
(**Halo, semuanya... perkenalkan aku adalah adik dari author cerita ini... ini adalah ceritaku sendiri yg mungkin sedikit berbeda dengan milik kakakku. kenapa aku menulisnya? karena kakakku entah mengapa males ngelanjutin ceritanya, emang ngeselin kakakku itu.. seenaknya aja memberhentikan ceritanya sendiri di saat pembacanya sedang menunggu... sungguh menyebalkan!! Yah tapi tenang saja, aku yg akan melanjutkan ceritanya, jadi tolong kerja samanya ya!! semuanya!!, oke tanpa basa - basi langsung aja baca ya... side chapternya!!)
******* Part 1:
Beberapa menit sudah berlalu, sejak kepergian tuan Kora dan juga kak acrodite.
Namaku Aina, dan saat ini aku sedang berusaha untuk menenangkan Rika yang panik saat melihat papanya menghilang. Hehe dia benar - benar menyayangi tuan Kora yah, jujur aku juga sama sih.
"Um..... Kak Aina, apa papa akan baik - baik saja?"
Rika bertanya seperti itu kepadaku saat dia sudah tenang, aku pun menjawabnya sambil tersenyum.
"Tenang saja Rika, papamu akan baik - baik saja kok. Selama dia bersama kak acrodite, maka dia pasti akan baik - baik saja"
"Kak acrodite? Siapa dia?" tanya Rika dengan wajah yang nampak bingung, hmm..... Kenapa Rika bingung ya? Apa dia tadi belum sempat kenalan sama kak acrodite?
"Kak acrodite itu adalah staris milik tuan Kora, dia adalah senjata milik papamu dan juga pelindungnya"
"Staris itu apa kak?"
"Um... Kakak juga tidak terlalu tau tentang itu, tetapi yang kakak tau staris itu adalah sebuah pelindung dari kejahatan yg terbuat dari jiwa pemiliknya"
"Emm.... Rika tidak terlalu paham, tetapi jika papa bersama kak acrodite itu maka papa akan baik - baik saja ya?"
"Iya!, papamu pasti akan baik - baik saja"
Aku pun tersenyum kepada Rika yg sepertinya sudah menjadi tenang. Ya tuan Kora pasti akan baik - baik saja, walaupun aku tidak ada di sampingnya, selama ada kak acrodite maka semuanya akan baik - baik saja.... Sampai hal mengejutkan itu pun muncul.
"Halloo Ainakuuuu kita pulang yuk!!!''
Dan perasaan tenangku pun seketika hancur saat melihat kak acrodite yg muncul di depanku. Ke-kenapa kak acrodite ada di-disini?? Terus dimana tuan Kora?
"Kak acrodite!? Apa yg kakak lakukan di sini!! Tuan Kora ada di mana?"
"Umm....etto, tuanku sedang ada misi sebentar jadi dia pergi duluan, dia juga mengutusku untuk membawa kalian pulang ke penginapan. Jadi ayo kita pulang"
"Tunggu, tunggu dulu kak, kakak tidak berbohong kan?"
"Aku mana mungkin bisa berbohong dengan Ainaku, kalau aku berbohong maka aku sama saja dengan penjahat bukan?"
"Iya kau benar"
Iya dia benar, kak acrodite tidak pernah berbohong kepadaku, dia adalah ora--- ehh maksudku pedang yg jujur. Dan dia juga tidak akan bisa berbohong sebelum di suruh oleh pemiliknya yaitu tuan Kora, jadi bohong itu mustahil baginya.
"Jadi tuan Kora sekarang ada di mana? Apa dia baik - baik saja?"
"Iya tenang saja, dia baik - baik saja kok. Hmm.... Mungkin nanti sore dia akan pulang"
"Oh begitu yah, jadi tuan Kora pulangnya nanti sore yahh "
Hmm... Tuan Kora mendapat misi mendadak ya, semoga dia baik - baik saja saat menjalankannya. Walaupun dia sudah mendapat misi yg penting seperti itu, tetap saja dia selalu memperhatikan kami. Tuan Kora memang sangat baik hehee.
