AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.29 Siapa Yang Mulai


__ADS_3

Nayla hanya tersenyum sinis melihat sepasang suami istri yang suka claim hak milik orang lain. Ya memang seperti itu adanya, kerja keras nggak tapi mau seperti orang lain.


  Hari ini nayla seharian di toko mengerjakan apa yang mau di kerjakan sambil nonton youtube cara menanam saham, dia ingin memiliki saham yang jangka panjang yang bisa di cairkan suatu saat nanti.


  Tak terasa hari ini sudah mulai siang dia ingin menambah karyawan lagi untuk soal gaji di ratakan saja, Nayla bukan orang yang banyak mau. Cita cita nya dari dulu ingin mempekerjakan orang yang hanya nganggur apa lagi sekarang susah cari kerja.


   Sesampainya di rumah Edi berkelahi dengan keluarganya, istrinya, ibunya dan adeknya. Dia marah karna tidak bisa membawa Nayla pulang kerumah ini.


  Ketiga orang lainnya marah karna memiliki pendapat masing masing.


  "Kamu apa apaan sih mas, kenapa kamu mau bawa kembali simandul itu dan kamu dengar sendiri kan kalau dia itu gak hamil, kamu saja yang kepedean..!" Sentak Mira dia tidak terima dengan kehadiran Nayla di tengah tengah mereka. Karna Nayla sekarang lebih cantik ketimbang dirinya.


  Sementara dirinya boro boro glowing wajah sembuh dari jerawat saja sudah bangga. Menurutnya saingan terberatnya juga adik dari suaminya.


  "Mas mana jatah bulananku, saya juga butuh perawatan kesalon." Mira menengadahkan tangannya.


  "Saya tidak ada uang kamu tau sendirikan saya di pecat dari tokonya. Kamu sih jadi istri gak tau diri bangat. Kerja ke bantu suami."


  Kata kata edi nyekik sampai ke uluh hati. Mira pergi ke kamarnya sambil berurai air mata, penyesalan terbesarnya menikah dengan mas Edi. Laki laki yang tak tau tanggung jawab dan tak tau kerja. Di pecat nyantai dapat kerjaan bikin ulah.


  Mira masuk dalam kamar sambil termenung dia tidak mungkin bertahan dirumah ini. Uang tabungannya ada tapi tak banyak lagi karna di pake beli makanan. Dia ingat satu hal yang ibunya sampaikan dulu sebelum berangkat kekota.


  "Kerja yang halal nak agar hidupmu terlindungi dan tidak salah jalan." Begitulah pesan sang ibu. Dia berusaha menyeka air matanya.


   Pranggg.....prangggg


  Di luar kamar terdengar dentingan vas bunga yang di pantulkan kedinding sedetik kemudian ada orang yang berteriak histeris. Mira memilih diam dalam kamar sudah lelah untuk mengikuti drama dalam keluarga ini.

__ADS_1


  "Kamu kalau mau marah jangan di rumah no di rumahmu saja. Itu juga jendes serakah semaunya sendiri, kamu di ceraikan gak nuntut gono gini." Maki bu Sari menurutnya harus nuntut tapi tetap akan kalah sebab rumah itu rumah sebelum menikah dengan Edi.


  Sementara mereka menikah tidak ada harta benda yang di dapatkan, sekeluarga sama saja oon nya sukanya harta orang lain.


  anaknya tidak memiliki apa apa setelah menikah bahkan lebih mementingkan ibunya. Nafkah saja lalai apa lagi soal yang lain lain. Anaknya sekarang pengangguran malah ingin memiliki yang bukan miliknya.


Bu Sari terus mendumel anaknya tak ada yang becus dalam mengurus keuangannya dan lebih parahnya putrinya jarang pulang entah dia kemana. Di saat genting pun anak perempuannya seolah menutup telinga. Saat ini anaknya masih terdiam di ruang tamu entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini..


Sore harinya Meli pulang kerumah orang tuanya mengundang tanya karna penampilannya yang modis dan sekarang perutnya terlihat membuncit. Edi yang memang masih dikuasai amarah langsung meledak saat itu juga.


