
Satpam yang hendak mendekat berhenti. Karyawan pun mulai panik.. banyak gursak gursuk karna secara spontan Nita berteriak...
"Apa apaan sih kalian, ingat ya jangan macam macam dengan saya karna cincin itu sangat berharga dan itu pemberian calon suami saya."
Nita mengambil ponselnya menelpon ibu lisa karna dia tidak punya nomor bara maka sasarannya ibu Lisa. Berkali kali di telpon tidak ada respon dan begitu pun dengan nomor ibunya malah tidak aktif.
Setela tiga puluh menit berlalu akhirnya dia di usir paksa dari toko emas tersebut. Dia akan mencari Bara di kantornya meminta penjelasan.. kenapa dia di beri cincin palsu dan hampir saja di laporkan polisi..
"Kok bisa orang kaya punya barang KW seperti ini. Atau jangan jangan mereka hanya pencitraan kalau kaya raya." Rancau Nita di sepanjang jalan.
Sesampainya di kantor dia ketemu dengan resepsionis.... "mbak saya mau ketemu dengan mas Bara ada di ruangannya kan...?"
Resepsionis itu kebingungan sebab baru kali ini ada seorang wanita yang songong dan tak memiki sopan santun kalau di lihat dari penampilannya dia bukan seorang pembisnis.
"Maaf mbak pak Bara tidak ada di tempat..." memang pada kenyataanya Bara tidak ada di tempat. Karna saat ini dia bersama ibunya beli seserahan untuk acara lamaran.
"Saya ini calon istrinya. Coba telponkan. Saya tidak mau tau harus ada di kantor dalam waktu lima belas menit." Songong kali dia emang dia siapa sih...
Aneh kan ingat sesuatu yang di sediakan terang terangan belum pasti ori jadi jangan gampang tergiur. Ingat barang replika tidak akan pernah sama walaupun bentuknya sama.
Resepsionis telah mengirim foto Nita yang diambil diam diam dan di kirim sama pak Bara. Resepsionis menerangkan bahwa bosnya harus lima belas menit sudah ada di kantor. Eitsss kaya orang penting saja kan loh Nita.
Bara menemui Nita sesuai yang dimintanya kebetulan dekat dengan kantor. Yang pasti ibunya tak ketinggalan.
"Hallo ibu Nita ada hal penting apa?"
__ADS_1
Nita membulatkan matanya karna baru kali ini Bara memanggilnya dengan sebutan ibu. Apakah dia kelihatan tua? Tentunya tidak juga sih tapi Bara sengaja melakukannya untuk membuat orang tersebut tak nyaman.
Nita mematung di tempatnya. Dia bahkan tidak tau memulai darimana soalnya para karyawan jadi penonton kali ini. Tapi dengan seribu tekad yang kuat dia bahkan merendahkan dirinya sendiri.
"Mas Bara saya dari toko emas tapi katanya cincin ini palsu. Kenapa kamu memberiku cincin palsu mas. ."
Semua orang terbahak bahak melihat aksi konyol itu. Bara hanya tersenyum tipis mendengar hal itu. "Saya tidak kasih kamu cincin itu. Dan itu saya letakan di kamar saya dan kok ada sama kamu..?"
Bara menikmati setiap wajah panik dari Nita. Iya Nita saat ini ketakutan dia kira bisa menindas Bara tapi ternyata tak semudah itu. Nita menggenggam erat cuncin itu, bahwa keringat dingin sudah membasahi tubuhnya saking takutnya.
"Maaf kirain hadiah untuk ku. Makannya saya langsung ambil saja. Solanya sebentar lagi kita akan menikah.."
Bara hanya nyengir kuda mendengar alasan Nita. Dia akui wanita di depannya gak gampang menyerah dan kali ini dia mau liat seberapa kuat dia bertahan dengan mengakuinya sebagai calon suami.
"Ohhh.. iya kapan ya saya akan menikah denganmu dan saya tidak pernah bilang kan lagian saya sudah punya calon istri dan itu bukan kamu."
"Saya bersumpah saya akan gagalin pernikahan kalian. Jika kamu saya tidak bisa miliki. Maka siapapun dia tidak akan ada yang bisa miliki termasuk kamu Nayla."
Nita jalan tak tentu arah. Kenapa ia slalu gagal untuk mendapatkan Bara padahal dia cukup terbilang cantik dan seksi. Bisa dandan, bisa muasin suami di ranjang bahkan kalau suaminya capek kerja bisa di kasih pijatan plus. Tenang saja kalau pijatan gak akan ketinggalan tiap hari yang penting jangan suruh masak, bersihkan rumah, mencuci. Karna dia tidak bisa untuk melakukannya.
Tak terasa Nita sampai di depan toko Nayla. Dia ingin mempermalukan Nayla tapi justru dia sendiri yang malu. Banyak orang yang liatin dia dari atas sampai bawah dan banyak yang saling berbisik.
"Ehhh itu bukannya penipu di toko emas yang lagi viral itu kan. Ihhh amit amit dah nanti emas kita di curi sama dia."
"Ehhhh iya ya bahkan loh tu masih gadis ternyata. Bahaya loh cantik cantik tapi jadi maling. Semoga jodohnya bukan anak saya ya..."
__ADS_1
Ibu ibu geng sosialita itu pada bergidik ngeri. Memang videonya sudah viral bahkan sudah di nonton jutaan orang bahkan sudah di bagikan ke satu juta penonton juga...
Nita justru kebingungan sendiri, dia bahkan tidak menyadari jika aksinya tadi bisa membuat dirinya terkenal. Entah siapa yang merekam aksinya dan itu masih tanda tanya.
"Bu... hati hati itu gadis yang mau nipu di toko emas tapi berhasil di gagalkan sama karyawan tokonya."
Nayla mendapat laporan dari salah satu karyawannya yang kebetulan sudah nonton videonya. Nayla mengenalnya tapi pura pura tidak tau saja. Jika ia di ganggu makan itu video bisa di jadikan senjatanya. Nayla hanya menunggu aksi dari wanita itu jika ia bermain api maka siap siap dia viral untuk kedua kalinya.
Nita masuk dengan angkuh bak artis papan atas masuk dan berdiri di depan nayla. Sambil menatap sinis tapi malah Nayla tersenyum penuh dengan ejekan...
"Ehhh... wanita murahan ingat ya jauhi Bara. Karna kami akan menikah sebentar lagi. Dan gara gara kamu saya gagal di jodohkan dengannya. Jika kamu tidak menjauhi calon suamiku maka toko ini akan segerah tutup.."
Kayaknya Nita lagi mimpi disiang bolong deh. Dia gak punya apa apa tapi sok mau tutup tokonya orang. Iyaain saja Nayla kan kamu gak rugi nyenangin hatinya si markona...
Nayla hanya senyum senyum sendiri. "Jika saya tidak mau! Kamu mau apa?"
Di suruh iyaain aja kok malah nantangin susah memang kalau lawan seorang yang pendiam tapi bar bar.
"Ittsss
Kamu mau nya apa sih. Ingat ya saya kasih waktu satu kali dua puluh empat jam jika kamu tidak menjauhinya maka saya sendiri yang turun tangan..."
Nayla lagi lagi terkeke seperti baru nonton sereal drama upin dan ipin.
"Ohhh... iya kah.. hati hati loh nanti gak bisa ganti rugi. Ntar masuk kantor polisi nangis nangis." Ledek Nayla.
__ADS_1
Nita tidak bisa lagi berkutik dengan ancamannya karna jika ia benaran nekat menghancurkan toko ini maka ia siap siap berurusan dengan kantor Polisi.
"Ka....mu...."