
{Sorry yah, kalau episode kali ini sedikit jelek maklum aku ini kan penulis pemula jadi terkadang mencari kata - kata nya sedikit susah tetapi semoga kalian enjoy bacanya yah}
Ctt: tanda {} itu kata - kata milikku asli yah sebagai penulis jadi kalau mau di baca ya di baca tetapi kalau males yaudah hehe. Baiklah langsung saja kita mulai Episode ke 35!!!!!
*********
"Oh iya sebelum kita mulai permainan ini, sebenarnya ciri - ciri anak buahmu itu seperti apa sih? Dan juga kenapa kamu bisa menuduh kami dengan mudahnya?" tanyaku dengan ramah untuk mencari informasi yg mungkin akan berguna nantinya, Maklum namanya juga mata - mata.
"Karena kami memiliki seorang assasin yg sangat hebat dalam bersembunyi dan juga mengawasi seseorang, jadi kami dapat dengan mudahnya mengetahui itu" jawabnya dengan sombong sambil menarik pedang besar yg ada di punggungnya.
"Oh begitu pantas saja, aku merasa di ikuti dari kemarin" ucapku dengan polos sambil mengambil pisau dapur yg ada di dalam tasku dan melemparkannya ke arah sebuah jendela rumah yg nampak terbuka.
Pisau itu pun tertancap di jendela itu dan jendela itu nampak seperti mengeluarkan darah.
"Ka ka kamu bisa tau keberadaanku?" nampak jendela itu bergerak dan lepas.
Seperti yg sudah aku tebak, ternyata di situ ada sesosok cicak yg menyerupai bunglon.
Kenapa aku menyebutnya cicak karena di menempel di dinding seperti seekor cicak dan juga dia nampak seperti ninja yg memakai sebuah kertas untuk menyamar agar nampak seperti benda mati.
"Tidak mungkin? kamu bisa menemukan assasin kami"
dia pun terkejut saat melihat orang yg dia banggakan sedang berusaha mencabut pisau yg kulemparkan dan ternyata pisau itu tertancap di pahanya.
(Haaah)padahal sih yg aku incar itu adalah selangkangannya tetapi ternyata meleset hehe.
Si cicak itu pun turun sambil memegang pisau yg kulemparkan tadi.
"Maaf yah cicak, soalnya trik yg kamu gunakan terlalu murahan" ucapku sambil tertawa.
"Murahan katamu!? Akan kubunuh kamu sekarang juga!!!!" Kata nya sambil berlari ke arahku dengan pisau di tangannya dan melancarkan puluhan combo tusukan pakai pisau.
Tetapi sayangnya aku berhasil menghindari semua combo tusukan pisau itu dengan mudah dan langsung menyerang kepalanya yg seketika membuat kepalanya pun terbang layaknya bola yg di tendang dan jatuh di depan orang yg berbadan besar tadi.
"Maaf yah kemampuanmu masih terlalu lemah bagiku,tetapi combo tadi hebat kok pasti bisa membunuh satu orang jadi berjuanglah di alam sana yah"
Lalu sebuah semburan darah pun menyembur dari tubuh orang itu dan membasahi tanah yg aku pijaki yg membuat tanah itu menjadi basah.
Bagi yg tidak kuat untuk membayangkannya lebih baik jangan di paksakan yah, karena jujur aku juga ingin muntah dengan bau amis yg lebih buruk dari pada bau ikan di pasar dan juga aku benci air mancur itu.
"Br*ngs*k !!!! Semuanya bunuh dia dan bawakan aku kepalanya" pintah nya dengan nada tegas layaknya seorang jendral beneran{kan dia memang jendral bodo} yg seketika membuat para orang - orang yg dari tadi mengepung kami menatapnya dengan serius.
Semua orang yg tadi mengepung kami pun mulai mendekati kami dengan senjata - senjata tajam yg ada di tangan mereka.
"Hei Pangeran vampir, apa kamu bisa memindahkan kereta ini dan juga orang yg di dalamnya ke tempat yg aman?" tanyaku sambil mulai bersiap - siap.
