AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.21 Kenapa Harus Melepasmu


__ADS_3

Sepanjang malam hanya ku rwnungi nasib rumah tanggaku saat ini. Entah ada apa sehingga dulu mengambil keputusan yang salah ini. Kuakui tidak ada yang salah dalam hubungan kami dulunya. Apa mungkin saya laki laki egois selama ini. Pekerjaan bagus memiliki istri yang sangat cantik dan perhatian,pekerja keras dan tidak pernah neko neko.


    Sebisa mungkin kuhilangkan namamu dalam hatiku tapi itu sangat sulit, bahkan akhir akhir ini wajahmu lah yang hadir dalam mimpiku. Sedalam itu kah kulukai sehingga dia mejadi wanita yang keras kepala.


  Kenapa dulu aku melepaskanmu. Apa mungkin wanita yang bersamaku saat ini lebih cantik dulunya, tapi kenyataan tidak melebihi kecantikannya. Saya Hanya bisa berdoa semoga kamu mengurungkan niatmu untuk bercerai denganku.


Entah jam berapa semalam tertidur sehingga bangun sudah agak kesiangan, saya tidak mau telat bos katanya mau datang cek toko. Saya tidak mau bos ku memberikan penilaaian buruk karna hanya tidak on time.


Sesampainya di toko sudah hampir jam delapan kurang lima menit. Rina ternyata masih pajang pajang barang karna belum ada pembeli. "Rin kapan bos kita datang?"


  "Sebentar lagi kak Edi.?" Rina memang sering memanggilku dengan sebutan kak. Supaya lebih sopan katanya. Dia lebih mudah lima tahun dariku, dia sudah memiliki suami hanya belum di karuniai anak. Pernikahan mereka sudah tiga tahun tapi mereka layaknya sebagai pengantin baru.


  "Kak Edi itu bosnya sudah datang." Tunjuk Rina di mobil mewah itu, ternyata bosnya si Nayla mimpi apa saya semalam. Kenapa jadi mantan istriku yang muncul dia bahakan begitu cantik anggun hampir saya tidak mengenalinya.


Saya hanya menunduk malu. Ternyata orang yang dia sia siakan selama ini wanita yang ber value. Nayla hanya tersenyum kearahku. Dulu dia berlakukan saya sebagai seorang suami sekarang dia perlakukan saya seorang karyawan.


Kebetulan tidak ada pengunjung toko kami tutup sementara untuk meeting beberapa saat saja. Nayla sebagai bos memberikan sepata kata.


  "Toko saya saya percayakan kepada kalian 70% itu artinya kalian lah yang mengetahui keluar masuknya barang di toko ini tiap hari, tiap minggu dan tiap bulan."


Kami berdua hanya mengangguk. Gaji kami di sini lumayan yah. Karna hanya mempekerjakan dua orang karyawan untuk saat ini. Setelahnya kami bekerja kembali. Nayla entah kemana lagi dia terlihat sempurna pasti banyak laki laki yang mengejarnya saat ini.

__ADS_1


  Saya harus membuktikan juga kalau saya bisa bangkit dan bisa memilikinya kembali, saya tidak rela kalau dia jatuh ketangan orang lain, bagimana pun kami pernah tidur seranjang pasti akan susah lupain saya. Kalau bahasa gaulnya gamon.


Tak terasa sudah saatnya pulang kerja sambil bayangin wajahnya ternyata menyenangkan. "Kak Edi ngapain senyum senyum begitu. Hayo awas loh kesambet hantu ngesot baru kapok"ledeknya sambil siap siap mau pulang.


"Kak Edi ayo buruan keluar atau saya kunci ni dari dalam." Kayaknya bagus juga kalau saya nginap di toko ini saja. Untuk menarik simpati Nayla.


"Rin bisa nggak saya saja yang pegang kunci." Rina malah bengong. Jangan sampai pikiran yang macam macam.