"U-um.... Kak Aina? Kakak sedang bicara sama siapa?" tanya Rika yg sedang duduk di sampingku sambil menatapku dengan tatapan bingung dan memiringkan kepalanya.
"Siapa apanya? Bukannya Rika sudah melihatnya, aku saat ini sedang berbicara dengan kak acrodite bukan?"
"Kak acrodite? Apa kak acrodite ada di sini!? Dia ada di mana kak Aina?"
Eh? Ke-kenapa Rika bertanya seperti itu? Bukankah sudah jelas - jelas kalau dia ada di depannya? Apa dia mengalami gangguan mata?
"Dia ada di depanmu Rika. U-um apa kamu tidak bisa melihatnya?"
"Emm.... Iya, Rika tidak melihat seseorang di dalam ruangan ini, selain kakak sama Rika... Um, apa kak Aina baik - baik saja?"
Ehh!!! Bentar, kenapa dia menatapku seperti itu? Apa ada yg salah denganku? Hmm.... Kalau gk salah, menurut kak Rias, tatapan ini itu di sebut sebagai tatapan kasihan ya, yg di mana tatapan kasihan ini di tunjukkan saat seseorang melihat sesuatu yg menyedihkan. Contohnya, saat seseorang menatap pemuda atau pemudi yg terkena serangan mental yg membuat mereka menjadi gila.
Hmm..... Jadi, alasan Rika menatapku seperti itu adalah..... Hmm....... Ehh!!! Ke-kenapa dia menganggapku seperti itu!!!
"Tidak, tidak, tidak Rika, a-aku bukanlah orang yg seperti itu. Aku beneran bisa melihat kak acrodite kok, dia beneran ada di de---
"Sudah cukup Ainaku, percuma saja kamu menjelaskannya. Walau sampai mulutmu berbusa - busa pun, dia tetap tidak akan bisa memahaminya"
"Ehh!! Kenapa?"
"Karena dia belum bisa mengaktifkan staris miliknya, jadi dia tidak akan bisa melihatku sebelum starisnya aktif. Dan juga, tentu saja karena dia masih kecil, umurnya saja baru 7 tahun. Bukan?"
"Oh jadi begitu ya kak acrodite, maaf yah aku tidak tau tentang hal itu" Aku pun meminta maaf kepada kak acrodite yg masih terbang di depanku. Aku ingin membungkukkan badanku saat meminta maaf agar menunjukkan kalau aku menyesal, namun, kak acrodite mencegahku. Kenapa ya?
"Tenang saja, tenang saja, aku tidak keberatan kok. Oh iya dari pada kamu membuat gadis itu semakin salah paham, lebih baik kamu segera menjelaskannya"
"Menjelaskannya!? Ta-tapi bagaimana!?"
"Hmm... Mungkin coba aja bilang, kalau aku itu adalah hantu yg hanya bisa di lihat olehmu dan tuanku. Mungkin dia bisa memahaminya, karena anak kecil itu kan suka berhalusinasi tentang hantu dan sejenisnya"
"Ahh!! Benar juga, aku juga waktu kecil sering mendengar cerita - cerita seperti itu"
"Ya sudah kalau kamu sudah paham, sekarang cepetan jelasin semuanya kepada gadis itu"
"Iya kak acrodite"
Aku pun berbalik dan melihat ke arah Rika yg masih memakai ekspresi yg sama, sampai akhirnya ekspresinya pun berubah ketika aku sudah menjelaskan semuanya.
Tentang acrodite adalah hantu yg hanya bisa di lihat olehku dan tuan kora, dan juga tentang hantu acrodite yg sangat baik. Yahh jika aku tidak menambahkan hal - hal itu, maka dia pasti akan merasa takut kepada kak acrodite. Aku tidak akan mau itu terjadi.
