
Menahan emosi sangat tidak mudah, tapi yang dia selalu memancing kemarahanku. Semua di claim sama dia, apa dia fikir ini hasil kerja kerasnya, dia bahkan menjatuhkan talak di depan banyak orang miris kan.
Memang definisi laki laki yang tidak tau malu. Saya harus bangkit dari rasa sakitku, saya harus bangkit dari kerterpurukan ku yang dia ciptakan, saya lupa bagaimana dahulu dia meyakinkanku agar benar benar mencintainya.
Dulu saya terluka saat mengetahui kebohongannya dan keluarganya berharap dia masih bisa berubah padahal malah lebih parah. Kalau saya tau begini adanya saya tidak akan pernah menerimanya bekerja di toko ini.
Lebih baik saya pecat saja. Saya sudah tidak bisa mempekerjakannya di sini sebelum dia bertindak semaunya. Saya tidak ingin makin buruk dimata orang orang biarlah saat ini saya lah penjahatnya..
"Maaf pak Edi anda bukan suami saya lagi. Kita sudah bercerai dan sebentar lagi sidang putusan akan berakhir..."
Semua orang terperanga dengan ucapanku. Mungkin mereka yang taunya dia hanya seorang karyawan padahal saya mempekerjakan dia karna kasian melamar sana sini tapi gak di terima. Tapi malah dia salah artikan rasa kasianku.
Mungkin begini rasanya kalah dengan rasa peduli, saya peduli karna dia laki laki yang pernah singgah dalam hidupku, laki laki pertama yang membuatku jatuh cinta, laki laki pertama juga yang menggoreskan luka.
Tetap saja rasa iba ini muncul walaupun dia pernah melukaiku entah saya sendiri tidak mengerti...
"Kamu apa apaan gugat cerai saya. Ingat ya saya tidak pernah ridho dan saya tidak akan datang supaya gugatan kamu tidak di kabulkan." Edi merancau kelihatan bodohnya. Entah pelajaran dari mana jika dia tidak datang gugatan pemohon tidak kabulkan.
Saya hanya geleng geleng kepala, melihat kelakuan mantan suamiku, jika saya pertahan kan rasa ibaku ini akan menghancurkan diriku sendiri. Saatnya saya akan menghilangkan rasa iba dalam diriku...
"Maaf ya pak Edi mulai sekarang saya pecat dari toko saya. Silakan kamu cari pekerjaan lain. Toko ini ada setelah kita sudah bercerai. Kamu sudah jatuhkan talak tiga dan itu artinya kita tidak bisa rujuk kembali. Kecuali saya harus menikah dulu dengan orang lain.."
Setiap kata yang ku keluarkan mengandung makna yang tak terpatri di bibirku selama ini. Dia ingin meraih tanganku tapi saya menjauh dan tak ingin di sentuh lagi olehnya.
__ADS_1
Ku genggam jemariku sendiri berharap kekuatan yang ada dalam diriku. Mulai hari ini belajar menjadi orang yang egois biar saja.
"Maafkan saya Nayla. Bagaimana pun kamu masih istriku dimata negara dan kamu wajib menuruti kata kataku dan tidak ada yang memilikimu selain diriku. Dan gugatan mu batalkan segera dan saya talak kamu itu hanya sedang emosi saja."...
Cihhh... ini manusia gak penuh kayaknya. Saya tidak akan luluh lagi walaupun dia sujud di batu nisanku nanti. Saya tak ingin lagi berhubungan dengan dirinya serta keluarganya.
"Maaf yah pak Edi silakan keluar dari toko saya. Kita sudah cerai dan kita tak akan kembali lagi. Jangan jadi pecundang..."
Dia mengeaplkan tinjunya matanya memerah yah kali dia emosi emang benar kan dia pecundang tak berani hidup diatas kaki nya sendiri. Emang saya takut kalau saya marah jika dia menghancurkan tokoku bisa saya laporkan kepolisi.
