AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.33 Hanya Kerikil Kecil


__ADS_3

Saya sengaja mengajak calon istriku untuk meeting kali ini. Saya tidak mau karna ke lalaianku menimbulkan banyak masalah. Selama ini selalu saya mengikuti permintaan Saras bahkan meeting untuk berdua saja.


  Hari ini ku bawa Alina serta calon istriku. Saya tidak ingin usaha dan kerja kerasku hancur begitu saja.


   Kejadian begitu cepat jika Saras berbuat curang dia memesan minuman untuk ku saja, dan tidak boleh meeting kalau belum minum aneh kan.


  Saya kira dia wanita baik baik ternyata hanya seonggok batu kerikil. Ternyata selama ini dia ada keinginan yang tersembunyi. Saya memang suka dengan wanita seksi tapi juga tak di perlihatkan di tempat umum.


   Setelah Nayla menghancurkan gelas minuman yang ada di depanku. Ternyata Nayla bukan wanita sembarang dan dia marah kapan saja ia mau.


  Di sepanjang jalan saya tidak bisa mencairkan suasna,yang semakin kaku. Diantara kami tidak ada yang bersuara. Nayla memilih pergi ke toko sembakonya sementara saya kembali ke kantor. Apa pun masalahnya kantor juga lebih butuh perhatian akhir akhir ini.


  Sepanjang hari saya tidak mengerjakan apa pun hanya diam dan diam fokusku terpacu semua sama Nayla. Gadis manis itu saya cinta pada pandangan pertama, sejak dia masuk interviu.


  Dulu saya yang interviu jadi staf biasa dan kerja nya yang bagus dan konsisten terakhir jabatannya menjadi menejer keuangan. Tapi sekarang dia memutuskan untuk memiliki usaha sendiri. Sebagai pengagum rahasianya dulu saya yang rekomendasikan tempat itu.


  Hehehehe


Cantik, lugu, polos itulah kesan pertama yang kutangkap selama ini, padahal aslinya sangat bar bar. Memang ya kalau wanita yang kelihatannya polos itu membingungkan kadang tapi aku suka.


  Jam pulang telah tiba, saya bergegas keluar ruanganku tiba tiba...


"Mas Bara apa kabar.. aku datang jemput kamu untuk jalan jalan, kangen tau saya baru pulang dari paris.."


  Haduh.... gadis ini gak berhenti ngejar ngejar aku. Di bilang saya sudah punya pacar tapi masih saja.


  Hufffff....


  "Maaf viola saya mau jemput calon istri saya. Kalau mau jalan bisa ajak yang lain.."


Dia memanyunkan bibir seksinya tapi saya tidak tergoda saya tau siapa dia. Suka gonta ganti pasangan, takut saja ketularan penyakit, malu maluin kalau di dengar orang.


"Tapi mas... aku kangen tau..."


Sambil bergelut manja di lenganku. Saya melepaskan tangannya dengan kasar, saya tidak suka wanita yang terang terangan jadi penggoda.


  "Viola saya tidak suka kamu dan pergi dari kantor saya. Atau saya suruh satpam yang seret kamu keluar.."

__ADS_1


  Enak saja... saya tidak mau menyakiti cinta pandangan pertamaku, takut saja nanti tangan nempel di pipiku nggak lucu kan woi..


  Setelah kepergian viola saya mau jemput Nayla untuk menyenangkannya. Saya ajak dia makan atua shopping kan wanita kalau ngambek tinggal diajak shopping pasti happy kembali.


Jam 7:00 kami makan di tempat favorite nya. Tempat favorite kita berdua sih...pengen peluk tapi dia masih masa iddah. Bersyukurnya sudah resmi bercerai sama mantan suaminya..


  Tidak di pungkiri selama setahun menahan gejolak ini. Dia memutuskan menikah di saat aku menyiapkan sebuah kejutan untuknya tapi apalah daya dia memilih pria lain.


  "Syang kamu suka nggak makanannya?" Tanyaku berusaha mencairkan suasana.


Hening.....


  "Wanita yang peluk kamu di kantor siapa?"


