
Mira bingung mau jawab apa sementara statusnya sudah di bagikan. Captionnya menyudutkannya. Banyak yang menghujatnya habis habisan karna kebodohannya sendiri.
Ngakunya sarjana tapi kelakuannya seperti orang tidak pernah sekolah dan terlihat kampungan dalam menyikapi yang ada di sosial media.
Menurutnya kalau viral itu menguntungkan baginya siapa tau dia di undang di televisi, bisa jadi artis dadakan kan gitu mikirnya walaupun banyak hujatan tapi bisa terkenal.
Banyak hujatan yang diabaikan karna menurutnya sedikit lagi di undang di acara gosip. Berbanding terbalik dengan Edi yang saat ini uring uringan dan terpaksa menghapus postingannya. Karna banyak nya hujatan sampai memperkeruh suasana hatinya.
"Mira apa apan sih kamu. Ngapain kamu ngerendahin saya di sosmed. Saya ini suamimu dan tidak boleh kamu membalasnya di sosmed seperti itu. Hapus itu stori kamu bikin malu saja."
Mira enggan menjawab pertanyaan itu. Dia tidak mau rencananya gagal dia sudah menyusun rencana jika dia di undang membongkar semuanya di depan media supaya dia makin terkenal.
Tapi ada salah satu komentar yang menyentil jantungnya. "Woi pelakor dapat karma, emang enak. Dasar sampah..." komentar dari akun#Mamud
"Jangan tanyakan lagi ngakunya orang kaya tapi tiap malam keliyuran pulang pagi. Saya ada buktinya mau liat nggak bu ibu." Komentar #merindu
Meri membalas komentar dari akun merindu. "Ehhhh lu jangan jadi profokator ya. Emang kamu punya bukti apa ha... iri ya bilang bos.! Inces meri mau lewat senggol dong." bals meri di postingannya.
"Wouuuu... pelakor cari sensasi ini, sorakin bu ibu supaya makin viral loh." Bals akun#nuri syantik.
"Hati hati ya bu ibu jangan sampai di jadiin mantu. Kan gak etis punya mantu yang doyan laki orang." Balas akun #Nabila
"Tandai dia bu ibu kasian loh suami kita kepincut sama pelakor yang sukanya bayaran murah.."Balas akun#julaeha.
Yang niat mau viral tapi malah dia sakit hati. Banyak komentar lain yang berbondong bondong yang sangat tidak enak. Meri keluar dari media sosialnya perutnya sudah lapar niat mau pesan makanan tapi tiba tiba ponselnya mati total karna sudah sangat lowbet.
"Ahhh sialan memang. Ini orang orang pada kemana padahal masih pagi."
__ADS_1
Pletek.... "pagi gundulmu ini sudah siang, sibuk dengan hp dari tadi terus bilang ini masih pagi."
Sari sebenarnya geram dengan kelakuan menantunya itu. Dari bangun tidur belum cuci muka sudah pegang hp saja.
"Kamu setiap hari kerjanya main hp saja, bikin malu saja gara gara statusmu di medsos ibu kena imbasnya. Kamu bisa nggak tidak usah bikin malu." Hardik ibu sari.
Gimana tidak dongkol dia gunjingin ibu ibu yang katanya anaknya kurang belaian. Sampai menarik simpati orang orang untuk mengasihaninya.
"Bu Sari itu menantu sama anaknya gak akur ya sekarang.?"
"Iya nih malah mereka saling sindir loh dimedsos biar apa coba."
"Kalau saya dapat mantu gitu. Sudah ku sedekahkan di panti jombo bu."
"Apa lagi dengar dengar gak pintar masak ya."
Banyak komentar komentar miring sampai bu sari kewalahan menyikapinya seperti apa. Dia hanya tersenyum getir dia tidak menyangka nama baiknya tercoreng lagi gara gara kebodohan anak anaknya.
