AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR

AKU ISTRIMU BUKAN PELAKOR
BAB.34 Ancaman Viola


__ADS_3

Ternyata Viola mengancam Bara. Jika Bara tidak datang ke apartemennya malam ini dia akan mengaploud foto keduanya di sosial media. Untuk menghancurkan karirnya di dunia bisnis.


Arrrgghhhh


"Dasar sialan. Berani dia mengancamku, kita liat saja apa yang kuperbuat dengan foto ini."


  Bara tidak ingin mengikuti permainan Viola dia tidak ingin masalah ini semakin runyam.


  Di saat sibuk sibuknya Nayla mendaapti seseorang yang tersenyum ramah kepadanya.


  "Hay... mbak Nayla kan, ohhh iya mbak perkenalkan nama saya Viola.."


Sambil mengulurkan tanganya untuk berkenalan. "Nayla.." nayla menyambut tangan Viola.


Viola tersenyum penuh kemenanga. Dia akan menaklukan Nayla sebentar lagi. Dia berusaha memanas manasi dengan foto yang diambil potretnya beberapa menit yang lalu.


  Viola sengaja mencari tahu teman wanita Bara dia mulai sandiwaranya bahwa dia wanita yang selama ini Bara menyembunyikan keberadaanya.


  "Maaf mbak Nayla boleh kah mbak, mengizinkan saya menikah dengan Bara. Saya lagi hamil mbak tapi Bara sengaja tidak publis saya."


  Nayla melipat Keningnya sejenak. Dia sungguh aneh selama beberapa hari ini sudah dua wanita yang berusaha jadi penyebab kandasnya sebuah hubungannya.


  Nayla mencoba mencerna kata demi kata. Ini bukan pertama kali dia mengenal yang namanya dunia percintaan.


  "Apakah mas Bara tau kalau kamu lagi hamil? Kasian anak kamu nanti tidak punya bapak."


  "Belum tau mbak. Saya takut! Tapi mohon lah mbak tinggalkan Bara demi kami. Setidaknya demi anak saya."


  Viola pura pura lembut tapi sebenarnya dia ingin membuat Bara di benci sama calon istrinya yang saat ini lagi di provokasi.


Nayla tersenyum penuh arti. Dia diam diam menyalakan perekam suara yang ada di ponselnya untuk di Kirim ke Bara. Dia sebenarnya ingin marah tapi dia tidak ingin gegabah.


"Ohhh iya mbak selamat ya atas kehamilannya. Tapi hati hati loh nanti di gunjingin tetangga atau di usir."

__ADS_1


  Viola yang merasa di permainkan sangat marah. "Apa maksudnya mbak. Saya datang baik baik loh sama mbak. Hargai mbak niat baik saya sebelum kamu menikah dengan Bara."


  Dari sini Nayla menilai lawan bicaranya. Dia tau wanita di depannya ini agresif dan manipulatif jadi dia berusaha bermain main di seputar kehamilan.


  "Maaf sis saya kan hanya menyampaikan pendapat ya kan. Masa kamu marah sih... atau itu bawaan hamil ya.!"


  Nayla semakin gencar merendahkan secara halus lawan bicaranya. Padahal wanita ini sangat juga berbahaya. Nayla yang kalem bukan wanita yang kebal dengan kesabarannya tapi dia tergolong wanita berbahaya jika ketemu lawan yang sepadan. Bahkan saat ini dia ingin seberapa kuat nyali wanita yang bersamanya kini.


  Viola semakin ketar ketir gimana ketahuan kalau dia tidak hamil. Dia memang tidak hamil sengaja berbohong berharap Nayla akan meninggalkan Bara.


  "Mbak kalau tidak percaya sebentar malam datang ke apartemen saya. Bara juga ada di sana. Ini alamat apartemenya."


  Viola berlalu pergi dan dia akan merenacanakan sesuatu supayah rencananya tidak gagal lagi. Dia ingin semua berada di bawah kendalinya.


Nayla mengirimkan rekam suara itu ke Bara. Dia hanya ingin bermain dengan kemauannya. Bisa nggak sih kalau di bilang Nayla wanita sangat berbahaya dia mampu melihat kelemahannya lawannya.


