
Hari sebelum kejadian..
[Kriiiingg]suara alarm
Pagi hari terkadang menyenangkan bagi beberapa orang tetapi tidak bagiku menurut ku pagi hari adalah awal dari masalah ataupun peristiwa dan kebahagiaan
{Aku adalah Kora Scortland, aku hanya seorang siswa Sma tahun pertama dengan tampang yg pas - pas san dan juga aku seorang otaku}.
[dok dok dok]suara pintu di ketuk
"Kakak bangun udah pagi, nanti terlambat!!!" dia berteriak
[whoamm]suara orang menguap
"iya iya" aku berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya.
"Kakak selamat pagi" dia tersenyum sambil memelukku.
{dia adalah adik perempuanku,dia bernama striza scorland dia adalah murid sekolah dasar yg dekat dengan rumahku,dia adalah adikku yg paling manja jika bersama ku tapi aku tetap menyayanginya}.
"oh selamat pagi" aku membalas senyumannya
"Kak sarapan kali ini makanan nya spesial loh" dia berkata sambil menggandeng dan menarik tanganku.
"Emang yg masak siapa? Sampai dikatain special segala" aku bertanya sambil tersenyum.
"Ibu sama kak Silva" dia terlihat senang.
"Kak Silva? " aku bertanya
"iya " dia tersenyum senang
"Emang ada apa kalo yg masak kak Silva kok kamu daritadi senyum-senyum sendiri" aku bertanya
"Gk ada apa-apa kok" dia tersenyum riang
Kami berjalan ke arah ruang makan sambil bergandengan tangan.
Sesampai nya di ruang makan
"Lama banget bangunnya kaya kebo aja, pasti kamu bergadang lagi kan karna nonton anime" dia terlihat marah.
{Dia adalah teman masa kecil, namanya Silva Ralmond, keluargaku dan keluarga Silva dulu bekerja sama dalam membuat sebuah perusahaan dan ayahku dan ayah Silva adalah teman masa kecil jadi keluargaku dengan keluarganya Silva jadi dekat layaknya saudara}.
"Ya maaf soalnya anime nya bagus banget sayang untuk di lewat kan" aku membuat alasan.
"Gk usah banyak alasan, seharusnya kamu harus mengkhawatirkan tubuh mu sendiri" dia terlihat sangat marah apalagi dengan pisau yg ada di tangan kanannya itu, yang seakan - akan ingin di lempar ke arahku.
"yaudah aku minta maaf,lainkali gk aku ulangin deh" aku meminta maaf
"hmph" dia masih marah
"sudah-sudah pagi hari kok malah ribut, ayo kita sarapan dulu" kata ibuku sambil memisahkan kami.
Kami sarapan dengan lauk nasi goreng dengan telur
"yaudah aku mandi dulu ya" aku berjalan ke arah kamar mandi
"cepetan jangan lama-lama " dia masih marah
"iya bawel" aku pun memukul sedikit kepalanya itu dan pergi ke arah kamar mandi.
Setelah mandi aku pergi ke kamar untuk memakai seragam sekolah,
setelah memakai seragam,aku mengambil tas dan memakai sepatu.
"yaudah ayo kita berangkat" aku mengajak Silva
"Kamu aja sana berangkat sendiri" dia masih marah dan pergi ke arah pintu keluar.
"jangan marah terus dong,kan aku udah minta maaf nanti aku beliin es krim deh" aku membujuknya.
"beneran? yeaay" dia tersenyum riang.
"Kak aku boleh ikut gk? "tanya Striza sambil menarik bajuku dengan pelan
"Boleh ayo kita berangkat bersama" aku tersenyum
"Kakak? " dia menghampiriku dengan langkah kecilnya.
"oh jadi kamu mau ikut kakak berangkat sekolah juga ya" aku menggendongnya.
__ADS_1
Dia adalah adik kecil ku yg baru berumur 2 th, dia bernama Relva,dia adalah adikku yg paling kecil sekaligus adik kesayanganku.
"Relva jangan ikut kakak, kakak mau sekolah ya Relva sama ibu aja " Ibuku menggendongnya.
"yaudah kami berangkat ya bu" aku berpamitan dengan mencium tangannya.
"Aku juga pamit ya tante, makasih atas makanannya,dan maaf udah merepotkan tante terus" dia berpamitan.
"gk usah di pikirkan dan gk usah sungkan kalau sama tante , kamu sudah tante anggap sebagai anak tante jadi tidak usah malu - malu " ibuku tersenyum.
