
****************************
{kembali ke tempat Kora yg sedang asik mencari sarapan}
Di sepanjang jalan utama yg kulewati itu, beberapa stan makanan berdiri dengan sejajar mengiringi jalan utama.
Benar - benar seperti sebuah festival yg sering kukunjungi...
"Ada bubur kacang ijo, bakso, bubur ayam, sate, mie ayam, dan bahkan ada roulete!!! Sepertinya ibukota ini sudah berubah yah"
Aku berjalan - jalan di tengah - tengah kumpulan stan makanan itu sambil mencari - cari makanan apa ya yg enak buat sarapan? Dan akhirnya aku pun sudah menemukannya.
Lalu aku langsung saja berjalan ke arah stan yg kutuju yaitu:
"Mas beli Roulete nya 3 ya, Sausnya di pisah aja"
Yap itulah makanan yg sudah kutentukan.
{Ctt:Roulete itu sejenis makanan yg terbuat dari tepung atau bisa di bilang juga mirip roti tetapi isiannya itu memakai sayur - sayuran dan juga daging serta saus. Yah paling gampangnya sih itu adalah Kebab ya}.
"Tumben tuan beli makanan yg seperti ini, biasanya aja cuman beli bubur ayam sama bubur kacang ijo" kata acrodite lewat telepati yg sepertinya kalau di dengar dari nada bicaranya sih dia masih marah padaku.
"Yah karena aku merasa kalau Aina dan Rika belum pernah memakannya, jadi aku belikan aja mumpung baru dapet duit dari seseorang"
"Cih duit dapet nyuri aja bangga, yaudah gitu aja. Sampai ketemu lagi tuan" dia pun menutup telepatinya{ kaya Telpon aja bisa ditutup haha}
(Dia masih marah dong,sepertinya aku benar - benar membuat kesalahan yg besar deh) yap itulah hal yg terus kupikirkan sambil menunggu pesananku.
Beberapa menit kemudian...
"Ini mas pesanannya" kata pedagang itu sambil memberikan makanan tadi.
"Berapa?"
"70 fin aja "
Aku pun membayarnya dan berjalan kembali ke penginapan,tetapi di tengah perjalanan aku melihat sebuah kepulan asap yg nampaknya berasal dari penginapan yg kutempati.
kenapa ada kepulan asap di sana? ah!! jangan - jangan....
Karena teringat dengan masa laluku, aku pun langsung menggunakan setengah dari energi yg kusimpan untuk berlari dengan cepat ke arah penginapan.
Lalu karena kecepatanku pula, banyak orang terheran - heran dengan sebuah bayangan yg melewati mereka begitu saja, bagaikan angin yg sedang berhembus tetapi tepat di hadapan mereka.
*********
Sesampainya di penginapan itu, terdapat sekumpulan orang serta para prajurit yg sedang melihat ke arah gedung penginapan yg beberapa kamarnya di lantai 1 dan 2 sudah rusak dengan kaca - kaca jendela gedung yg juga hancur lebur.
"(Apa yg terjadi disini? Apa ada serangan dari Shadow? Ahh!!! Aku tidak peduli!!)"
Aku pun berlari ke arah belakang gedung penginapan dan mulai memanjat gedung penginapan itu yg tingginya sekitar 50 kaki atau mungkin 40? Agh!!! Bodo amat dah!!!
Aku terus saja memanjat gedung itu dan akhirnya aku pun sampai di kamar yg kutempati tetapi dindingnya sudah berlubang, lalu aku langsung saja memasuki kamar itu dan aku pun sedikit terkejut saat mengetahui siapa pelaku yg melakukan hal ini.
Pelakunya adalah Aina yg sedang menggendong Rika, dan sepertinya Rika masih tertidur nyenyak walaupun ada ledakan yg besar. Apa dia sangat kelelahan yah?.
Lalu di depan Aina yg sedang berdiri,terdapat sesosok remaja laki - laki dengan wajah yg babak belur sedang terduduk dan menempel di dinding kamar itu.
"Hadehh padahal sudah aku beri segel untuk mencegahnya masuk,tetapi sepertinya kamu keras kepala yah pangeran vampir"
Aku pun mendekati mereka berdua dan Aina nampak terkejut, karena terpampang jelas di wajahnya.
"Tu tuan kora?"
