AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB. 16 Kebohongan Mira


__ADS_3

Edi meninggalkan kamarnya untuk menetralkan isi kepalanya saat ini. Edi pergi ke dapur mengambil air minum untuk mendinginkan otaknya.  Dia tidak habis fikir orang yang di nikahinya selama beberapa bulan terakhir kenapa fikirannya pendek skali. Masalah dalam rumah tangganya lama kelamaan akan tercium sama tetangga.


Edi semakin frustasi di buatnya memikirkan pekerjaan serta istrinya. Sejauh ini dia belum mendapat pekerjaan sesuai ke inginannya. Ada pekerjaan tapi sebagai staf biasa atau sebagai ob. Hanya itu lowongan yang ada yang tersedia untuknya. Belum lagi rancauan Mira mengganggu fikirannya saat ini.


  "Edi ngapain kamu melamun di situ.?" Tanya bu Sari, dia heran orang orang yang tinggal dalam rumah ini tidak ada yang waras termasuk dirinya. Sari memikirkan putrinya yang akhir akhir ini jarang pulang ke rumah. Alasannya sibuk kuliah dan tidak ingin di ganggu katanya.


Edi tidak menjawab pertanyaan ibunya dia cuek saat ini terlalu banyak fikirannya. Nayla minta cerai darinya dan dia juga belum mendapatkan pekerjaan.


"Bu saya mau cari kerja lagi ya siapa tau ada yang mau menerimaku di jabatan yang saya inginkan."


"Kamu mau cari kerja dimana saat udah sore kamu gak sadar. Makannya jangan ke asyikan melamun akhirnya tidak tau waktu, bangunkan tu istrimu jangan tidur terus seharian sampai kapan kalian seperti itu."


Sari saat ini was was takut terjadi sesuatu dengan butrinya, karna saat ini lagi marak maraknya pembunuhan. Semakin was was pula setelah tiga hari ini putrinya hilang kabar. Biasanya tidak pernah absen walaupun hanya sekedar mengirim pesan. Semakin pusing pula melihat kelakuan menantu dan anak laki lakinya semakin hari semakin tidak akur. Hari ini tidak ada pemasukan diantara mereka.


Edi masuk dalam kamar untuk membersihkan diri. Dia jenuh melihat istrinya tapi mau tak mau dia harus membagunkannya. Setelah itu dia ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sementara itu Mira masih sempoyongan karna efek alkohol tadi.


  "Ehhh anak kurang ajar. Kenapa kamu belum mati juga sih, nyusahin saja." Sambil memukul mukul perutnya. Sampai merasa kram di bawah perutnya. Mira meringis kesakitan tapi tiba tiba hilang dan itu terjadi beberapa kali tapi dia tidak kwatir.


Mira bersikap biasa saja untuk menjaga kebohongannya tetap terjaga. Karna dia belum siap untuk di ceraikan seandainya Edi tau yang ada dalam kandungannya itu bukanlah anak suaminya saat ini.


  Edi keluar dari kamar mandi mendapati istrinya kembali tidur seola ola dia lemas karna bawaan hamil. Edi hanya geleng geleng kepala bagaimana bisa menikah dengan wanita ini.

__ADS_1


  "Bangun siapkan makan malam untuk kami. Sekaligus ada yang saya utarakan." Mira mendengar penuturan suaminya yang ambigu dia bangkit langsung masak walaupun dia tidak tau masak.


Masakannya kali ini dadar telur, sambel mentah tak ada lauk lainnya. Itupun dia masak sambil nonton di youtube. Setelah selesai dia menatanya diatas meja sambil nonton tok tok.


Sari mendelik melihat penampilan telur dadar yang gosong di meja makan. Sudah tau rasanya ya kan. Gimana rasanya kalau telur gosong.


"Makanan apa ini, tidak bisa dimakan, kenapa bikin telur dadar saja gosong, bisa nya apa sih kamu.!"