"Sudah kuduga kamu pasti akan bilang begitu, El drago cepat kamu bawa teman - temanku keluar dari tempat ini agar mereka tidak mengganggu hiburan kami" pintahnya kepada kuda yg berwarna emas itu.
Kuda itu pun merespon dengan anggukan dan langsung menghilang dari tempatku, semua orang yg ada di sana juga nampak kaget tetapi karena tujuan mereka adalah kami jadi mereka tidak terlalu memperdulikan fenomena poltergeist itu.
"Aku serang bagian depan, kamu yg belakang ya"
"Iya iya terserah kamu, yg penting aku bisa merasakan pertarungan yg menyenangkan" jawabnya sambil menghadap belakang dan memegang kalung yg berbentuk kelelawar di dadanya.
"Ayo kita mulai pertarungan ini!!!!"
Semua orang itu pun mulai menyerangku dengan senjata mereka yg bermacam - macam tetapi aku dapat menghindari serangan mereka semua dengan sangat mudah{sombong amat!!}, Elves juga melakukan hal yg sama denganku yaitu memancing setengah dari kelompok itu menjauh dari kelompok yg berhadapan denganku agar formasi mereka rusak.
Aku yg melihat kelompok yg di pancing Elves sudah cukup jauh langsung menggunakan jurus yg sudah aku pelajari dan juga yg paling aku sukai untuk menyerang pemimpin dari kelompok itu.
Aku pun berlari ke arah pemimpin kelompok itu yg seketika langsung di barikade oleh beberapa orang.
"Maafkan aku yah kalian semua, lebih baik kalian tidur saja oke. Jurus Assasin Hitam:Tusukan Tombakk hitam!!!"
Aku pun langsung menerobos barikade itu dengan cepat sambil menyerang semua orang yg ada di depanku.
__ADS_1
Tetapi aku tidak membunuh mereka semua karena aku tidak tega melakukannya{Bohong saja kamu}.
Setelah membuat semua orang di kelompok itu pada pingsan,aku pun kembali berlari ke arah pemimpin kelompok itu untuk menyerangnya tetapi ternyata dia berhasil menahan seranganku dengan pedang besar miliknya.
"Kamu cepat juga ya"katanya sambil berusaha mendorongku dengan perlahan karena senjata kami saling mengunci.
" Terimakasih pujiannya!!"
("Gawat ni orang kekuatannya gede amat ***,aku tidak akan bisa mengalahkannya dalam adu kekuatan jadi lebih baik aku mundur saja deh")kataku dalam batin.
Aku pun langsung melompat mundur dan bersiap untuk menyiapkan serangan lain,tetapi sebelum aku kembali menyerangnya tiba - tiba saja perutku terasa di pukul oleh sesuatu yg membuatku terpental mundur.
Serangan itu terasa seperti sebuah pukulan yg sangat keras dan serangan itu tepat sekali langsung mengenai perutku.
"Oh kamu bisa menyerang tanpa menyentuh yah, dasar dukun!" kataku sambil memasang kuda - kuda bertahan.
"Hoho kamu menyadarinya ya" katanya sambil tersenyum angkuh dan menunjukkan pedangnya ke arahku yg terdapat sebuah simbol yg pernah aku liat di bilah pedang itu.
"Shadow? Apa kamu juga salah satu anggotanya?"
"Iya aku salah satu anggotanya tetapi aku di buang setelah Komandan kelompok itu berganti" jawabnya sambil mulai menyerangku. Sepertinya aku hanya pelampiasan kekesalannya doang ya
Aku pun menahan serangan itu dengan pedang milikku tetapi serangan yg lain kembali mengenaiku dan membuatku kembali terpental ke arah salah satu rumah warga.
Shadow adalah kelompok pembunuh bayaran yg setiap anggotanya memiliki Staris yg kuat yg biasanya di gunakan untuk keperluan militer, Simbol Shadow adalah lambang Gabungan dari beruang dan juga naga yg berwarna hitam.
Anggota dari Shadow yg memiliki sebuah simbol dapat mengeluarkan sebuah kekuatan yg bisa membuat bayangan diri mereka sendiri agar bisa membantu mereka dalam pertarungan,biasanya sih yg mendapatkan simbol itu cuman para petinggi dari kelompok itu tetapi sepertinya aturan itu sudah di ubah.