"Yaudah kami berangkat dulu"
"Hati-hati di jalan ya" dia tersenyum
Kami berangkat sekolah dengan jalan kaki, karena jarak antara rumahku dan sekolah adikku cukup dekat jadi kami mengantarnya sampai di depan gerbang.
"kamu belajar yg benar ya, dengerin apa kata ibu guru di kelas oke? " aku tersenyum.
"iya dadah kak" dia tersenyum sambil berlari masuk ke dalam sekolah.
"dadah " aku membalas sambil melihat dia berlari dari belakang.
" Udah drama nya? " dia tertawa.
" drama apaan? Emang kamu pikir ini sinetron apa? " aku ikut tertawa
" Ayo kita berangkat nanti telat" aku mengajaknya.
" emang siapa yg ngebuat telat" dia menatap ku.
" hahaha"
Perjalanan kami dari rumah menuju sekolah cukup jauh karena berada di kota,tetapi kami sering bercanda di setiap jalan yg kita lalui jadi perjalanan jauh tidak terasa melelahkan seperti memiliki ajian kanuragan.
Beberapa menit kemudian...
Kami sampai di sekolah dengan gerbang yg hampir di tutup oleh pak penjaga gerbang.
"Akhirnya kita datang tepat waktu ya" aku langsung menghampiri gerbang sekolah.
" iya maaf, nih aku beliin kamu es krim sesuai janji ku" aku memberi dia es krim yg aku beli di jalan tadi.
" oh makasih" dia tersenyum
" dibeliin es krim langsung senyum dasar cewe rakus, badan udah gendut juga" aku tertawa dengan lepasnya sambil melihatnya makan es krim yg hampir meleleh.
" biarin, yaudah aku mau ke kelas dulu, nanti keburu masuk" dia berlari ke arah kelas nya dan meninggalkanku seorang diri.
" baiklah aku juga harus ke kelas untuk ikut pelajaran " aku berjalan ke arah kelasku.
Di duniaku terdapat yg namanya sihir atau disebut dengan STARIS.
Staris adalah sebuah alat yg bangkit dari kemampuan seseorang, aku dan Silva belum bisa membangkitkan Staris karena kemampuan kami di bawah kata Sempurna. Negara yg aku tinggali adalah negara modern tetapi rakyatnya masih melestarikan Staris sebagai senjata untuk mempertahankan diri dari penjahat.
Staris bisa berupa pedang atau senjata lainnya, semua murid di sekolah ku kebanyakan adalah murid yg belum membangkitkan Staris karena kebanyakan orang yg membangkitkan Staris ada kelas bangsawan ,jadi kami bersekolah hanya untuk bisa membangkitkan dan mengendalikan Staris kami.
Sekolahku adalah sekolah yg sederhana seperti sekolah yg ada di batavia, sekolah ini hanya khusus untuk rakyat biasa tetapi walaupun aku anak bangsawan tetapi aku lebih memilih sekolah ini dari pada sekolah yg lainnya.
Pelajaran berlangsung lama, karena sekolahku hanya punya 1 jam pelajaran, jadi setelah pelajaran selesai kami langsung di bolehkan pulang.
[Kriiiing]suara bel
" Akhirnya selesai juga" aku bangun dan merenggangkan otot tubuhku.
"Kora pulang bareng yuk" ajak Silva
"maaf kamu pulang duluan saja,aku ada urusan sebentar" aku meminta maaf sambil merapikan buku - bukuku.
" oh begitu, yaudah aku pulang duluan, sekalian mau mampir ke rumahmu" dia tersenyum
"oh yaudah kalo mau mampir silahkan saja aku gk keberatan apalagi ibu tetapi tolong jangan bawa pisau mu itu ya" jawabku sambil tersenyum
" idihh dadah kora" dia pergi keluar dari kelasku
"dadah hati-hati di jalan" aku pun langsung mengambil tasku.
__ADS_1
" baiklah saat nya belanja" aku keluar kelas dan pulang untuk belanja di toko yg ada di dekat sekolahku.
Sesampainya di sebuah toko makanan...
"pak permisi, aku mau beli wortel sama tomat 3 trus sama dagingnya 1 kilo ya" aku membeli bahan untuk makan malam.
"ini nak" dia memberikan pesananku
"berapa pak? " aku bertanya
"300 fin" dia tersenyum sambil menadahkan tangannya.
