AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.51 TAMAT


__ADS_3

Acara berlangsung dengan meriah. Hari ini mereka bersuka cita walaupun banyak drama, tapi anggaplah itu sebagai pemanis. Setelah acara mereka pergi cek in di hotel. Mereka ingin menghabiskan waktu selama dua hari untuk menikmati sebagai pengantin baru..


Sudah satu bulan pernikahan mereka jalani, hari hari mereka penuh warna. Ke sibukan Nayla sekarang bertambah yang biasanya bangun pagi langsung berangkat kerja. Kali ini sangat berbeda dia harus mengurus suaminya terlebih dahulu. Seperti kebiasaannya dahulu, slalu bangun lebih awal untuk menyiapkan semuanya.


    "Sayang sarapan dulu. Saya sudah siapkan bikin nasi goreng ke sukaanmu."


"Wahhh.... enak bangat sayang, ayok sarapan bareng aja."


Mereka makan satu piring berdua bahkan mereka suap suapan. Siapa pun yang lihat pasti di bilang bucin.


"Sayang besok saya mau sarapan ini lagi yah." Bara meminta sarapan yang sama untuk esok harinya.


Mereka tidak sulit untuk menemukan ke bahagiaan mereka dalam rumah tangga karna mereka terbuka dan saling menghargai. Yang mungkin tak di dapatkan di tempat lain.


Selesai sarapan mereka berangkat bersama di kantor msing masing. Tak ada yang menyangka jika mereka berdua semakin harmonis. Karna karakter mereka yang bertolak belakang yang satu dingin dan yang satu keras kepala dan susah diatur.


Dalam perjalanan mereka jarang bicara mereka sibuk dengan pikiran masing masing. Dia mengantarkan istrinya di toko. ''Sayang sudah sampai hati hati yah.''


Nayla mencium punggung angan suaminya dengan takzim. ''Sayang hati hati di jalan kabari kalau sudah sampai di kantor.''


Tak pernah terbesit dalam pikirannya Edi akan menjadi duda saat ini. Mira sudah di jatuhkan talaknya, dia sekarang hidup bersama adik dan ibunya saja. Sepih iyalah sepih karna sekarang dia merasa ke kosongan dalam sehari harinya.


Dia mengikuti akun sosial mantan istrinya, betapa bahagianya dia sementara dirinya merana. '' andaikan dulu saya tak tergoda dengan wanita lain, kamu masih jadi milikku saat ini.'' Gumannya dengan lirih


''Kamu kenap galau seperti itu. Kamu menikah saja lagi kan gampang.'' Setelah itu ibunya meninggalkannya begitu saja. Padahal berawal dari ibunya yang mendesaknya minta cucu sampai rumah tangganya hancur.

__ADS_1


Sebaik baiknya rumah tangga jika orang tua sudah ikut campur di dalamnya kan berakhir perpisahan. Setelah semuanya terjadi baru menyesal itu akan percuma.


Waktu begitu cepat bergulir. Nayla sudah mengandung dan itu impiannya dari suami pertamanya tapi tak terkabulkan. Hari ini mereka berdua sangat bahagia, bagaimana tidak mereka kan menunggu kehadiran buah hati pertama mereka.


''Sayang apakah kamu bahagia.?''


''Bahagialah sayang. Ini kan goals kita sebelum menikah. Malh saya bersyukur dengan kehadirannya dalam rahimku. Akhirnya saya menjadi seorang ibu juga.''


Kebahagiaan mereka tak. Lepas dari pantauan mantan suaminya, tapi hanya dari jauh. Edi yang sedang mengantar ibunya kontrol di rumah sakit tak sengaja melihat mantan istrinya keluar dari ruangan dokter kandungan.


Sudah bia di pastikan jika mantan istrinya itu hamil. Dia bahkan malu sendiri pernah mengatakan jiak dia itu mandul. ''Jika dia mandul mana bisa dia hamil, apakah saya yyang sebenarnya mandul.''


Pertanyaan itu berputar putar diotaknya. Sebagai seorang laki laki memang menginginkan keturunan tapi jika tak mendapatkannya berarti ada yang memiliki kendala di salah satunya.


