terbawa emosi, akan aku jelaskan nanti setelah kita tahu keadaan Shira " aku pun meminta maaf karena sudah menggentaknya tadi sambil mengelus - elus kepalanya dengan lembut.
"Tidak apa - apa kok aku tau kenapa kamu begitu" dia pun tersenyum kepadaku yg membuatku sedikit merasa lebih baik.
Kami menunggu di depan ruang UGD cukup lama dan kekhawatiran kami pun mereda setelah melihat dokter keluar dari ruangan itu.
"Apa ini keluarga nona Shira?" tanya dokter itu dengan tersenyum.
"Iya saya adikknya dok" Silva pun bangun dan mulai sedikit panik.
Dokter itu pun langsung menjelaskan kalau Shira baik - baik saja karena di bawa kesini dengan tepat waktu soalnya jika telat sedikit saja maka Shira akan mengalami masa kritis karena kehabisan darah, dan kami pun merasa sedikit lega setelah mendengar penjelasan dari dokter itu.
"Apa kami boleh menjenguknya dok?"
"Silahkan saja dia juga sudah siuman"
"Terimakasih dok" Silva pun mulai sedikit lebih semangat dan masuk ke ruang UGD untuk menemui Shira.
"Oh nona apa nona baik - baik saja?"
"Syukurlah kamu baik - baik saja" karena Silva yg sudah sangat khawatir dari tadi, akhirnya dia pun mengabaikan pertanyaan Shira tadi (sungguh kasihan di kacangin).
"Baiklah kalian mengobrol saja disini aku mau membayar administrasi dulu ya"
__ADS_1
"Iya terima kasih ya tuan Kora" Shira pun berterima kasih kepadaku padahal kan yg sudah menolongnya adalah Silva dalam mode Armornya.
"Sama - sama" aku pun meninggalkan mereka berdua karena aku tidak suka mengganggu orang - orang yg sedang berbahagia.
Aku pun pergi ke arah administrasi untuk membayar biaya pengobatan, setelah membayar biaya yg cukup mahal tiba - tiba saja Hp ku berbunyi dan aku pun langsung mengangkatnya.
"Kora ini jendral, bagaimana tentang kelompok itu?"
"Mereka kabur ke luar kota, nanti akan aku lanjutkan ceritanya saat aku berada di rumah"
"Baiklah"
Aku pun kembali ke ruangan Shira untuk menanyakan keadaannya.
*******
Sesampainya disana nampak Silva sedang memeluk Shira sambil meneteskan air mata, dan karena aku tidak mau mengganggu mereka, aku pun hanya berdiri di dekat pintu dan memperhatikan mereka dari jauh.
"Oh tuan kora" tetapi Shira melihatku dan mengajakku untuk masuk, dan aku hanya menerima saja.
"Aku lumayan baik - baik saja kok ya mungkin sedikit sakit" jelasnya sambil menatap Silva yg dari tadi berusaha untuk menghapus air matanya.
"Begitu ya, hm lebih baik kamu menginap saja disini karena tubuhmu masih belum pulih,dan juga aku pamit untuk pulang duluan ya soalnya masih ada urusan"
"Iya hati - hati di jalan Kora"
"Iya kamu juga tolong jaga Shira dengan baik dan juga tubuhmu jangan sampai kelelahan ya , Awas saja kalau kamu sampai sakit aku akan membuangmu ke dalam jurang yg terdalam"
Mereka pun tertawa dengan cerianya, karena merasa urusanku disini sudah selesai aku pun langsung pergi dari rumah sakit itu dan berjalan kembali ke arah rumahku.
Tetapi di perjalanan aku terus saja kepikiran tentang kakakku yg aku benci itu, dan kebencianku yg dulu sempat menghilang sekarang mulai muncul lagi dan bahkan menjadi lebih besar dari sebelumnya.
*******
__ADS_1
Sesampainya di rumah aku langsung saja pergi ke kantor jendral untuk melapor, dan seperti biasanya jendral selalu saja membaca majalahnya saat aku masuk.
"Di ketuk dulu lah" dia pun langsung menyembunyikan barang miliknya itu, karena aku bukanlah orang yg suka basa basi aku pun langsung menceritakan semua yg aku ketahui kepada jendral.
"Alga ya hmm ternyata masih hidup dia, baiklah terimakasih atas kerja kerasmu Kora " dia pun memberikanku sebuah jubah baru untukku.
"Karena kamu sudah menyelesaikan semua misi yg aku berikan dengan sempurna maka akan aku berikan jubah ini sebagai pertanda kalau kamu adalah bangsawan" Dia pun memasangkan jubah yg berwarna hitam itu ke tubuhku tetapi karena aku tau kalau jendral benar - benar serius tentang ini aku pun menerima hadiah darinya.
"Terima kasih jendral" aku pun berterimakasih kepadanya.
"Iya sama - sama kamu nikmati saja keseharianmu sebagai seorang Assasin kelas atas"
"Iya baiklah aku permisi dulu" aku pun keluar dari kantor dan berjalan menuju ke arah kamarku untuk istirahat.
Di dalam kamarku yg cukup kecil ini aku langsung membaringkan badanku di kasur yg sangat empuk ini, tetapi sebelum aku memejamkan mata tiba - tiba saja acrodite muncul dan mulai berkata kepadaku.
"Selamat ya tuan "
"Selamat untuk apa?"
"Untuk di angkatnya pangkat tuan menjadi Assasin kelas atas hehe, oh iya jadi gimana keadaannya Shira?" dia pun bertanya kepadaku dengan polosnya, karena aku ingin cepat tidur aku pun langsung menjawabnya dengan jujur.
"Begitu ya syukurlah, gimana perasaan tuan di tinggal tunangan mu?" ucapnya sambil menyenggol badanku dengan pelan.
"Hm memang sih terasa sedikit sepi apalagi kak Rias sedang keluar kota auto sepi deh ini rumah, tetapi ya aku merasa sedikit lebih tenang sekarang karena semua orang yg ada di dekatku semuanya baik - baik saja tidak ada masalah" jelasku dengan jujur.
"Oh yasudah selamat tidur tuan semoga mimpi buruk ya"
"Iya selamat tidur juga, tetapi kalau mau doa in yg bener gitu kek kejam banget" dia pun hanya tertawa dan secara seketika dia pun menghilang dari hadapanku.
Aku pun langsung memejamkan mataku dan tertidur dengan nyenyaknya.
"Aku tau tuan pasti masih merasakan sedih kan, tetapi tuan selalu berusaha untuk tidak menangis aku tau itu kok"
__ADS_1
Aku tertidur dengan nyenyak seperti merasa kalau semua masalah sudah selesai padahal tidak sama sekali karena ada saja masalah sering bermunculan dari mana saja, memang ngenes dan merepotkan banget jadi Assasin itu tetapi aku tetap suka hehehe.