AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.6


__ADS_3

Nayla saat ini berada dalam ruangan atasannya. Dia harus bagaimana menjelaskan kejadian barusan. Tidak mungkin menceritakan kondisi rumah tangganya dan dia saat ini belum memiliki bukti. Takut dirinya lah yang akan jadi tersangka.


"Ibu Nayla apa yang terjadi dalam rumah tangga anda sehingga sampai harus terbawa sampai di kantor. Jika ada masalah jangan di bawa sampai di kantor. Ini tempat kerja bukan rumah."


  Bara kali ini benar benar tegas. Dia tidak ingin kejadian ini terulang kembali apalagai anak anak mudah bisa memberikan efek trauma atau hal lainnya.


  "Maaf pak saya minta maaf atas kejadian hari ini..."


"Iya tidak apa apa silakan kembali keruanganmu.."


  Nayla keluar dari ruangan berjalan gontai menuju ruangannya banyak bisik bisik dari karyawan lain tapi dia tidak memiliki tenaga sekedar untuk melirik. Sesampainya di ruangannya langsung mendaratkan bokongnya di kursi kerjanya. Tekatnya untuk melaporkan suaminya akan tetap dia laporkan tapi harus mengumpulkan bukti terlebih dahulun, sebagai pendukung. Tidak ingin meratapi orang orang yang tak berguna, menurutnya saat ini kebahagiannya yang paling utama.


Edi saat ini diawasi orang orang kepercayaan atasannya. Bara menyuruh orang kepercayaan untuk mengawasi kinerja Edi di lapangan dan laporan keuangan yang harus di revisi terlebih dahulu. Banyak laporan jika keuangan di pemasaran tak sesuai yang di laporkan. Banyak dana yang hilang secara perlahan dan Edi juga yang andil dalam penggelapan dana tersebut.


   Edi senyum sumringan dia tidak mengerjakan apa apa hanya menyuruh bawahannya untuk bekerja ekstra saat ini dia lagi sibuk dengan hanphone nya vc sama istrinya. Dia tidak mengetahui jika dalam ruangannya ada seseorang yang dia suruh bikin laporan dan itu suruhan atasan mereka. Ternyata Edi sebodoh itu. Dia menganggap bahawannya semua bisa di perdaya.


Jam makan siang pun tiba Edi harus bermanis manis dengan istrinya agar di bilang suami romantis. Dia keruangan istrinya untuk makan bersama di kantin.


  Tokkk....Tokkk

__ADS_1


  Dua kali ketukan Nayla keluar dari ruangannya dengan memasang wajah masam. Dia muak melihat tingkah suaminya. "Sayang kita makan siang bersama di kantin. Mas juga pengen lagi romantis sama kamu, kamu tidak marah kan.." Edi sengaja mengecup pipi istrinya di depan karyawan lain agar di sebut laki laki penyayang. Tapi tidak di gubris dengan Nayla.


  Edi sengaja menarik simpati karyawan lain agar namanya baik baik saja. "Sayang kamu yang selingkuh kok kamu yang masih marah. Apa kurangnya aku sebagai suami.." Edi memasang wajah memelas seola ola dia yang terksakiti.


  Nayla melihat Nuri masuk lif pergi kekantin meninggalkan suaminya yang masih sibuk cari muka di depan karywan lain. Nayla tidak peduli dengan hal itu lagian dia tidak memilik bukti hanya ngomong doang..


"Nur tau nggak mas Edi tadi sibuk cari muka didepan karyawan dan lebih parahnya dia tuduh aku yang selingkuh gila gak tu."


  "Apa...! Gila tu laki. Pokoknya sebentar kita harus labrak itu pekakor dan besok kamu harus lapor ke pak Bara biar dia tau rasa. Setelah itu kamu gugat cerai tidak usah tunggu dia menceraikanmu. Gila gak tu laki.."


