Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 11


__ADS_3

(Trang tress crass)


"Kalian terlalu kejam ya, padahal kan aku cuman sendiri tetapi kenapa kalian menyerangku dengan kroyokan kejam sekali" aku pun hanya menghindari serangan mereka dengan mudahnya.


"Walaupun begitu, nyatanya kamu bisa menghindarinya dengan mudah kan" ucap Seseorang dengan badan yg besar.


"oh kamu paman yg tadi ya?" tanyaku dengan polos.


"jadi kamu anak yg tadi ya, kemampuan mu hebat juga bisa menghindari semua serangan kami dengan mudahnya" jawabnya sambil terus menyerangku.


Mereka terus menyerangku dengan jurus - jurus dan kemampuan - kemampuan yg mereka miliki, tetapi karena tugasku menyuruhku untuk tidak bertarung jadinya aku hanya menghindari serangan - serangan mereka semua.


dan di saat aku sedang berusaha menghindari serangan, tiba - tiba saja muncul sebuah pancuran api dari dalam tanah yg aku pijaki.


"hampir saja" aku pun langsung melompat mundur dari sana.


"hei kamu kok nggak bilang - bilang kalau mau nyerang sih" ucapku sambil menunjuk ke arahnya.


"memangnya aku perlu izin gitu" jawabnya dengan serius.


"Sudah cukup kalian semua, biarkan aku saja yg menghadapinya" pintahnya dengan lembut.


"Iya!!" mereka pun langsung menurut dan mulai menjauh dari tempatku.


"makasih ya "


"Tidak perlu berterimakasih, lebih baik kita nikmati saja pertarungan ini" ucapnya sambil membuat kuda - kuda.


"Baiklah kalau begitu Ayo kita nikmati Pertarungan ini!!!"


" Baiklah aku serang duluan ya" aku pun langsung menyerangnya dengan agresif.


Tetapi entah kenapa saat pedangku hampir mengenainya tiba - tiba saja menjadi panas dan meleleh.


"Keren!!! Pedangku langsung meleleh" ucapku sambil melihat pedangku yg hanya tinggal gagangnya saja.


"Makanya sabar sedikit kalau mau menyerang orang, Shira cepat pindahkan kami ke tempat yg luas dan tanpa penduduk agar aku bisa menghabisinya dengan mudah" pintahnya kepada cewe yg ada di belakangnya.


"Siap laksanakan!!" dia pun langsung menurut dan mengeluarkan Staris yg berbentuk seperti tongkat kayu biasa.


"Dimension!!!" Dan dia pun langsung memukulkan tongkat itu ke tanah dan secara seketika kami pun berpindah tempat ke tempat yg penuh dengan rumput dan pepohonan.


"Wahh hebat sekalii!!" aku pun hanya terpesona melihat kekuatan Starisnya itu.


" Jadi sekarang apa aku boleh menyerangmu?" tanyaku dengan polosnya.


"Silahkan saja itu pun kalau kamu bisa" jawabnya dengan sombong.


"Baiklah aku mulai ya" aku pun menyerangnya lagi dengan pedang ku yg terakhir.


Dan lagi - lagi sebelum pedangku mencapainya tiba - tiba saja pedangku pun meleleh lagi.


"Meleleh lagi dong, kamu memang kuat ya" ucapku sambil memasang kuda - kuda untuk menyerangnya.


"Kamu masih mau menyerangku, percuma saja tanganmu mungkin akan terbakar menjadi abu" ucapnya dengan santainya.


"Siapa yg bilang aku akan menyerangmu dengan tangan kosong" aku pun langsung mengumpulkan energiku untuk memanggil acrodite.

__ADS_1


"Datanglah!! Sang penguasa malam!!!" dan secara seketika Acrodite pun berada di genggamanku tetapi entah mengapa Lingkunganku yg dari tadi cerah sekarang menjadi hujan dan gelap.


"Ohh begitu ya, shira cepat kamu keluarkan semua orang termasuk kamu dalam dimensi ini soalnya dimensi ini akan hancur berantakan" perintahnya lagi kepada para anak buahnya.


"Siap!!" mereka pun langsung menghilang dari penglihatanku.


"Terimakasih ya sudah menyuruh mereka pergi, kan jadinya aku bisa serius" ucapku sambil mempersiapkan kuda - kuda menyerang.


"Sama - sama kalau begitu ayo kita hancurkan dimensi ini" dia pun nampaknya mulai serius.


"Tetapi apa boleh aku bertanya padamu sebelum semuanya hancur?" tanyaku dengan serius.


"Boleh saja ,mau tanya apa?" jawabnya dengan dingin.


"Kamu salah satu Sevenris kan?" tanyaku lagi dengan polosnya.


"Iya aku adalah Sevenris yg ke -6" dia pun menjawabnya dengan jujur.


"Baiklah kalau begitu ayo kita mulai saja pertarungan yg menyenangkan ini" aku pun langsung menyerangnya dengan kecepatanku agar aku bisa menghancurkan dinding pelindungnya itu.


"Kecepatanmu boleh juga ya" jawabnya dengan tenang.


Karena aku merasa akan ada yg terjadi, aku pun langsung melompat mundur dan menjauh darinya.


"Oh sudah ketahuan ya, instingmu hebat juga" dan secara seketika daerah yg dia pijaki itu pun langsung terbakar dan menjadi tandus.