*****
"Ja-jadi begitu yah kak Aina, kak acrodite itu adalah hantu yg baik" ucap Rika dengan gugup yg sepertinya dia tidak terlalu percaya dengan ceritaku, mungkin karena pas dia waktu kecil dia sering di beritahu kalau hantu itu jahat.
"Iya, kak acrodite adalah hantu yg sangat baik, dia juga selalu membantuku dan tuan Kora" balasku dengan senyuman manis milikku untuk membuat Rika benar - benar percaya dengan itu.
"Em.... Iya, aku percaya dengan kak Aina!!"
Rika pun membalas senyumanku dengan senyuman manis miliknya, yang membuatku merasa lega karena aku sudah memberitahukan hal itu, tetapi aku juga merasa bersalah karena sudah membohonginya.
Maafkan aku yahh....
"Hm hm, akhir yg bahagia, cih! aku benci ini!. Tetapi kalau demi Ainaku mah aku akan berusaha untuk menyukainya" gumam kak Acrodite yg membuatku melihat ke arah nya dengan bingung, memangnya apa yg di benci kak acrodite? Apa ada sesuatu yg di benci olehnya? Hmm.....
__ADS_1
Aku pun merenungkan kata "benci" itu dalam benakku, karena aku tidak pernah mempunyai hal yang kubenci jadi aku tidak terlalu tau tentang itu. Apa kebencian itu sama dengan tidak suka? Atau mungkin berbeda? Hmm..... Ya biarlah, selama aku tidak di benci oleh tuan Kora, maka aku tidak perlu mempelajarinya!!! Benar?.
"Baiklah Ainaku, sekarang sudah waktunya kita pulang ke penginapan. Keburu nanti para penjaga tau"
"Ya kak acrodite!!. Um.... Oh iya, tadi kan kak acrodite di suruh buat nyari informasi sama tuan Kora. Apa sudah selesai? Nanti kalau belum selesai, tuan Kora bakal marah loh" tanyaku dengan polos sambil tersenyum kepadanya, karena aku mengingat hal itu maka aku harus mengingatkannya juga bukan? Soalnya yg kutau, kak acrodite itu kan pelupa. Sama seperti kakakku hehehe.
"Tenang saja Ainaku, hal itu sudah selesai. Nanti kalau tuanku sudah pulang, bakal aku ceritain semuanya"
"Begitukah!? Ma-maaf sudah menanyakan hal yg tidak perlu..."
"Tidak apa - apa kok, yaudah ayo kita pulang. Oh iya, kamu beritahu Rika dulu kalau kita akan berpindah tempat, biar nanti dia tidak kaget"
"Iya kak acrodite!!"
Aku pun melihat ke arah Rika yg ada di sampingku, dan sepertinya Rika sedang memikirkan sesuatu..... Nampak dari wajahnya yg serius itu. Rika ternyata masih tetap imut ya walaupun wajahnya serius seperti itu, hm? Perasaan apa ini?
Kenapa dadaku terasa sesak dan sakit yah? A-apa ja-jangan - jangan aku terkena penyakit!?
"Hahaha Ainaku yg polos memang imut ya, itu bukan penyakit Ainaku" jawab kak acrodite sambil mendekatiku dan Rika.
Lalu di saat kak acrodite ada di sampingku, aku mendengar suara yg cukup aneh yg membuatku sedikit was - was. Namun, setelah aku mengeceknya dengan serius, aku menemukan kalau ternyata suara itu adalah suara milik kak acrodite. Umm.... Mungkinkah dia sedang membaca mantra? Karena, banyak kata - kata yg tidak ku mengerti.
"Apa maksudmu kak acrodite?" tanyaku dengan menatap bingung kak acrodite di sampingku.
