AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.27 Kekonyolan


__ADS_3

  Ternyata selama ini maskulin karna hidup di tangan istri yang tepat. Sekarang mah ambur adul, pantas saja si Mira gak betah di rumah....


   Edi melihat menutup mulut dan mual mual dia menghentikan aksinya dia ingin memeluk mantan istrinya tapi dia melihat reaksinya malah bengong.


  "Kamu hamil ya.... amin ya rabbi akhirnya kamu hamil juga."


  Edi sujud syukur dia kiranya Nayla hamil padahal dia bau badan. Dia mengira mantan istrinya hamil bahkan dia berfikir ini kesempatan baginya untuk mendapatkan Nayla kembali. Menurutnya tidak ada yang mau melahirkan tampa ayah.


  "Sayang sudah berapa bulan, kandungannya periksa kedokter ya. USG dulu. Nayla terheran heran melihat reaksi mantan suaminya.


  "Siapa yang hamil...?"


  "Kamu lah siapa lagi. Makannya jadi istri gak usah bawel sudah tau hamil masih juga gugat cerai."


  Nayla menahan napas agar masih tetap waras menghadapi kerasnya dunia. Ternyata dunia ini unik kalau dihayati. Nayla hanya senyum senyum sendiri dia keluar dari dalam toko untuk menggiring manusia parasit itu keluar.  Benar saja Edi ikut keluar dengan baju yang sengaja tak di kancing lagi.


      Nayla langsung mengunci toko dia tidak ingin berlama lama dengan manusia yang menurutnya tak penting lagi. Nayla memutuskan untuk berhenti bekerja di perusahaan Bara dia akan fokus dengan tokonya saja.


   Nayla masuk dalam mobilnya dan pulang kerumahnya, dia tidak ingin berlama lama dengan mantan suaminya itu. Makin pedehkan kan dia kalau di dekatin. Sepanjang jalan mendumel sampai kerumahnya.


  Di perjalanan pulang Edi bersiul sepanjang jalan, impiannya memiliki anak akan segera terwujudkan. Dia sidah membayangkan jika anaknya nanti laki laki.


"Ibu......"


Bu Sari menyambut anaknya itu dengan pertanyaan konyol. "Gimana kamu sudah kasih pelajaran wanita mandul itu...?


  Edi hanya menggeleng mendengar permintaan ibunya semalam, awalnya sih dia ingin menghancurkan toko itu tapi setelah mengetahui Nayla hamil dia urungkan niatnya untuk membakar toko itu.


   "Nayla hamil anak ku bu..."


  Bu sari mematung di tempat karna mana mungkin mantan menantunya itu hamil setaunya kan dia mandul

__ADS_1


"Kok bisa kamu tidak bohongkan sama ibu..?"


  Tanya bu Sari dengan raut wajah terkejut, karna kalau dia punya cucu akan bangga sekali karna memang impiannya selama ini.


  "Mana ada saya bohong bu. Saya buka baju saja dia mual mual. Kalau mual mual berarti dia hamil kan bu..?"


  Bu Sari sangat antusias berarti kamu bisa bawa lagi kerumah ini kan. Supaya ibu makan enak seperti dulu lagi. "Tenang saja bu saya akan bawah dia pulang. Dan ibu makan enak setiap hari dan dia itu punya toko yang tempat ku kerja."


  "Wahhh.... berarti ibu jadi orang kaya lagi kan, bisa arisan lagi, shopping ke mall." Bu Sari sudah membayangkan jika dia bisa pamer lagi dan bisa ikut arisan ibu ibu kompleks lagi.


  Membayangkan uang segepok itu ada dalam genggamannya dia akan membeli emas dan juga tas branded.


  Dia membayangkan membeli restoran yang bikin malu kemarin pun dia sanggup. "Saya akan datang beli satu restotan supayah saya bisa kaya raya.


Edi melihat ibunya senyum senyum sendiri hanya memutar bola matanya malas, sebab sang ibu uang dan uang pun. Dulu Mira ngakunya orang kaya langsung di restui. Sementara Mira belum juga pulang entah dimana larinya. Setelah sekian lama akhirnya Mira pulang juga setelah kejadian malam itu.


