
Kami pun melanjutkan perjalanan dengan kecepatan yg luar biasa lambat, sampai - sampai hari mulai menjadi gelap serta matahari yg sedang berusaha untuk bersembunyi di balik pepohonan yg lebat di samping jalan yg kulewati.
Dari kejauhan kami melihat sebuah desa kecil yg sepertinya adalah desa untuk peristirahatan para pengunjung.
"Sepertinya ada sebuah desa di depan" kata nya sambil memacu kereta miliknya.
"Hmm mungkin itu desa kedua. Ayo kita beristirahat disana sebentar sebelum kita pergi ke ibu kota" pintahku sambil membuka jendela yg ada di kereta dan mengintip Rika dan juga Syla yg sedang tertidur.
Sungguh pemandangan yg menenangkan.... Tetapi mungkin itu hanya bagiku saja.
Dia pun langsung memacu kembali kedua kuda miliknya itu agar bisa berjalan lebih cepat tetapi mungkin entah karena sihir ataupun batasan, kecepatan kuda itu selalu sama dan tidak pernah di percepat walaupun sudah di perintahkan.
"Sepertinya kuda ini sudah kelelahan" ucapku sambil mengambil alih tali kemudinya.
"Iya kau benar, aku juga ikut terkena efeknya" katanya sambil menyenderkan badannya di dinding kereta.
Oh iya sebenarnya kuda itu adalah kuda tiruan yg memakai sihir jadi bukan kuda yg asli, itulah mengapa Elves nampak kelelahan karena energi miliknya diambil sama kuda itu agar si kuda bisa berjalan.
Aku pun menggantikannya mengendalikan dan memberikan sihir kepada kuda itu yg secara seketika kedua kuda itu dapat berlari lebih cepat dari sebelumnya.
"Dasar kuda!!! Dari tadi napa!!"
Dikarenakan kecepatan kuda itu sekarang sudah kaya kuda pada umumnya,aku langsung saja mengarahkan kuda itu ke arah desa yg sepertinya sangat ramai karena banyak lampu yg menyala dan juga sangat terang.
*********
Setelah memacu kuda agak lama sampai - sampai tanganku mulai pegal,akhirnya aku sampai di depan gerbang desa itu. Tetapi entah kenapa desa itu nampak sepi tanpa adanya penjaga satu pun yg berjaga di depan gerbang maupun di pos penjaga padahal dari kejauhan desa ini nampak hidup.
"Hmm kenapa sepi ya?" kataku sambil memberhentikan keretaku tepat di pos penjaga.
__ADS_1
Aku pun turun dari kereta dan masuk ke dalam pos penjaga itu, yg nampak kosong dan hanya ada sebuah kertas yg bertuliskan:
[Pertahanan pada gerbang di tingkatkan,pemeriksaan pada gerbang akan di tingkatkan serta pajak untuk pendatang baru akan di naikkan dari 4 fin menjadi 5.50 fin]
[Tgl 13 november 2020]
[Pertanda:
1). Kpl desa: Richard Trini dan para petinggi desa]
Begitulah tulisannya kira - kira.
("Hmm sepertinya desa ini sedang mengalami sebuah krisis ya").
yap itulah yg kupikirkan setelah membaca surat ini.
Di saat aku sedang mencari barang - barang yg lain Elves yg baru saja bangun dari tidurnya, langsung memberikan sebuah pertanyaan yg paling sering di tanyakan jika berada di dalam sebuah perjalanan yaitu:
"Sudah tapi nampaknya desa ini sedang ada masalah, soalnya coba kamu liat dinding gerbang ini" kataku sambil menunjuk ke sebuah goresan yg ada di gerbang desa itu.
"Hmm mungkin ada yg membawa senjata tajam, dan juga nampaknya gerbang ini tidak di kunci" katanya sambil membuka gerbang kayu itu dengan perlahan yg menimbulkan suara (krieett) yg mirip seperti suara gerbang yg ada di rumah angker ataupun rumah tua.