"Yahh seperti yg kukatakan tadi, itu bukanlah sebuah penyakit dan kamu juga baik - baik saja. Gejala itu adalah sesuatu yang lebih penting dari penyakit dan segala macam status abnormal"
"Hm?"
Aku pun memiringkan kepalaku dengan imut, karena aku tidak paham maksud dari perkataan kak acrodite, sesuatu yg lebih penting dari penyakit, apa itu kutukan? Tidak, sepertinya bukan, karena kutukan termasuk dengan status abnormal. Sesuatu yg lebih penting dari semua masalah pada tubuh... Yg lebih penting.... Dari penyakit....
Ugh.... Aku tidak tau!! Aku tidak bisa memahaminya sama sekali!! Nn....
"Hahaha jangan terlalu kamu pikirkan, nanti juga kamu akan tau sendiri kok" kata kak acrodite sambil tersenyum kepadaku yg membuatku sedikit merasa sedikit tenang.... Eh? Sebentar, kenapa aku tau kak acrodite tersenyum? Wujudnya tidak berubah dari tadi, tetapi kenapa aku mengetahui kalau kak acrodite sedang tersenyum?
Ahaha yah tentu saja aku tidak tau alasannya, tetapi walaupun begitu, entah mengapa aku bisa tau begitu saja hehe. Oh iya waktunya melanjutkan tugasku.
"Ayo kita pulang Rika" ajakku dengan suara ceria sambil tersenyum kepada Rika yg masih memasang ekspresi yg sama seperti sebelumnya.
"Um..... Kak Aina, kak Aina, apa aku nanti juga bisa melihat kak acrodite? Soalnya aku merasa sedikit tidak nyaman saat melihat kak Aina berbicara sendiri seperti itu"
"Eh?? Te-tentu saja! kamu nanti bisa melihatnya Rika, jika kamu terus berlatih dan belajar, mungkin kamu nanti bisa melihatnya"(tetapi, tolong jangan sering - sering melihatku seperti orang yg penuh kemalangan, aku merasa seperti aku beneran bisa gila tau).
"Beneran kak Aina!!!?"
"Iya, aku serius"
"Waahhh, apa nanti aku juga bisa melihat sesuatu yg hanya bisa di lihat oleh papa?"
"Iya tentu saja" aku hanya mengatakan itu sambil tersenyum saja, karena aku tidak tau harus menjawab seperti apa.
Rika terlihat sangat bahagia saat mendengar jawabanku, sedangkan aku yg melihat itu hanya merasa bersalah karena sudah membohonginya lagi. Maafkan aku lagi ya Rika.
("Tenang saja Ainaku, kamu tidak berbohong kok, penjelasanmu itu berupa fakta yg hanya di ketahui oleh beberapa orang saja. Jadi jangan terus - terussan meminta maaf seperti itu, seorang cewe itu tidak boleh meminta maaf duluan")
Ehh!!! Kak acrodite!? Kenapa kakak bisa memasuki pikiranku?
Be-begitu kah? Ini tidak ada efek sampingnya kan?
("Hahaha Ainaku ternyata bisa bercanda juga ya, hahaha aku suka itu").
Lalu telepati itu pun berakhir dengan perkataan kak acrodite di dunia nyata yg bilang kalau...
"Mantra sudah selesai!! Tempat sudah di tentukan, dan apa kalian sudah siap untuk berpindah tempat?" tanya kak acrodite sambil dengan penuh semangat berbalik melihatku.
Aku pun mengangguk dan langsung memeluk Rika dengan erat yg membuat Rika kebingungan. Maaf yah kali ini aku tidak akan menjelaskannya dulu.
"Yasudah, waktunya teleportasi!!! Dark Portal!!!"
****
Secara seketika langit pun menjadi gelap, semua lantai maupun tembok batu di sekitarku ini juga mulai berubah warna menjadi hitam legam.
Rika pun menjadi panik saat melihat kejadian ini, tentu saja aku juga sama kagetnya tetapi aku tidak akan memperlihatkannya.