(jijik aku sumpah!!)di dalam batinku
"nih pak makasih" aku keluar toko dan berjalan ke arah rumah
[duaaarrrr] suara ledakan
Di tengah perjalanan,aku mendengar suara ledakan dari arah rumahku.
karena panik aku langsung berlari dan tanpa mempedulikan belanjaanku yg terjatuh di jalan.
Aku berlari ke arah rumahku yg mulai mengeluarkan asap yg hitam pekat seperti kopi.
" semoga kalian baik-baik saja" aku berharap sambil berlari
Sesampainya disana yg aku lihat adalah pemandangan rumah dan mayat yg terbakar oleh kobaran api berwarna biru.
Saat itu,tubuhku serasa hancur dan kosong, kebahagiaan yg aku jalani setiap harinya sekarang hangus oleh kobaran api.
"Ibu, Striza, Relva,Silva kenapa kalian meninggalkanku? " [hiks hiks hiks] aku menangis.
" Aku bersumpah akan mencari pelaku yg telah melakukan ini" aku bersumpah kepada diriku
Disaat aku sedang terlarut dalam kesedihan tiba-tiba ada orang yg menepuk pundakku dan dia berkata:" yg melakukan ini semua adalah anggota kerajaan, karena mereka berfikir bahwa keluarga kalian adalah pengkhianat"
"keluarga kerajaan katamu? " aku menoleh sambil menghapus air mata
"teganya mereka melakukan ini semua" aku sedikit marah.
" Aku tau itu pasti sakit dan menyedihkan,kehilangan seseorang yg kita sayangi"dia tersenyum dan berkata:"kami akan membantumu untuk membalas dendam kepada kerajaan"
Dan tampak di belakang tubuh orang itu ada beberapa orang yg berjubah hitam
"bergabung lah dengan kami, kami pasti akan membantumu" dia tersenyum
dan mengulurkan tangannya.
"Baiklah aku akan bergabung jika itu demi membalaskan dendam keluargaku" aku berkata dan meraih tangannya.
" oh iya aku belum memperkenalkan diri,namaku adalah Sfiegerd Salam kenal. "dia tersenyum kepadaku
"namaku adalah Kora salam kenal juga" aku ikut tersenyum
"salam kenal Kora"
"Kora kamu besok ikut kami ya, karena kamu sudah jadi anggota kami" dia mengelus kepalaku
" iya tetapi biarkan aku mengubur ibu dan saudariku" aku pun langsung meninggalkan mereka dan pergi mengitari rumahku yg masih terbakar.
setelah api mulai padam, aku langsung mencari sesuatu yg penting dari rumahku yg sudah hancur lebur.
aku menemukan 3 mayat yg sudah terbakar dan gosong layaknya panci, air mataku pun menetes sambil menyelimuti mayat itu dengan kain dan membawa nya untuk di kuburkan.
aku di bantu oleh para tetanggaku dan para anak buah orang tadi untuk menguburkan mayat itu.
setelah mendoakan mereka aku di ajak oleh tetanggaku untuk menginap dan menenangkan diri di rumahnya.
aku menerima bantuan mereka, dan menginap di rumahnya untuk sementara.
tetapi aku terus saja kepikiran dan merasa ingin mengakhir hidupku ini tetapi aku selalu teringat dengan ucapan ibuku yaitu" Kalau kamu di tinggalkan oleh orang yg kamu sayangi, maka kamu jangan menyerah ya kalau kamu menyerah orang yg kamu sayangi nanti malah sedih melihatmu yg seperti itu"
dan tanpa terasa aku pun langsung tertidur dengan air mata yg menyelimuti mataku.
Aku bangun dan datang di tempat yg di janjikan,Kami berangkat dengan menggunakan delman untuk pergi ke ibukota kerajaan, karena di sana terdapat markas organisasi ini.
Pada saat aku di organisasi ini, aku mulai merasa bahwa kerajaan memang kejam, karena banyak sekali bangsawan yg korup dan juga semena -mena.
Aku dilatih oleh Sfiegerd untuk menjadi seorang pembunuh bayaran [Assasin] yg hebat.
Nama organisasi ini adalah EX, organisasi ini bertujuan untuk membunuh atau menyiksa bangsawan yg korup dan juga semena-mena.
Jadi untuk sesaat aku merasa bahwa organisasi ini cukup baik,
__ADS_1
Tapi ada sesuatu yg menjanggal di pikiranku setelah kejadian ini.....