
Saya di suruh belajar dengan pelakor, emang dia penting banget gitu. Kayaknya otak suamiku lagi geser jadi tidak bisa berfikir dengan jernih.
"Saya tidak mau belajar sama pelakor takutnya saya ikutan juga jadi pelakor." Tukasku berang.
"Jaga mulut kau Nayla dia istriku bukan pelakor..." Bentaknya
"Aku juga istrimu bukan pelakor jadi saya harap anda mengerti. Dan ini masih jam kerja silakan keluar dari ruangan saya." Usirku..
"Cih... baru juga jadi menejer sudah sombong. Pantas saya menikah lagi karna modelan kaya kamu begini bikin saya muak."
"Iya bentar lagi kita pisah mas..." Balasku.
"Apa...?! Mau cerai denganku jangan mimpi. Saya akan persulit jalannya persidangan nantinya. Dan kamu harus bayar denda sama aku sebesar lima ratus juta."
"Ohhh harus bayar lima ratus juta ya. Baiklah nanti kita hitung hitungan di pengadilan."
Dia menatapku tajam dan malah maju selangkah langsung mengangkat tangannya tapi secepat mungkin menghindar." Kamu mau pukul aku lagi silahkan liat di ruanganku ada CCTV jadi kalau kamu berurusan dengan polisi silakan."
Dia langsung keluar dari ruanganku. Mungkin dia kepalang tanggung untuk melakukan kekerasan lagi. Heran saya kenapa dia suka sekali main kasar padahal selama ini.
Jam pulang sudah saatnya melakukan aksiku. Akan ku datangi pelakor itu, ternyata mereka menyembunyikan di rumah ibu nya. Lumayan besar nyali mereka padahal di kompleks itu anti poligami.
Kami menyemoatkan dulu meting di parkiran dengan ketiga sahabatku. Mereka sudah seperti saudarahku sendiri. Selesai meeting kami mau melakukan apa akhirnya kami bergegas ke mobil masing masing sementara itu Nuri ikut bersamaku.
Kulajuhkan kecepatan mobilku dengan maksimal beruntung tidak terlalu macet mungkin belum pada keluar dari kontor masing masing.
__ADS_1
Di tengah perjalanan ku lihat mobil mas Edi tapi di halangi mobilnya fajar. Ku manfaatkan itu ku tancap gas dan melaju dengan kecepatan tinggi. Tiga puluh menit sudah sampai di kompleks mertuaku.
Pas bangat mereka lagi ngerumpi dan mereka akan tau akibat dari perbuatan mereka. Sementara Edi saat ini mungkin kejang kejang di jalan. Semoga dia bisa menyaksikan orang tuanya dan istri sirihnya ini.
Tak lama kemudian dua mobil mengikuti masuk." Nur siapin kamera dan kita rekam saja dari dalam mobil dan siapkan juga kamera hp kalau perlu siaran langsung."
"Ok besti. Tapi kamu tidak apa apa kan. Soalnya kamu bucin nya parah."
"Apaan sih. Nggak lah saya sudah muak lama lama menjadi istrinya. Malah bagus kalau kami pisah. Ayo kita turun supaya tidak buang buang waktu."
Saya keluar dari mobil dan sudah bersiap jika di serang saya sudah bawa gunting untuk jaga jaga. "Hallo ibu ibu lama tak jumpa." Sapaku antusias. Semua mata memandang ke arahku dan mertuaku wajahnya menjadi pias.
"Bu kok keringatan, pucat lagi. Ibu sakit ya.." Pura pura perhatian biar saja agar rencanaku berjalan lancar. Tapi tiba tiba menepis tanganku dengan kasar.
"Tidak usah pegang pegang, kamu itu ya menantu mandul dan tidak tau diri."
"Sayang udah pulang ya. Kasian suamiku cape cari duit mana ada lagi suami seganteng dan kaya seperti ini." Puhhh tai kucing rasa coklat.
Mas Edi mengecup kening Mira si pelakor itu. Tunggu giliranmu mas kamu akan di pecat dari kantor setelah ini. Apa lagi sudah di publikasikan. Nur mengacuhkan jempol dan penontonnya mencapai seribu. Dasyat bukan...
Aku menangis tersedu sedu di depan ibu ibu kompleks mereka pandai beracting aku harus juga pandai ala sinetron ikan layang. Istri teraniaya begitulah kira kira caption seperti itu.
"Ibu ibu aku sakit hati melihat suami saya menikah diam diam dan mereka akan memiliki anak. Dan suamiku juga tidak adil sama saya. Selama tiga bulan terakhir saya tidak di beri nafkah dengan alasan rumah ibunya di renovasi padahal untuk tanggungan pelakor ini"
Sengaja ku keluarkan air mata agar melengkapi sandiwara ini. Biarkan yang lain memberi penilaian. "Nayla jangan ngada ngada ya gaji Edi itu kamu yang kuasai. Ingat yang jeng menantuku ini pandai bermuka dua jangan hiraukan dia."
__ADS_1
"Loh jeng katanya kemarin sudah dapat izin dari Nayla dan di restui kirain benar padahal itu hanya untuk melindungi kalian saja. Hati hati loh soalnya situbpunya anak perempuan takutnya dia yang jadi korban." Jawab salah satu ibu ibu yang sedang berkerumun
"Jadi kalian sumpain anak gadis ku." Hardik mertuaku.
Ibu ibu itu saling berbisik dan makin rame orang ini kayaknya kesempatan emas itu provokasi ibu ibu yang ada di sini. "Ibu ibu mertua saya ini kadang minta uang sama saya untuk keperluannya sehari hari bahkan untuk memberi pelakor itu."
pqp
Ternyata mas Edi melindingi pelakor itu. Malah saya yang di katain jadi istri tak berguna. "Saya tidak akan menikah lagi kalau kamu kasih saya anak.."
Deng.. Kenapa slalunya soal anak yang jadi topik utama padahal baru etahun menikah saya juga ingin memiliki anak tapi allah belum mengabulkannya. Mereka berlindung dengan kata mandul tapi mereka tidak pernah koreksi diri dimana yang salah sehingga belum memiliki keturunan.
Aku cukup lama terdiam saya tidak tau gimana caranya saya menyikapi sikap suamiku yang seola ola ini salahku. Sehingga dia berbuat semena mena.
"Nah dengar kan ibu ibu wanita itu mandul. Siapa sih laki laki yang betah kalau istrinya mandul." Pedasnya mulut ibu mertuaku ini. Dia tidak berfikir ada anak gadisnya yang belum menikah..
"Ibu ibu apapun alasannya dia telah menikah diam diam tampa izin istri sah." Nuri ikut menimpali.
Tak berselang lama suara ibu ibu mulai lagi terdengar makin riuh...
"Gimana sih bu Sari katanya sidah dapat izin dari istri pertama, kok masalahnya makin ke sini makin panjang masahya." Bu Rt ikut bersuara
"Iya katanya Nayla sendiri yang restui suaminya menikah lagi." Timpal yang lain.
Bu Sari mertuaku yang terhormat merasa tercemar lagi harga diri. Karna kebohongan salah satu yang mencoreng harga diri mereka. Dalam keluarga mereka jika melakukan sesuatu kebohongan akan jadi bahan bulan bulanan mereka. Dan tidak akan pernah dianggap..
__ADS_1
Mira hanya tersenyum sinis." Makannya kalau jadi istri itu yang becus dan pintar dandan. Kaya aku dong cantik, wangi dan tidak bau asap seperti kamu bau asap dan tidak wangi."
Nayla kebingungan sendiri sebab dia tidak pernah masak hampir setiap hari ARTnya yang masakin.