
Setelahnya Nayla tak lagi mengeluarkan air mata, dia hanya bisa merelakan seseorang yang di cintainya selama ini.
"Semoga kamu bahagia mas bersama wanita pilihanmu." Gumannya sambil tersenyum penuh arti.
Ternyata Nayla masih memiliki perasaan masih berharap suaminya dapat kembali. Sampai kapan dia membiarkan perasaan itu masih tertinggal.
Lain halnya dengan Edi saat ini lagi betsiteru dengan orang orang ke sayangannya dan benar benar menguji kesabarannya.
"Mas saya tidak suka kalau kamu di pecat, gimana caranya saya mencintaimu.!" Bentak Mira, baru kali ini menunjukan belangnya selama ini menjadi wanita lembut hanya untuk semata mata untuk mendapatkan semua gaji suaminya padahal dia itu hanya istri sirih, serakah gak sih.
"Kamu berani bentak aku sekarang.."
Tanya Edi tak percaya dengan yang terjadi barusan. Dia berusaha mengingat Nayla tak pernah sekalipun meninggihkan suaranya di depan suaminya selama mereka masih adem ayem sebelum mengetahui kebusukan mereka.
Edi menatap istrinya dengan nyalang dia tidak terima di bentak bisa turun harga dirinya sebagai laki laki dan kepala rumah tangga.
"Kamu harus hargai saya, karna saya kepala rumah tangga.!" Bentak Edi dan itupun mendapat hadiah tangan dari Mira.
Plakkk
"Kamu jangan bentak bentak saya. Karna saya ini anak orang kaya lulusan luar negeri dan kamu tau. Kamu tidak ada apa apanya di bandingkan denganku. Ngaca mas sebagai laki laki kok tidak bisa di untung malah buntung."
Mira mulai menyombongkan dirinya tampa memikirkan perasaan suaminya, padahal itu hanya angan belaka, mungkin yang akan mengenal Mira akan tertawa terbahak mendengar penuturan Mira saat ini.
__ADS_1
Mira masuk dalam kamarnya memikirkan cara untuk menggugurkan kandungannya, dia kira hamil akan memiliki keberkahan suaminya makin sayang ternyata dia salah bahkan suaminya sekarang di pecat di pekerjaannya.
Tidak ada yang tau rezeki itu. Banyak yang bilang beda istri beda rezeki dan itu sudah tergantung rezeki masing masing. Setelahnya Mira sudah mulai mengisumsi alkohol dan minum berbagai macam obat obatan dengan harapan kandungannya akan gugur. Tapi nyatanya malah tidak kenapa napa.
Satu minggu berlalu Nayla sudah mulai lupa bahkan sekarang sudah mendaftarkan gugatan cerainya di pengadilan dan di bantu oleh atasannya. Bara pria berhati dingin sedingin es kutub itu baru kali sreng dengan seorang perempuan.
Hari ini Edi yang tengah bersantai di teras rumahnya sambil menghisap rokoknya kaget ketika mendapati kirir mengantarkan sebuah paket dan itu bertuliskan pengadilan agama sudah pasti tertera juga logonya.
"Nayla kamu berani gugat saya di pengadilan akan saya kasih perhitungan."
Edi membuang paket tersebut ke tong sampah tampa membacanya terlebih dahulu dan tidak ingin menghadiri persidangannya dan ingin menggantung status Nayla.
Perkiraannya jika tidak menghadiri persidangan tersebut hakim akan membatal kan gugatan yang di layangkan Nayla. Tapi justru itu sebuah keberuntungan bagi Nayla jadi tidak menghambat proses perceraiannya.
"Setelah cerai apa rencanamu kedepan." Tanya Nuri. Nayla hanya tersenyum sebab dia belum merencanakan apa pun. Karna dia masih ingin mengejar karirnya. Soal yang lain lain akan datang dengan sendirinya. Setelah makan seperti biasa kembali bekerja setelah istrahat.