Dan juga sejujurnya sih kalau aku melawan kelompok ini, pasti aku akan dibunuh dengan mudahnya sebelum aku dapat menyentuh mereka{mirip kaya santet ya wkwkw}.
"Aduduh sakit, dasar kelompok yg merepotkan" kataku sambil berusaha bangun dari sana tetapi tiba - tiba saja Elves terpental ke arahku yg membuatku tertimpa tubuhnya.
(BRAKKK)
"Sakit tau pangeran Vampir!!!" aku pun langsung mendorongnya dari atas tubuhku dengan kuat.
Jawabannya ngeselin banget sumpah!!!
"Iya iya, jadi kenapa kamu terpental kesini?"
"Oh aku lengah dan di pukul oleh orang dengan palu yg besar di sana" katanya sambil menunjuk ke arah seseorang yg berbadan cukup besar yg memegang sebuah palu besi berwarna putih.
"Makanya waspada sedikitlah" kataku sambil berusaha kembali bangun.
"Jadi apa pedangmu hancur?"
"Nih pedangku" katanya sambil memberikanku sebuah gagang pedang dan potongan bilah pedang yg patah.
"Sudah kuduga"
"Heii apa kalian sudah selesai berundingnya?" katanya sambil berdiri dan menancapkan pedangnya ke tanah.
Lalu sebelum aku menjawab pertanyaannya, tiba - tiba saja aku kembali di serang oleh makhluk yg sangat merepotkan tetapi Elves langsung menahan badanku yg terpental dan berhasil membuatku bersender di dadanya{sungguh romantis ya hehe}.
"Hei assasin hitam, apa aku boleh serius disini?" kata Elves sambil memegang lambang kelelawar di lehernya.
"Ya kalau itu bisa menyelamatkan hidup kita, tetapi kalau kamu lepas kendali aku akan langsung membunuhmu ya" jawabku sambil memasang kuda - kuda untuk melakukan serangan lagi.
"Baiklah kalau begitu, maaf ya kalau disini akan menjadi pertumpahan darah"
"Iya tenang saja, mungkin aku juga akan melakukan hal yg sama tetapi mungkin tidak sesadis itu"
Aku pun memegang pedangku dengan erat dan juga menghentakan kakiku ke tanah dengan kuat yg membuat beberapa debu bertebangan,Elves juga nampak sedang membaca sebuah mantra sambil memegang kalungnya itu.
"Transform:Vampire BloodMoon!!!" lalu secara tiba - tiba aura kegelapan yg ada di tubuh Elves membesar dengan di selingi oleh aura yg berwarna merah yg menyelimuti seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Udara pun terasa lebih berat dan lembab dari sebelumnya,dan pasir yg ada di sekitarnya mulai bertebangan di sekeliling tubuhnya.
"Jadi ini bentuk asli dari vampir ya"
Tubuh Elves pun mulai berubah secara perlahan, dari kuku tangannya yg mulai menjadi panjang dan tajam serta di matanya muncul sebuah garis di tengahnya yg nampak seperti mata seekor kucing.
(Giahhhhhhh)
Elves pun langsung berlari dengan cepat ke arah rombongan orang yg memakai senjata tadi, suara teriakan dari orang - orang pun mulai terdengar dan darah mulai bercucuran layaknya hujan.
Tetapi karena aku sedang fokus jadi aku mengabaikan kelakuan mengerikan dari Vampir yg satu itu.
"Baiklah sekarang adalah giliranku, Jurus Assasin hitam: Sambaran Bulan sabit!!!!" Bilah pedangku pun seketika mengeluarkan sebuah cahaya yg berwarna putih dan aku pun kembali menyerangnya.
Beberapa bayangan pun muncul di hadapanku dan menyerangku tetapi aku dapat menghindari serangan dari bayangan itu dengan mudah, karena aku sudah melihat mereka yg ternyata hanya berjumlah 2 bayangan.
"Tidak mungkin? kamu bisa menghindari serangan bayanganku"orang itu pun nampak kaget dan langsung melakukan kuda - kuda bertahan dengan pedangnya.