Bentak Sari sama menantu kesayangannya itu. "Maaf bu tadi saya mual hebat jadi saya tinggalin tau taunya gosong." Dalih Mira mana mau dia di cap menantu yang tak berguna.


Edi masuk kedapur melihat masakan istrinya seperti melihat kuntilanak, dia takut bahkan untuk melihatnya saja dia enggan. Dia hanya menatap istrinya penuh arti.


"Mira ayo kemari ikut mas ke kemar." Edi tidak lagi memanggilnya dengan embel embel. Dia terlanjur ilfeel untuk melihatnya saja enggan sebenarnya dan dia akan menanyakannya sekarang.


Mira duduk di ranjang mereka dengan perasaan campur aduk, dia takut hanya untuk sekedar mengangkat kepala.


"Kamu tidak bisa masak Mir, kamu taukan sekarang saya di pecat lalu apa maksud mu dengan minu minuman keras. Bukan nya kamu lagi hamil ya.?"


Mulut Mira terkatup rapat. Lidahnya mendadak keluh dan tenggorokannya terasa kering. Pertanyaan suaminya barusan harus di jawab apa.?


"Ak... itu mas... anu...."

__ADS_1


Mira tidak tau harus bereaksi seperti apa. Walaupun suaminya pengangguran tapi masih punya rumah. Tidak masalah baginya soal uang dia bisa bekerja malam hari saat penghuni rumah ini tidur.


"Jawab pertanyaanku Mira..! Bentak Edi berhasil menciutkan nyali Mira. Mira baru kali ini melihat suaminya di kuasai amarah tapi tidak ada pilihan lain selain menyangkal tuduhan itu.


Mira mengumpulkan keberaniannya untuk lolos dari tudingan itu, walaupun nyata adanya tapi dia tidak memiliki keberanian untuk keluar dari rumah ini. Apa lagi cari kontrakan zaman sekarang susah. Ada kontrakan yang bebas tapi tidak sesuai keinginan.


"Apa apaan sih mas kalau bicara itu jangan ngawur coba. Mana ada ini bayi orang lain terus nikah sama kamu kan itu tidak mungkin. Kan saya sudah bilang mas sebelum kamu tiduri saya bahwa saya tidak ting ting lagi, saya kira kamu terima itu mas."


Mira mulai memainkan dramanya agar suaminya percaya. Benar saja dong Edi percaya begitu saja melupakan kemarahannya yang tadi yang sempat naik ke ubun ubun.


Dia tidak tega melihat air mata buaya istrinya jatuh bak air hujan mengalir diatas genteng. Mira tertawa dalam hatinya setelah berhasil menaklukan suaminya. Gimana caranya menaklukan mertuanya itu.


"Maaf bukan maksud mas marahin kamu. Tapi saya saking paniknya kamu mabok minum alkohol dan merancau kamu bilang itu bukan anak mas." Tutur Edi merasa menyesal telah membentak istrinya tampa tau alasannya.


"Nggak apa mas saya juga salah minum minuman keras padahal saya lagi hamil. Saya stres mas karna lagi hamil baru kamu sudah seminggu tidak bekerja."


Edi tidak lagi banyak protes. "Iya mas berusaha lagi mencari pekerjaan demi kamu dan anak kita sayang."


Edi fikir itu benar benar anaknya padahal dia sudah dengar sendiri jika itu bukan anaknya. Anggapannya kalau orang mabuk itu bisa saja kata katanya ngawur.


Setelah bersedih ria mereka akhirnya memituskan untuk beli makanan online saja. Dia memaklumi istrinya mungkin tidak bisa cium bau dapur. Begitulah alasan Mira padahal dia sama skali tidak tau masak.

__ADS_1


Hufffff


"Selamat batin Mira, tak apa saat ini dia akan mengeluarkan sedikit uang untuk suami dan mertuanya yang tau nya hanya pamer ini dan itu padahal hasilnya zonk. Anaknya sudah di pecat jadi tinggal menantunya yang di gadang gadang lulusan universitas luar negeri padahal lulus SD pun tidak.


__ADS_2