
Setelah menghilang tampa kabar Nayla pulang kerumahnya dan bersiap ke tokonya. Dia tak berharap lagi Bara akan mencarinya, selesai bersiap dia kembali ke dalam rumah untuk pamit sama si mbok ija.
''Mbok jaga rumah yah. Saya ke toko dulu..'' pamit nya.
''Loh ndak sarapan dulu toh ini saya sudah bikin nasih goreng.''
''Gak usah. Nanti saja di toko saya sarapannya. Tolaknya karna memang sekarang dia harus ke toko takut ada masalah yang serius saat kemarin dia tak ada kabar.
Selepas kepergian Nayla dari rumah ternyata nuri datang berkunjung karna kwatir dengan keadaan sahabatnya itu dua hari tampa kabar bahkan nomornya tak aktif sedikit pun.
''Loh mbak Nur kesini datang telat. Dia baru saja ketokonya. Baru saja pergi.''
Dasar anak gadis setelah menghilang tampa kabar sekarang malah ngilang kek jelangkung. Pekik Nuri dalam hati.
Soalnya kemarin Bara memintanya untuk mencarinya tapi hasilnya nihil. Sukanya ngerjain orang dia tak pikir jika semua orang kemrin uring uringan.
Nuri menyusul nya ke toko karna dia menanyakan suatu hal dan akan menceritakan sesuatu juga.
Nayla di sambut dengan antusaias oleh karyawannya, mereka kwatir terjadi apa'' dengan bosnya.
''Selamat pagi kak Nayla ...'' sapa karyawannya, mereka manggil bos mereka dengan suk suka, kadang di panggil kaka, bos, ibu, atau masih banyak lagi lainnya karna memang tak di haruskan harus manggil dengan sebutan apa. Yang penting dalam kategori sopan itu saja.
''Pagi semua. Apakah semua baik baik saj kemarin setelah aya tinggal?''
''Alhamdulillah baik baik saja bu..'' jawab mereka serempak. Setelah semuanya mengambil pekerjaan masing masing Nayla segera melihat hasil. Penjualan selama dua hari ini.
''Pagi bestiku sayang cintaku my honey.'' Dengan suara cemprengnya masuk dalam toko sambil teriak teriak. Siapa lagi kalau bukan bestinya yang paling galak.
__ADS_1
Nayala hanya geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu. ''Masih pagi tak usah teriak teriak nanti kira kamu kesurupan.''
Sementara yng di tegur hanya nyengir kuda. Entah apa maksudnya masih pagi sudah datang bikin rusuh. Dia duduk di kursi kosng yang ada di kursi. ''Kamu gak kerja nanti di pecat sama bos kamu.''
Nuri menyentil menyentil keningnya. ''Enak saja kalau ngomong hari ini tanggal merah tau. Kamu saja yang terlalu rajin.'' Ledeknya lagi.
''Aduh sakit tau. Asal nyentil aja loh, keningnya masih ori ini.''
Mereka berdua itu kek kucing dan tikus apa apa di pake nya berkelahi jadi tak jarang mereka itu di sebut korban poligami. Ada ada saja kan netizen.
''Ehh... saya ada cerita lucu tau. Kemarin ada anak kecil yang kehilangan permen dia menangis kejer dalam ruangannya.''
Nayla yang tak paham dengan yang di maksud kembali bertanya. Maksudnya?
''Aduh besti kmu tak paham juga ya. Lucu tau menangis nyariin kamu sampai ampai menngis histeris dalam ruanganya dan lucunya dia kepergok malah gak ngaku tapi air matanya masih keluar.'' Cerita Nuri pada akhirnya.
''Serius kan loh. Masa iya sih laki laki menangis. Apa yang membuatnya sedih bahkan laki laki kalau lagi sedih gak pernah menngis.''
