
Beberapa menit kemudian....
Pada saat aku sedang membacakan buku cerita kepada Rika agar dia tertidur, pintu depan pun terbuka dan nampak Syla dengan wajah yg penuh kepuasan tersenyum sambil memasuki kamarnya.
Aku yg melihatnya hanya diam dan merasa ngeri dengan kelakuannya itu, dan pada waktu itu juga muncul Elves dengan bajunya yg sudah compang - camping seperti habis dicakar oleh hewan buas memasuki gubukku dan menghampiriku dengan wajah yg memelas.
"Bagaimana enak?"
"Enak katamu, dia benar - benar sudah seperti iblis yg sangat mengerikan apalagi waktu dia menyiksaku dengan penyiksaannya yg begitu berat dan juga dia selalu tersenyum dan tertawa saat melihatku tersiksa" tubuhnya mulai gemetar ketakutan dan dari yg aku lihat sepertinya dia menjadi trauma dengan Syla.
"Makanya kalau mau komentar itu lihat situasi dulu jangan asal ngomong beginikan jadinya " aku tertawa dengan pelan karena aku tidak ingin membangunkan Rika yg sedang tertidur.
"Dah kamu istirahat saja sana, biar pikiranmu rileks"pintahku kepadanya.
Dia pun menurut dan meninggalkan gubuk itu,dan di saat aku yg sedang memperhatikan Rika yg sedang tertidur{dasar lolicon} tiba - tiba muncul acrodite di depan mukaku persis sampai membuatku jatuh dari kursi.
" dasar lolicon!!!" dia pun berubah warna menjadi hitam pekat seperti tinta gurita.
"Ada apa sih mengagetkanku saja" aku langsung bangun dan merapikan kursi yg terjatuh itu.
"Bagaimana dengan cara mengagetkanku yg baru, mujarab bukan?"
"Mujarab katamu? Jantungku hampir copot tau"
"Untung baru hampir, kalau copot beneran pasti aku akan menghilang dari sini" dia tertawa dengan lepasnya tetapi karena terlalu keras aku langsung memerintahkannya untuk berhenti tertawa.
"Jadi ada apa kamu kesini?"
"Aku disini untuk membantu tuan membuat penangkal sihir untuk rumah ini"
"oh Iya benar juga ayo kita pasang"
Kami membaca sebuah mantra untuk mengaktifkan sihir penangkal agar rumah kami terlindungi dari kejahatan dan juga sihir, setelah pelindung terpasang Acrodite pun langsung menyiapkan kasur untukku agar aku bisa istirahat.
"Makasih ya acrodite"
"Iya sama - sama tuan, kalau tuan butuh sesuatu panggil saja namaku seperti biasanya oke"
"Oke selamat malam Acrodite"
"Iya selamat malam juga" dia pun menghilang dari hadapanku dengan sekejap seperti sebuah teleportasi.
Aku pun membaringkan badanku di kasur yg sederhana itu namun nyaman di gunakan,dan setiap kali aku tiduran di kasur, aku terus saja berfikir tentang apa yg akan aku lakukan nanti?
Dan tanpa sadar aku pun tertidur di kasur itu sambil memegang pedang favoritku.
********
{Di dalam mimpi}.
"Kora kamu harus tanggung jawab!!"kata seseorang dengan tegasnya.
" tanggung jawab? Tanggung jawab apa?"
"Kamu harus bertanggung jawab atas semua dosa yg kamu lakukan"
"Dosa apa?"aku yg sedang berada di sebuah ruangan yg sangat gelap dan tidak ada cahaya sedikitpun dan dikelilingi oleh seseorang yg berwarna hitam.
" dosa atas pembunuhan dan juga perbuatan jahat lainnya, kamu harus bertanggung jawab"kata salah satu orang yg menghampiriku dengan pelan.
"Iya aku akan bertanggung jawab dengan semua dosaku"
"Begitu ya sekarang masuklah kesana!!!" dia menarik tanganku dengan keras.
aku pun terjatuh di sebuah tempat yg sangat panas dan di penuhi oleh api yg membara dengan di kelilingi oleh orang - orang yg berwarna hitam,tetapi tiba - tiba saja ada seseorang yg mendorongku dari belakang dan aku pun terjatuh ke sebuah jurang yg berisi lahar yg sangat panas.