"Oh iya sebelum aku menyerangmu aku mau bertanya, namamu siapa ya?" tanyaku sambil berhenti sebentar di hadapannya.
"Aku Zeros salah satu anggota shadow tertinggi" jawabnya sambil berlari ke arahku dan mengayunkan pedangnya dengan kuat.
Tetapi aku berhasil menghindari seranganya dan langsung mengayunkan pedangku ke arah dadanya yg seketika muncul sebuah lingkaran sihir yg memiliki sebuah simbol yg nampak seperti simbol Shadow di dadanya tepat di luka tebasanku.
"Akan aku ingat namamu Zeros" Zeros pun jatuh dan pedang yg besar pun hancur menjadi debu dan menghilang.
"Terimakasih yah tuan muda" katanya sambil tersenyum ramah sebelum dia meninggal.
"Jadi begini ya kalau Staris kehilangan tuannya, semoga kamu tenang di alam sana yah Zeros"
Lalu di saat aku sedang berdoa dan mengecek mayat Zeros, tiba - tiba saja Elves melompat dan menyerangku dari belakang.
Tetapi aku dapat menahannya dengan pedangku yg mulai retak dan hampir patah.
"Sudah kuduga kamu pasti akan menjadi seperti ini"
Tubuh Elves pun mulai berubah secara perlahan yaitu di punggungnya mulai muncul sebuah sayap kelelawar dan kukunya juga menjadi semakin panjang serta di kepalanya juga terdapat sebuah tanduk yg menandakan kalau dia adalah iblis seperti di anime - anime fantasy.
Namun bukan itu yg aku kaget kan, yg aku kagetkan adalah sesuatu yg berada di belakang Elves yg sedang berdiri.
Yaitu sekumpulan mayat orang termasuk orang yg sudah ku lumpuhkan sudah terkoyak dan juga darah berceceran dimana - mana.
Sungguh pemandangan yg mengerikan tetapi tidak seperti di kuil zombie waktu itu.
"Baiklah Pangeran vampir, sudah saatnya kamu bangun" kataku sambil menendang Elves yg membuatnya terpental sedikit.
Lalu sebelum Elves mendekatiku, aku dan juga kecepatanku yg sudah seperti flash langsung mengambil kalung kelelawar yg ada di lehernya dan meminta acrodite untuk memberikan segel di kalung itu.
Acrodite pun seketika muncul dan tanpa banyak pertanyaan dia langsung membaca sebuah mantra.
"Dengan ini aku segel semua energi kegelapan yg ada Close on the dark!!!" kalung itu pun terbang dan bercahaya yg di sertai dengan tubuh Elves yg secara perlahan kembali ke tubuh manusianya.
Elves pun kembali menjadi menusia tetapi dia langsung pingsan dan untung saja aku berhasil menangkap tubuhnya yg langsung aku baringkan saja di tanah{Kasian woy anak orang itu!!!}.
"Akhirnya kelar juga, walaupun sih mayat - mayat yg sangat menjijikan ini membuatku hampir muntah, cepat kamu bereskan mereka"kataku sambil melihat ke sekeliling lingkunganku yg penuh dengan ratusan mayat laki - laki dengan luka yg berbeda - beda tetapi kebanyakan dari mereka kepalanya putus dan berceceran di tanah yg membuat pemandangan disana terasa lebih keren.
"Itu semua berkatku kan tuan" katanya sambil mengumpulkan mayat - mayat itu disatu tempat untuk aku kubur.
"Iya iya terserah, ayo cepat bereskan soalnya hari sudah hampir malam dan juga aku sedikit khawatir dengan Syla dan Rika"jawabku sambil membantu Acrodite menggali sebuah lubang yg besar.
" ayay kapten!!"
Kami pun menguburkan semua mayat itu dalam satu lubang karena kalau dibagi - bagi nanti waktuku terbuang percuma dan juga akan menjadi sangat lama.
Sebenarnya aku tidak ingin mengurus semua mayat ******** ini tetapi kalau aku biarkan saja nanti para penduduk desa ini malah jadi syok dengan pemandangan yg sangat bagus tadi.
__ADS_1
Oh iya penduduk desanya kemana ya? Apa mereka sudah mati?