"Sombong saya akan hancurkan toko ini. Ingat bagianku dari toko ini lima puluh persen dan di dalamnya ada uangku..INGAT JANGAN SERAKAH...!"
Idih yang serakah siapa. Emang uangnya ada itss.... ini mi manusia yang minim pengetahuan. Atau dia ketularan istri kayanya itu. Belum kapok rupanya semalam di suruh jalan kaki. Baiklah kalau kamu main main saya akan meladeninya.
Tadi niatnya mau kasih gajinya walaupun dia sudah utang sembako tapi karna dia menatang maka saya tidak akan bayar tenaganya. Terserah apa kata orang orang yang penting kewarasan diriku saat ini.
"Kamu dosa mengusir suamimu sendiri kamu itu dzolim sama suamimu sendiri dan kamu itu mau di laknat sama Allah..."
Saya tidak peduli biarlah jadi pendosa untuk hari ini. "Rina silakan tutup toko besok saja baru mulai bekerja hari ini kamu istrahat dulu."
Rina langsung menutup toko dan kami beriringan keluar dari toko tapi anehnya mas Edi masih bertahan dalam toko. Ngapain lagi sih ini manusia bikin ulah terus...
Di luar kami menunggu dia keluar supayah toko kami kunci tapi berjam jam berdiri tapi tidak keluar juga.
__ADS_1
Rina saya suruh pulang duluan saja karna jemputan nya sudah ada. Dia sempat ragu untuk meninggalkan saya tapi saya yakinkan bahwa baik baik saja. Lagian saya sudah mengenal karakter mantan suamiku jadi saya tidak terlalu takut.
Saya masuk kembali dalam toko. Saya liat dia tersenyum kearahku yang membuatku muak. Jika dulu senyum itu canduku sekarang sudah beda. "Keluar saya mau tutup toko."
"Kenapa harus keluar. Cepat amat kamu tidak kangen sama saya. Kamu sudah lama tidak saya sentuh pasti kamu kangen kan sama saya. Sudah tidak ada orang ayo...."
Sambil mengerlingkan matanya. Ihhh.... bisa nggak di tonjok matanya menjengkelkan dia kira saya haus kasih sayang apa.
"Ayo buruan tutup saja pintunya saya akan memuaskan kamu. Ayo sini..."sambil menarik tangan ku.
"Apaan sih lepasin... saya tidak mau kita bukan suami istri lagi jangan sentuh saya lagi..." saya berusaha memberontak tenaganya lebih besar dari saya...
Dia mulai mencium bibirku tapi saya slalu menghindar.. dia membenturkan kepalaku di meja kasir dan bethasil membuatku tak berdaya. Dia mencengkram daguku saya mendongak keatas mata kami bertemu pandang...
"Saya minta kamu baik baik tapi kenapa menolak ku... kamu kira wanita mandul jadi janda akan di nikahi tidak... ingat bersyukur jika kamu mau saya oungut kembLali..."
Dasar laki mokondo mau menang sendiri ternyata dia. Saya berusaha mengumpulkan tenaga untuk melawan setidaknya saya bisa keluar dari toko ini. Tapi makin kuat cengkaramannya di daguku..
"Kenapa hummm? Mau lari iya kemana ? Apakah orang orang percaya jika saya lakukan kekerasan padamu. Saya akan buat kamu menderita hari ini..." dia menghempaskan wajahku kesamping.
Dia mulai membuka kancing bajunya. Uuwwweekkk...
Ketiaknya bau jengkol, ihhh gak pernah pake deodorant apa. Atau gak pernah mandi selama sebulan atau mandinya tidak bersih. Pertanyaanku menumpuk semua di kepalaku dan dulu selama tinggal sama saya dia jadi pria maskulin. Pantesan saja dia selingkuh sekarang sudah burik mau kembLi sama aku.
__ADS_1
Hedeewwa ferguso kasian amat hidupmu...