Dan aku pun langsung terbangun dari tidurku karena kaget.
"Mimpi yg sangat mengerikan,tetapi apa maksudnya itu?"
Aku bangun dan melihat ke arah jam tanganku, waktu menunjukkan pukul 6 pagi, aku pun melihat sekelilingku dan nampak Syla yg masih tertidur dengan nyenyak nya.
Namun tiba - tiba saja ada sesuatu yg bergerak di balik selimutku dan pada saat ku buka ternyata itu adalah Rika yg sedang tertidur di sampingku, aku hanya diam dan memandangi wajahnya yg manis saat sedang tertidur.
Setelah puas melihatnya, aku pun bangun dari tempat tidur dengan perlahan karena tidak mau membangunkan mereka.
Aku berjalan ke arah pintu untuk keluar dan mempersiapkan sarapan pagi tetapi sebelum membuat sarapan aku langsung pergi ke desa untuk mencari beberapa bahan dan juga mandi, karena waktu itu masih jam 6 pagi jadi suhu disana menjadi sangat dingin apalagi di tambah dengan turunnya salju sedikit demi sedikit layaknya hujan gerimis.
Aku pun memakai jubah dan juga baju musim dinginku dan berjalan ke arah desa,sesampainya disana aku langsung pergi ke rumah yg kemarin aku kunjungi untuk mandi pagi.
Setelah sampai di sana aku pun langsung masuk ke kamar mandi dan mulai melakukan ritual mandi.
{Beberapa menit kemudian.....}
__ADS_1
Setelah mandi yg cukup lama, aku pun mulai menjelajahi rumah itu untuk mencari bahan makanan tambahan.
Aku mulai mencarinya dari dapur dan beberapa ruang lainnya tetapi tidak menemukan makanan sedikitpun karena aku merasa hari mulai menjadi dingin, aku pun bergegas kembali ke pondokku untuk membuatkan sarapan yg hangat untuk mereka.
******
Sesampainya disana aku melihat Elves yg sedang duduk sambil meminum sesuatu yg sepertinya itu adalah darah.
"Halo pangeran vampir, sudah sembuh lukanya?" tanyaku sebagai basa basi walaupun sih aku males berbicara dengannya tetapi karena gk tega yasudah lah.
"Sudah lah aku kan vampir jadi kecepatan penyembuhanku itu setara dengan penyembuhan bangsa elf"katanya dengan sombong.
Aku yg mendengar dia menyombongkan diri ,merasa ingin sekali untuk memukulnya sampai aku puas.
"Ok terserah"
Aku pun berjalan ke arah dapur sederhanaku dan mulai berusaha menghidupkan api untuk memasak sarapan, tetapi dikarenakan udara dingin dan juga angin yg berhembus dengan kencang, api yg kubuat selalu saja mati dan itulah hal yg paling susah jika kamu melakukan perjalanan di udara yg dingin ini.
Namun, di saat aku sedang berjuang menghidupkan api, tiba - tiba saja acrodite muncul di depanku dan aku sudah menebaknya.
"Selamat pagi tuan" katanya dengan lembut.
"Selamat pagi juga "
"Hmm apa tuan tidak bisa menghidupkan api yg sangat mudah ini?" katanya sambil mendekati perapian yg sudah aku buat.
"Kalau mudah coba bantu aku"
"Baiklah " dia pun mulai membaca sebuah mantra yg tidak dapat aku dengar dan juga ku mengerti, tetapi setelah bacaan mantra itu selesai, tiba - tiba saja perapian itu pun menyala dan api di perapian itu tidak bisa di padamkan walaupun sudah aku guyur dengan air.
"Pantas lah mudah pake sihir sih, gk pake tenaga"
Aku pun mengambil panci dan juga penggorengan untuk bersiap - siap untuk memasak.
"Hmph pake tenaga kok tuan,memangnya tuan bisa mempertahankan api di cuaca dingin seperti ini, susah tau" jelasnya sambil membantuku mengambilkan bahan.
"Akhirnya kamu tau apa yg aku rasakan" kataku sambil tertawa dengan pelan.
"Hei kalian bisa tidak jangan mengabaikanku? Sakit tau di cuekin" katanya sambil menatapku dengan sinis.
"Makanya jangan berdiri saja bantu sini" pintahku sambil mulai memotong beberapa bahan makanan.
