AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.50 BUKAN SOAL WAKTU


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat sehingga keduanya sempat renggang tapi namanya jodoh pasti akan menyatu kembali. Pernikahan mereka sudah semakin dekat. Setelah semuanya di lewati...


Banyak air mata yang tumpah bukan hanya itu perasaan pun ikut di korbankan. Mereka berdua baru saja selesai perang dingin sampai harus orang tuanya yang turun tangan..


Saat ke duanya ada di sebuah cafe untuk makan siang setelah satu bulan mereka saling berdiam diri.


"Sayang kedepannya gimana nanti.?" Nayla hanya diam tak berniat untuk menjawab karna menurutnya itu percuma saja.


Setelah sekian lama diam, makanan mereka akhirnya datang juga. Mereka makan dalam diam yang mereka pikirkan adalah bagaimana mereka seperti dulu lagi tampa ada rasa canggung. Bukan soal waktu tapi soal rasa yang mereka punya saat ini.


''Akhirnya kelar juga.?'' Batin Nayla saat ini. Dia masih canggung karna rasanya sudah mulai kembali tapi bingung untuk berlaku seperti apa.


''Saya antar kamu pulang saja nanti setelahnya baru saya pulang kerumah.''


Setelahnya mereka pulang tapi tak ada kata diantara mereka. Nayla hanya bingung bagaimana dia menikah nantinya jika masih ada rasa seperti ini. Dia kembali ke toko seperti biasa dan tak melakukan bebagai aktifitasnya.


Hari sudah semakin sore akhirnya mereka menyelesaikan berbagai pekerjaan yang akan mereka selesaikan. Kebetulan hari ini gajian mereka akan berkumpul di salah satu ruangan sambil melihat peningktan kinerja karyawannya.


Setelah semuanya selesai mereka pulang ke rumah masing masing. Di perjalanan pulang handphone nya bergetar tapi dia masih bawa kendaraan. Tapi handphone nya terus bergetar mau tak mau dia harus menepihkan mobilnya, karna sangat bebahaya jika sambil main handphone.


Ternyata pesan dari Nuri, banyak panggilan dan banyak pesan masuk darinya. Salah satunya dia minta ketemuan di taman saat ini juga. Nayla tampa pikir panjang akhirnya meljukan mobilnya menuju dimana alamat yang dikirim.


Sesampainya di taman dari kejauhan sudah ada bestinya yang lagi duduk di sebuah bangku tapi beberapa anak kecil temannya bahkan mereka menangis tersed sedu, entah siapa mereka.

__ADS_1


''Hay... sudah lama menunggu maaf ya macet di jalan tadi.''


Nuri hanya terseyum melihat karna ada anak anak yang membutuhkan pertolongan mereka. ''Ayo kita bicara di tempat lain saja.''


Mereka berdiskusi di sebuah taman, karna masalahnya cukup rumit akhirnya mereka memutuskan membawah anak anak itu ke kantor polisi. Anak anak itu di culik oleh oknum oknum yang bisnis perdagangan manusia.


Anak anak adalah target utama yang di perjual belikan, enatah itu di jadiakn pengemis di lampu merah atau hal lainnya. Banyak kehilangan anak dan jarang di temukan.


Mereka berdua membawa anak anak di bawah umur itu di kantor polisi terdekat agar mendapat perlindungan ekstara. Setelah urusan anak anak itu selesai mereka singgah di sebuah warung makan karna sudah larut malam. Handphone nya kembali berdering kali ini dari calon suaminya. Dia hanya mengirim pesan jika dia sedang makan malam.


Hari sudah semakin dekat, mental dan batin semakin bersiteru, walaupun dia bukan pertama kali menikah tapi ini juga tidak mudah apa lagi dia sudah pernah gagal dulunya, dia tak mau lagi gagal untuk kedua kali.