"Yaudah ayo kita cek dulu desa ini, karena kalau mau beristirahat disini kita harus mengecek keadaannya dulu" kataku sambil berjalan kembali ke kereta dengan di ikuti oleh Elves di belakang.
Aku pun kembali menjalankan kereta itu untuk masuk ke dalam desa karena aku merasa keadaan desa ini hampir sama persis dengan desa sebelumnya.
********
Di saat kami memasuki desa itu nampak dari kejauhan,seseorang dengan badan yg besar dan membawa sebuah pedang yg besar juga sedang berdiri di tengah jalan dengan puluhan orang di belakangnya.
__ADS_1
"Wah wah wah sepertinya ada cacing kecil yg masuk nih"ucap orang dengan badan yg besar tadi.
(Hmm sepertinya dia adalah pemimpinnya) ucapku dalam batin.
Karena jalan satu - satunya di desa itu sedang dihalangi oleh kumpulan orang gaje itu , aku pun langsung memberhentikan kereta yg kubawa dan turun dari sana untuk menyapa orang - orang yg sudah mengganggu perjalananku yg tenang.
" Minggir!! Kami sedang buru - buru" ucap Elves yg langsung melompat dari kereta dan jatuh dengan gaya yg sepertinya aku pernah melihat gaya itu di sebuah film.
Si Elves langsung menghampiri pemimpin kelompok itu dan mengatakan hal yg sama berulang kali,tetapi pemimpin kelompok itu hanya diam saja dan mengangkat tangannya ke atas yg sepertinya dia sedang memberikan sebuah kode.
Lalu setelah itu muncul sekelompok orang di belakangku dan juga Elves yg mengepung kami sekaligus juga kereta yg di dalamnya ada Syla dan juga Rika yg sedang tertidur.
Sebenarnya sih jika aku sendirian mungkin aku akan langsung kabur dari tempat ini dengan cepat tetapi aku tidak bisa melakukannya.
"Apa kalian adalah orang yg menghabisi anak buahku?" ucapnya sambil menatapku dengan tajam dan penuh nafsu membunuh.
"Memangnya siapa anak buahmu? Maaf yah aku itu orangnya pelupa kalau mengingat nama orang yg sudah aku bunuh" jawabku sambil mengeluarkan pedang cadangan milikku.
Semua orang tadi yg jumlahnya mungkin sampai ratusan itu, mulai mengeluarkan Staris mereka masing - masing dan membentuk sebuah formasi mengepung yg sering di gunakan di saat sedang berada di medan perang.
"Oh jadi memang benar kamu yg sudah membunuh anak buahku ya, apa kamu cari mati?" ucapnya sambil tertawa dengan sombongnya.
"Tidak kok aku cuman sedang mencari uang saja, demi bertahan hidup" jawabku sambil tersenyum dengan ramah.
Aku yg melihat Elves sedang [gratakan?] hanya tertawa dan mengatakan sebuah kata yg bisa membuatnya bersemangat yaitu:
"Oi pangeran vampir, apa kamu pernah bertarung dengan ratusan orang? Kalau belum pernah, lebih baik kamu kabur aja sana sama Syla dan juga Rika ke tempat aman dari pada kamu gemetar (ketakutan) disini" kataku kepada Elves yg dari tadi sedang mengacak - ngacak isi tas milikku yg kebetulan aku letakkan di samping Elves berdiri.
"Terimakasih atas perhatiannya tetapi aku tau kamu pasti akan mati jika tidak ku bantu,dan juga mungkin ini akan menjadi pertarungan yg sangat menyenangkan" jawabnya sambil mengambil pedang cadanganku yg lain di dalam tas.
__ADS_1
"Iya kamu benar, ini akan menjadi sebuah pertarungan yg menyenangkan"
Sebenarnya aku tidak ingin melawan mereka karena akan sangat merepotkan tetapi karena aku tau kalau orang - orang ini berada di satu kelompok dengan perampok yg menyerang kami kemarin, mungkin aku akan memberi mereka sedikit pelajaran karena sudah membuat waktu istirahat milikku menjadi terbuang percuma.