Aku Dan Sang Penguasa Malam

Aku Dan Sang Penguasa Malam
Episode 39: Episode terakhir tetapi bukan akhir


__ADS_3

*********


Aku pun langsung duduk di tempat duduk yg berada di depan mereka dan mulai melihat apa saja menu di restoran itu, Syla yg masih menatap gadis itu dengan tatapan curiga, seketika langsung bersikap biasa saja setelah aku memukul pelan meja itu.


"Jadi Rika kamu mau memesan apa?" tanyaku kepada Rika yg dari tadi membolak - balikan buku menu itu.


"Rika bingung papa, Semua makanannya kelihatan sangat enak semua " katanya sambil terus memutar - mutar buku itu.


"Rika cari saja yg menurut Rika belum pernah makan" kataku sambil memanggil pelayan restoran untuk memesan.


"Mbak kesini saya mau pesan"


Salah seorang pelayan menghampiri kami dengan senyuman ramah di wajahnya.


"Kami pesan 2 Nasgor, 2 es teh dan 1 kopi hitam ya" kataku kepada pelayan itu yg secara seketika langsung dia catat dengan pulpennya dan buku kecil nya itu.


"Kopinya pake gula?"


"Tidak usah yg pahit aja{seperti kehidupanku}"


"Baiklah tunggu sebentar ya"


Pelayan itu pun kembali tersenyum dan meninggalkan kami untuk menuju ke arah orang yg sepertinya itu adalah bartender?


********


Namun,secara tiba - tiba saja kaca jendela yg ada di dekatku pecah dengan sebuah panah yg mengarah ke arah Syla dan juga Rika,tapi dikarenakan reflekku yg cepat, aku pun berhasil menangkap panah yg mengarah ke Rika dan langsung memeluk Rika yg sepertinya dia terkejut dengan kejadian tadi.


Syla juga berhasil menghindari panah itu,maklum dia kan adalah muridku.


"Sepertinya ada orang yg tidak menyukaiku disini ya"kataku dengan santainya sambil memperhatikan situasi di restoran ini yg tiba - tiba menjadi panik.


Semua pelayan restoran itu pun berteriak termasuk juga dengan gadis pirang itu.


Aku pun mengambil tempat tisu yg ada di depanku dan melemparkannya ke depan wajah gadis pirang itu yg membuatnya terkejut, tetapi dia pun kembali terkejut karena sebuah anak panah yg sepertinya melaju ke arahnya sedang tertancap di wadah tisu itu dengan pas.


Para pelayan yg masih panik, langsung saja memeluk gadis itu yg setelah kudengar baik - baik ternyata namanya adalah Ritia.


"Anu maaf nih karena kami sedang


terburu - buru, bisakah pesanan kami di bungkus saja?" kataku dengan santai kepada salah seorang pelayan.


Dia yg sepertinya masih syok pun langsung mengangguk dan menghampiri bartender yg ternyata adalah seorang kakek - kakek dengan tubuh yg...... yah sangat sehat sekali.


******


Setelah menunggu sedikit lebih lama, pelayan itu pun menghampiriku dengan membawa pesanan yg sudah kuminta tadi.


Aku pun menerimanya dan juga membayarnya, suasana di restoran itu nampaknya mulai sedikit membaik, lalu karena aku tidak suka terlibat dengan masalah jadi aku langsung saja mengajak Rika dan juga Syla untuk pulang.


Aku pun menggendong Rika dan berjalan keluar dari restoran itu di ikuti dengan Syla di belakang.


"Apa kamu takut Rika?" tanyaku dengan Rika yg sedang memeluk leherku dengan kencang.


"Tidak kok papa, Rika tidak takut dengan apapun jika bersama dengan papa"kata Rika sambil menyenderkan kepalanya di punggungku.


Aku ,Syla dan juga Rika pun berjalan kembali ke arah penginapan untuk makan malam disana dan juga istirahat, tetapi tiba - tiba saja aku merasakan firasat kalau sepertinya aku sedang di ikuti oleh seseorang.


Tetapi aku biarkan saja karena aku yakin orang itu tidak akan berani untuk menyerangku.


******


Kami pun sampai di depan penginapan dengan selamat dan aman.


" Baiklah guru saya mau istirahat duluan,Guru juga istirahat ya jangan begadang, dan Rika kamu jaga guru ya, jangan sampai dia begadang oke? "


"Iya kakak,Rika akan menjaga papa" Jawabnya sambil tersenyum ke arah Syla.


"Dadah Selamat malam guru ,Rika"


"Iya selamat malam,oh iya nih makan malamnya nanti dimakan ya biar gk mubazir"kataku sambil memberinya makanan dari kafe tadi.


Dia pun menerimanya dan berjalan menaiki tangga untuk pergi ke arah kamarnya.


"Ayo kita juga masuk Rika" ajakku sambil menggandeng tangan kecilnya itu.


Gadis kecil itu pun mengangguk dan kami langsung saja masuk kedalam penginapan untuk kembali ke kamar.