"Jangan memerintahku!! Aku akan cari beberapa obat dulu dan juga hewan jadi jangan mengikutiku"
********
"Tuan mau memasak apa? Boleh aku bantu?" tanyanya sambil menyiapkan sebuah meja makan di dalam pondok.
"Sop sayur sama bubur, kalau kamu mau membantuku tolong kemasi barang - barangku ya dan juga cari beberapa baju di rumahnya Rika untuk di bawa bersamanya agar dia bisa berganti pakaian, kamu tau kan letak rumahnya ada dimana?"
"Tau lah kan sudah dikirim datanya, baiklah tuan aku terima perintahmu" dia pun terbang masuk ke dalam pondok dan mulai membereskan baju - bajuku dan juga bajunya.
Aku pun kembali melanjutkan membuat sarapan untuk mereka.
Tetapi dikarenakan salju mulai turun,
aku pun kembali berusaha untuk menghidupkan api yg mulai mati dengan sendirinya karena tidak ada acrodite di dekatku.
Namun di saat aku sedang memasak tiba - tiba saja ada sesuatu yg memelukku dari belakang dan memegang erat kakiku, dan pada saat aku mengeceknya ternyata itu adalah Rika yg sedang memelukku.
Aku pun bertanya kepadanya apa kamu sudah lapar? Dia hanya mengangguk sambil menatapku dengan tatapan dinginnya,aku pun tersenyum dan mengelus kepalanya dengan lembut sambil meneruskan memasak sarapan walaupun kaki ku sedang di jerat oleh Rika.
{Beberapa menit kemudian...}
"Akhirnya Selesai!!!"
Aku pun langsung membawa makanan matang itu masuk ke dalam karena di luar saljunya mulai menebal,tetapi disaat aku sedang menaruh makanan di meja, aku tidak sadar kalau Rika masih berada diluar jadi aku pun langsung menutup pintu nya saja tanpa mengetahui kalau Rika masih diluar.
Aku langsung membangunkan Syla yg sedang tidur dengan nyenyaknya untuk sarapan dan juga mandi.
"Selamat pagi guru"ucapnya sambil mengucek - ucek matanya yg penuh dengan belek(kotoran di mata).
" iya selamat pagi, sana kamu mandi trus sarapan gih soalnya kita mau meneruskan perjalanan" pintahku sambil mengambil beberapa piring dan juga gelas.
"Iya siapp guru (huamm)"
(Punya murid cewe kok kaya murid laki - laki jorok) ucapku dalam batin sambil melihat pergerakannya Syla yg terpoyong - poyong seperti orang mabuk.
Tetapi di saat aku sedang menyiapkan piring tiba - tiba saja pintu depan di dobrak oleh acrodite yg penuh dengan salju,dan dia menghampiriku dengan aura yg mengerikan seperti orang yg sedang marah.
"Tuan!!! Kok tega sih meninggalkannya sendirian di luar"
"Siapa?"aku yg mendengarnya pun bingung dengan maksud dari ucapannya itu{Dasar pikun!!}.
__ADS_1
" Rika!!!!"
"Rika? Bukannya dia di----
" Gawaattt!!"
Aku pun langsung keluar dan melihat sekeliling untuk mencari Rika, namun pada saat aku sedang mencarinya, aku melihat sesosok anak kecil yg sedang duduk di bawah pohon di samping rumahku.
Aku langsung menghampirinya dan ternyata dia adalah Rika yg sedang duduk dengan tatapan kosong,aku pun langsung menggendong dan membawanya masuk ke pondok agar dia bisa menghangatkan diri.
*********
Sesampainya disana ,dia pun langsung aku baringkan di depan perapian agar dia hangat dan juga tidak lupa ku pakaikan selimut, Syla yg sepertinya sudah mandi pun menghampiriku yg sedang duduk sambil memandangi Rika yg sedang tertidur.
"Bagaimana keadaannya guru?"
"Baik - baik saja kok Mungkin dia cuman kedinginan jadi kita biarkan saja dia menikmati api unggun itu , oh iya ayo kita sarapan dulu keburu makanannya dingin"
"Iya"
Kami pun duduk di meja makan dan mulai memakan makanan yg sudah kusiapkan,tetapi walaupun aku sedang makan masih saja aku memikirkan Rika yg tertidur dan kedinginan.
