AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.17 Sial


__ADS_3

Ke esokan harinya Edi pergi mencari pekerjaan karna sudah lama menganggur dan mencoba melamar lagi di perusahaan yang ada. Tujuan utamanya untuk membahagiakan anaknya kelak.


Tapi sudah seharian tidak dapat pekerjaan. Malah yang ada jadi satpam. Bisa turun derajatnya jika bekerja sebagai satpam. Apa kata dunia jika seorang pria maskulin kerjanya panas panasan.


  Tampa dia sadari ada seseorang yang tersenyum penuh kemenangan setelah berhasil menutup akses Edi untuk melamar pekerjaan.


"Makannya jangan sombong jadi orang dulu kamu tidak mau tau dengan kesusahan orang lain tapi sekarang kamu merasakannya."


Seseorang itu orang yang dulu di pecat secara tidak terhormat selama dia bekerja. Ternyata karma itu tak pernah salah alamat. Memang orang dzalim dan keras kepala tidak ada duanya.


Edi terus berjalan dan tentunya di tolak tampa fikir panjang dia pulang kerumahnya dan ingin meminta solusi sama kedua wanita kesayangannya.


Tapi bukan solusi yang di dapat malah sebuah caci maki yang mampu meremangkan akal sehatnya.


"Bu saya di tolak semua perusahaan dan rasannya tidak ada lagi yang mau menerimaku." Edi mengadu kepada ibunya tapi malah di sinisin sama bu Sari.


"Lah pintar pintarnya kamu dong ya. Masa cari kerja saja kamu tidak becus." Maki bu Sari begitu pula dengan Mira yang ikut ikutan nimbrung dan sudah di pastikan pedas mulut mereka serasa makan ayam geprek level 15.


"Mas kalau kamu tidak kerja mau makan apa. Saya tidak mau ya uangku untuk menanggung kebutuhan di rumah ini."


Edi tertunduk frustasi. "Kenapa saya melepas Nayla malah hidupku makin kacau, Nayla tidak pernah menuntut ini dan itu selama berumah tangga bahkan dengan mudahnya tanggung jawabku kualihkan padanya. Cukup buat alasan saja yang masuk akal." Batin Edi sialnya lagi menikah dengan wanita yang tidak tau masak. Goreng telur gosong lagi baru banyak nuntut.


Itulah berlian di abaikan demi seonggok batu kali yang tak berguna sama sekali. Sementara Nayla saat ini lagi jalan jalan di mall terbesar di kota ini. Dia menghabis kan waktunya setalah pulang kerja bersama dengan bestinya.


"Nayla sidang kalian dua hari lagi, apakah kamu harus hadir?" Pertanyaan Nuri menyentil jantungnya seketika.


Nayla tak menyangka akan berakhir secepat ini rumah tangganya. Akan tetapi hatinya sudah ikhlas mungkin jodoh mereka hanya sebatas ini saja.

__ADS_1


"Hei kok melamun sih..." Nuri menjentikan jarinya di depan wajahnya.


"Kayaknya saya tidak hadir kak, terima beres saja. Ada pengacara yang di rekomendasikan pak Bara jadi tinggal terima beres saja. Lagian saya sudah tidak ingin bertemu dengan laki laki keparat itu."


"Benaran bukannya lu bucin sampai harus pake drama flim ikan layang ya." Ledek Nuri yang menurutnya cepat sekali move on padahal bucinnya stengah hidup.


Mereka selesai mengintari mall akhirnya mereka beli es cream yang lagi viral. Kalau lagi bad mood makan es cream langsung hilang. Hihihi


  Kebetulan weekend hari ini Nayla menghabiskan waktunya di rumah saja. Malas ngapa ngapain waktunya di pake istrahat. Dia scrol media sosialnya dia terkesiap dengan status mantan suaminya di sosmed itu.


"Suami cape bukannya di layani atau di manjain malah ngomel sepanjang rel kereta api."


Seperti itulah statusnya yang mengundang Tawa Nayla meledak dalam kamar itu. Sampai sampai si mbok bergidik ngeri masa iya bosnya kesurupan pagi pagi, kan gak lucu woi.