  Bedanya kali ini dia tidak bawa pulang apa pun selain keu pia yang di jual di pinggir jalan. Matanya sembab entah apa masalahnya. Bu Sari sebenarnya geram melihat tingka laku Mira pergi tampa izin pulang pun tampa bawa apa apa.


  Pertanyaan tersebut menyulut emosi Mira yang dia sempat pendam.


  "Mau di beli di pinggir jalan, di pinggir kali atau bahkan di pinggir desan sekaligus saya tidak peduli.! Teriak Mira..


   Plakkk....


"Jangan teriak teriak di rumahku. Dasar wanita tak tau malu. Bisanya bikin ulah, ingat ya gara gara ulahmu saya sampai pulang jalan kaki."


  Mira memegang pipinya bekas tamparan bu mertuanya sendiri, dia memang sempat berbohong tapi karna ke rakusan mereka tidak di saring terlebih dahulu.


  Edi yang mendengar keributan di luar dia langsung keluar. Tapi dia melihat Mira timbul penasarannya.


"Mira kamu baru pulang ya.?"

__ADS_1


  Mira hanya mengangguk karna memang gak memiliki tenaga lagi untuk bicara lagi.


  "Kamu darimana saja, kamu berhasil buat saya malu tau nggak. Kenapa kamu calim restoran itu restoranmu, gara gara kamu saya di pandang rendah istri saya sendiri.." edi mengeluarkan uneg unegnya.


  Mira hanya tersenyum simpul. "Itu memang restoran punyaku, itu restoran yang bersaing denganku. Kemarin saya sengaja beli di sana supayah aku kelemahannya."


Mira mulai lagi menciptkan kebohongan lain, dia ingin tinggal di rumah ini lebih lama lagi. Dia tidak ingin pulang kampung, karna di kampung malu punya ibu hanya penjual sayur atau kue kue basah.


Dia datang ke kota untuk hidup enak bukan untuk hidup susah padahal sama saja hidupnya terlunta lunta.


Incarannya sekarang laki laki kaya yang lagi tajir melintir. Tapi susah untuk dia dapatkan saat ini. Kemarin ketemu sama pria tampan masih mudah tapi di godain malah di bikin malu di tempat umum.


Mereka makan seadanya malam ini jangankan ikan tempe saja sudah syukur bahan makanan sudah habis yang diambil dari toko sembako Nayla. Edi berniat kembali besok pagi ke toko itu lagi.


Selesai makan malam Edi mengutarakan niatnya untuk membawa Nayla kembali dalam kehidupannya. "Saya akan bawa Nayla pulang untuk jadi istriku lagi."


"Apa....?" Kedua wanita beda usia itu berteriak dengan makna yang berbeda.


"Mas yang benar saja... masa iya kamu bawa masuk lagi istri mandulmu itu..."


"Iya. Karna dia hamil anak ku jadi dia tidak mandul jadi berhenti ngatain dia mandul...!" Tekan Edi.


Mira hanya dia entah apa yang ada dalam fikirannya saat ini. Dia tidak terima kalau mantan istri suaminya itu datang lagi dalam kehidupan rumah tangga mereka.


"Mas benaran dia hamil anakmu. Soalnya kalian sudah cerai loh, masa iya hamil."


"Kamu tau dari mana kalau mantan istrimu tu hamil mas... atau jangan jangan kalian main api ya di belakangku...? Tuduh Mira tak berbobot,


"Saya tau lah kalau dia hamil pasti mual mual kan kalau orang hamil. Itu sudah tadi mual mual tadi pas saya buka bajuku di depannya.."


"Apa...? Buka baju di depan wanita yang bukan mukhrim mu lagi mas... demi apa mas.. ngapain kamu buka baju di depan wanita lain. Pantas saja kamu tidak mau di sentuh mas padahal kamu main belakang sama istri kamu.

__ADS_1


__ADS_2