''Kamu gak percaya? Saya ada videonya tau.'' Nuri memperlihatkan video yang diambil diam diam saat masuk dalam ruangan pak Bara takut ada tindakan kriminal karna baru kemarin ada suara tngisan dari ruagan pak Bara. Nayla terpingkal pingkal setelah melihat vido itu.
''Aduh kok lucu bangat ya kalau laki laki menangis gak ada sedih sedihnya.''
Bara yang baru masuk toko keheranan melihat kedua wanita itu tertawa sambil megangin perut. Bahkan mereka tak berheti tertawa.
''Ada yaang lucu ya..?'' Melihat Bara yang datang bukannya berhenti maalah makin terbahak bahak.
Bara pun ketularan iutan ketawa. Padahal yang di ketawain itu dirinya.karna hari ini tanggal merah maka karyawan toko diajak makn makan dan semua karyawan sangat happy mbok pun tak ketinggalan. Mereka ke mall terdekat menggunakan tiga mobil.
__ADS_1
Toko tutup hari ini. Bara berusaha menebus kesalahannya yang kemarin maka dari itu apa salahnya menyenangkan karyawan calon istrinya dan ereka juga akan jadi karyawannya.
Bara sudah booking tempat. Agar semuanya merasa aman sebelum itu mengajak mereka dul untuk beli pakaian walaupun harganya tapi mereka senang.
''Makasih pak ini sangat mahal harganya kami bisa membelinya di toko toko lain.'' Kata salah satu dari mereka. Selain tak enak dengan bu bos mereka tapi Nayla menganggukan kepala bahwa tak apa apa.
Setelah selesai mereka makan terlebih dahulu sebelum mereka akan nonton di bioskop. ''Ayo. Pilih menunya yang kalian suka. Semua karyawan hnya saling lirik pasalnya makanan itu mahal mahal dan mungkin itu bisa uangnya bisa di pake makan dalam seminggu.
Melani mencairkan suasan agar teman temnnya itu nyaman maklumlah mereka baru kali ini makan di rstoran mewah. ''Pesan pesan guys kapan lagi kan makan bersama dengan bos besar.''
Bara hanya tersenyum melihat tingkah Melani yang random. Orangnya gampang beradaptasi dengan linkungannya.
Akhirnya agenda hari ini selesai juga. Semua karyawan senang dan banyak mendoakan untuk kelanggengan hubungan mereka. Mereka pulang kerumah masing masing dan tak lagi yang bekerja.
Ke esokan harinya seperti biasa yang kerja dan sebalikya di rumah mantan suami Nayla lagi frustasi karna istrinya banyak menuntut dan ibunya yang lagi sakit sakitan dan tak ada uang untuk kerumah sakit dan yang di lakukan hanya berantam setiap ada keputusan yang ada. Melani sudah memberi mereka uang malah di pake membeli pakaian yang seharusnya tak di butuhkan. Justru makanan mereka sama sekali tak ada.
''Mas bisa nggak adik kamu memberi kita uang lebih. Ini kurang mas dn makanan pun tak ada.'' Dengn gampangnya bicara masih kurang. Kalau masih kurang yah kerja kan masa minta terus. D kasih uang untuk beli maknan kok malah ke enakan.
Edi kurang tegas. Seharusnya dia sebagai kepala rumah tangga lebih tegas ala hal apapun.
''Kamu jangan terlalu boros Mira seharusnya uang yang di berikan dan kamu malah membeli hal yang tak penting. Lalu sekarang kita maau makan apa masa iya kamu mau masak baju kamu.''
''Kok malah nyaalahin saya. Kamu kerja yang baanyak dong mas supaya menghasilkan banyak uang.''
Setelah semuanya terbongkar Mra semakin jadi dan semena mena dalam rumah ini. Setelah berdebat yang tak ada ujungnya Edi kembali menemui melani di toko berharap masih ada uang dan akan membeli makanan.
Serendah itu kah dirinya saat ini. Setelah semua yang terjadi. Jangankan untuk hidup enak malah semakin melarat dan di jauhi oleh para tetangga.
__ADS_1