Karna jarang sekali Nayla tertawa sampai ngakak seperti itu walaupun lucu. "Itu si non kenapa sih tumben tertawa terbahak bahak biasanya tertawa sekedarnya saja."


Nayla membuka pintu heran dengan keberadaan si mbok yang ada di depan kamarnya. "Mbok kenapa?"


Simbok hanya menggaruk kepalanya yang mendadak gatal. "Maaf non kirain non kesurupan." Cicit mbok ija, Nayla semakin terheran pasalnya dia tidak teriak teriak dalam kamarnya.


"Maaf mbok saya tidak kesurupan."


Mbok ijah mengucap hamdalah sambil mengelus dadanya. "Maaf non soalnya tertawanya melengking keras seakli kedengaran sampai dapur makannya saya samperin."


Nayla hanya nyengir kuda. Mbok ija pamit kembali ke dapur yang sempat tertunda. Nayla benar benar kalau lagi bahagia tak tanggung tanggung.


"Kirain kamu bahagia mas setelah ini padahal kamu menderita. Hehehe emang ya istri itu tergantung sikap sauami." Guman Nayla sambil menskrol sosial medianya. Padahal suami istri itu saling balas status di medsos masing masing.

__ADS_1


Mereka cocok skali sama sama minim adab. Soal rumah tangga di umbar di sosmed dan mengundang hujatan dari netizen. Apa lagi netizen ples enam dua keponya minta ampun.


"Jadi laki itu yang beres. Masa iya nganggur minta makan sama istri dasar laki tak berguna." Isi status istri dari mas Edi sudah pasti kan ya. Siapa lagi kalau bukan si Mira.


"Jadi istri masak telur goreng saja gosong. Apa yang di harepin untung bagus gak di ceraiin." Balasan status dari sang sumai. Status mereka banyam yang kepoin tak ayak banyak komentar hujatan dari netizen.


Nayla senyum senyum sendiri melihat status mereka di sosmed. Dasar keluarga yang bersumbu pendek apa apa di apload di sosmed. Dasar ya.


"Rasain kalian berdua beruntung saya sudah melepasnya jadi saya tidak malu akibat ulah mereka. Gak kebayang kalau masih jadi istrinya dia. Malunya mungkin sampai keubun ubun."


Saling serang di sosial media dan saling sindir bukan hanya Nayla yang tertawa terpingkal pingkal Melani pun melakukan hal yang sama. Menurutnya ini sangat lucu daripa nonton kartun spombob.


"Ampun ampunan saya,kelakuan dua orang yang otaknya lagi koslet dan yang satu otaknya sudah di gadaikan di warung sembako."


Melani gatal tangannya jika dia tidak berkomentar di salah satu status mereka rasanya ada yang kurang. Akhirnya dia mengomentari status yang mereka posting.


Dia mengomentari postingan kakaknya. "Makannya di kasih istri baik baik malah ngambil istri yang salah jalan. Rasain tu makan tu cinta atau anak kalian apa kabar awas loh nanti mati kelaparan dalan perut mamanya."


  Melani setelah berkomentar dia blokir kakanya sendiri. Terlalu lebay sehingga bikin malu di sosial media. Mereka lagi saling sindir mereka tidak peduli dengan komentar komentar pedas. Bahkan para tetangga pun ikut berkomentar.


"Rasain itu Edi buang batu berlian dan memungut sampah dijalanan." Komentar dari akun #julaeha.


"Mampus kamu udah di pecat dan kesusahan cari kerja sekarang hadapi wanita sampah dalam rumah." Emot ngakak dari akun #anak jalanan


"Lu mah di kasih istri cantik baik hati nan cantik jelita malah gak bersyukur. Nah sekarang syukurin bang." Komentar dari akun #Nuri syatik.


Edi bukannya di sanjung di media sosial malah di hujat habis habisan. Edi menurutnya kalau dimedia sosial banyak yang dukung ternyata malah malu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2