Soalnya karena salahku dia menjadi kedinginan{dasar ****}.
Pada saat kami sedang makan, tiba - tiba saja Elves muncul dari balik pintu dengan badan yg di penuhi oleh salju.
"Gimana dapat?"tanyaku untuk memulai basa basi.
" dapat tenang saja, tetapi aku sudah meminum semua darah mereka jadi daging sama kulitnya aku buang saja soalnya aku tidak membutuhkannya" jelasnya dengan sombong yg membuatku lagi - lagi merasa risih.
"Oh begitu ya yasudah " walaupun aku berkata begitu hatiku tetap saja merasa kasihan kepada hewan yg sudah di burunya,atau mungkin bukan kasian tapi takut mubazir.
Dia pun duduk di kursi meja makan dan mulai mengambil makanan yg kubuat tetapi dia nampaknya ragu - ragu dengan masakanku.
"Tenang saja ini bukan buatannya kok"
"Tetapi apa ini akan lebih enak?"
"Tenang saja aku tidak akan membunuhmu kok" aku pun tersenyum ke arahnya tetapi dia malah nampak lebih takut dari pada yg tadi.
Dia mulai mencoba memakan makananku dengan tangan yg gemetar dan muka yg penuh kekhawatiran, tetapi saat dia memakannya, wajahnya pun seketika nampak bahagia dan itu menandakan kalau vampir juga suka makan - makanan manusia dan bukan cuma darah saja.
"Enak sekali !!!" dia mulai memakannya dengan lahap dan tidak memperdulikan sekitarnya.
Aku yg melihatnya hanya bisa tertawa dengan sifat yg dimilikinya itu,tetapi dia mengabaikanku dan menghabiskan semua makanan yg ada di meja.
Syla yg saat itu juga sedang sarapan ikut mempercepat cara makannya dan nampak seperti sedang berlomba, aku yg melihat mereka terus saja tertawa dengan lepasnya dan nampaknya suara tertawaku membangunkan Rika yg sedang tertidur.
Aku yg melihatnya sadar langsung menghampirinya untuk mengajaknya makan.
"Kamu sudah sadar Rika?" aku tersenyum ke arahnya.
Dia hanya mengangguk dan memelukku lagi sambil menangis tanpa suara, aku yg melihatnya sedang menangis hanya mengelus - elus kepalanya dengan lembut agar dia bisa tenang.
"Maaf yah sudah meninggalkanmu tadi"
Dia menggelengkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan dinginnya.
"Oh iya kamu belum sarapan kan? Ayo kita sarapan dulu sebelum kakak - kakak yg disana menghabiskan semua makanannya" aku mengajaknya untuk makan karena aku tau dia belum makan dari tadi.
Dia pun mengangguk dan berusaha bangun dari sana tetapi karena aku melihat kalau tubuhnya masih lemah, aku pun melarangnya untuk bangun terlebih dahulu.
"Tubuhmu masih lemah jadi lebih baik kamu disini dulu ya, aku akan mengambilkan makanan untukmu jadi tunggu disini ya"
Dia pun mengangguk lagi mengisyaratkan kalau dia setuju,aku berjalan pergi ke arah dapur dan mengambil beberapa makanan yg aku simpan khusus untuknya.
"Oh tuan sangat peka dan juga baik ya" namun tiba - tiba saja acrodite muncul di depanku.
"Kamu ini jangan sering muncul di depan mukaku lah untung aku sudah terbiasa" kataku sambil mengambil nasi dan juga lauknya.
"Oh iya kenapa tuan tau kalau makanan di meja akan habis?"
"Ya karena aku pembuatnya jadi aku tau kalau makananku enak, kalau makananku tidak enak ya mana mungkin aku membuat makanan simpanan"
"Iya ya benar juga tuanku memang hebat"
"Benarkan benarkan pujilah aku teruss"
"Enggak ah Jijik aku sama tuan yg kaya begini"
Dan secara seketika aku merasa kalau hatiku tertusuk oleh sebuah tombak yg panjang dan sangat menyakitkan.
"Maafkan aku ya" aku pun kembali ke tempatnya Rika dengan perasaan yg hancur.
__ADS_1
"Seperti biasanya ya tuan selalu saja lemah dengan kata - kata cewe hehe"