  Malam ini Nayla berangkat lebih awal dan menunggu di Lobi. Sambil mengawasi keadaan sekitar kebetulan apartemnnya berada di lantai 2.


Viola sibuk mondar mandir. Dia memakai pakaian transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, siapa pun jika meneguk silva melihat pemandangan malam ini...


  Tokk.... tokkk.... tokk....


  "Yes akhirnya dia datang juga.." Viola lompat lompat kegirangan...


  "Say...."


Dia terpaku di depan pintu. Bara datang bersama Nayla. Dia benar benar syok, dia tidak menyangka jika Nayla datang di jam sekarang padahal dia di suruh jam 22:00 malam. Tapi malah datang lebih cepat dari waktu yang di janjikan. Sekarang masih jam 21:00.


  "Minggir dong kami mau masuk..! Boleh kan?"


Nayla berucap membuyarkan lamunan Viola yang mematung di depan pintu. Viola hanya mampu menggeser tubuhnya.


Nayla tersenyum remeh. Ternyata wanita di depannya saat ini tak lebih dari seorang penggoda.

__ADS_1


"Kamu kan saya suruh datang jam sepuluh.?"


"Iya tapi kalau bertamu jam sepuluh itu kurang sopan. Kamu ganti baju gih , calon suamiku tidak tergoda dengan tubuhmu." Nayla sambil menutup mata Bara pake tangannya.


"Suka suka saya dong. Ini kan rumah saya, jika dia tergoda berarti harus tanggung jawab."


"Hei.... mau tanggung jawab apaan sayang...hmmmm? Bukannya kamu yang mengundang terus pakaian mu kurang sopan untung calon suamiku tidak tertarik sama barang murahan ke gituan. Di jalan soalnya banyak..."


Viola tidak terima di rendahkan tapi apa dayanya dia salah orang mengundang Nayla ketempatnya saat ini. Wanita yang kelihatan luguh itu ternyata bak singa yang kelaparan.


Viola masuk memakai pakaiannya daripada menjadi bulan bulanan Nayla. "Awas saja kamu akan kulakukan sesuatu untuk kalian berdua. Kalian telah bermain main denganku."guman nya tapi kedengaran sampai di luar karna dia berteriak sekencang mungkin.


"Dasar gila... ayo pulang sayang kita tidak ada waktu ladenin dia."


Bara mengamit tangan Nayla dia tidak suka dengan ide Nayla untuk datang malam ini, tapi untuk meyakinkan dia datang bahwa dia tidak melakukan apa pun dengannya.


Mereka pulang meninggalkan Viola yang meraung raung dalam kamarnya. Viola tidak bisa menahan emosinya akhirnya menghancurkan barang barang yang ada dalam kamarnya.


"Loh kemana mereka, bukannya mereka ada di sini kok gak ada.?" Viola mencari keberadaan dua orang tamunya tadi. Apa kah mereka pulang padahal saya sudah kunci pintu...


Nayla tidak mau larut dengan apa yang sudah terjadi. Dia ingin fokus dengan usahanya karna itu lebih penting daripada ngurusin orang yang jelas jelas sangat merugikan dirinya. Selama menyandang status Janda Nayla memiliki ke kosongan hati yang dia rasakan selama ini.


"Apa kah tidak ada laki laki yang tulus mencintai. Kenapa harus aku yang tersakiti." Gumannya sebelum tidur.


Nayla berusaha mengalihkan pikirannya saat ini dan ingin melupakannya dengan cara tidur. Dia tertidur sudah hampir subuh.


Pagi hari seperti biasa dua manusia berbeda rumah, akan melakukan kegiatan yang sama. Bara kali ini tak bersemangat. Entah kenapa perasaanya mengatakan sesuatu yang akan terjadi.


Nayla terjebak macet di jalan. Iya sih kalau pagi pagi begin macet dan banyak yang akan melakukan aktifitas masing masing. Mau kesekolah, kantor, kampus dan lain lain.


"Aduhhh mobil siapa sih ini. Dari tadi nguntilin mulu."nayla bicara sendiri karna mobil di belakangnya sedari tadi mengekor.


Dari plat sja sudah lain. Atau orang iseng saja.

__ADS_1


__ADS_2