  Kok bisa dia tau atau jangan jangan dia ke kantor tadi. Arhhh... sialan kenapa sih banyak sekali pengganggu.


  "Kok kamu gak bisa jawab..? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari saya. Jika kamu mencintai wanita lain kenapa harus saya.."


  Saya bingung mau jawab yang mana. Soalnya saya tidak tau bujuk wanita saya tidak tau romantis.


  "Ehhh.... itu ...anu.. gak seperti yang kamu lihat. Itu hanya teman aku...


"Maaf yah pak Bara saya pergi dulu. Saya harus istrahata..."


"Kok pergi sih... jangan begitulah..saya minta maaf itu hanya teman ku namanya Viola dia baru pulang dari Paris."


"Ohhh iya selamat ya. Tapi kayaknya bukan hanya sekedar teman. TTM gitu ya kan atau cinta lama bersemi kembali."


  Astaga ini susahnya jelasin sama wanita yang lagi marah. Selalu salah, tapi saya harus bagaimana atau saya bawa saja diapartemennya viola.


"Ayo kita keapartemennya Viola saja supayah di jelaskan. Sumpah saya tidak ada apa apa dengannya."


  "Katanya tidak ada apa apa kok tau apartemennya. Ngaku saja deh saya tidak mau jadi perusak rumah tangganya orang...." dia sambil tergugu, bulir bening itu jatuh menganak sungai di pipinya.


  "Maafff yank... saya bukan begitu... hanya saja..."


Aduhhh ini cara bujuknya orang nangis kaya mana lagi. Kenapa sih .....

__ADS_1


"Yank... sudah dong.. malu di liat orang kamu nangis. Maaf ...maaaf...maaff... saya tidak ada ulangi lagi.."


  Ternyata bujuk cewe nangis itu butuh ekstra. Saya mengajaknya untuk belanja tapi dia tidak mau.


  Pagi hari ini saya harus menyelesaikan pekerjaanku yang tertunda. Tiba tiba Alin masuk dalam ruanganku..


"Maaf pak di luar ada yang cari. Katanya calon istri anda..."


  "Ohhh iya suruh saja masuk." Tampa bertanya saya suruh di persilahkan masuk. Ternyata cewe marahnya gak lama lama ya. Contohnya Nayla masih sepagi ini sudah ada di ruanganku..


"Sayang duduk di sofa ya. Saya selesaikan dulu pekerjaanku."tampa melihat siapa dia fokusku di komputer.


  "Astaga.... ngapain kamu di sini..."pekikku marah, gimana tidak dia sudah ada dalam ruangan saya stengah bugil. Sambil meliuk liukan badannya yang menjijikan bagiku.


  "Tampa menjawab dia duduk dipangkuanku. Sebagai pria dewasa pasti si junior sudah terbangun dari tidurnya.


  Kudorong sekuat tenaga sampai dia jatuh kelantai. Saya keluar terbirit birit keluar ruanganku. Saya tidak mau ambil resiko kalau anaknya orang kenapa napa. Saya tidak ingin kejebak dengan wanita..


"Maaf pak. Kenapa anda seperti ketakutan begitu." Tanya Alin...


"Panggil satpam keluarkan dia dari dalam ruanganku."


  Kedua satpam menyeret Viola keluar dari ruanganku. Bahkan dia sekarang tak memakai pakaian apa pun. Kok aneh sih itu cewe habis minum obat sampai horni ke gitu.


  "Mas... kamu tidak mau ini sambil menunjuk bagian intinya."


Saya hanya melihatnya dengan jijik. Sebagai orang dewasa pasti suka hal yang seperti itu. Tapi bukan yang di perlihatkan di depan umum.


  Setelahnya dia memakai pakaiannya dan di depan kami semua. Inilah wanita cantik fisik tapi tak ada akhlak. "Pak selanjutnya jangan di biarkan masuk dalam kantor ini. Di sini tempat orang kerja bukan tempat mesum."


Dia hanya mencebikan bibirnya tanda tak suka. Ahhh.... sialan kenapa ada wanita yang senekat itu.


Saya masuk kembali dalam ruanganku....


Astaga.... viola...


Jangan lupa

__ADS_1


Like & komen guys😘


__ADS_2