Sementara itu duo sahabat itu cekikan melihat banyak komentar pedas salah satunya komentar Nuri. Mereka berada di sebuah cafe untuk bersantai di temani dengan capucino hangat. Lengkap sudah kehidupan mereka.
Berbanding terbalik dengan sepasang suami istri hari hari mereka di temani dengan segudang masalah. Di karnakan tidak tau masak Meri di jatah untuk cuci piring tapi tetap saja alasannya hamil dan hamil.
Intinya dia tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah karna masih lemah akibat bayi yang di kandungnya.
Bayi yang dalam kandungannya sebenarnya sudah tak berdetak lagi. Tidak pergerakan tapi perutnya tiba tiba saja cram. Usia kehamilannya masih lima bulan. Dia tidak kwatir sama sekali padahal ini bisa saja mengacam keselamatannya.
Edi berdiskusi dengan ibunya untuk mengusir Mira tapi sebelum itu mereka akan mengambil harta Mira terlebih dahulu katanya punya usaha dimana mana. Padahal itu hanya bualan semata.
__ADS_1
"Bu gimana kalau kita minta mengelola nya saja usahanya dia kan lagi hamil jadi bisa kita jadikan umpan terlebih dahulu."
"Ibu setuju tapi hati hati diambilnya pelan pelan saja jangan sampai ketahuan bisa malu kita. Nanti bikang saja daripada cari kerja di tempat lain mendingan kelola saja tempat usahanya."
Sari sambil tersenyum licik membayangkan pundi pundi uang mereka kembali stabil dia akan membeli rumah yang mewah dan sangat membakan dirinya.
Edi tak lepas senyum dari bibirnya. Biarlah dia menggunakan trik ini supaya Nayla menyesal telah pisah dariku. Begitula pikiran mereka.
Yang ada dalam bayangan mereka itu Mira orang yang sangat kaya. Padahal itu hanya berada dalam mimpi mereka. Dan itu tidak akan jadi kenyataan. Edi sudah berhayal jika dia memiliki usaha sendiri dia akan membeli mobil fortuner yang keluaran terbaru. Ya mobil impiannya memang fortuner warna putih. Asyiknya kalau mimpi siang bolong.
"Sayang kamu lagi ngapain kok kaya kesakitan dari tadi?" Edi mengelus perut yang berisi janin di dalam nya. Dia tidak tau kalau janin itu sudah tak bergerak lagi.
"Mas perutku sangat kram. Ini gak seperti biasanya, malah ini kramnya lain lain."
Edi beranggapan itu efek kurang istrahat jadi tidak terlalu peduli. "Sayang mungkin kurang istrahat. Coba tidur paling bangun udah hilang."
Tapi Mira sama sekali tidak bisa tidur dan perutnya sudah semakin sakit. "Mas...mas....
Tolong mas." Tapi tidak ada yang menyahut pada kemana ni orang orabg. Mira berusaha bangun dan merasakan nyeri di perut bagian bawahnya.
Tapi rumah kosong tandanya penghuni yang lain tak ada. Mira berusaha keluar dari rumah tapi tidak tenaganya semakin lemah dan pakainnya sudah basa darah sudah mulai keluar dari jalan lahirnya.
Tolongg....tolong....
Tapi tidak ada penghuni kompleks yang keluar. Melani yang baru sampai di rumah ibunya kaget melihat darah turun sampai di betis Mira. Mau tak mau untuk menyelamatkan nyawa orang lain memesan taxi online karna tidak mungkin menggunakan ojek.
"Mbak bertahan sebentar saja."pintah Melani pasalnya dia sangat takut dengan darah yang banyak.
__ADS_1
Lima menit Taxinya pun sudah datang. Setelah mengambil dokumen penting milik Mira Melani segera membawanya ke rs terdekat.
Sesampainya di rs langsung di tangani oleh dokter spesialis. Melani mencoba menelpon kakak sama ibunya tapi panggilannya tidak di respon. Melani saat ini buntuh tak ada temannya bertukar cerita.