  "Iya sesuai apa kesepakatan kita tadi. Jadi kamu harus merekam saura dan aku foto untuk nunjukin ke pak Bara. Dan di ruang tamu kemarin aku liat ada foto pernikahan mereka. Jadi tidak usah di ciduk kagi berduaan."


  "Banyak orang sekarang jadi pe*j**at untuk mencapai tujuan tertentu. Heran sama orang orang tersebut tidak mau terima ke kalahan maunya mau menang tapi seri saja susah."


  Nuri mulai menyindir suami sahabatnya itu. Persetan dia dianggap tidak sopan malah makin membuat Edi tidak betah duduk diantara dua wanita itu. "Sayang aku tidak nafsu makan. Nafsunya itu makan kamu, Edi sambil mengedipkan seblah mata tampa tau malu. Setelah itu berlalu begitu saja.


  Jam makan pun telah usai semua berlomba lomba masuk kubikel masing masing dan ruangan masing masing. Setelah jam istrahat mereka kembali berkutak dengan pekerjaan masing masing. Tak terkecuali Nayla mengerjakan sisa file yang belum di kerjakannya. Nayla mulai kelelahan dia harus bisa karna sedikit lagi selesai.


  Tiba tiba Edi masuk tampa permisi membuat Nayla kaget bukan kepalang. "Mas kebiasaan kamu itu. Kalau masuk ketuk pintu dulu, nggak sopan tau nggak.."

__ADS_1


  "Alah... kamu itu suami sendiri juga. Satu yang ku minta sama kamu, jangan laporin aku ke pak Bara soalnya aku mau kasih yang terbaik untuk anak aku, jadi jangan sampai kamu melapor. Ingat kamu itu mandul jadi patut kamu di madu. Ingat kamu itu hanya pelengkap rumah tanggaku tapi Mira ibu dari anakku. Jadi jangan macam macam."


  Edi sengaja menekan Nayla agar tidak membuka suara atas kasus perselingkuhannya. Dia akan murka jika Nayla menbuat kesalahan yang fatal.


  "Iya mas ngapain juga aku laporin. Kan nanti ketahuan sendiri, ingat mas bangkai itu lebih wangi daripada bunga jadi siap siap saja kamu kehilangan pekerjaan. Ohh iya aku mandul ya. Tapi syukyrlah aku tidak punya anak sama laki laki seperti kamu."


Nayla membalas dengan santai. Dia ingin melihat sejauh mana suaminya. Jika dia melakukan KDRT lagi siap siap membusuk di penjara dan pelakor itu harus di laporkan karna menikah tampa sepengetahuanku.


Edi mengepalkan tinjunya dengan erat, dia tidak terima jika harus kehilangan pekerjaannya. Edi akan menggelapkan uang besar besaran jika dia di pecat dari pekerjaanya akan bikin usaha sendiri dari hasil korupsi di kantor.


  "Sayang maafin mas ya. Aku janji bakal adil seadil adilnya. Kamu tidak kasian sama mas kalau jadi pengangguran.." Edi kembali memelas untuk melancarkan aksinya. Manusia seperti dia tidak mengenal kata tobat.


  Nayla hanya tersengum masam melihat wajah suaminya yang di tekuk sedemikian rupa.


"Mas silakan keluar ini masih jam kerja. Jika kamu tidak kembali bekerja siap siap kamu di pecat." Edi mendengar hal itu menatap istrinya dengan tajam. Dia tidak suka di perinta oleh orang lain walaupun istrinya itu lebih tinggi kedudukannya di kantor ini..


  "Yang sopan kamu. Saya ini suamimu jangan pernah suru suru suami. Kamu itu hanya seorang istri jadi kamu tidak ada hak untuk main suruh saja. Kamu harus belajar etika lagi si Mira agar kamu jadi istri yang benar."


Nayla di suruh belajar dari pelakor. Yang ada adu skil kalau ketemu langsung ngajarin

__ADS_1


__ADS_2