AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.38 Mau Jadi Maling


__ADS_3

Dia masih bereaksi menurutnya masih aman padahal kelakuannya terpantau dengan aman di kasir. Setelah puas dia menuju kasir dengan senyum kepuasan. Kebetulan Nayla yang jadi kasirnya saat ini.


"Hallo jumpa lagi kita. Dasar serakah..!!" Makinya


Nayla hanya tersenyum simpul. "Kamu agak gemukan yah sekarang. Atau itu badan lemak semua karna nampaknya lain lain pula." Ejek Nayla..


Mira hanya diam. "Cepat hitung ini semua karna suamiku nanti mau makan baru make love." Nayla yang mendengarnya pun hanya tertawa terbahak bahak. Karna menurutnya pengakuan yang tak ber bobot.


Nayla masih memantau pergerakan mantan suaminya bukan karna masih cinta tapi dia ingin melihat penderitaannya saja.


"Ohhh iya mbak. Minum susu penggemuk ya. Kok badannya aneh ke gitu. Kok kayaknya gemuk lain lain kayak banyak tonjolan gitu." Nayla menikmati momen itu untuk mengerjai lawannya dia bahkan sampai ingin di jadikan prekedel.


Bukan Nayla namanya kalau tidak membuat lawannya ketar ketir, Nayla mencari cara mengungkap yang ada di balik pakaian tebal itu.


Sementara Mira pengen cepat cepat keluar tapi Nayla slalu saja mengajaknya bicara. "Apa dia curiga ya saya memasukan barang barang ini dalam pakaianku." Gumannya dalam hati. Mana berani dia ya kan besti.


"Mbak....mbak... kecoak...


Kecoak...


Kecoak..


Mbak itu masuk dalam celana kamu..."


Nayla histeris...


Mira melompat lompat....


Mana kecoaknya....


Mana kecoaknya aduh kok sampai masuk dalam celana sihh....

__ADS_1


Semua yang ada dalam pakaian nya keluar semua. Ada banyak jajanan dan susu jatoh dari dalam celanya. Semua orang tercengang melihat apa yang terjadi.


"Cantik cantik kok mencuri sih, aneh ya tadi tinggi sekali bicaranya. Katanya orang kaya tapi kok mencuri."


Maki ibu ibu yang sydah lama berlangganan di toko ini. Mira menatap Nayla tajam dia merasa dirinya di jebak dalam situasi ini masih juga merasa dirinya tak salah.


"Kamu sengaja yah mempermalukan saya. Kamu tidak ada hati ya... kamu tega sama saya mbak saya kira kamu orang baik padahal tak ada bedanya dengan iblis...!" Maki Mira....


"Lalu kenapa kamu mencuri di toko ku, mau jadi pencuri kamu hemmm?"


Mira kehabisan kata kata, dia tidak mungkin untuk melawan Nayla takut kena getok oleh ibu ibu. Dia meninggalkan belanjaannya begitu saja. "Awas kamu yah aku akan membalasmu...!" Teriak Mira...


Mira pulang naik ojek tampa membawa apa pun. Niat mau untung tapi malah buntung. Kenapa gak sekalian saja tadi saya hancurkan toko itu. Rancau mira sepanjang jalan..


Ojek yang membawanya hanya geleng geleng kepalah karna tak jarang penumpangnya mencaci memaki. Di tegur takut kena semprot.


Sesampainya di rumah di sambut dengan ibu mertua rempong. Dia tidak mau mengerti malah menuntut mau ini dan itu yang membuat Mira jengah.


Mira melenggos begitu saja dia sudah terlanjur hancur moodnya hari ini. Mira melihat di meja makan ada berbagai makanan di meja tapi malah minta beli makanan yang lain.


Mira masuk dalam kamarnya, sebenarnya dia ingin pergi dari rumah ini dia sudah tak betah.


  Sari mencak mencak di luar berbagai sumpah serapah di tujukan untuk menantunya. "Dasar mantu pelit awas saja ku suruh anak ku menikah sama janda kaya."


  Dia teringat saat Nayla menjadi menantunya apa pun kemauannya slalu di turuti sekarang boro boro di turutin yang ada di suruh maakan masakan sendiri sampai saya bosan.