__ADS_1


**


Sesampainya di depan pintu, aku pun langsung membukanya dan di dalam kamar ada si Elves yg sedang tiduran di atas kasur dengan sepatu yg masih terpakai padahal kasur itu baru aku bersihkan dasar Vampir!!!.


Aku pun menghampirinya dengan perasaan jengkel yg kusembunyikan dengan senyuman, Elves yg menyadari auraku langsung saja mencopot dan melempar sepatu miliknya.


"Hm hm Enak ya pulang - pulang langsung tiduran" kataku sambil tersenyum.


Elves pun langsung turun dari tempat tidurku dan membalas senyumanku dengan senyum pahit di wajahnya.


"Hehe maaf yah Assasin hitam, saat ini aku ada sebuah urusan yg harus kuselesaikan, jadi aku akan pergi duluan ya" katanya sambil berjalan ke arah pintu keluar dengan perlahan.


Tetapi aku langsung mencegatnya dengan memegang punggungnya dengan erat agar dia tidak kabur.


"Hahaha kan kamu baru pulang masa pergi lagi"


"Ta- tapi aku ada urusan sebentar jadi--"


"Jadi?" aku menatapnya dengan tajam.


"Ahh hehe "


"Baiklah kamu boleh pergi, tetapi bersihkan dulu kasurku yg bagus itu dan setelah itu kamu boleh pergi" suruhku dengan tatapan marah yg sering kugunakan untuk mengancam orang.


"I--iya" Dia pun langsung menurutiku dan mulai membersihkan tempat tidurku.


Rika yg melihatku memerintah Elves hanya tertawa dengan riangnya, dia benar - benar mirip denganku{Mungkin hanya perasaanmu saja Kora}.


"Yaudah Rika ayo kita makan dulu" kataku sambil menurunkan Rika dan mengajaknya duduk di sebuah sofa kecil yg ada di kamar ini.


Dia pun mengangguk dan duduk di sampingku.


******


Aku pun membuka bungkus makanan itu yg ternyata sudah di sediakan sebuah sendok di dalamnya.


Aku pun mengambil kesempatan ini untuk menyuapi Rika dengan sepenuh hatiku, ahh jantungku akhirnya kembali berdetak dengan kencangnya{kenapa gk mati aja si lu!!!}.


"Nih Rika Aamm"


"Aamm" Rika pun menerima sendok itu dengan mulutnya yg tentunya pasti terbuka.


Lalu disaat aku sedang menyuapi Rika,tiba - tiba saja Elves menghilang dari pandanganku yg bisa saja membuat orang lain menjadi panik, tetapi untungnya aku adalah orang yg ahli dalam mencari orang yg kabur.


Aku pun mengambil botol kosong bekas kopiku tadi dan langsung melemparkannya ke sebelah kanan pintu kamar dengan kencang.


"Aduhh sakittt" dan seperti yg sudah aku tebak sebelumnya, muncul sesosok Elves dengan El drago ditangannya sedang berjalan ke arah pintu kamar untuk kabur tetapi sayangnya tidak semudah itu.


"Hehe ketahuan ya"


"Jangan kamu remehkan Assasin hitam ya, oh iya apa kamu sudah selesai membereskan kasurku!!?" kataku dengan tatapan marah seperti tadi.


"Su--sudah selesai komandan!!! Sekarang saya akan pergi " jawab Elves yg langsung saja berlari keluar dengan cepat.


Aku yg melihatnya seperti itu langsung tertawa sampai aku lupa dengan Rika yg dari tadi membuka mulutnya untuk menerima makanan yg kusuapi.


Beberapa menit kemudian....


"Nih suapan yg terakhir"


"Aaamm"


Hehe~Benar - benar pemandangan yg menyenangkan!!,aku sangat menyukainya.


"Nih minumnya" aku pun memberinya gelas yg berisi es teh yg kupesan waktu di kafe tadi.


Dia pun langsung menerimanya dan meminumnya,aku yg sedang melihatnya sedang minum dengan perlahan, tiba - tiba saja entah mengapa aku kembali mengingat adik - adikku yg sering aku suapi dan juga kuberi mereka minum.


Aku pun merasa terlarut kembali ke masa lalu yg ada di ingatanku, tetapi sebelum aku masuk lebih dalam lagi ke dalam memoriku, tiba - tiba saja Hp jadulku berbunyi dan terdapat sebuah panggilan dari nomor yg tidak kukenali.


Aku pun mengangkatnya dan mengatakan hal yg sering di katakan oleh orang - orang jika mendapatkan telpon seperti ini yaitu:


"Halo ini siapa ya?"


"Ara~ apa kamu sudah melupakanku tuan kora"


Ehh siapa yg menelponku? Sepertinya aku pernah mendengar suara ini tapi dimana.

__ADS_1


Aku pun langsung masuk kedalam ingatanku untuk mencari tahu siapa pemilik suara ini dan aku baru saja mengingatnya.