Jam empat sore sebagian sudah pulang kerumah masing masing tak terkecuali dengan Nayla. Hari ini berhasil di laluinya dengan damai. Tapi ke damaiannya itu tak berlangsung lama di parkiran sudah ada Edi yang menatap Nayla dari atas ke bawah tampa kedip.
Tidak bisa di pungkiri bahwa Nayla baik baik saja setelah di jatuhkan talak, terbukti hari ini tidak ada kesedihan di sana. Malah Edi yang menyesal telah mengambil keputusan yang salah. Edi melihat mantan istrinya semakin teriris kalah banyak laki laki yang menyapanya.
"Dasar ******. Masih sah jadi istriku sudah berani kamu bermain dengan pria lain." Gumana Edi dari kejauhan. Sebenarnya dia tidak suka kalau melihat mantan istrinya itu dekat dengan laki laki lain.
Edi datang sambil bersiul dan dia tau kalau Nayla cita mati sama dia. Hufff kalau ada laki laki kepedean tingkat dewa seperti ini bagusnya diapain ya.
__ADS_1
"Hay sayang. Kamu sudah pulang, ayok kita pulang sengaja saya panas panasan nungguin kamu supaya bisa bersama." Edi benar benar tidak tau malu, mana ada perempuan mau sama dia lagian suka main wanita dan sekarang pengangguran. Tidak jelas lagi statusnya apa an.
Nayla mendelik melihat kehadiran mantan suaminya itu. "Apa mungkin dia tidak terima di gugat ya makannya dia datang di sini." Guman Nayla dalam diam. Dia merasa jijik di panggil sayang keluar dari mulut Edi. Sebab dia sudah tak ingin berurusan dengan manusia kadal ini.
Nayla mengabaikan mantan suaminya berniat masuk dalam mobil tapi tangannya berhasil di cekal Edi.
"Lepasin mas apa apaan sih. Gak sopan tau nggak.! Bentak Nayla dia terlalu ilfeel untuk di sentuh kembali oleh mantan suaminya. Dia membayangkan tangannya baru selesai menjamah tubuh wanita lain, dia menjijikan dari kotoran hewan.
"Kenapa? Bukannya kamu mencintaiku kenapa seolah kamu enggan untuk di sentuh." Edi seolah lupa diri. Dia fikir dirinya suami atau laki laki idaman pandai bermain api dalam rumah tangganya. Sungguh bukanlah laki laki yang bisa di jadikan panutan.
Nayla langsung masuk dalam mobilnya dan pergi dari sana. Edi mengepalkan tinjunya merasa tidak di hargai sebagai laki laki. "Awas saja kamu, saya yakin kamu datang mohon mohon sama aku untuk kembali." Monolog Edi sambil menyeringai jahat.
Edi pulang di rumah mendapati rumah seperti kapal pecah. Dia masuk dalam kamar mendapati Mira lagi tidur pulas. "Mir... bangun udah sore bangun jangan malas malasan."
Mira hanya menggeliat dan dia sedang mabuk dia minum alkohol dalam kamar ini dan botolnya di sembunyikan di kolom ranjang. Bau alkohol tetap saja ada dalam kamar ini. Sampai sampai Edi mencari barang tersebut.
Betapa kagetnya dia menemukan botol alkohol ada di bawa tempat tidur. Alkohol itu harganya sangat mahal dan biasanya hanya di kosumsi orang orang yang paham minuman keras.
"Saya akan bunuh kamu anak kurang ajar. Kamu hanya nyusahin hidupku, kalau saya tau laki laki itu akan jatuh kere saya akan cari bapakmu yang asli yang lebih kaya. Arrrrgggghhh...."
Rancau Mira akibat alkohol tadi. Dia merancau sesukanya tampa ia sadari membuka aibnya sendiri. Edi mendengar hal itu hanya mematung.
Dia di bohongi selama ini hanya untuk menikahi wanita ular ini tapi apa lah daya nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan mulai menggerogoti badannya. Dia sangat malu jika istri yang di banggakan depan semua orang ternyata tak sebaik itu.
__ADS_1