  "Punya dua anak sama sama gak perhatian untuk orang tuanya. Yang satu sibuk kerja dan yang satu sibuk dengan keluarganya bahkan keluarganya pun saya tidak tau."


Melani memang sudah menikah tapi hanya menikah siri dan sekarang dia tidak baik baik saja. Sekarang sudah ke guguran yang membuat hidupnya jadi sengsara. Alih alih suaminya menguatkan nya malah menikahi wanita lain yang merupakan keponakan mantan istrinya.


  Melani di jadikan babu di rumahnya sendiri. Dia bahkan tak dianggap ada oleh mertuanya dan dia dicap sebagai pelakor. Uang yang di berikan suaminya hanya seratus ribu perminggu. Melani meringis melihat kehidupannya saat ini, andaikan kaka dan ibunya tau apa yang mereka lakukan.

__ADS_1


  Setelah sekian lama Melani memberanikan diri untuk menelpon mantan kaka iparnya dia ingin minta bantuannya dan dia ingin pergi dari rumah ini.


  Terkadang karma itu tidak pernah salah alamat, jika kita memperlakukan anak orang lain semena mena, maka anak kita juga jadi sasaran berikutnya di sakiti oleh orang lain...


  Setelah berbincang dengan Nayla di sambungan telpon, dirinya merasa plong. Jika di toko Nayla tersedia lagi lowongan kerja karna toko itu semakin berkembang. Karna malam nanti suaminya akan mengusirnya dari rumah...


  Satu minggu sudah Melani bekerja di toko Nayla, dia menikmati hari harinya sebagai karywan menurutnya masa lalu yang sudah terjadi cukup jadi pelajaran saja.


  Siang ini dia lagi mengisi barang barang di etalase yang kosong dan ada seseorang yang menegurnya.


  "Dek ngapain di sini kok kamu kurus seperti ini?"


  Melani memutar bola matanya malas karna hidupnya hancur berawal dari saudarahnya di tambah ibunya mempermulus perselingkuhan Edi dulunya.


  "Saya sedang bekerja jangan ganggu saya." Melaaani pergi begitu saja. Membuat Edi mengepalkan tinjunya.


"Kenapa semenjak bekerja di tempat Nayla semakin ngelunjak tu anak."


Edi beranggapan bahwa mantan istrinya telah mencuci otak Melani agar jadi anak pembangkang. Edi langsung mencari Nayla.


  "Ohhh ternyata kamu kasirnya tumben kamu gak kerja di kantor.." maki Edi dari kejauhan menyita perhatian banyak orang.


Dengan wajah kusam dan pakaian awut awutan seperti seorang gembel. Iya iyalah good lucking kan ditangan istri pertama kalau di tangan istri kedua jadi gembel.


Sok sok an punya istri dua pekerjaan masih jadi karyawan tapi ingin memiliki dua istri. Kurang bersyukur akhirnya di cabut kenikmatan dan rezekinya. Dia juga manusia yang lalai dengan tanggung jawab nya sebagai seorang suami. Masa iya seorang suami melimpahkan kewajibannya ke istrinya.


"Bagus yah sekarang kamu manfaatkan adikku, jangan sok jadi orang mempekerjakan karyawan sebanyak itu, kamu mau gaji apa mereka. Apa lagi adik ku harus di gaji sepuluh juta karna dia sarjana."


Nayla selesai melayani pembeli baru meladeni mantan suaminya. Ternyata pikiran piciknya masih berlaku.


"Mohon maaf pak Edi adik anda yang minat bekerja disini tampa adanya paksaan, dia butuh uang dan saya butuh tenaga. Jadi wajarlah saya gaji sesuai kesepatan kami berdua. Tenang saja soal makanan saya tanggung dua kali sehari dan saya tidak akan membiarkan mereka kelaparan dan saya sudah saya sediakan tempat tinggal untuk mereka yang belum berkeluarga."

__ADS_1


Jawaban Nayla menembus jantung plus hati. Jawaban yang bikin pusing kalau orang yang tidak full.


__ADS_2