"Kak Aina apa yg terjadi!? Ke-kenapa tiba - tiba menjadi malam?!" tanya Rika sambil memelukku dengan erat, sepertinya dia lebih panik dari yg kuduga.
Aku pun tersenyum lembut saat melihat Rika seperti itu, dan dengan suara yg lembut dan santai aku menjawab pertanyaannya itu.
"Tenang saja Rika, ini perbuatan dari kak Acrodite, dia menggunakan sihirnya untuk memindahkan kita langsung ke penginapan"
"Sihir? Apa itu kak Aina? Apa itu sama dengan "staris" yg kakak sebutkan tadi?" tanya Rika sambil memiringkan kepalanya dan menatapku dengan bingung.
"Um... Kakak juga agak tidak mengerti tentang sihir, namun setahu kakak, sihir sama staris itu berbeda. Walaupun kakak tidak terlalu tau dengan keduanya sih"
"Hmm... Begitu yah kak Aina..."
"Ya memang seperti itu"
Rika pun merasa sedikit kecewa dan terlihat murung setelah mendengar penjelasanku yg ambigu itu, maaf ya Rika aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskanmu...
Aku tanpa sadar tersenyum pahit, saat aku benar - benar tidak bisa menemukan jawaban dari rasa penasaran Rika, pengetahuanku itu masih sangatlah sedikit ya. Walaupun aku sudah membaca hampir semua buku di perpustakaan hutan, aku tetap tidak bisa mengerti apa itu sihir dan staris. Aku ternyata lebih bodoh yg kukira ya...
Namun, ketika aku mulai merasa kebingungan dan rasa bersalah mulai menyelimutiku, tiba - tiba saja aku teringat akan sesuatu yg membuat bibirku kembali membuat senyuman yg indah. Iya benar, mungkin cara ini akan berhasil, ayo kita coba!!!
"Tetapi Rika, kamu nanti juga bisa menggunakan staris dan juga sihir kok, di saat kamu bisa menemukan guru yg baik dalam hal itu. Dan tentu saja, jika kamu terus berusaha melakukannya mungkin kamu bisa menggunakannya" ucapku dengan ceria sambil tersenyum kepada Rika yg membuatnya melihatku dengan ekspresi yg terkejut. Ke-kenapa kamu terkejut seperti itu!?
"Beneran kan kak Aina??! Apa aku juga bisa menggunakannya?"
"Iya, kamu pasti bisa menggunakannya, aku yakin tentang itu. Untuk masalah guru, aku yg akan mencarinya jadi Rika tenang saja ya, aku pasti akan membantumu!!"
"Baik!! Terima kasih banyak kak Aina!!" Rika pun tersenyum ceria seperti sebelumnya ke arahku yg membuatku lega sekaligus senang, karena aku tidak menyangka, aku bisa menyelesaikan masalahku tanpa bantuan orang lain. Yeey!! Aku tidak percaya aku bisa melakukan itu!!!
"Berusahalah Rika, aku mendukungmu!!"
"Iya!! Kak Aina" kami berdua pun tersenyum satu sama lain sambil saling menatap selama beberapa detik sampai...
"Heii kalian berdua, aku sudah selesai dengan persiapanku. Jadi kita akan memulai perpindahannya" ucap kak acrodite dengan suara santai seperti biasanya yg membuatku kembali tersadar dari rasa senangku dan melihatnya, Rika yg berdiri di sampingku mulai memegang erat tanganku saat melihat sesuatu yg terjadi di hadapannya.
__ADS_1
Lalu, setelah kak acrodite mengatakan itu, tiba - tiba saja pandanganku menjadi gelap setelah sebuah cahaya putih terang meledak seperti cahaya flash yg membuatku reflek menutup mataku.
