AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.39 Nayla VS Sari


__ADS_3

Edi pulang kerumah menceritakan kejadian yang dialaminya hari ini. Sama ibunya..


  "Bu Melani kerja di toko Nayla, tapi Nayla kasih gaji rendah. Kan Melani pernah kuliah harus gaji tinggi dongk."


  Sari hanya terdiam sambil memikirkan rencana apa yang harus dai lakukan besok. Karna sekarang sudah hampir malam. Jadi biarlah dulu.


  "Saya akan minta gaji melani masuk dalam rekeningku dan minta tambahan gaji mana bisa di gaji hanya sejuta atau dua juta." Guman Sari yang saat ini sedang nonton televisi.


  Nayla saat ini makan malam dengan karyawannya, untuk semakin dekat dan akrab. Mereka beli ikan dan makan di rumah sewaan untuk para karyawannya. Nayla seperti menemukan kembali kebahagiaannya.


  Melani kembali ceria lagi. Dia sama dengan Nayla yang sudah menemukan kembali kebahagiaan mereka walaupun mereka jadi korban keegoisan.


  "Mbak ayok habisin mbak.. nambah nambah imun karna besok kita harus tempur cari cuan.." kelakar Melani...


  Semua makan di iringi canda tawa, semua masalah yang ada sudah terlupakan walaupun sejenak. Setelah selesai makan Nayla pamit pulang karna tidak mungkin ikut bermalam sementara dirinya tidak bawa baju ganti.


  "Teman teman saya pulang dulu ya..."


"Salamualaikum.."


"Walaikum salam hati hati kakak..." jawab mereka secara bersamaan. Mereka menunggu mobil bos sekaligus kaka mereka menghilang dari pandangan baru masuk dalam rumah...


  Ke esokan paginya seperti biasa sudah ramai pembeli bahkan mereka sambil bagi bagi tugas untuk melayani pembeli. Seperti biasa Nayla yang jadi kasirnya..


"Ohhhh.... bagus yah punya toko utuk makan sendiri, licik lagi mempekerjakan anak saya jadi babu."


Bu Sari tetiak teriak menyita perhatian orang ternyata tak sendiri mereka datang bertiga. Ibu. Anak dan menantu kaya nya.


  Melani melihat ibunya teriak teriak langsung menghampirinya dan memeluknya agar wanita itu tenang.


  "Bu kenapa ada di sini? Saya kerja bu jangan bikin malu, malu bu di liat orang..."


Melani tidak suka dengan keluarganya bikin ulah di tempat kerjanya. Gimana anak anaknya gak salah jalan orang tuanya pun bertindak tidak memikirkan resikonya.

__ADS_1


  "Kamu apa apaan sih mel. Ibu sayang sama kamu makannya saya minta dia untuk naikin gaji kamu. Minggir ibu mau lawan orang sombong itu..."


  Melani sama ibu nya saling tarik dan di lepaskan oleh Mira. Mereka keluar dari toko untuk menyusun rencana..


"Gini gini saya punya ide dan untukmu Melani dengarin yah.. jangan mau di perbudak sama dia ingat baik baik." Mira mulai meracuni pikiran Melani...


Melani malah fokus menggagalkan rencana mereka. Dia diam diam mengirim pesan ke pak Bara. Dia memberitahukan jika Nayla saat ini dalam bahaya. Melani tak ingin lagi teracuni keluarganya sendiri karna itu membuatnya rugi.


Dia harus menolong orang yang menolongnya dalam kesulitan tidak peduli walaupun harus melawan keluarganya sendiri.


  Setelah pelanggan sepih mulai lah Sari masuk dalam toko sambil mencak mencak.


  "Ohhh bagus yah sekarang kamu memperbudak anak saya. Kamu tau itu anak saya kuliah kenapa kamu suruh kerja di toko ini dan mana uang gajinya selama ini."


  Nayla menelisik nenek lampir di depannya, ada apa datang marah marah gak jelas di toko ini dan hari ini kebetulan moodnya gak bagus karna efek tamu bulanannya..