"Hampir saja, untung responku cepat kalau tidak aku pasti sudah jadi abu di sana" ucapku sambil memasang kuda - kuda lagi.


"Seperti biasa ya kekuatanmu selalu merusak semuanya ya , Dasar inferno" ucap acrodite dengan aura yg mengerikan.


"Ehh kamu kenal sama Starisnya?" tanyaku kepada acrodite yg dari tadi ngobrol sendiri.


"Oh dia dulu adalah partner ku, waktu perang Sevenris yg kedua" jawabnya dengan jelas.


"Akhirnya aku bisa melawan kekuatan mu ya acrodite " ucapnya sambil mengeluarkan aura semangat yg sangat panas.


"Aku juga " dia pun hanya menjawabnya dengan singkat.


"Sebentar dulu sampai kapan kalian mau mengobrol hah!!" gentak nya kepada inferno yg dari tadi mengobrol dengan acrodite.


"Iya iya ayo mulai" karena takut dia pun langsung menurut saja.


Dia pun langsung memasang kuda - kuda untuk menyerangku.


"Aku habisi kamu!!" dia pun langsung maju menyerangku.


Tetapi karena kecepatanku, aku dapat menghindarinya dengan mudah.


"Eitt tidak ke--" dan ternyata sebelum aku sadari, jubahku sudah terbakar oleh api.


"Panas panas panas!!" aku pun langsung melepas jubahku yg terbakar tadi.


"Hati - hati lah kalau main api, padahalkan jubah itu baru saja aku beli" ucapku sambil memasang kuda - kuda bertahan.


"Maaf saja kalau begitu, tetapi mungkin serangan kali ini akan membakarmu" dia pun memukulkan tongkatnya itu ke tanah.


"Mana tidak terjadi apa - ap--" tiba - tiba saja tanah yg aku pijaki menjadi sangat panas dan meledak.

__ADS_1


Tetapi aku berhasil menghindarinya.


"Hampir saja" ucapku merasa lega.


"Keberuntungan yg bagus" ucapnya dengan nada lembut tetapi dengan aura yg mengerikan.


"Terimakasih kalau begitu" jawabku dengan polos.


"Btw sepatumu kemana?" tanya acrodite disaat aku sedang fokus.


"Kan aku pak--


" lah kok hilang?" aku pun kaget saat melihat sepatuku meleleh seperti pedangku tadi.


"Lebih baik kamu menyerah dan serahkan Sevenris mu padaku" ucapnya dengan sombongnya.


"Hah!! Enak saja aku belum menyerah tau" jawabku dengan sombongnya padahal yg ada di pikiran ku cuman bagaimana cara agar menghancurkan perisai itu.


"Oh begitu jawabanmu baiklah akan aku bakar kamu sampai menjadi abu" dia pun langsung bersiap - siap untuk menyerangku.


"(Bagaimana cara menghancurkannya, emangnya tidak ada kelemahannya pasti ada!!)" aku pun hanya memasang kuda - kuda bertahan dan berusaha untuk mencari kelemahannya.


"Rasakan ini!!!" dia pun memukul tombaknya lagi ke tanah dan seketika tanah di sekitarku mulai meledak satu persatu.


Aku pun hanya menghindarinya saja, tetapi karena aku sedikit lengah tiba - tiba saja tanah yg baru saja ku pijaki meledak dan mengenaiku.


"Agh"


"Tuan tidak apa - apa" tanya acrodite dengan khawatir.


"Aku tidak apa - apa kok" jawabku sambil melepas bajuku yg mulai terbakar.


"Oh masih belum menyerah ya" ucapnya sambil bersiap - siap untuk serangan berikutnya.


"Tentu saja lah, aku pasti akan mengalahkanmu!!"


Aku pun langsung memasang kuda - kuda menyerangku.


"Ahh buang - buang waktu saja, ternyata bermain dengan kalian sangat membosankan" ucapnya sambil memasang kuda - kuda untuk melempar tombak.


"Akan aku akhiri!!" dia pun langsung mengucapkan mantra yg bahkan aku tidak tau arti mantra itu.


"{Kulo njaluk panjaluk kambe sampeyan kangge ngancurno musuh - musuh ne kulo, sampeyan yen dadi babu ne kulo kudu nurut lan ngelakukake perintah kula}, Uriplah Manuk Segara geni!!" Dan secara seketika tombak yg nampak biasanya mulai mengeluarkan sebuah aura panas yg membentuk seperti Burung yg berwarna emas.


"Musnahlahh!!" Dia pun melemparkan tombak nya ke arahku.


"Gawat!!, INFINITE!!" tombak dengan kecepatan tinggi itupun mengejarku dan meledak, tetapi untungnya aku sempat mengeluarkan jurus ku untuk menghindari tombak itu.


"Akhirnya selesai juga, 1 sevenris musnah"


"Belum musnah kali!!" dan secara cepat aku langsung mendekatinya dan dia nampak kaget saat melihatku dan berusaha menghindar.


"Kau yg kalah!!" tanpa basa basi aku pun langsung menebasnya dengan pedangku dan berhasil menghancurkan perisainya dan mengenainya.


"Ahh " dan seketika itu juga topengnya hancur dan jantungku pun seketika berhenti setelah melihat wajahnya.


"Ka ka ka kamu Si Si Silva?"

__ADS_1


__ADS_2