AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.42


__ADS_3

Nita sebenarnya geram di perlakukan seperti saat ini. Tapi apa lah daya demi ingin menikah dengan Bara harus menahan diri.


  "Bu bisa kah saya bermalam di sini saya takut sendiri di rumah. Ibu saya pergi keluar kota." Bohong Nita


Tentu saja dia berbohong dia merencanakan hal lain jika di izinkan untuk tidur malam ini. Saat ini biarlah dia menjadi penakluk hati pria. Memang sih gak wajar ngejar ngejar laki laki tampa ada kepastian.


  Lisa ragu untuk mengizinkan anak sahabatnya untuk menginap pasalnya dalam rumah ini ada Bara jangan sampai dia tergoda. Tapi pikiran dan hatinya perperang antara ya dan tidak. Sisi baik Lisa muncul tapi gak singkrong dengan pikirannya.


  Mau tak mau akhirnya menyuruh ART nya untuk membersihkan kamar untuk Nita. Nita di ruang tamu sedang tersenyum licik dan akhirnya bisa menjalankan rencananya.


  Tepat jam dua belas malam Nita mengendap ngendap naik ke kamar Bara. Dan aksinya tentu ketahuan dari dalam kamar. Bara tersenyum licik melihat wanita yang berambisi. Kebetulan Bara dalam kamarnya ada sebuah pintu rahasia yang tak pernah di ketahui oleh orang lain.


  "Lihat saja kamu akan malu sendiri dengan perbuatanmu. Saya menjauhimu secara baik baik malah kamu semakin nekat, jangan salahkan saya jika saya melakukannya di luar nalarmu." Guman Bara.


  Bara masuk dalam ruangan rahasianya yang tak pernah di ketahui orang rumah. Kunci di dalamnya pakai kode dan di tutupi oleh lukisan. Jadi orang tidak ada yang menyangka jika itu pintu.


Bara tidur dengan nyenyak di dalam ruangan rahasianya sementara kamarnya sengaja tidak di kunci. Dia meletakan beberapa uang di laci kamar dan meletakan ada beberapa perhiasan.


Bara hanya memantau nya dari jauh dan dan aksi Nita benar benar nekat.


  "Bara sayang saya datang..." dia memakai pakaian kurang bahan dan mungkin siapa saja yang berada di sana sudah pasti hilang kendali.


Bara menutup matanya agar tidak tergoda dengan hal itu. Sementara Nita sedikit keheranan dia tidak menemukan orang yang punya kamar. Sudah di geledah semua dalam kamar tapi gak ada.


"Mas Bara kemana sih kok gak ada dalam kamarnya. Aneh itu orang mau di kasih makan burung pipitnya malah menghilang." Guman Nita.

__ADS_1


  Sementara Bara terbahak bahak. Yah walaupun begitu suaranya gak sampai di luar karna sudah kedap suara.. "dasar emang enak gwe kerjain, aneh si kalau ada wanita yang seperti ini."


  Nita mengambil perhiasan yang ada di dalam kotak berupa cincin. "Uhhhh... mantap nya ini kalau di jual harganya fantastis. Ambil..  ahhh..."


  Ambil satu tak apa apa pikirnya karna mereka orang kaya hilang pun tidak apa apa kan bisa beli lagi. Begitulah yang ada dalam otaknya saat ini. Nita kembali ke kamar dengan hati yang riang. Gimana tidak riang dia tidak menaklukan Bara malam ini tapi dia mendapatkan cincin bertata berlian.


Besok pagi dia akan memakainya di depan Bara. Dia akan berperan jadi tunangannya kali ini. Semua orang sudah berkumpul di meja makan dia datang terakhir sambil memamerkan cincinnya saat di meja makan.


  "Ibu... mas.... boleh bergabung nggak..?"


