AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.30 Takut Patah Hati


__ADS_3

Suasana semakin canggung ketika bara mengutarakan niatnya, dia tau ini masih masa idah tapi dia tidak ingin keduluan laki laki lain.


"Nayla saat masa idahmu selesai saya akan melamarmu.! Saya bukan laki laki yang romantis tapi ketahuilah saya mencintaimu dan ingin berumah tangga denganmu."


Dag..dig...dug....


Bunyi jantung Nayla tak beraturan dia tidak tau rasa ini untuk siapa yang jelas dia tidak ingin menentukan arah saat ini.


Terlalu cepat dia mendapatkan sosok laki laki yang menurutnya lebih baik, kaya dan dermawan ke semua orang. Tapi Nayla bergeming dia tidak ingin sakit hati lagi terlebih bukan waktu yang tepat saat ini.


"Maaf pak Bara..! Carilah wanita lain yang lebih baik dari saya." Nayla menjawab dengan wajah tertunduk. Kayaknya lebih menarik tehel yang dia pijak daripada cogan yang ada di depannya saat ini.


Bara menghembuskan napasnya dia tidak tau bagaimana romantis dengan seorang wanita, bahkan dia tidak tau membujuk wanita ketika marah.


Setelah seminggu setelah kejadian di cafe itu mereka tidak lagi saling komunikasih masing masing sibuk dengan pekerjaan masing masing. Bara berada di cafe yang sama dengan Nayla, dengan tujuan yang berbeda jam makan siang. Nayla hanya sekedar menghilangkan penat sementara Bara ada urusan dengan klien.


Bara menemui seorang wanita cantik seksi kelihatan dengan pakaiannya yang super duper ketak. Namanya Saras, saras salah satu perwakilan dari perusahaan DELTABIN yang akan bekerja sama dengan perusahaan Bara yaitu MALTE BAR.


Selesai meeting mereka makan siang bersama. Saras menyuapi Bara dengan telaten laki laki itu tak mampu menolak suapan demi suapan yang di berikan.


Nayla hanya meringis melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Dia tidak menyangka laki laki itu akan sama semua. "Ternyata laki laki itu sama ya, sama sama pembual."


Ternyata Bara bukan laki laki yang tepat, dia tidak memungkiri jika dia sangat cemburu saat ini. Laki laki yang sama mengutarakan keseriusannya minggu lalu tapi saat ini dia suap suapan sama wanita lain di tempat umum.


Siapa pun yang lihat pemandangan itu pastilah sepasang ke kasih yang lagi bucin bucinan. Nayla tidak sengaja menyenggol kotak tisu yang ada di mejanya sehingga banyak pasang mata yang menoleh kearahnya termasuk Bara.


Prangggg....


Nayla memungut kembali kotak itu dan pergi kekasir untuk membayar makanannya. Bara yang menyadari kesalahannya menjauh dari Saras tapi namanya juga ulat bulu selalu bisa menggelitik.

__ADS_1


Bara ingin mengejar Nayla yang sudah keluar dari cafe tapi Saras menarik tangannya.


Uhhh... dasar ulat bulu sembarang orang nempelnya. Bara juga gima sih Bar konsisten dong...


"Bara sayang makan dulu ini makananya kan belum habis."


"Maaf bu Saras saya mau makan sendiri saja. Saras tidak suka penolakan dia mengancam akan membatalkan kerja sama mereka.


"Kamu saya akan batalkan kerja sama kita, saya tidak suka di tolak ingat ya kerja sama kita sudah berjalan tiga tahun kenapa kita tidak bersatu saja."


Bara saat ini di lemah, Bara kelemahannya diancam oleh seorang wanita dan dia akan tunduk dan mau mau saja. "Baiklah beri saya waktu dua hari untuk menentukan pilihan. Saya akan minta maaf dulu sama calon istri saya." Tutur Bara membangkitkan emosi Saras...


"Calon istri kamu bilang. Saya sudah lama suka sama kamu dan kamu ngerti tidak saya berharap kamu jadi suamiku."