Aku pun memperhatikan lingkungan sekitarku yg berubah. Ruangan ini sangat gelap, aku tidak bisa melihat apapun di sini. Hm? Oh iya apa Rika baik - baik saja!? Dia ada di mana?
Aku dengan panik mulai melihat ke semua arah di ruangan itu, sampai akhirnya setelah aku mendapatkan sebuah pencerahan dari pikiranku, aku pun menyadari kalau Rika yg dari tadi kucari, ternyata saat ini sedang mengandeng tanganku sambil memejamkan kedua matanya. (Apa dia pingsan?) Pikirku sambil mengecek keadaan gadis itu.
Namun, di saat aku ingin mengecek Rika yg terpejam itu dengan cara memegang dahinya, tiba - tiba saja pandanganku kembali berubah setelah sebuah cahaya muncul di ujung ruangan dan mulai menyinari ruangan tempatku berada.
"Aku ada di mana? Apakah aku sudah berpindah tempat?" itulah kata pertama yg kukatakan saat melihat pemandangan yg berbeda di depanku.
Aku yang masih menggandeng Rika mulai memperhatikan lingkungan di sekitarku, dan menemukan sebuah tempat sampah di sampingku. Tempat ini cukup terang dengan sinar matahari yang menyinarinya, tetapi tempat ini juga sempit karena di himpit oleh 2 buah tembok bangunan yang membuat 3 buah jalan sempit yang terlihat di depan, kiri dan kananku. Lalu di ujung salah satu jalan sempit, aku melihat beberapa orang dan juga kereta kuda yg lalu lalang dengan rukunnya. Apa ini sebuah gang di kota?
"Baiklah, Ainaku sama Rika, ayo kita cepat ke penginapan sebelum tengah hari, agar kalian bisa makan siang. Kalian pasti sudah lapar bukan? " ajak kak acrodite yg terbang ke sana kemari sambil menyusuri jalan keluar dari gang ini. Dia nampak seperti nyamuk ya--- Upss aku tidak boleh bilang kaya gitu.
Aku pun berjalan mengikuti kak acrodite untuk keluar dari gang ini, tetapi di saat aku mulai berjalan untuk mendekatinya. Tiba - tiba saja aku merasa tanganku sedang di pegang oleh seseorang yg membuatku berhenti. Si-siapa yg memegang tanganku ini!?
Dengan rasa cemas, aku pun berbalik dan ya ampun!!..... Aku lupa kalau aku sedang bersama dengan Rika, padahal aku sudah menggandengnya seperti ini!? Ke-ke-kenapa aku jadi pelupa seperti ini!? Ugh... Ini sangat memalukan~
Setelah itu, aku mendengar suara samar - samar orang yg sedang tertawa di belakangku yg membuatku merasa seperti ingin bersembunyi di tempat sampah di sampingku ini. Ini sangat memalukan..... Aku ingin bersembunyi!!!
Aku yg sudah merasa malu sampai di tingkat yg tidak bisa kutangani lagi, langsung menutupi wajahku hanya dengan satu tangan karena tanganku yg satunya lagi sedang menggenggam tangan Rika. Aku pun menunduk dan meringkuk di samping Rika yg masih menutup matanya dengan wajahku yang langsung memerah layaknya tomat saat aku mengingat itu. Uhh... Ini memalukan~
Kak acrodite yang terkejut saat melihatku seperti itu langsung meminta maaf dan berusaha menyakinkanku, tetapi... Aku tetap saja merasa malu karena sudah melakukan hal yg memalukan itu. Jika ini hanya 1 kali mungkin aku bisa menerimanya, tetapi ini sudah kedua kalinya aku melupakan sesuatu yang penting di depan orang - orang yang kukenal. Nn... Kenapa aku bisa menjadi orang yang pelupa dan ceroboh seperti ini....
*****
Lalu beberapa detik sudah berlalu sejak aku mengaktifkan mode pemaluku.
Aku seperti biasanya langsung meminta maaf kepada kak acrodite setelah aku menenangkan diriku dari mode pemalu itu.