"Yo akhirnya kita bisa bertemu lagi yah Aina, walaupun sih kerusakannya sudah parah sekali, tetapi syukurlah kamu tidak apa - apa" kataku sambil tersenyum ke arahnya.
"Iya, aku baik - baik saja tuan Ko--"
"Sttt kamu pegangan yg erat yah, soalnya kita akan kabur dulu dari sini dan peganglah dia dengan erat oke?" kataku sambil memeluk Aina dari belakang karena jika aku tidak melakukan itu maka dia nanti tidak bisa berteleportasi.
Aina pun hanya mengangguk kecil.
"(Heii Acrodite tolong pindahkan kami dari tempat ini dengan sihir teleport mu)" kataku kepada acrodite lewat telepati.
"(Iya iya tuan)" jawabnya dengan nada seperti orang yg sedang tidak mood atau bisa dibilang dia masih marah denganku.
Lalu secara seketika, kami pun berpindah tempat dari penginapan tadi ke suatu tempat dengan pemandangan yg cukup bagus apalagi tembok itu....tunggu dulu!! Tembok!?
Aku pun melihat ke sekelilingku, yg membuatku sadar kalau aku saat ini sedang berada di dalam menara istana kerajaan Alsytime yg kebetulan waktu itu tidak ada penjaga.
"(Dasar Acrodite!!, untung aja gk ada penjaga kalau ada bakal jadi masalah tau!!)"
__ADS_1
"(Hmph terserah aku lah tuan,dah aku mau tidur dulu jadi jangan menggangguku!!)"
"(Heii!!!)" dia pun menutup telepatinya dan membuatku tidak bisa menghubunginya lagi.
"(Apa yg harus aku lakukan sekarang?) kataku dalam batin sambil melihat - lihat sekitar istana dari atas menara.
Istana itu agak sepi dan bahkan jarang ada prajurit yg berpatroli, sebenarnya apa yg sedang terjadi di tempat ini?
" (huaamm)" sebuah suara yg imut pun terdengar di telingaku dari arah belakang.
Aku pun berbalik dan nampak seorang gadis yg sedang berusaha bangun sambil mengucek - ngucek matanya dan melihat ke sekelilingnya.
"Ahh kamu sudah bangun,selamat pagi" sapa Aina sambil tersenyum ke arah gadis kecil itu.
"Siapa!?" tanya gadis itu dengan wajah yg kebingungan.
Tetapi sebelum Aina menjawab pertanyaan tadi, aku pun muncul dan menyapa gadis kecil tadi.
"Oh, kamu sudah bangun yah, Selamat pagi Rika" ucapku sambil tersenyum.
"Papa!!! Selamat pagi juga!!!" jawab gadis itu dengan semangat sambil memelukku.
Ahhh Rasa nya aku ingin terbang{Yasudah Sana luh terbang aja sendirian, dan gk usah balik lagi kesini}.
"Pa--- Pa!?, papa" Aina pun syok dan cahaya di matanya mulai redup.
Namun, karena aku sedang fokus dengan Rika, aku pun tidak sadar kalau Aina sedang cosplay menjadi patung dan hanya diam saja di tempat.
"Kita ada di mana papa? Kenapa papa membawa Rika kesini?" tanya Rika sambil melihat ke keluar jendela menara.
"Wahh tinggi sekali papa!!!" kata nya dengan wajah yg senang.
Huuff untung saja dia tidak takut ketinggian, kalau takut mungkin dia akan trauma lagi.
"Kita sekarang ada di menara di kota ini Rika, karena papa ingin kamu melihat kota ini dengan jelas,agar kamu merasa senang{hueekk Boong aja bisanya}"
"Wahh makasih papah" dia pun memelukku yg membuat sebuah senyuman seperti om - om pedo muncul di wajahku. Upss maaf
Lalu karena aku sedang merasa senang, aku pun masih lupa dengan Aina yg kali ini sedang duduk di pojokan menara sambil menggumamkan:( tuan kora punya anak, tuan kora punya anak, tuan kora punya anak) sampai sekitar 100 kali ucapan mungkin.
"Oh iya, Rika belum sarapan kan? Nih sarapan spesial khusus punya Rika, di habiskan yah" ucapku sambil memberikannya jajan yg aku beli tadi di pasar yaitu apa ya namanya? Aku lupa.
"Terima kasih papa, Rika sayang papa" Ucap Rika sambil menerima makanan dariku dan tersenyum yg seketika saja membuat sebuah anak panah yg meluncur dan tepat menusuk jantungku yg membuatku serasa ingin mati{yaudah mati aja sono lu!!! }.