"Maaf kak Edi tapi ini amanah dari ibu Nayla yang pegang kunci hanya saya tidak kalau yang lain."


Saya harus mutar otak ini untuk mendapatkan simpati atau harus memaksanya. Tapi kalau saya memaksanya pasti ini akibatnya fatal nanti saya di pecat.


Keasyikan melamun saya tidak tau kalau Rina pulang kebih dulu. Nanti besok saja kalau perlu saya bilang saja sama Nayla. Pasti dia  kembali sama saya. Dia itu hanya emosi sesaat karna saya madu.


"Kamu apa apaan sih, saya sudah muak sama kamu. Suami pulang bukannya di sambut malah dimarahi. Saya cape baru pulang kerja dan kamy ngapain nungguin saya pulang terus ngomel ngomel gak jelas."


  Ujung ujungnya uang dan uang. Tidak tau apa kerja itu cape cantik tidak, kerjanya di rumah sudah kaya gembel saja. "Mas minta uang."


Dia menengadakan tangannya di depanku. "Kamu bisa nggak tidak usah minta lagi uang, jadilah wanita mandiri apa apa beli sendiri."


Di suruh mandiri malah tidak mau. Alasannya sudah menikah dan nafkah itu kewajiban suami. Ini orang belajar dari mana sih. Masa nafkah kewajiban sepenuhnya suami.

__ADS_1


  Banyak juga wanita sudah menikah tapi harus bekerja dia juga bisa beli apa apa sendiri gak manja. Wanita seperti apa sih ini yang kunikahi.


"Mas jika kamu tidak memberiku nafkah jangan salahkan saya." Dia berlalu masuk dalam kamar entahlah mau ngapain. Saya juka harus istrahat besok juga harus bekerja besok hari.


Tepat jam dua belas malam saya terbangun karna hajat yang harus di tuntaskan. Setelah menuntaskan hajatku saya kembali ke kamar untuk tidur. Tapi anehnya tadi ada bayangan di luar rumah siapa terus itu mobil mewah kok baru pergi.


Ahhh... nanti besok saja mungkin tetangga yang kebetulan cari alamat atau siapa lah gitu. Bodoh amat yang penting bukan maling.


Ke esokan paginya ibu ngomel ngomel karna Mira belum bangun juga tapi saat di cek di kamarnya tidak ada. "Mana itu istrimu kok gak ada dirumah." Pinta Melani.


"Bodoh amatlah terserah dia mau kemana saja." Saya malah bersyukur kalau dai pergi dari rumah ini. Itu artinya Nayla akan kembali lagi. Mana mungkin dia menolak Mira kan sudah pergi jadi gampanglah saya membawanya pulang.


"Kamu gak sayang sama dia mas. Itu loh istri kayamu dan kamu puja puja sampai sampai mas rela membagi waktu." Ternyata Melani masih sensi saja dengan yang terjadi dulunya.


Setelah sarapan saya siap siap berangkat ke toko. Saya harus bisa membujuk Nayla agar saya yang mengelola toko itu. Supaya bisa membanggakan diri lagi. Edi gitu loh. Hehhe..


Sesampainya di toko Rina sudah ada dan lagi sapu sapu halaman toko. "Rina apa kata Nayla apa bisa saya yang pegang kunci."


"Bos Nayla atau bu Nayla kak Edi." Pinta Rina polos juga ini cewe kira kira kalau saya bilang mantan istriku percaya nggak dia yah. Saya masuk pajang pajang barang dan membersihkan rak rak yang berdebu.


Sambil berfikir gimana caranya kunci itu berada di tanganku. Atau saya ambil saja kali yaa. Supaya toko ini jadi milikku lumayan kan kalau di panggil bos Edi.

__ADS_1


Nayla paati kasih lah hanya mungkin si Rina ini yang keterlaluan paling dia mau bersaing sama saya. Tapi biarlah tetap Edi yang menang karna sekarang masih sah suami Nayla.


__ADS_2