Aku pun mengatur pernafasanku dengan perlahan agar perasaanku menjadi lebih tenang dan juga agar aku menjadi lebih fokus demi tidak mengulangi hal itu lagi.
(Baiklah Aina, tenangkan dirimu dan jangan biarkan kecerobohan itu terulang kembali....)
Setelah aku menenangkan diriku, aku pun teringat dengan Rika dan melihatnya di sampingku karena Rika dan aku masih saling bergandengan tangan. Mungkin Rika sudah membuka matanya, karena suara ribut yg kubuat tadi seharusnya membuatnya kaget. Yap itulah harapanku...
Namun, harapanku ternyata tidak terkabulkan. Karena saat aku melihatnya, Rika si gadis berambut biru itu ternyata masih menutup matanya yg tentu saja membuatku bingung sekaligus panik.
Ke-kenapa Rika masih menutup matanya!?
A-apa dia pingsan!?
Ka-ka-kak acrodite, Rika..... Rika.... Di-di-dia....
"Ahahaha reaksimu itu terlalu berlebihan.. Tenang saja Ainaku, Rika baik - baik saja kok. Dia cuman terkena efek (Sleep mode)"
"(Sleep mode)? Apa itu?... Ah! A-a-apa itu semacam kutukan!?"
Ji-jika itu kutukan maka...... Maka..... Itu akan sangat buruk!!
"Oke oke Ainaku, tenangkan dirimu dan jangan panik sambil berputar - putar di tempat seperti itu. Kau membuatku lebih khawatir dari pada Rika kamu tau, serta kasian sama Rika yg tangannya masih kau gandeng itu"
Aku pun mengangguk kepada kak Acrodite sambil melepas gandenganku dan berdiri manis di samping Rika sambil menunggu penjelasan kak Acrodite. Iya aku harus tenang dan mendengarkan penjelasan kak Acrodite... Aku harus tenang...... Aku... Harus..... Uwahhh!!! Aku tidak bisa menenangkan diriku!!!
"Baiklah, baiklah Ainaku. Akan kujelaskan sekarang jadi tolong berhenti berputar - putar dan dengarkan baik - baik!!"
"Itu bukanlah sebuah kutukan, melainkan efek karena dia melalui teleportasi secara terbuka, untuk pertama kalinya"
"Secara terbuka?"
Apa itu ya? Hmm... Bukankah waktu itu Rika memakai baju?
"Bukan terbuka seperti itu Ainaku, hahaha kamu ini suka bercanda ya"
Aku tidak bercanda kok...... Loh ke-kenapa kak Acrodite tau isi pikiranku!?
"Tenang saja, jangan membuat hal -hal menjadi rumit."
I-iya??
"Secara terbuka itu maksudnya, dia mengalami ritual teleportasi secara langsung dengan kedua matanya. Tetapi, karena mungkin dia masih kecil, jadi jika mengalami hal itu secara mendadak, tentu saja membuat dia kaget bukan? Maka akhirnya dia pun terkena efek (sleep mode) itu"
"Hmm.... Begitu ya, jadi apa sebenarnya (sleep mode) itu?"
"(Sleep mode) itu adalah suatu keadaan di mana otak berhenti berfungsi selama beberapa menit, di karenakan efek salu...ran da--ra..... Ahh kamu pasti agak susah mengertinya ya? Um..... Kalau lebih mudahnya itu, Rika mengalami efek blank karena dia mengalami sebuah kejadian yg membuatnya syok" jelas kak Acrodite dengan suara ceria miliknya yg penuh dengan semangat, tetapi aku tidak bisa memahaminya sama sekali!! Maaf ya kak Acrodite...
"Syok ya?"