Lisa hanya mengangguk tapi dia tak enak dengan anak laki lakinya. Bara hanya diam tak menyahut dalam perbincangan apa pun. Bara melirik jari Nita sambil tersenyum misterius. Mungkin pengen di tegur tapi Bara tak melakukan itu. Lagian itu cincin tak ada apa apanya menurutnya.


Bara selesai sarapan langsung pergi begitu saja tampa pamit sama siapa pun. Bahkan tak melirik siapa siapa lagi. Bahkan dia tak menerbitkan senyum.


Sudah satu minggu berlalu Nita ingin menjual cincin tersebut. Karna Bara tak memberi tanggapan apa pun jadi dia beranggapan bahwa itu memang di sediakan untuknya. "Bara royal juga mungkin begitulah laki laki mencintai seseorang pasti akan royal walaupun terkesan cuek."


"Nita cincin itu jangan di jual, kamu tau kan harganya sangat fantastis. Dan itu tidak semua orang punya hanya beberapa orang di dunia ini saja."


Nita tetap nekat dan uangnya akan di gunakan untuk liburan keliling eropa. Kapan lagi kan kalau bukan sekarang dan dia akan jadi nyonya Bara sebentar lagi.


"Saya tetap akan menjualnya bu. Saya akan keliling eropa seperti orang orang terkaya jadi gak perlu kerja keras untuk pergi liburan."


Bu Rita hanya geleng geleng kepala melihat keras kepalanya anak semata wayangnya. Mereka terbilang cukup kaya dan aset almarhum suaminya juga banyak tapi habis di pake foya foya. Sementara aset dan sahamnya tidak di kelola dengan baik.


Nita pergi ketoko emas sambil menghayal uang satu miliyar masuk dalam rekening pribadinya dan dia akan ke benua eropa untuk happy.

__ADS_1


"Sebentar lagi saya jadi orang kaya.." guman Nita yang di dengar oleh sopir Taxi itu. Sopir taxi hanya geleng geleng kepala melihat senyuman penumpangnya sedari tadi.


Sesampainya di toko Emas Nita masuk dengan riang melangkah dengan pasti. "Mbak saya pisa pelayanan cepat dari toko ini."


Sementara pegawai toko itu keheranan pasalnya tidak ada karyawan di minta prioritaskan kecuali orang orang tertentu saja.


"Maaf kamu sudah ada janji sama sama onwernya." Pelayan toko emas itu saling lirik dengan kawannya.


"Kecuali janjian dulu ya. Ingat ya saya orang kaya dan saya akan menjual perhiasan saya yang langkah dan nilainya tidak tanggung tanggung."


Semua pengunjung melihat kearahnya tampa rasa malu dia mengatakan nilai perhiasannya itu. Memang sekilas perhiasan itu layaknya Asli tapi taukah pemirsa itu cincin apa?


Sudah tau belum itu cincin asli atau palsu? Belum kan atau sudah ada yang bisa nebak.?


"Ini kalau tidak percaya."Nita memberikan perhiasan itu sama karywan yang ada di situ.


"Tunggu sebentar ya mbak kami akan mengeceknya dulu.."


"Ralat mbak panggil saya dengan 'sis..' jangan sembarangan untuk memanggil saya.."


Karyawan tersebut minta maaf walaupun itu panggilan yang tidak salah atau sudah lumrah di lakukan. Setelah itu karywan saling lirik.


Hasilnya itu emas palsu yang memang di sengaja di desain sedemikian rupa sehingga menyerupai aslinya. Pastinya orang yang mendesain perhiasan tersebut orang ternama dan hanya dia yang bisa mendesain hal itu.


Para karyawan memanggil menejer toko untuk menangani kasus ini karna biasa ini tipu daya yang akan merugikan toko. Biasa penipu pura pura menjual barang palsu dan menukarnya dengan emas palsu. Semua security di perintahkan untuk mendekat takutnya dia penipu kelas kakap yang jago hipnotis orang...

__ADS_1


".... BERHENTI....."


???


__ADS_2