AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB. 12 Halu


__ADS_3

"Yes aku bisa jadi orang kaya ini kalau anak gadisku sudah bisa menghasilkan uang." Bu Sari jingkrak jingkrak saking senangnya. Soalnya kerja di hotel itu duitnya banyak. Dia tidak tau pekerjaan anak bungsunya itu sebagai P*K hanya dia tau kalau putrinya itu kerja di hotel bintang lima milik dosennya.


Dia merasa bahwa sebentar lagi akan kaya raya dia akan ingin membeli pakaian baru, mobil dan lain lain.


Sementara di luar taman sudah di benahi oleh Edi, dia sangat lapar masuk dalam rumah tidak mendapati makanan apa pun. Edi pergi kekamar ibunya..


"Ibu saya lapar kenapa belum ada makanan.!"


Bu Sari mendelik tidak terima karna menurutnya sekarang dia lah nyonya besar di rumah ini dan tidak mungkin masak masakan mereka.


"Kan kamu punya istri apa gunanya kamu punya istri dua tapi makananmu mengadu sama ibu."


Edi tidak bisa berkata apa pun walaupun sedang marah tidak mungkin akan kasar sama ibunya. Dia pergi ke kamar nya akan menyuruh istri ke duanya untuk memasak.


Sesampainya di kamar makin tersulut emosinya dalam keadaan lapar langsung di tuntut minta rumah mewah...


"Sayang kamu sudah selesai kerjanya.." Mira sengaja bicara selembut mungkin walaupun terkesan di buat buat.


"Mirr.. saya la...."


"Sayang beliin rumah dong saya tidak betah serumah dengan ibumu. Terlalu banyak nuntut ini dan itu."


Edi belum selesai bicara sudah di potong. Mira mita di belikan rumah yang membuat kemarahan Edi semakin tersulut.


Pranggg....


Edi membanting hiasan dinding kamar mereka, nafasnya naik turun.


"Kamu yah... suamimu lapar, liat itu di dapur tidak ada makanan, rumah dan rumah saja yang kamu inginkan. Bukannya kamu orang kaya..!"


Mira hanya menunduk dia tidak tau harus bagaimana, dia tidak pintar masak sama sekali gimana caranya mau masak. Mau tak mau Mira meleset keluar kamar untuk memasak.


Didapur hanya ada touge, jeruk nipis, mentimun, serta sawi sama kol. Nasi sudah masak tinggal lauknya. Di prizer ada ikan nila, sama daging ayam. Dengan pedenya Mira masak ayam dan sayur kol campur timun.


"Kayaknya masak ayam goreng sama bikin sambal ijo. Dan masak sayur tumis kol campur ketimun."

__ADS_1


Mira mulai masak dapur yang tadinya rapi menjadi berantakan dimana mana. Dua jam masak sudah selesai dia menatanya diatas meja makan. "Pasti selesai makan masakanku mas edi langsung kasih aku kejutan rumah atau apartemen."


Diotaknya hanya ada rumah atau apartemen dan tidak kwatir dengan masakannya yang baunya saja sudah bikin perut mual. Apa lagi bentuknya sudah tidak karu karuan.


Edi masuk di dapur matanya membulat sempurna. "Kamu habis ngapain...?"


Pertanyaan konyol itu meluncur dengan indah. Gimana tidak dapur seperti kapal pecah.


"Saya baru selesai masak mas..."


Edi melihat meja makan sudah ragu untuk memakannya penampakan yang sangat horor di meja makan itu. Edi garuk garuk kepala yang tak gatal, bentuk makanan itu tidak karu karuan.


Edi menyondok makanan itu kemulut rasanya sangat aneh baunya masih amis. Edi langsung melepeh semua makanan itu.


"Loh kenapa mas...?" Mira bertanya dengan polosnya, dia tidak tau kalau hidangan itu sangat buruk baik rupa maupun rasa.


Edi menyendok makanan tersebut dan menyuruh Mira untuk memakan makanannya sendiri.


"Makanlah....!"


Mira ragu dengan masakannya sendiri tapi juga penasaran gimana rasanya.


Mira langsung mengeluarkan makanan tersebut rasanya enatah itu apa kok aneh.


