
Nayla dari semalam kurang tidur, hanya bisa menangis di sepanjang malam, itu lah kenapa dia bangun ke siangan. Jam tiga dini hari baru tertidur kembali.
Nayla selesai sarapan paginya dia ingin jalan jalan ke suatu tempat, dia ingin menenangkan hati dan pikirannya baru akan mengambil keputusan yang terbaik menurutnya. Allah maha membolak balikan hati manusia, keputusan yang terbaik adalah keputusan di saat kita sudah tak ada emosi.
Nayla bukannya tidak mau memutuskan secara sepihak soalnya namanya sudah di kenal oleh masyarakat luas.
Tokk.... tokk.. tok....
''Siapa sih yang bertamu di pagi buta ini. Atau anaka anak yang carrin saya kayaknya semalam.'' Nayla membuka pintu dia terkejut sampai membeku di tempat.
''Ka... kamu ngapain di rumahku pagi pagi sekali, mau demo atau mau apa sampai datang bawah rombongan. ''
Dia hanya tersenyum dia pikirnya lucu kali ya sehingga tertawa. Bara hanya senyum senyum melihat calon istrinya yang salah tingkah. Emang ya laki laki suka iseng. Dia bawa orang yang di benci. Siapa sih yang tidak sakit hati dengan tingkahnya.
Nayla menatap mereka bagaikan singa kelaparan tapi tak ada reaksi yang mereka nampakan.
''Sayang kenapa marah marah kah. Janganlah marah sayang. Nanti hilang cantiknya, jangan gitulah kamu mau makin jelek itu wajah..''
Ledek Bara. Dia sengaja mengerjai calon istrinya karna ulang tahunnya bertepatan hari pernikahan mereka. Encananya bagian dari kejutan untuknya.
Nita setelahnya videonya yang viral yang sudah di upload di berbagai sosial media akhirnya minta tolong ke Bara untuk bantuan klarifikasi dan videonya aka segera di hapus dengan surat perjanjian yang di sepakati keduanya.
Nita berjanji tak akan lagi menggagalkan rencana pernikahan Bara tapi untuk menebus kesalahannya yang dulu dulu. Sampai terjadi hari ini.
''Saya tak peduli dengan kamu, sana pergi dari rumah saya. Jangan lagi datang lagi di sini.'' Nayla engusi tamu paginya...
Gimanaya kalau sudah seperti ini, apakah berhasil kejutannya. Terkadang kejutan itu bisa membuat hal yang tak terduga. Bara melakukannya untuk hanya sebuah kepuasaan tersendiri.
__ADS_1
Apakah Nayla terkejut atau malah sebaliknya? Karna tak semua orang mudah menerima sebuah candaan walaupun itu tak mengubah konsep apa pun. Sebenarnya bagus bagus saja tapi jangan bermain dengan perasaan.
Setelahnya Nayla masuk dalam rumahnya di ikuti oleh orang orang yang tak di inginkannya bahkan dia malas hanya untuk meladeni mereka. Karna sama sekali tak berfaedah.
"Kalian dari mana. Ada perlu apa kalian datang pagi pagi. Saya ada urusan dan saya tidak punya waktu untuk mengurus urusan kalian. Pahamkan..."
Nayla melirik dengan tajam ke dua otang di depanku. Bahkan dia memberikan tatapan kebencian.
Bara sudah bermandikan keringat, rencana untuk hanya sebagai candaan malah kena ulti. Cerobohnya Bara tak tanggung tanggung. Dia fikir perasaan orang bisa di jadikan candaan.
Semakin lama semakin lain hawanya. Nita sampai tidak bergerak, napas pun ia kewalahan. Gimana tidak reaksi Nayla saat ini di luar dugaan, di kiranya akan menangis justru sebaliknya. Kedua orang itu hanya saling lirik tampa melakukan apa apa. Setelahnya Nayla bangkit dari tempat duduknya hendak meninggalkan orang yang tak tau malu itu.
"Jangan lakukan itu Nayla saya mohon sekali ini saja. Saya minta maaf sayang..." sambil memeluknya dari belakang. Bara berusaha keras untuk mengembalikan mood calon istrinya.