"Ahh maaf yg mulia, saya tidak tahu kalau ini adalah nomor anda, soalnya nomor anda tidak ada di kontak saya"


"Oh tidak apa - apa kok tuan kora tenang saja, tetapi sebagai gantinya tolong simpan nomor ini baik - baik ya"


"Baiklah yg mulia, oh iya kalau boleh tau kenapa anda menelponku pada larut malam ini" tanyaku dengan sopan karena aku sedang berbicara dengan seorang ratu yg bisa membunuhku hanya dengan melihat saja, Sungguh mengerikan.


"Maaf ya menelponmu malam - malam, apa kamu sedang sibuk?"


"Tidak kok yg mulia, kalau demi anda aku akan mengangkat telpon dari yg mulia dimanapun aku berada dan di situasi apapun{Bahh ngeles aja lu}"


"Iya terimakasih banyak kalau begitu, aku menelpon mu karena hanya ingin memberitahumu kalau akan ada hadiah yg kukirimkan untukmu jadi harap di terima ya"


"Kalau boleh tau barang apa ya yg mulia?" tanyaku sambil memberi kode kepada Rika untuk pergi ke kasur.


Rika pun menurut dan langsung melompat ke atas kasur.


"Ra-ha-si-a, tuan nantikan saja besok pagi, kalau begitu saya tutup telponnya ya, soalnya saya masih ada urusan dan juga hanya itu saja yg mau saya sampaikan... Jadi sampai jumpa lagi tuan kora"


"I- iya"


Telpon pun ditutup dan aku masih berdiri di samping kasur dengan perasaan buruk yg sepertinya akan terjadi sesuatu.


"Papa bacakan Rika dongeng dong" kata Rika sambil menarik lengan bajuku yg membuatku tersadar dari lamunanku.


"Baiklah tapi Rika harus tidur ya" kataku sambil mengambil buku dongeng yg ada di dalam tasku dan duduk di kursi di samping tempat tidur yg aku pindahkan tadi.


Aku pun mulai membacakan dongeng sebelum tidur untuk Rika yg mengisahkan tentang seorang pangeran dan juga putri yg berjuang demi cinta mereka atau bisa di sebut juga cerita romeo dan juliet, tetapi sebenarnya aku tidak tau kenapa dongeng anak - anak malah menceritakan cerita cinta yg tragis, hmm? Coba saja aku bisa bertemu dengan pembuatnya mungkin aku akan langsung memarahinya.


Namun, sebelum aku menyelesaikan dongengnya,Rika sudah tertidur dengan lelapnya dan juga dia nampak imut walaupun sedang tidur menurutku.


"Semoga mimpi indah ya" aku pun mengelus - elus rambutnya dengan perlahan dan bangkit untuk menaruh buku dongengku.


"Jadi apa yg akan ku lakukan kali ini ya?"kataku sambil memandangi pemandangan luar jendela yg ada di kamar itu.


"Hm mungkin aku akan bersenang - senang sedikit disini"


******(Di tempat lain)


Di sebuah gang yg gelap tanpa cahaya.


Ada seseorang yg sedang menelpon di dalam kegelapan.


"Lapor ketua rencana [Pembasmian] hampir siap di laksanakan"


"Hm baiklah teruskan tugasmu,dan jangan sampai kamu ketahuan"


"Iya aku akan berhati - hati"


"Hoho sepertinya ada seekor kadal nih" kata seseorang yg tiba - tiba saja muncul di belakang penelpon itu.


Penelpon itu pun langsung menatap sesosok bayangan yg ada di belakangnya itu dengan tatapan waspada.


"Hmm~ mungkin aku akan menyingkirkanmu, mata - mata pulgatory!" kata bayangan hitam itu dengan wajah santainya sambil tersenyum ke arah penelpon itu.


Si penelpon itu pun langsung melompat pergi untuk kabur dari bayangan itu, tetapi tidak semudah itu untuk pergi darinya.


"Tunggu dulu lah" kata bayangan hitam itu yg secara seketika langsung menangkap orang itu dan tersenyum ke arahnya.


" si-siapa kamu!?" kata penelpon itu dengan wajah yg ketakutan, tetapi orang yg di tanya hanya diam.


"Heii apa yg terjadi disana!!"


"jawablah heii!!!"


Suara seseorang dari telpon terus berbicara karena yah mungkin dia khawatir dengan anak buahnya,orang misterius itu pun langsung mengambil telpon yg jatuh dan menjawabnya


"Halo halo,apa kamu ketuanya?"


"Anak buahmu sekarang ada di tanganku,jadi seharusnya kamu jangan meremehkanku ya ketua Algax"


Telpon itu pun langsung di tutup dan dia langsung membuangnya.


"Baiklah waktunya mencari informasi darimu, Jadi bersikap jujurlah ya" kata orang misterius itu sambil mulai mendekati penelpon itu dan...


(aaaaaaaaa**!!!!)

__ADS_1


THE END


__ADS_2