AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB. 48 POV NAYLA


__ADS_3

Siang ini banyak pembeli dan alhamdulillah, semua pada kenal toko ku, dan sekarang makin banyak saja yang ku jual bahkan aneka jajanan pun. Setelah anak anak mengatur jualan di etalase dan ada juga yang membantuku jadi kasir.


  ''Kenapakamu murung Mel biasanya kamu yang palin heboh dan kayanya wajahnya sedih sekali.'' Dia hanya diam tampa minat menjawab pertanyaanku.


Biasalah mngkin lagi Datang bulan, atau ada masalahnya di luar. Entahlah mungkin dia belum mau cerita. Tapi tiba tiba mas Edi datang mencari adiknya untung sekarang Melani lagi jam istrahatnya jadi terganggu pekerjaan.


Setelah mereka berbincang sedikit ternyata kakanya dataang minta uang. Apkah dia tak bekerja sehingga minta uang saa adiknya sendiri. Saya hanya kasihan sama adiknya saja bekerja haanya untuk menghidupi keluarganya.


     Katanya orang kaya tapi kok aneh. Orang kaya tapi masih numpang di rumahnya mertuanya. Tapi itu urusan mereka bukan lagi urusanku. Hari ini saya ada janji dengan mas Bara kami mau fiting ulang baju. Takutnya ke gedean atau kekecilan.


  Setelah ke gagalan rumah taanggaku yang dulu bahkan saya rasanya tak percaya secepat ini saya menikah lagi. Tapi biarlah supayah gosip yang ada di masyarakat hilang juga.


Sebenarnyatidak masalah dengan stastus saya saat ini tapi yah begitulah ada ada saja yang menyakitkan hati terkadang katanya takut suaminya kepincut denganku. Semua itu hanya ketakutan mereka aja padaahal saya orangnya santai saja.


  Hari sudah sore saya menyempatkan memeriksa semua penjualan hari ini dan lagi lagi Melani hanya diam di pojokan tapi kali ini dia sambil menangis. Apa yang terjadi dengan anak ini apakah saya yang tak. Peka dengan karyawanku, saya coba mendekatinya.


                 ''Kamu keanapa kok nangis.?''  Dia menggeleng, setelah saya paksa untuk cerita barulah dia berani menceritakan apa masalahnya.


  ''Mira memerasku kak. Saya kasih uang untuk beli kebutuhan di rumah malah di pake shoping.'' Ceritanya pada akhirnya.  Saya hanya geleng geleng kepala mendengarnya, kok bisa yah orang tak amanah seperti itu. Kakanya pun hanya di bayar harian karna hanya kerja di bengekel.


Setelah tutup toko saya langsung pergi di butik tempat kami memesan pakaian untuk pernikahan keduaku. Pernikahan pertama untuk dirinya, semoga pernikahanku yang ke dua menjadi tempat ku menjemput ridho allah.


  ''Sayang udah nyampe, saya nungguin dari tadi loh.'' Dia seolah basa basi. Tapi yang menyita perhatianku keberadaan seseorang yang selama ini dia benci. Spa lagi kalau bukan Nita dengan ibunya.


  ''Sayang kok ada mereka, bukannya kamu tidak suka mereka kok kamu bersama dengan mereka,.?''

__ADS_1


Mereka hanya senyum senyum seolah saya ini lucu, dasar wanita tak tau diri. Nanti saya minta penjelasan samanya nanti. Setelah saya masuk keruang ganti setelah itu saya keluar.


  ''Itu kan bagus berarti gak salah ukuran badanku sama dengannya.'' Pekik Nita kegirangan. Maksudnya ini baju dia yang ukur tadi. Kok bisa dia mengizinkan untuk pakai baju sakral aku ini.


  ''Gimana sayang, cantik kan gaunnya, kamu sih kelamaan datang jadi Nita yang saya suruh untuk fiting.'' Maksudnya ini laki laki gimana sih, bahkan orang itu musuhnya kok bisa ya...