Dulu dia begitu egois bahkan sering menyalahkan wanita, dia tidak perna koreksi dirinya  sendiri.  Setelah berkelana dengan pikirannya Edi memutuskan untuk meninggalakan rumah sakit itu. Kebetulan ibunya sudah selesai.


''Ibu pernah nggak merasa bersalah sama seseorang.?'' Pertanyaan anaknya mampu menggores hatinya. Dia merasa bersalah tapi karna egonya yang tinggi dia enggan meminta maaf duluan.


''Nggak ada tuh, mungkin orang lain yang banyak salah sama ibu.'' Sampai kapan dia melimpahkan ke salahannya sam orang lain.


Seiring berjalannya waktu karna sering sakit sakitan akhirya dia mau minta maaf sama mantan menantunya.


Dia sebenarnya malu sendiri tapi karna desakan dari kedua anaknya akhirnya dia mengalah. Hari ini dia datang ke toko diantar anak lelakinya.


''Nak ibu minta maaf jika dulu pernah menyakiti perasaanmu. Ibu benar benar minta maaf.'' Sambil sujud di kaki mantan menantunya.  

__ADS_1


Selesai maaf maafan mereka akhirnya bercengkrama layaknya ibu dan anak. Nayla mau di tanya dendam suadah pasti dendam, tapi mengingat dirinya sebentar lagi akan melahirkan pasti butuh orang lain.


Sudah sembilan bulan kandungannya dan sudah dekat dekat melahirkan suaminya waspada. Bahkan pekerjaan di kantornya di alihakn sama asistennya. ''Sayang gimana perasaanya. Apakah tidak ada yang sakit..?'' Bara bertanya bukannya lebai tapi lantaran kwatirnya. Perkiraan dokter dua hari lagi akan melahirkan tapi dia masih belum ada ciri ciri.


''Belum tapi agak sedikit mules perutnya.'' Memang perutnya sedikit mules tapi masih sering hilang dan kadang kadang saja. Bara menelpon ibunya kalau istrinya sekarang sudah mulai mules perutnya. Selesai menelpon ibunya mengecek perlengkapan dan persiapan mereka untuk lahiran. Karna jenis kelamin bayinya perempuan jadi tak heran serba pink yang dominan.


Tepat jam delapan malam anak perempuan yang di nantikan telah lahir lebih cepat dari perkiraan dokter. Mirip bapaknya nggak mirip mamanya. ALMAIRA ALDEBARA, itulah nama anak mereka yang sudah di sepakati bersama.


''Selamat yah atas kelahiran putri pertamanya.'' Banyak mengucapkan selamat. Dari kalangan bisnis maupun karyawan sekarang di rumah sakit sudah di padati karyawan karywati nya selama ini.


Tak kalah bahagia pula yang menyambut cucu pertamanya, bahkan geng sosialitanya sudah berdatangan untuk menjenguk si baby mungil.


Sudah satu minggu di rumah sakit akhirnya sudah di prbolehkan pulang. Di rumah di sambut dengan sahabat sahabatnya datang dengan pasangan masing masing sambi menggendong bayi mereka.


''Hallo baby selamat datang di dunia nak.'' Banyak sambutan hangat dan ucapan doa doa dari mereka.


Di rumah mewah itu sekarang sudah bertambah satu personil dan banyak juga yang berikan kado istimewa. Akhirnya kebahagiaan merka sudah semakin sempurna. Dan mereka semakin kompak membesarkan anak mereka. ..


Hallo karya author sudah akan di tamatkan yah. Dalam karya ini masih banyk ke kurangan tapi petik saja hikmah jika ada dalam ceritanya. Pelajaran yang ungkin bisa di petik dari cerita ini.


Dalam rumah tangga adalah tanggung jawab berdua bukan hanya seorang. Keturunan adalah hak mutlak allah dan bukan alasan untuk mendua, karna beda orang beda pula ke hangatannya.


Dalam kehidupan banyak ujian bahkan sering mendapatkan cobaan orang ketiga. Sebaik baiknya kita untuk menyikapinya, karna orang ketiga datang hanya penasaran tidak membawa kebahagiaan.


Bersyukur dan ikhlas adalah kunci utama untuk bertumbuh dan mengasa kemampuan kita.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir ya.😘😘😘


__ADS_2