AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.35 Apa Dia Masih Hidup


__ADS_3

Nayla berusaha menyalip mobil mobil di depannya tapi tidak bisa. "Ahhh sialan siapa sih yang suka jadi penguntit di pagi buta seperti ini. Mobil sudah tak sepadat tadi.


Sementara mobil di belakangnya seorang wanita yang di selimuti kabut kemarahan yang sudah di ujung tanduk.


Dia akan melakukan apa pun untuk menyingkirkan wanita saingannya. Ke asyikan melamun dan merencanakan sesuatu dia tidak menyadari mobilnya keluar jalur. Dari arah yang berlawanan ada sebuah mobil yang melaju yang tak kalah cepat, bisa di pastikan kecepatan tinggi...


Seketika jalan menjadi mencekam kecelakaan beruntun tak terelakan lagi..


Piiipppp....piiiipppp


Suara klakson mobil saling bersahutan sebelum terdengar dentuman yang cukup keras..


Brakkk....brakkkkk


  Mobil yang di kendarai viola bertabrakan sebelum menghatam mobil kontener yang kebetulan lagi melintas. Proses evakuasi berlangsung cukup lama. Ke tiga mobil yang terlibat kecelakaan akan di periksa.


  "Masih.... hidup kah....?"


Pertanyaan seseorang yang mengeluarkan Viola dari dalam mobil. Viola meninggal di tempat akibat kecelakaan itu dan di bawah ke RS terdekat.


  Nayla menoleh kebelakang untuk mencari keberadaan mobil tersebut, kok cepat ngilang nya padahal tadi ngikut. Mungkin iseng kali dia. Begitulah monilog Nayla.


  Sesampainya di toko ia beraktifitas seperti biasa, memeriksa barang barang yang kurang atau belum tersedia di tokonya.


"Alhamdulillah gak nyamgka punya toko sebesar ini padahal dulunya hanya iseng doang." Nayla sedikit menyesal karna kenapa harus cerai baru punya toko."


  "Bu hari ini sedekah jum'at berkah bu." Salah satu karyawan mengingat tentang rutinitas mereka setiap hari jum'at.


  "Ohhh iya silakan kamu pesan seperti biasa ya untuk di bagikan ke orang orang yang membutuhkan." Kebetulan di depan toko ada rumah makan yang tersedia berbagai hidangan.


  Nasi campur 100 box untuk di bagi bagikan ke anak anak jalanan pemulung dan lain lain. Itulah rutinitas Nayla setiap hari jum'at.

__ADS_1


  Sementara di kantor Bara kedatangan ibunya. Ibu Lisa datang untuk meminta anaknya menerima perjodohan yang akan di lakukan.


  "Hay kesayangan ibu. Siap siap gih, saya mau kamu temani ibu  pergi makan, nanti ibu kenalin sama gadis cantik kaya bule bule gitu loh.. "


Bara sama skali tidak tertarik dengan ajakan ibunya, dia ingin fokus hanya satu wanita dalam hidupnya. "Maaf bu saya ada kesibukan jadi gak bisa saya temani lain waktu saja."


Mendapat penolakan itu Lisa tidak terimah dia mau nya anaknya harus menikah secepatnya sebelum gadis itu di pinang orang.


  "Ibu maunya sekarang soal pekerjaan itu gampang kamu suruh saja orang kepercayaanmu. Lagian ibu baru pertama kali minta di temani kan."


  Bara mengacak rambutnya kasar, dia kewalahan sendiri menghadapi keras kapala ibunya. "Ibu saya sudah punya calon istri, hanya dia lagi sibuk makannya saya belum kenalin ke ibu."


  "Benarkah? Siapa dia? Apakah saya menegenalnya?"


Lisa sangat antusias mungkin saja pilihan anaknya lebih cantik dari pilihan dirinya. "Kalau begitu kapan kalian akan menikah?"


  "Tunggu beberapa bulan lagi bu. Saya akan menyelesaikannya dulu pekerjaan yang terbilang butuh kosentrasi ini."


  Bara meneguk silvanya dengan susah paya. Gimana kalau ibunya tidak restui hubungan mereka. Dia mencoba membujuk ibunya jika wanita pilihannya seorang janda.


