Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 2


__ADS_3

Aku menempuh perjalanan yg sangat jauh, karena rumah sang jendral berada di luar wilayah ibukota.


Malam hari pun tiba...


Setelah menempuh perjalanan yg sangat jauh, akhirnya aku tiba di kediaman sang jendral.


" Besar sekali rumahnya, udah kaya istana" aku mengagumi rumah itu dan berkeliling untuk menemukan celah untuk masuk.


" Kok ada lubang ya? Masuk aja dah siapa tau itu jalan masuk rahasia" aku menemukan sebuah lubang di belakang rumah dan masuk ke dalam lubang itu.


" Gelap sekali " aku melihat sekelilingku yg gelap sekali


" untung aku membawa senter " Aku mengeluarkan senter di tasku untuk menerangi tempat itu.


Aku berjalan lurus ke depan dan mengikuti lorong yg sangat gelap.


Setelah berjalan cukup lama, aku menemukan sebuah pintu yg terbuat dari kayu.


" Kenapa hanya pintu ini yg pakai kayu? Padahal semua pintu disini di lapisi emas" aku bicara sambil membuka pintu itu


( Krieeek)suara pintu


" Hmm pintunya gk di kunci? Masuk aja lah siapa tau ada senjata ataupun sesuatu yg bagus kaya di anime - anime" aku masuk kedalam ruangan yg gelap itu


Tapi yg aku temukan bukan sesuatu yg aku harapkan, tapi sesuatu yg seharusnya tidak aku lihat.


" A a a apa yg terjadi disini? " aku melihat beberapa tengkorak manusia yg berserakan dan beberapa alat buat menyiksa.


" Seberapa teganya sih kerajaan ini? " di saat itu yg aku rasakan adalah perasaan marah dan rasa benci.


Setelah aku mengamati seisi ruangan itu, aku menyadari bahwa ruangan itu adalah ruang penyiksaan untuk para pelanggar aturan.


" Aku akan membalaskan dendam kalian, aku janji" aku berdoa untuk para korban ya disiksa sampai mati


Aku keluar dari ruangan itu dan pergi keluar untuk membunuh dalang dari ini semua.


Setelah keluar dari lubang itu, aku langsung mencari di mana kamar sang jendral untuk membunuh nya.


" aku akan membunuhmu, jendral busuk" aku berkeliling rumah lagi untuk menemukan jalan masuk.


Aku terus berkeliling sampai menemukan sebuah jendela ya terbuka di lantai 2 rumah itu


" Cukup tinggi juga ya, tapi bukan masalah buatku"


Aku memanjat rumah itu dengan kemampuanku


Aku masuk ke dalam rumah sang jendral lewat jendela, tetapi tanpa disangka itu adalah jendela kamar putri sang jendral


" Siapa kau? "dia nampak panik


Secara reflek aku melempar jarum ya sudah aku beri obat bius tepat di lehernya,dan Dia pun tertidur.


" Maaf ya putri, kamu harus tidur sebentar " Aku memandangi wajah nya yg cantik itu.


(Drek drak drek) suara langkah kaki


Setelah mendengar langkah kaki itu, aku langsung bersembunyi di balik lemari.


" oh sudah tidur ternyata, kasian sekali pasti dia capek" dia menghampiri lemari


" Sampai dia gk sempat ganti baju, kalian "dia menghampiri lemari itu


Secara sigap,saat pintu lemari terbuka aku langsung menusukkan jarum kepadanya dan dia pun tertidur.


" Maaf ya ibu, soalnya nanti aku keburu ketahuan" aku memindahkan tubuh mereka berdua ke atas kasur dan pergi meninggalkan kamar itu untuk mencari jendral.

__ADS_1


Aku turun ke lantai satu untuk membuka pintu depan, tetapi di saat aku berada di ruang tengah aku melihat 2 orang yg sedang mengobrol.


" Sang Raja sama jendralnya memang hebat, kita di beri kebebasan untuk melakukan apapun ya" dia berkata sambil tertawa


" Iya kita sebagai seorang bangsawan di beri kebebasan untuk melakukan apapun tanpa di kenai sanksi" dia menjawab dan ikut tertawa


" Kalau kaya begini, pasti semua wanita akan jadi milik kita" Dia ikut tertawa


" kalian seperti nya bersenang - senang ya " Aku berkata kepada mereka


" Siapa kau ? Berani - beraninya sama kami ya" dia mengancamku


"Selamat tinggal bangsawan busuk "


(Creekk crass) aku menebas mereka dengan cepat dan pergi berkeliling rumah itu untuk mencari kamar jendral.


Setelah berkeliling rumah, aku menemukan sebuah kamar ya ternyata adalah kamar sang jendral.


Aku memasuki kamar itu,dan melihat seseorang yg sedang tertidur di atas kasur.


" Dadah jendral busuk" aku menusuk orang itu


Dan tanpa di sangka,ternyata itu adalah sebuah bantal yg tertutup selimut.