Bara tercengang dia memang suka wanita yang seksi tapi dia juga tidak akan menikahi wanita yang seksi kemana mana. "Maaf Saras tapi saya sudah memiliki seseorang yang akan saya jadikan istri.


Memang Bara perhatian ke Saras tapi hanya menganggapnya teman bisnis jadi harus di perlakukan dengan baik. Sebaik baiknya manusia pasti ada buruknya juga.


"Saras saya menganggapmu hanya teman tak lebih dari itu." Memang kenyataan seperti itu.


Saras menggeram melihat Bara meninggalkannya begitu saja. "Wanita itu harus hilang dari dunia ini."


Guman Saras yang selimuti kabut hitam. Amarahnya saat ini bisa saja akan menimbulkan kerugian untuk dirinya sendiri. Dia sudah lama menyimpan rasa sama lawan bisnisnya itu tapi apalah daya cintanya bertepuk sebelah tangan.


Nayla mencoba menyibukan diri dengan berbagai macam aktifitas di tokonya, nyapu sampai ngepel terus pajang pajang barang dia lakukan. Yang mengundang tanya dari Rima tapi tak bisa bersuara. Dalam fikirannya bosnya itu lagi rajin biar sudah bersih di sapu kembali.


Barang yang sudah terpajang, dipajang ulang. Tapi tetap saja pemandangan yang dialihat tadi sangat mengganggu fokusya. Orang tanya apa dia jawabnya apa.


"Bu kalau sabun letaknya bagian mana ya."

__ADS_1


"Ngapain kamu nanya kamu belum puas suap suapan sampai ganggu saya lagi kerja."


Pembeli tersebut hanya meringis sudah bisa dipastikan ketemu orang yang lagi patah hati.


Nayla sudah saatnya pulang tapi belum ingin pulang dia ingin membongkar pajangan yang tadi harus estatik kalau pelakor datang harus kesasar dalam toko ini.


Nayla pulang sudah jam sepuluh malam dengan wajah yang kelelahan karna meluapkan amarahnya dengan cara bekerja. Akibat kelelahan dia tidur di sofa ruang tamu.


"Astaga non.. ngapain tidur di sini.."pekik bi Ijah tapi Nayla sudah pulas tidurnya. Bi ijah mengambil selimut dan menyelimuti tubuh bosnya itu.


Bi Ijah ikut tidur di ruang tamu. Dia baring di karpet yang memang di gelar di ruang tamu.


Ke esokan paginya semua orang sibuk dengan berbagai aktifitas kecuali Nayla dia saat ini masih tidur di sofa dengan pulasnya.


Bara sibuk memanggil tapi ponsel Nayla hilang dari radar. Nomornya tidak aktif dari kemarin, Bara hari ini dia akan memberikan kejutan tapi dia sibuk mikir apa yang di sukai dari wanita. Bunga kah? Coklat kah? Atau barang barang mewah tapi apa namanya.


Setelah berfikir beberapa saat akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Saras dia minta Saras untuk menemaninya ke mall dan menemaninya memilih cafe yang akan di dekor ala ala romantis gitu.


Saras saat ini lagi bergandengan tangan dengan Bara memilih beberapa barang barang mewah.


Tas cantik pilihan Saras dan dengan pedehnya Saras merupakan itu untuk miliknya. "Mas ini buatku makasih yah mas...."


Bara langsung mengambil alih paperbag tersebut, Saras belum menyadari jika itu bukan lah untuknya melainkan untuk sosok yang di dambakannya.


"Mas gak sekalian perhiasan satu set.." Saras memberi usul ketika mereka melewati toko emas. Saras memnfaatkan keadaan dia memilih satu set perhiasan yang paling mahal tampa tanya harga Bara langsung mengiyakan. Lagi lagi Bara mengambil alih perhiasan tersebut.


"Mas gak sebaiknya saya pakai saja perhiasannya sekalian loh kalau cantik kan aku jalan sama kamu."


"Gak usah balas Bara acuh tak acuh. Dalam fikiran Saras saat ini mungkin dia menunggu momen romantis apa lagi besok ulang tahunnya. Sudah pasti Bara memberinya kejutan...

__ADS_1


__ADS_2