"Bu tapi dia baru baru selesai cerai. Dia orangnya baik kok bu, dia juga termasuk tipe saya." Bara sambil menunjuk dirinya sendiri.


Lisa shok dengan pilihan anaknya itu, bisa tercoreng nama baiknya jika anak satu satunya akan menikah dengan jendes. Kan gak lucu dia jadi trending topik di geng sosialitanya.


  "Nggak ... ibu gak ridho kalau kamu menikah sama dia. Mendingan sama anak teman nya ibu yang jelas jelas masih perawan ting ting."


  Bara hanya tersenyum, jaman sekarang sudah jarang menemukan gadis gadis perawan. Ada tapi bisa di hitung dengan jari. Apa lagi anak anak yang tinggal di kota dan pergaulan nya sangat bebas.


  Tapi semua itu tergantung sama wanitanya saja. Itu bukan standar wanita yang akan di jadikan seorang istri, yang jadi patokan wanita bersikap dewasa sopan dan santun.


  "Bu tolong lah. Ibu kan belum mengenal orangnya." Please bu restui kami saya sangat berharap dia akan menjadi istriku." Bara memohon sambil memegag kaki ibunya.

__ADS_1


Lisa sebenarnya iba tapi dia tidak ingin tertipu dengan jendes. Mungkin saja anaknya di pelet sampai Bara tidak sadar.


"Kamu bawah di rumah wanita itu. Saya tidak ingin kamu salah pilih, apa kata dunia kalau anak bujang ibu nikah sama jendes kan gak lucu."


Lisa merencanakan sesuatu. Dia akan menghadirkan pak ustad untuk merukiyah anaknya itu. Spa tau kan da kerasukan jin sampai sampai idamannya seorang jendes.


  Di masyarakat memang status jendes itu. Status yang paling sering di gunjingin orang orang. Padahal sebenarnya tidak ada yang mau menjadi seorang jendes.


  Siapa sih yang mau menjadi jendes ya kan. Karna ada faktor kenapa sebagian orang memilih pisah dari suaminya yang telah mendua, bukan para istri tidak mau surga. Tapi jika dengan cara mendua dalih dengan adanya surga, mendingan jemput surga dengan cara yang lain.


Neraka dunia dapat, surga pun tak kunjung di temukan, gimana mau di temukan makanan sehari hari adalah air mata, prasangka buruk, hidup dalam rumah tangga yang penuh duri. Yang ada makin nambah dosa ya kan.


  Bara memikirkan cara agar Nayla tidak tersinggung jika nanti tidak di sambut dengan baik di rumahnya. Dia kwatir jika sudah mengetahui jika ibunya tidak beri restu Nayla akan pergi.


Lisa membatalkan pertemuan dengan di restoran dan sebagai gantinya dia mengundang sahabatnya itu makan makan malam di rumah nya esok hari. Lisa berniat akan menyadarkan jendes untuk meninggalkan anaknya.


Ke esokan harinya Nayla menyelesaikan pekerjaanya dari awal untuk menghadiri undangan makan malam dari keluarga mas Bara.


"Mas nanti jemput dirumah ya. Send


Nayla mengirim pesan ke Bara sembari siap siap. Lebih tepatnya siapin mental ketemu orang yang akan berpengaruh dalam.rumah tangganya kelak.


"Semoga dia lebih baik dari sebelumnya, jika memang tidak baik harus bisa melepaskan anaknya demi kewarasan diri sendiri."


Stengah jam menunggu akhirnya datang juga. Dia langsung masuk dalam mobil.


"Cantik...." kata itu lolos dari bibir Bara.


"Ihhh apaan sih. Jangan mulai lagi saya tidak suka di puji." Padahal dalam hatinya mekar tu bunga yang di taman. Ya kan masa iya di bilang cantik bilang gak suka. Yang ada malu malu meong.


Pipi merona itu tandanya apa ya... hehehe

__ADS_1


Sepanjang jalan mereka hanya saling lirik dan senyum senyum sendiri. Awas loh nanti nangis loh. . Ya...


__ADS_2