" Dasar aku di tipu " aku mencari barang ya bisa aku jual ya ada di kamar itu


" Halo nak " tiba - tiba ada suara seseorang di belakangku dan memukulku


(Giaaahhh)


dan Aku terpental keluar dari rumah itu.


" Pukulannya kuat sekali " aku memegang perutku dan berdiri untuk melihat sosok yg sudah memukul ku di kamar itu,


" Terimakasih pujian nya, jendral busuk " aku berdiri dan memasang kuda - kuda


Dia lompat dari rumahnya dan bergerak ke arahku


" Apakah kamu seorang assasin? " dia berkata dan menatapku


" kalau iya kenapa? " aku menjawabnya


" Kau harus mati " dia memasang kuda - kuda sambil menghunuskan pedangnya.


" Maaf saja ni, tapi kayaknya kamu duluan yg akan mati" Aku berlari ke arahnya untuk menghabisinya.


(Tranggg tressss treeeeng) suara adu pedang


" Gerakanmu bagus juga nak, tapi kecepatan bukan segalanya" dia memukulku


(aghh)


Aku terpental ke dalam hutan yg gelap dan mengerikan.


"Sakit sekali pukulannya" aku keluar dari hutan yg gelap itu.


"Hebat juga kamu masih bisa menahan seranganku" dia menghunuskan pedangnya ke arahku lagi.


Aku tidak mendengarkan dia dan berlari ke arah nya untuk menyerangnya.


(Tranggg tressss treeeeng) suara adu pedang


" ( Anak ini kecepatannya bertambah setiap kali di pukul) "dia bicara dalam hati.


Aku terus menyerangnya dengan beruntun sampai - sampai aku menebas mata kanannya.

__ADS_1


"Ternyata kau memang hebat, sampai bisa memberikanku luka yg sulit hilang" dia memegang mata kanannya.


" tetapi ini saja belum cukup untuk mengalahkanku" dia membuat ancang - ancang.


" Petir yg menyambar datang lah" dia berteriak dan seketika itu langit menjadi gelap dan petir menggelegar.


" Eucritooo " Setelah dia mengatakan itu, Seketika petir menyambarnya dan tampak di tangannya sebuah busur berwarna kuning yg indah.


" Kau akan Mati nak " Dia mengambil Ancang - ancang


 


Aku berlari ke arah nya agar aku dapat menghentikan dia menembak.


 


" jangan gegabah nak " dia seperti menembakkan anak panah.


" Di mana anak panah nya? " seketika setelah di tembakkan panah itu menghilang.


Aku mencari panah yg di tembakkannya.


" Giaahg " tiba-tiba kaki ku seperti tertembak oleh sesuatu.


" gk mungkin " aku tertunduk sambil memegang kaki ku yg berdarah.


" Kecepatan panahku secepat sambaran kilat, jadi cukup sulit untuk menghindar" dia berkata sambil menarik busur dan bersiap - siap untuk menembak.


" aghh " secara seketika pundakku pun tertembak


" Kau sudah selesai nak" dia menyerangku dengan serangan yg beruntun.


" gah agh " aku merasa seluruh tubuhku tidak bisa bergerak.


" Apakah ini adalah akhir bagiku? " setelah mengatakan itu seketika pandangan ku menjadi gelap.


" Oh jadi inilah yg namanya MATI, aku belum pernah merasakan ini sebelumnya, tetapi kalau mati di tangan orang yg sama jahat nya denganku, rasanya aku membencinya" aku menutup mata.


" aku akan membantumu tuan " seketika terdengar suara gadis yg sangat lembut.


" siapa kamu? " aku bertanya kepadanya.


" aku adalah pelayanmu tuanku" dia menjawab.


" Apa benar kamu bisa membantuku membunuhnya? " aku bertanya lagi.


" iya jika itu perintah tuan, tetapi tuan harus bangkit dan bangun!!! " dia memerintahku dengan suara yg lembut.


Setelah mendengarnya kata - katanya, seketika aku tergeletak di tanah dan melihat jendral yg pergi meninggalkanku.


" Kamu mau kemana jendral busuk? " aku mengambil pedangku yg ada di sampingku


" Sudah kuduga kamu pasti tidak semudah itu untuk mati" dia menjawab dan melakukan ancang - ancang yg sama.


" Tetapi dengan serangan ini kamu pasti tidak bisa selamat,selamat tinggal nak" dia menembakkan sesuatu yg tidak bisa aku lihat.


 


Aku panik dan segera memperhatikan sekeliling untuk mencari dimana arah panah itu.


 


Tanpa kusadari aku melihat sebuah panah yg besar sedang menuju ke arah ku, aku berusaha menghindarinya tetapi gagal.


Disaat aku kira aku sudah terkena panah itu, aku melihat sebuah pedang dengan warna gelap yg berada di depanku dan menahan serangan itu.

__ADS_1


__ADS_2