Aku pun teringat kembali dengan satu orang lagi yg ingin kuberi makanan ini, yap itu adalah Aina.
Aku langsung berbalik dan tersenyum ke arah Aina, tetapi betapa kagetnya aku saat melihat Aina yg sedang berada di pucuk pinggiran jendela dan hampir melompat.
Namun, untungnya aku berhasil mencegah hal itu dengan kecepatan superku.
Aina yg saat ini sedang kugendong layaknya putri pun masih diam mematung dengan tatapan kosong di matanya.
"Aina!!"
"Sadarlah Aina!!!"ucapku sambil menepuk - nepuk pipi lembutnya dengan perlahan.
Aku pun melakukan hal itu berulang - ulang kali,tetapi dia tidak sadar - sadar juga.
Kekhawatiranku seketika meningkat karena aku teringat dengan kejadian 4 atau mungkin 5 bulan yg lalu,ditambah dengan tatapan kosong di wajahnya yg membuatku semakin panik.
(ahh tidak ada pilihan lain, aku harus melakukan ini!!!) pikirku sambil mendekatkan wajahku kepada Aina dan sesuatu pun terjadi.
**********
Aina pun mulai tersadar karena nampak dari sorot matanya yg mulai bercahaya.
" Ehh tu,tuan kora!?" kata Aina sambil memegang bibir mungilnya itu,karena mungkin dia terkejut tetapi aku tidak mempedulikan hal itu.
"Apa kamu baik - baik saja Aina?"
" i iya aku baik - baik saja kok tuan kora" jawabnya dengan pipi yg mulai memerah tetapi aku tetap tidak mempedulikan itu.
"Serius kamu tidak apa - apa?"
"I iya, hanya saja......."katanya sambil memalingkan wajahnya dariku yg seketika membuatku tersadar dengan kode itu.
Aku pun menurunkan Aina dengan perlahan layaknya seorang putri, yah dia memang seorang putri sih.
Lalu Aina yg sudah aku turunkan dari gendonganku hanya berdiri di hadapanku dengan wajah yg menghadap ke bawah serta tidak berbicara apapun.
"Apa kamu beneran baik - baik saja?" tanyaku lagi yg membuat Aina melirik sedikit ke arahku.
__ADS_1
"I iya aku baik - baik saja tuan kora, cuman...."
"cuman!? "
"Cu,cuman, aku hanya kaget saat mengetahui kalau Tuan Kora ternyata sudah memiliki anak" ucap Aina dengan tatapan yg kembali kosong.
"Dan juga ternyata putri anda cantik juga yah, pasti ibunya juga cantik"
Aina yg sedang dalam mode tatapan kosong pun mulai bergumam dengan cepat layaknya sebuah kereta yaitu panjang dan juga cepat, aku yg melihatnya pun bingung dan aku kembali teringat kalau dari ucapan Aina tadi ada sebutan kata (Anak).
Anak? Apa yg dia maksud itu? Ahh jangan - jangan!?
"Anu A Aina, sepertinya kamu sud----"
"Hmph tuan mah memang seperti itu Ainaku, dia sukanya main rahasia - rahasian" kata Acrodite yg seketika muncul di hadapanku dan memotong omonganku begitu saja. Dasar pedang ini!!!!
Aina pun kembali tersadar dan melihat ke arah Acrodite yg sedang terbang di depannya.
"mba Acrodite!?"
"Iya Acrodite disini, Ahlinya pakar cinta dan juga perdamaian" jawab acrodite dengan nada sombong miliknya.
(haduhh... aku merasa akan ada sesuatu yg tidak enak nih...)
"Ainaku aku tau kamu itu sedang syok tetapi tolong dengarkan satu kata ini, walaupun Tuanku itu sudah memiliki anak dari wanita lain, aku yakin dia akan selalu mencintaimu dan bahkan akan menikahimu. Asalkan kamu mau merawat anaknya dengan penuh kasih sayang"
"Heiii!!!" teriakku sambil melompat - lompat untuk menangkap pedang itu, tetapi tidak kusangka dia selincah ini.
"Dan juga, walaupun tuanku itu adalah seorang harem king, aku yakin 100℅ dia akan tetap memilihmu dan akan memberimu sebuah hadiah di masa mendatang" jelas Acrodite dengan rinci yg membuat wajah Aina semakin memerah termasuk juga diriku yg semakin panas setelah mendengar ucapannya itu.