"Kamu hamil sama siapa?" Dengan pandangan yang tak enak diliat..


Melani santai malah langsung duduk berhadapan dengan kakanya tampa menjawab. Dia sekarang hamil sudah tiga bulan tapi perutnya sudah mulai keliatan.


"Bu.....!" Melani memanggil ibunya yang lagi berada di dapur, Sari mendengar teriakan putrinya langsung meleset kedepan. Sari memindai penampilan anaknya dari atas sampai ke bawah berulang kali.


"Iya yalah kan sekarang ibu sudah ada calon cucu dari aku.." melani sambil tersenyum manis...


Glekkkk.....


"Cucu... kapan kamu nikahnya nak...?"


Melani hanya membelai wajah ibunya dan dia sambil berkata. "Malu undang ibu, soalnya ibu norak gak tau tempat..."


Jedas....


Sari mematung di tempat dia tidak paham dengan jalan fikiran putrinya kok tega mengabaikan dirinya apa kah suaminya sangat kaya sehingga malu untuk membawa ibunya sendiri...

__ADS_1


Plakkk.... plakkk


"Anak perempuan itu harus ada walih nikahnya kenapa kamu menikah diam diam. Siapa yang jadi walihmu...? Kamu tau apa yang kamu lakukan saat ini salah...."


Melani hanya tersenyum tidak menjawab kata kata kaka laki lakinya. Menurutnya itu semua sudah tidak penting lagi. Dia hanya ingin menyampaikan bahwa dia sudah menikah dengan laki laki kaya walaupun hanya sebagai istri selingan.


"Udah ya ma... mas sebentar lagi sumaiku pulang. Saya datang kebetulan juga lewat daerah sini apa salahnya kan datang disini, lagian suamiku itu kaya raya tujuh keturunan tidak akan habis."


Melani memang saat belum terendus dengan istri pertama dari suaminya. Kalau sudah terendus bangun pun dia tidak bisa. Setelah itu melani pergi tampa pamit. Karna suaminya sudah berada di jalan.


Edi saat ini tidak tau semua ini bisa terjadi, adiknya menikah tidak ada yang tau bahkan wali nikah pun tidak ditau. Menikah resmi atau menikah siri. Edi frustasi masalah dalam keluarganya datang silih berganti. Saat ini harus mencari pekerjaan lagi karna tidak mungkin terus menganggur.


Sementara Sari sudah hilang gaira hidupnya sedari tadi hanya diam tampa melakukan apa apa. Makanan pun belum tersedia tidak ada satupun orang di rumah ini yang berniat menggantikan posisinya malah ke kamar masing masing.


Semua nya telah menjadi bubur kenangan dan masa lalu hanya untuk kenangan yang harus di kubur sedalam mungkin. Tapi namanya manusia biasa pasti ada melintas sisa kenangan itu entah itu baik atau tidak hanya diri sendiri yang tau.


Nayla saat ini bersama Bara di sebuah cafe di tengah kota. Bara dengan sabar menunggu masa idah itu selesai sehingga dia bisa memilikinya. Tapi lain dengan Nayla isi kepalanya saat ini berputar bagaikan iklan kenangannya dengan laki laki yang pertama kali membuatnya jatuh cinta dan itu tak berlangsung lama karna adanya orang ketiga.


Bara sedari tadi hanya fokus dengan wajah wanita yang berhasil membuatnya mengenal cinta kembali. Dia hanya ingin satu wanita yang akan menjadi teman hidupnya, teman ceritanya, teman bercanda, teman berbagi dan tempatnya akan pulang.


"Heiii..."bengong aja kamu kenapa?"


Dia melambaikan tangannya di depan wajah nayla.


"Ihhh apa an coba..." nayla cemberut kali ini entahlah kenapa dia tiba tiba bete.


"Ya elah... banyak utang lu dari tadi bengong aja kirain kesambet hantu jalan raya." Ledek Bara.

__ADS_1


__ADS_2