AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.22 Kita Sudah Usai


__ADS_3

Tak menyangka di toko saya mempekerjakan mantan suami saya. Tapi tidak mungkin memutus rezeki orang lain. Saya bisa saja Memecatnya tapi saya tidak melakukannya biarlah dia bekerja di sana selagi itu masih dalam batas kewajaran.


  Sebenarnya sudah tidak wajar baru bekerja saja sudah berani kasbon sementara toko baru saja mulai buka. Tapi saya percaya rezeki itu tidak akan berkurang kalau hanya menolong orang lain.


  Tapi setelah kemarin berkunjung ke toko sudah ada laporan dari Rina, kalau dia meminta kunci toko. Saya agak was was jangan sampai dia melakukan yang tidak wajar.


Hari ini itu yang membuatku panik mendengar laporan dari Rina kalau kunci toko jatuh entah kemana padahal di letakan di dalam laci. Sekarang saya masih jam kerja tapi saya harus waspada juga.


Mengingat dia dulu pernah korupsi di perusahaan ini tidak menuntut kemungkinan dia akan melakukan hal yang sama. Jadi saya suruh Rina untuk tidak meninggalkan kasir.


Jam lima saya sudah di jalan menuju toko. Apa saya harus ganti kunci saja ya. Saya singgah di toko bangunan yang menjual berbagai macam gembok. Beli saja gembok yang paling mahal itu biar di buang saja.


  Setelah mendapatkan yang kumau saya pergi ketoko, saya harus bersikap seola ola tidak tau apa yang terjadi di sana. Sesampainya di toko lagi rame pembeli saya harus membantu dulu mungkin saja mereka kewalahan. Hari ini sengaja tutup lebih awal untuk mengintrogasi kedua karyawanku.


  "Rina kenapa bisa kunci itu hilang. Kan kunci saya sudah suruh kamu yang pegang kok malah sekarang, kamu hilangin."


Ku beri tatapan tajam saja supaya mas Edi berfikir saya benar benar marah. Memang skenario ini tidak ada yang tau untuk mengetes kedua karyawanku. Terlebih lagi belum ada CCTV.


"Saya tidak tau bu. Tadi sebelum saya makan kunci itu masih ada. Tapi selesai makan sudah gak ada bu."


"Jadi kamu tuduh saya mencurinya." Mas Edi saat ini sudah mulai keliahatan jika dia yang mengambil kunci itu.


"Maaf kak Edi saya tidak nuduh anda tapi kok kamu tersinggung sih." Rina kali ini sudah terbawa emosi dan kulihat siapa kah yang masih bertahan dengan kebohongan mereka.

__ADS_1


  "Iya ya lah saya merasa soalnya kamu bilang seperti itu di depan Nayla. Kamu harus tau satu hal saya masih suami Nayla. Jadi jangan berharap Nayla akan mempercayaimu."


Ohhh.... wao mas Edi percaya dirinya masih setinggi langit. Saya hanya tersenyum menanggapi pernyataan mas Edi. Sepertinya dia lupah kami hanya mantan.


Rina di landa kebingungan saat ini. Dia mungkin tidak menyangka, saya pun tidak menyangka jika hidupnya setelah berpisah denganku sehancur itu. "Maaf mas Edi kita telah USAI. ingat yah kita bukan suami istri lagi seperti dulunya."


  "Tapi kita masih bisa rujuk lagi. Dan saya janji bakal berubah demi kamu sayang..."


  Ihhh.... jijik manggil sayang. Ini orang masih untung saya menerimanya bekerja di sini, tapi malah tak tau diri. "Maaf mas kita hanya MANTAN."


  "Oke baiklah tapi toko ini kita harus bagi dua. Kalau bercerai denganku atau bisa jadi harta kita bersama sebelum ketuk palu pertimbangkan baik baik."


Ini laki laki kenapa lagi sih. Ada saja yang buatnya geger otak. Ngaku ngaku lagi udah cerai juga masih juga berharap. Dulu saya mengharapkannya malah pergi menjauh. Sekarang saya menjauh malah ingin kembali. Dsar laki laki aneh, kenapa saya harus bertemu orang seperti ini dahulu.


"Rina saya sudah beli gembok baru dan satu lagi kalau perlu kunci jangan taroh lagi di laci ya."


"Loh kok gitu. Gak bisa gitulah minimal saya juga harus pegang kunci. Ingat ya saya ini masih suamimu dimata negara, jadi saya masih punya hak atas toko ini."


Aduh mbak mbak eee kalau nikah jangan modelan kek gini nanti. Sudah bikin ulah banyak tingkah otak dangkal. Tak mungkin dong saya pecat karna dia kasbon bahan makanan itu sejuta. seandainya dia tak kasbon di toko ku sudah lama ku tendang ini orang.


Terkadang ya di tolong malah seenak dia. Ini lah manusia tak tau terimah kasih hanya tau selengkingan saja. Tapi syukurlah saya sudah lepas dari dia masih banyak kok cowok yang mau sama jendes.


Banyak orang yang malu jadi jendes, tapi saya biasa ja tuh. Selagi beras parah tetangga aman aman saja.

__ADS_1


"Toko ini gak ada hakmu sedikit pun. Ingat baik baik sudah berapa uang kamu kasih buat saya selama setahun ini." Saya tatap matanya. Mungkin dia maluh tapi saya tak peduli. Iya iyalah maluh masa gaji sepuluh juta gak bisa nafkahin istri.


"Jaga ucapanmu ya. Kamu itu mandul jadi pantas kamu di madu."


Ohhh...ho... "lalu apa kabar anakmu yang meninggal. Apa itu anakmu atau mungkin hasil benih pria lain?"


Dia mengepal kan tinjunya tapi saya tidak peduli lagian bisa kan saya laporkan jika dia pake kekerasan.


"Itu bukan urusan mu. Paham itukan..?" Dia menuding di depan wajahku.


"Iya berarti itu bukan urusanmu juga dong, kalau saya mandul dan saya harap kau tau diri disini. Kita hanya mantan tak lebih dan Rina orang kepercayaanku dan jangan coba coba menindasnya."


Di sini toko hasil jerih payahku dan itu bukan hak saya seratus persen. Dan jika dia mau gampangkan tinggal saya seret saja supayah makin gembel saja.


"Pak Edi silakan kamu pulang jika kamu masih kerja di toko saya. Besok jangan telat. Sadar diri kamu hanya karyawanku." Kecamku.


Jangan tanyakan lagi sikap lembutku, saya bisa berhati malaikat dan bisa juga berhati iblis. Jadi tergantung kamu mau aku seperti apa. Saya hargai orang jika orang itu tidak bikin ulah sama saya.


Jika saya jahat dimatamu berarti kamu sudah pernah menyakitiku. Batas kesabaran seorang Nayla akan habis jika terus terusan di tindas dan tidak di hargai.


Saya bisa sangat bucin, dan saya mencintai seseorang tampa sayarat begitupula saya melepasmu dengan bismilah. Hati siapa yang tak rapuh tidak di nafkahi tapi mendua.


Bahagia itu tak mesti berdua dan bahagia itu tak mesti bersama orang yang kita cintai. Cukup jadi wanita mandiri apa apa beli sendiri tampa harus bergantung hidup dengan seorang laki laki.

__ADS_1


Jika dia mendua lepaskan jangan takut. Karna sejatinya dia yang hancur setelah melihat perubahan yang ada dalam hidup kita.


Kuakui laki laki itu berhasil membuatku jatuh cinta sampai saya lupa diri. Tapi setelah dia mendua cintaku berangsur hilang. Walaupun dulu masih mengharapkannya.


__ADS_2