"Hei hei dasar pedang!!! Jangan bicara yg aneh - aneh!!! Dan juga kenapa kamu ada disini? Bukannya kamu masih marah denganku!!"
"Hmph memang aku masih marah dengan tuan, tetapi sepertinya amarahku mulai mereda karena aku menemukan momen yg indah ini hehe" katanya sambil berubah warna menjadi warna kuning yg menunjukkan kalau dia sedang bahagia.
"Agh!!! Terserah lah!!!" teriakku yg membuat Rika yg dari tadi sedang makan, sekarang melirik ke arahku.
"Ada apa papa?" tanya nya dengan wajah bingungnya yg imut. Amarahku pun seketika mereda setelah melihat wajahnya.
"Dasar lolicon"
"Lu diem aja!!!" kataku lewat telepati karena aku tidak ingin dia mendengarku.
"Ahh tidak ada apa - apa kok Rika, kamu lanjutkan saja sarapanmu" ucapku sambil tersenyum ke arahnya.
"Iya papa" jawabnya sambil membalas senyumanku.
Dia pun melanjutkan sarapannya dan aku juga harus kembali ke topik permasalahan.
"Aina sepertinya kamu sudah salah paham"
"Ehh?"
"Hmm.. sebenarnya dia itu bukanlah anak kandungku, dia sebenarnya adalah anak gadis yg aku temukan di sebuah desa yg sudah hancur"
Aku pun mulai menceritakan semua hal tentang Rika, {tetapi karena aku males mengetik jadi kusingkat saja oke}.
"Oh begitu, ma-maafkan aku yah tuan Kora, atas kesalahpahaman ini" katanya sambil membungkukkan badannya ke arahku.
( yess sepertinya dia sudah kembali seperti semula) itulah yg kupikirkan saat melihat senyuman Aina.
"Tidak apa - apa kok, aku sudah terbiasa dengan hal ini" ucapku sambil membalas senyuman Aina.
"yahh~tuan padahal lagi seru - serunya" kata acrodite dengan nada kecewa.
"Seru bilah mu!!! Dah lebih baik kamu cek wilayah sekitar istana ini dan cari tau apa yg sedang terjadi disini. Cepat sana!!!"
"Iya laksanakan tuan!!!" dia pun seketika menghilang dari pandanganku.
(dasar pedang itu, selalu saja melakukan semua hal yg dia sukai. Sebenarnya siapa sih yg memanggilnya..... Oh iya itu aku sendiri.) aku terus menggerutu seperti itu untuk beberapa detik, sampai aku teringat akan sesuatu.
"Oh iya! nih makanan untukmu, kamu pasti belum sarapan kan?" kataku sambil memberikan Aina makanan yg sudah kubelikan untuknya tadi.
"Terimakasih tuan kora" dia pun menerima makanan itu dan memakannya.
Aina pun duduk di samping Rika dan sepertinya mereka sedang memperkenalkan diri mereka masing - masing, walaupun sih terlihat dari tatapannya Rika yg sepertinya masih takut dan curiga dengan Aina. Yah kalau itu mah tentu saja, soalnya ini baru pertama kalinya dia bertemu Aina.
Namun, jika aku lihat mereka berdua baik - baik, sepertinya mereka tidak memerlukan bantuanku untuk menjadi akrab ya, dan juga sepertinya mereka berdua menikmati makanan itu,karena terlihat dari wajah mereka berdua yg nampak bahagia.
Aku pun memperhatikan mereka berdua sambil duduk di pinggiran jendela menara,dan mulai ikut - ikutan memakan makanan itu karena aku juga lapar kali.
Aina dan juga Rika sepertinya sangat menyukai makanan ini, mungkin nanti aku akan mencoba untuk membuatnya atau mungkin juga aku akan meminta Acrodite untuk membuatnya, kan mumpung dia itu skill memasaknya lebih tinggi dariku. Ahh benar - benar mengesalkan!!!
__ADS_1
Yap itulah kira - kira hal yg aku pikirkan saat melihat Aina dan juga Rika sedang duduk di tempat yg sama serta memakan makanan yg sama pula, (Hm hm) benar - benar pemandangan yg menyenangkan dan juga entah kenapa sepertinya aku merasa telah melupakan sesuatu ya?