"Maaf bu kamu datang di sini kenapa pake marah marah dan kalau kamu tau anakmu kerja disini bisa datang baik baik."


  "Saya minta gaji anak saya selama setahun dan sebagai bukti bahwa kamu gaji anak saya dengan benar."


"Maaf ya bu anak anda kerja disini di gaji perbulan dan bukan di gaji pertahun."


  "Ehh oecundang kok kamu ngeyel amat jadi orang, itu hak adik saya kenapa kamu mau makan hasil keringatnya orang...."


Yaampun besti ini orang orang pada kesurupan di kuburan mana sih? Ada yang tau nggak?


  "Maaf pak Edi anda lebih dewasa dan seseorang yang pernah kerja di perusahaan dan pastinya kamu tau setiap karyawan menerima gaji bulanan bukan tahunan."


Jawab Nayla dengan lancarnya, sebenarnya dia tidak mau ladenin. Bukannya tidak semua hal akan di ladenin hanya mereka manusia kurang seons makannya mau numpang koar koar di tempatnya.


  Melani mendekat dan memberanikan diri untuk bicara. "Maaf bu Nayla bisa saya bicara dengan keluarga saya..?"


"Ohh... tentu saja silakan ajak keluargamu bicar baik baik.."

__ADS_1


  Sari di tarik paksa oleh Melani karna sudah mulai ramai pembeli malah orang tuanya bikin onar.


"Ibu bisa nggak tidak usah ganggu pekerjaan Melani. Apa apaam bu minta gaji saya selama setahun. Emang tau ibu saya masih kerja disini selama setahun di depan?"


"Kaka juga seharusnya tidak usah ikut campur kehidupanku. Disini saya baik baik saja di sayangi, dimanjain, diberi makan, dan di beri kewarasan pikiran.


  Kalian tau saya meninggalkan kalian? Kalian itu egois tak ada yang benar hanya uang dan uang saja tapi kerja gak benar."


Melani mengeluarkan isi hatinya selama ini dan tak ingin lagi memendamnya sendiri. Selama kerja di sini banyak perubahan yang dialaminya. Dari cara berpakaian bahkan bertutur kata.


  Setelah selesai semuanya menyruh keluarganya pergi tetapi tak ada yang beranjak apa lagi si tukang kompor...


"Melani benar benar kamu yah. Ingat kami keluargamu ngapain kamu belain orang lain yang tak ada hubungan darah denganmu.!" Bentak Edi, dia merasa di pojokan dengan tindakan adiknya dia merasa di injak injak di depan umum.


"Yah sudah kalau kalian mau cari ribut silakan tapi jangan bawa bawa namaku, saya tidak mau mengenal kalian lagi."


Setelah itu Melani kembali melanjutkan pekerjaanya. Dia tidak peduli lagi jika mereka menghancurkan toko ini sudah pasti berurusan dengan polisi.


Baru mau ambil ancang ancang mereka bertiga dan akan memporanda kan toko...


Ekhhmmm


"Kalian mau ngapain itu.?"


"Akkhhh... sialan manusia satu ini kenapa datang bukan waktu yang tepat sih. Saya harus bisa menghancurkan mereka." Maki Edi dalam hatinya.


"Pak Bara sebaiknya pulang dan disini bukan urusan anda.!"


Bara hanya terkeke melihat reaksi mantan pegawainya itu. "Bro pantasan kamu makin susah ternyata kamu licik juga tapi itu berbalik sama kamu."


Edi mengepalkan tinjunya tapi melihat mantan istrinya malah nyalinya menciut. Makin hancur wibawanya jika berurusan dengan mereka berdua. Edi memutuskan pergi dari toko itu.


"Mas kok malah pergi sih, kan kita mau hancurin tokonya."

__ADS_1


Edi melirik dua wanita bersamanya saat ini dia akan memilih salah satunya nanti karna ini harus butuh makan. Guman Edi dalam hati..


__ADS_2