
Karyawan menyiramkan segayung dan alhasil bu Sari basah kuyup. Yang tadinya kesurupan jadi mencak mencak. "Ehhh... pelayan kamu itu saya gaji dan di sini saya bos kamu.
Bu Sari belum juga menyadari semua kesalahannya yang tadi pura pura kesurupan kan. Entah apa yang terjadi apa dia sekarang jadi pikun..
Saat ini mereka bahan cemohan karyawan yang ada di restoran itu. Bahkan Bara keluar dari ruangannya. Yah... Bara lah pemilik restoran ini.
Edi hanya bisa menahan malu, sudah pastilah mungkin Mira selingkuhan Bara. "Dasar wanita murahan dan laki laki murahan kok bisa ya selingkuh apa tidak ada lagi wanita selain istriku. Ganteng ganteng kok doyan istri ku." Guman Edi.
Bugh....bughhhh...
Dua kali pukulan mendarat di wajah Bara. Edi tiba tiba memukul Bara yang natobenenya adalah mantan bosnya.
Pak Bara menatap orang yang ada di depannya seolah itu makanan yang akan di santap habis. Dia ingin membalas tapi dia takut jadi contoh karyawannya. Selain itu dia menjaga sikap karna ada seorang wanita cantik yang bersamanya kini.
Sudah tau belun siapa wanita cantiknya saat ini. Wanita cantiknya saat ini wanita yang mampu meluluhkan hatinya. Wanita yang selama ini dia dambakan. Wanita yang mandiri dan dari dulu sampai saat ini..
Nayla saat ini tidak habis pikir, melihat kelakuan mantan suaminya dan mantan mertuanya, ada apa gerangan karna semakin hari semakin buruk. Datang claim restorannya orang. Bahkan Nayla sangat malu jika dia mengakui bahwa itu mantan suaminya.
"Pak Edi kenapa cari ribut di restoran saya, kamu tau berapa kerugian saya akibat ulah anda, belum lagi makanan anda tidak di bayar."
"Mana ada ini restoran kamu. Jangan ngada ngda ya, ini restoran menantu saya."
Bu Sari tidak mau kalah, justru ini yang membuat mereka di balcist dari restoran ini. "Maaf ya bu menantu anda siapa soalnya bersama ku kini mantan menantu anda.
Bu Sari dari tadi tidak menyadari keberadaan Nayla karna memang Nayla menggunakan riben dan itu mampu tidak di kenali. Bu Sari yang menelisik penampilan Nayla jauh diatasanya. Bahkan sekarang makin cantik saja sudah pastilah jadi rebutan janda ting ting lagi.
"Ohhh bagus kalau ada dia disini, bayarin makanan saya karna dia masih menantu saya." Edi membenarkan ucapan ibunya karna menurutnya Nayla masih istrinya.
__ADS_1
"Iya bayarin makanan kami dan kamu masih istriku karna saya juga datang di sini karna saya tau kamu ada di sini. Lagian makanan kami tidak membuatmu jatuh miskin."
Nayla hanya memutar mata jengah. Karna dia tidak ingin basa basi meninggalkan dua orang yang tidak tau malu itu. Siapa yang makan siapa yang bayar, padahal mereka satusnya hanya mantan.
Nayla telah bersiap pergi tapi tangannya di cekal oleh mantan suaminya. "Kamu mau kemana, tanggung jawab itu makanan kami belum bayar."
Nayla melepaskan tangan nya dengan sekali hentakan. "Apa tidak salah kita sebentar lagi resmi bercerai dan kita sudah talak tiga dan itu artinya tidak ada hubungan lagi antara kita."
Jawaban Nayla menohok. Dia tidak suka drama yang mengganggu hidupnya, sudah cukup di tipu dengan dua manusia itu. Dulu dia sangat percaya bahkan untuk menyenangkan mereka dia memberikan apa pun.