Nayla berusaha melepaskan tapi semakin erat pula pelukannya. "Lepas jangan seperti ini, kamu yang mulai saya harap kamu bisa menerima keputusanku."
Nayla tersenyum misterius setelah mendengar pengakuan dari pengakuan calon suaminya. Dia hanya menatap sengit ke dua orang itu tampa mengucapkan apa apa.
"Kalau kalian sudah selesai silakan pulang ya. Saya mau bekerja soalnya." Nayla meninggalkan mereka begitu saja dia tidak peduli dengan siapa dalam rumah dan akan melakukan apa pun.
"Jangan tinggalin aku Nayla tolong lah sekali ini saja." Pinta Bara yang memohon sambil bersujud di kakinya.
"Saya bilang mau pergi kerja. Tolong pahami itu, saya tak ada waktu meladeni drama kalian." Pinta nya dengan tegas.
Nayla sepanjang jalan hanya merenungi apa yang harus dia lakukan. Dia tidak tau harus apa dan bagaimana, dia sudah terlanjur kecewa dan dia harus bertindak. Walaupun itu hanya prank dan tak pernah akan peduli dengan hal itu.
Di sisi lain ada yang sangat bahagia, bagaimana tidak dia tidak perlu takut siapa siapa untuk mendekatinya, dia datang sebagai penolong. Dia mengikuti langkahnya, dia harus meluluhkan hatinya sebelum orang lain mendapatkannya.
__ADS_1
Tadi berniat untuk bertamu, tapi justru menyaksikan pertengkaran dan dia bersembunyi di balik mobil.
"Saya akan menikahimu kembali sayang, tampa perlu bersaing dengan siapa pun." Edi dengan pedehnya berkata seperti itu. Dia tidak tau wanita yang dia akan di hadapi bisa membuatnya masuk rumah sakit jiwa.
Wanita yang memiliki prinsip akan menjadi sekeras batu. Banyak yang menentang prinsip seorang wanita malah berasa uji nyali. Apa lagi wanita yang pernah tersakiti dia akan menjadi orang yang sangat keras jangankan orang lain dirinya pun akan berlaku sama.
Edi saat ini masuk dalam toko dengan se tangkai bunga mawar yang dia petik di jalan. Bentuknya pun sudah hampir layu. Dia hanya tersenyum pasti menyapa semua karyawan.
"Melani hanya diam, percuma nanti dia kena ulti sama kakanya sendiri. Melani justru malu dengan apa yang di lakukan kakaknya, bukannya sadar tapi malah sebaliknya.
Itulah ketika seseorang ada dalam kehidupan kita, malah di campakan bahkan tak berharga sama sekali. Jangan manfaatkan ke percayaan orang lain karna itu sangat mahal harganya. Jangan bermain main dengan ketulusan orang lain. Karna sekalinya tersakiti dia tak akan pernah kembali.
"Sayang saya datang kembali untuk melamarmu jadi istriku." Dengan pedehnya dia masuk dalam ruangan khusus Nayla.
Edi hanya menelisik orang di depannya jelas bukan Nayla itu Nuri. Edi mematung di tempat dan tak bisa berkata kata. Setelahnya dia tersenyum kikuk. Sementara yang di senyumin hanya menatapnya dengan dingin tak ada ekspersi sama sekali.
Edi semakin salah tingkah bukannya jalannya mulus malah ketemu sama orang yang tak pernah suka dengan dirinya. "Aduh gawat ini orang kenapa ada di tokonya mantan istriku." Guman Edi dalam hatinya.
"Pak Edi ada perlu apa datang kemari?" Nuri bertanya dengan suara datarnya. Bahkan senyum saja pun tidak. Menyekik bangat tampilannya.
"Aduh mak lampir ngapain ke sini sih..."
Apakah mereka akan menikah atau justru Nayla akan menikah dengan orang lain. Siapa kah yang berhasil ngeprank dalam part berikutnya?
Komen yah...
__ADS_1