"Iya syok, karena ini adalah pengalaman pertamanya, mungkin dia syok saat melihat ruangan yg gelap itu. Namun, menurutku itu masih belum seberapa, karena keadaannya waktu itu di tambah dengan respon orang yg ada di dekatnya yang membuatnya bertambah panik dan ketakuta yang akhirnya membuatnya mengalami syok dan masuk deh ke (sleep mode) itu. Gimana udah paham?" kak Acrodite telah menyelesaikan penjelasannya itu dengan bangganya, aku juga agak paham dengan penjelasannya itu.
(Sleep mode) itu bukanlah kutukan seperti milikku, tetapi hanya sebuah keadaan dari respon tubuh.
Lalu, aku juga memahami kalau ternyata Rika mengalami (sleep mode) karena aku, karena aku tidak menjelaskan apapun padanya dan seenaknya saja memeluk dirinya. Mungkin dia salah paham akan pelukanku itu yang membuatnya mungkin berpikiran kalau keadaan itu sangat gawat, sampai - sampai aku berusaha melindunginya.
Coba saja aku memberitahunya... Mungkin dia tidak akan mengalami keadaan semacam itu dan dia justru kagum dengan sihir yg menakjubkan ini.
Maafkan aku ya Rika, aku sudah membuatmu mengalami ketakutan itu. Jika kamu merasa trauma dengan hal itu maka kamu bisa menghukumku. Maafkan aku....
Aku pun mengelus - elus kepala Rika yg masih memejamkan matanya itu sambil terus meminta maaf di dalam diriku yang tentu saja dia tidak bisa mendengarnya.
Air mataku juga mulai keluar dari mataku, karena aku pernah mengalami bagaimana rasanya menjadi orang yg mengalami ketakutan itu. Itu sangat mengerikan.... Aku bahkan merasa tidak ingin mengalaminya lagi..
Kamu sudah mengalami hal yg mengerikan seperti itu ya Rika, maafkan aku.....
"Ainaku~, kamu jangan terlalu merasa bersalah seperti itu. Ini semua bukanlah kesalahanmu, aku tau kok, kalau kamu tidak mengetahui tentang hal ini sebelumnya`kan?"
"Iya... Tapi, walaupun aku tidak tau... Tetap saja aku sudah membuatnya mengalami ketakutan seperti itu!!!! Aku sudah membuatnya mengalami kejadian yg bisa saja membuatnya trauma kamu tau!!...."
"Iya aku tau, kamu pasti akan merasa seperti itu. Tetapi ya, Rika itu adalah anak yg kuat aku tau itu, kejadian kecil seperti ini tidak akan bisa membuatnya trauma. Jadi tolong kamu jangan terlalu bersalah tentang hal itu, dan ayo bangunkanlah dia!!"
Kak Acrodite pun mengatakan hal itu sambil terbang di sekitarku layaknya satelit, hatiku menjadi sedikit lega dan tenang saat mendengar perkataannya itu. Kak Acrodite memang sangat baik....
Namun, dari perkataan kak Acrodite tadi, dia mengatakan kalau aku harus membangunkan, tetapi bagaimana caranya?
"Kamu bisa membangunkan Rika dengan memanggil namanya saja kok, jadi tenang saja dan lakukanlah tugasmu itu!!!"
"I-iya ketua!!!!" aku pun tanpa sengaja membalas perkataan kak acrodite dengan nada prajurit yg sering kudengar. Kak acrodite tertawa dengan lepasnya saat mendengar jawabanku, lalu aku yg biasanya malu saat di tertawakan seperti itu, entah mengapa sekarang aku malah merasa lega dan tenang saat mendengar tertawaan itu.
__ADS_1
Karena di dalam hatiku, aku percaya kepada perkataan dan semua hal yg di lakukan oleh kak acrodite. Jadi, aku juga akan mempercayainya, kalau Rika pasti bisa kembali seperti semula dan aku akan langsung meminta maaf kepadanya jika Rika sudah kembali. Baiklah, aku harus menyelesaikan masalah ini**!!!