Persiapan sudah hampir rampung kebetulan acara akan diadakan dua hari lagi. Nayla semakin bimbang apakah benar pilihannya saat ini atau justru sebaliknya. Tak ada yang bisa menggambarkan perasaannya saat ini bahkan orang orang di sekitarnya bagaikan musuh di liatnya.


Mau tak mau dia makan yang sudah di masakan mbok Ija, selesai makan dia dijak ke salon untuk perawatan menjelang hari pernikahannya.


Hari inilah saatnya yang di tunngu tunggu, dari jam empat pagi sudah persiapan make up dan persiapan lain lain, karna acara akad diadakan jam 09:00. Hari ini hari yang membuat semuaorang tunggu tunggu. Momen ini di impikan semua orang menjadi ratu sehari di hari yang spesial.


Selesai make up dia siap siap untuk di tuntun untuk duduk di samping calon suaminya. ''Sayang udah siap ayo sudah di tunggu, cie ratu dan raja cantik dan gagah.''


Dia diapit Nuri dan juga Melani. Dia keluar dari kamar jadi tatapan punuh damba. Suara parah tamu hirukuk pikuk, ''cantik sekali calon istrinya.''


''Iya iyah tapi dengar dengar itu janda ya. Kok ada yah janda secantik itu.'' Dan masih banyak lagi ada yang kagum ada juga yang julid.

__ADS_1


Bara mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan napas dan di ikuti kata SAH dari para tamu undangan. Akhirnya sah juga setelah melalui banyak drama. Bahkan banyak para gadis gadis yang menangis bahkan ada juga yang tak relah kalau pria idaman mereka menikah sama wanita lain.


Setelah akad mereka mengganti pakaian ada resepsi mereka. Banyak tamu undangan yang hadir, bahkan mereka ada yang penasaran dengan pengantin wanitanya. Bahkan mantan suaminya pn ikut hadir bahkan mantan mertuanya pun ikut hadir.


Mereka naik di pelaminan serentak. ''Apakah kamu bahagia dengan pernikahanmu kali ini. Jika kamu tak bahagia datang kembali padaku.''


Edi dengan pedehnya, sebenarnya dia cemburu tapi entah kenapa dia tak bisa mengungkapkannya. Dia hanya bisa berucap lirih dalam hati. Mira hanya menatap sinis karna dia kalah saing saa janda. Dia kiranya kan menikahi suaminya kan gila ternyata dia salah bahkan dia mendaptakan yang lebih kaya. Sementara dirinya bukannya bhagia malah melarat.


''Cihh palingan juga pake susuk karna mana ada bujang mau sama janda seperti dirimu.'' Cibirnya.


''Bilang saja kamu kalah saing. Ambil tu saya sudah relakan untukmu, karna sampah cocok tempatnya di tong sampah.'' Balas telak.


Kalau tak banyak tamu sudah diajak gulat tapi dia tahan demi nama baiknya. Mira sengaja menjatuhkan badannya di lantai. ''Aduh kamu jahat bangat sih mbak. Padahal saya hanya ngucapin selamat.''teriaknya histeris tapi lagi lagi malah ada yang tertawa soalnya banyak pasang mata yang melihat.


''Kalau kamu mau main acting jangan di sini bu.''


''Iya yah kok malah bikin rusuh sih.''


''Mau pansos kali, siapa tau mau jadi tamu yang teraniayah.'' Ledek yang lain.


Bukannya di dukung malah di cibir, edi langsung meninggalkan istrinya karna bikin malu saja, dia bahkan malu mengakuinya sebagai istri. Begitu pula dengan ibu mertuanya lansung pergi dari sana. Mereka Langsung pulang tampa peduli bahkan meninggalkannya seorang diri. ''Itu istrimu bikin malu saja.'' Bu sari mengomel sepanjang jalan karna dia sudah semakin jengah dengan tingkah laku menantunya itu.


Bagaimana kah akhirnya?

__ADS_1


__ADS_2