"Gimana enak kan masakan kamu..?"


Edi tampa basa basi langsung pergi dari rumah. Dia keluar cari makanan tempat yang dia tuju. Sebuah kedai di pinggir jalan makanan favorite mereka bersama Nayla.


Sesampainya di kedai dia memesan menu makan favoritenya dulu. Ayam goreng tepung sambal ijo.


Sementara Nayla menikmati indahnya kebun teh. Di vila ini Nayla melepas semua lelah nya. Karna besok sudah harus kembali bekerja.


"Nayla gimana rencana mu besok. Apa langsung saja melaporkannya dengan tiduhan perselingkuhan.?" Tanya salah satu diantara mereka.


Nayla sedikit termenung tidak langsung menjawab pertanyaan dari teman temannya yang tak sabar mendengar jawabannya.

__ADS_1


"Nanti dilihat besok. Soalnya saya masih ragu." Jawab nayla dengan ambigu.


Semua teman temannya tercengang mendengar penuturan Nayla. Tidak menyangka bukti yang mereka punya sudah cukup kuat tapi dia masih ragu.


Hari ini kembali ke aktifitas masing masing. Liburan mereka hanya untuk melepas lelah setelah itu hari ini kembali kesetelan awal. Sesampainya di kantor Nayla langsung masuk dalam ruangannya.


Tok...tokkk...tokkk


Masuk...


Ternyata yang masuk Melaini adik iparnya. Melani tersenyum kearahnya anak gadis itu memang anak yang paling dekat dengannya.


Melani menyalami kaka iparnya itu dan mengatakan apa tujuannya datang menemuinya.


"Kak mendingan ceraikan saja kakaku dia itu tidak baik dan selingkuhannya bukan hanya satu."


Melani sambil memberikan foto selembar yang merupakan itu foto Edi dengan wanita lain tapi dengan orang yang berbeda.


Nayla panas dingin mencoba mengingat keburukan apa dan kebaikan apa yang di berihkan oleh suaminya itu untuknya. Rasanya hampir tidak ada selain hal hal buruk yang di berikannya.


Setelah sekian lama termenung Nayla tersenyum ke adik iparnya itu. "Oke saya sudah tau apa yang harus saya lakuakan jadi jangan lagi kwatir untukku."


Setelahnya Melani pamit undur diri dan meninggalkan kantor tempat Nayla bekerja. Sesampainya di kos dia menangis tersedu sedu. Dia tidak menyangka nasib keluarganya lebih kejam.


Melani terjerumus di dunia gelap karna melihat tingkah kakanya sendiri. Tapi lama kelamaan dia menikmati pekerjaan yang tidak halal itu. Melani sudah tidak ingin melanjutkan kuliahnya karna dia akan menikah dalam waktu dekat ini. Dia sebagai istri kedua dari seorang pengusaha terkenal di kota ini.


Nayla kembali menimbang keputusan dan segala resikonya. Dia takut akan di rugikan tapi dia juga tidak ingin mempertahankan rumah tangga yang tak sehat ini. Semua nya telah berubah semenjak mengetahui suaminya itu sudah menikah lagi.


Setelah mempertimbangkan resikonya Nayla akan melaporkan suaminya itu keatasannya besok saja. Karna hari ini dia masih banayak kerjaan. Semoga besok tidak ada kendala begitu lah doa dalam hatinya saat ini.


Jam makan siang ini mereka berkumpul di ruangan Nayla. Ketiga sahabatnya itu rela makan dalam ruangan Nayla dan sampai jam istrahat selesai.


"Gimana rencana besok. Saya akan melaporkannya besok pagi ketika gajian. Jadi kita pastikan bulan ini hari terakhirnya kerja."


"Ngapain harus tunggu besok kenapa bukan hari ini saja." Nuri bersuara.

__ADS_1


Menurutnya kalau besok itu kelamaan dan hari ini masih ada waktu tapi Nayla tidak setuju.


"Hanya sekedar saran saja. Jika kamu masih mencintainya batalkan semua rencananya dan jangan lakukan apa pun cukup diam saja." Nuri saking gemasnya sama sahabatnya akhirnya memberikan pesan konyol itu.


__ADS_2