''Ohhh... jadi dia juga kamu suruh fiting baju gitu. Kenapa dia mesti pakai gaunku, ataua kamu mau menikah juga dengannya.''


Saya lepas gaun itu lebih bagus batalin saja pernikahan ini, biarlah mereka saja yang menikah. Belum juga menikah sudah tidak menghargaiku, masa iya karna lama menunggu dia gantikan saya dengan yang lain. Begitu mudahnya mereka mengatakan itu dan mungkin kita tak berjodoh.


    Mereka sibuk bercanda mereka tak peduli lagi denganku, saya pulang kerumah untuk melepaskan semua penat dan beban hidup. Ku pacu mobilku dengan kcepatan tiggi berharap untukcepat sampai di rumah karna hari udah semakin malam.


   Buang buang waktu saja karna sudah ada mi pengganti jadi tunangannya denganku nikahnya sama dia.  Sepanjang jalan hanya meruntiku kebodohanku kenapa bisa saya tertpu ke dua kalidengan seoang pria. Sesampainya di rumah saya matikan kembali ponselku mugkin besok saya akan ganti kartu malam ini saya matikan saja.


Saya orangnya tidak biisa basa basi. Saya orangnya ceplas ceplos kalau saya sudah jengkkel dan tak ada kata lebut lembut.


Si mbok hanya mengangguk mungkin dia tau kalau saya lagi jengkel biasanya akan bertanya kali ini hanya diam saja. Saya masuk kamar dengan perasaan yang campur aduk saya tidak tau perasaan ini.


Kenapa kamu setega itu mas, kamu gakingaat perasaanku, atau kamu sudah mulai mencintai wanita itu dan menerima perjodohan kalian.


Andaaikan dunia ini bisa di pake menghilang saya akan pergi dari sini, semua percuma ternyata luka kembali menganga. Kenapa dia tidak jujur jika dia akan menikah dengan wanita itu.


Ini juga salahku kenapa saya te buru buru mengambil keputusan padahal saya baaru saja cerai. Nasib nasib bahkan untuk bahagia pun susah. Kesalahan apa yang saya perbuat daahulu sehingga saya tak bahagia, ada saja gangguan selalunya orang ke tiga.


Tok.... tok.... tok.....

__ADS_1


Ternyata ada suara di luar mungkin tu orang orang pda cari ssaya kerumah ini. Saya pura pura tidur saja sekalian. Benar dugaanku itu suara mas Bara ngapain dia datang kerumahku.


Dokkk....dokkk....ddokkk...


Pintu tak lagi di ketuk tapi sebuah gedoran sampai aku pusing di buatnya. Saya pake airphone saja putar lagu lalu tidur. Supayah saya bangun tak mengingt lagi kejadian ini, saya juga sudah enggan mengenal laki laki. Biar saja mereka lakukan apa saja di luar.


Kruuuukk..... krrrukkkk


Aduh lpar lagi. Astaga sudah jam satu, saya samapai lua kalau hanya makan pagi bahkan melewatkan makan malam dan siangku, semoga masih ada masakan simbok. Biasa kalau malam makanan slalu ready di meja makan jaga jaga kalau lapar nanti.


Saya pergi di dapur untuk mencari makanan. Humm.... kosong, masakmie saja pake telor supayah enak. Saya masak mie telor dan makan pake nasi hangat enak sekali pasti. Belum masak udah ngiler duluan. Selesai juga masakanku saya cari nasi tapi lagi lagi kosong, mungkin mbok gak sempat masak, lupa kali ya pikirku, setelah seleesai makan saya kembali tidur.


Akhirnya kenyang juga. Saya kembali tidur dengan nyenyak...


Tokkk..... tokkk.....


Aduh siapa itu, ganggu orang lagi tidur saja, padahal saya lgi mengantuk.


Hooaammm....


Siapa sih masih malam berisik banget. ''Non bangun udah siang tau, sudah jam sepuluh pagi, dari semalam kamu gak makan ayo makan. Non.


Astaga kok bisa sih saya ke siangan padahal saya slalu bangun pagi sekali.


 

__ADS_1


__ADS_2