"Maaf ya pak Bara makanan mereka, mereka yang akan bayar sendiri." Lalu dia berlalu pergi. Edi yang kesal dengan Nayla akhirnya mau tak mau dia kembali merendah di depan mantan bosnya.
"Maaf pak bos bisa tidak makanan kami di gratiskan saja. Hitung hitung bos menolong orang kelaparan. Dan bos dapat pahala yang berlimpah."
Bara hanya tersenyum penuh arti, menurutnya Edi telah lancang dan membuat kerugian di restoran miliknya. "Boleh saja tapi motor itu harus jadi milik saya. Kan kamu tidak bisa bayar kan makanannya belum lagi ibu anda yang merusak barang barang saya."
"Pak tapi pulang naik apa kalau diambil motornya pak. Saya tidak bawa uang kasihanilah kami pak."
Bara hanya membuang pandangan kearah lain agar tidak ibah. Walaupun begitu dia merasa iba tapi dia harus kasih pelajaran agar tidak terulang lagi.
"Itu bukan urusan saya. Ini kesalahan anda jadi harus tanggung jawab dan belajarlah untuk tanggung jawab."
Lalu dia langsung mengambil kunci motor itu. Dia sebenarnya tidak ingin memperlakukan manusia seperti ini tapi biarlah agar dia belajar tanggung jawab.
Mau tak mau mereka jalan kaki sejauh lima kilometer. Bu Sari mengomel tak karu karuan. Dalam pikirannya saat ini Nayla. Nayla yang telah menjatuhkan harga dirinya. Bahkan dia sampai provokasi anak laki lakinya.
"Kamu harus kasih pelajaran tu mantan istri mandulmu itu. Saya tidak suka dia permalukan ibu di tempat umum."
__ADS_1
Edi tak berfikir panjang berniat akan menghancurkan toko itu. Lagian toko itu masih ada haknya jadi kalau di hancurkan pasti dia di kasih imbalan.
Ke esokan paginya seperti biasa dia berangkat ke toko sementara Mira entah kemana dari semalam tidak kelihatan batang hidungnya.
Edi tidak peduli dengan Mira yang dia hanya fokus untuk ketemu Nayla saat ini. Dia akan menghancurkan toko itu kalau perlu dia akan memperkenalkan diri sebagai pemilik toko.
Sesampainya di toko sudah ada mobil mantan istrinya dan lagi melayani pembeli. Ini kesempatan nya.
Brakk... brakkk..
Edi mulai melakukan aksinya sebagai laki laki terzolimi, tampa berfikir kalau itu hanya membuat dirinya malu. "Bagus ya suami cape kerja malah kamu tinggal begitu saja."
Semua pembeli melihat aksi Edi ada yang iba dan mulai menyalahkan Nayla ada juga hanya diam menonton.
"maaf ya ibu ibu atas ketidak nyamanan anda."
"Bu itu suami nya kok di perlakukan seperti karyawan biasa."
"Dosa tau bu. Surga kita itu ada di telapak kaki suami."
Dan masih banyak lagi. Edi yang merasa ibu ibu berpihak padanya seolah dia lupa kesalahannya apa.
"Maaf ya bu ibu atas tindakan saya barusan. Soalnya istri saya ini minta cerai padahal saya sudah lakukan yang terbaik tapi akhir akhir dia selingkuh.."
Pohhh.... dasar manusia laknut. Emang ada ya orang play victim seperti ini. Kok malah sekarang kesannya dia menginginkan toko Nayla, seenak undelnya saja kalau ngomong.
Nayla yang sejak tadi hanya diam. Dia tidak mungkin mengusir mantan suaminya di depan semua orang, karna sekarang zaman apa apa viral jadi Nayla tidak mau gegaba mengambil langkah. Dia membiarkan orang lain mencacinya terlebih dahulu.
__ADS_1
Kesabarannya sudah habis tapi dia memilih menekan emosinya agar tidak meledak bisa hancur nama baiknya jika mengikuti emosinya kali ini.