Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 1


__ADS_3

“Reyhand, apa kau benar-benar mencintaiku ?” tanya Destya.


“Ya tentu saja aku sangat mencintaimu sayang, hanya dirimulah satu – satunya wanita yang aku cintai di dunia ini.”


“Kamu cinta pertama dan terakhirku.”


Destya tersenyum menatap Reyhand yang memandanginya terus sejak tadi. Pipinya mendadak merah merona mendengar pernyataan dari Reyhand yang membuat hatinya menjadi tenang.


Semenjak mimpi tadi malam Destya merasakan kalau hubungannya dengan Reyhand akan berakhir. Entah itu karena akan hadirnya orang ketiga atau hal lain Destya sendiri tidak tahu. Namun mimpi itu seakan nyata hingga membuat Destya berfikiran negatif pada kekasihnya sendiri.


Destya sadar akan dirinya yang hanya berasal dari keluarga biasa-biasa berbeda dengan Reyhand kekasihnya yang berasal dari keluarga berada dan terpandang, ia takut kalau hubungannya dan Reyhand akan ditentang oleh keluarganya Reyhand karena perbedaan strata ekonomi.


Papanya Reyhand adalah seorang Dokter dan Mamanya adalah seorang pengusaha terkenal, berbeda dengannya yang Ayahnya berprofesi sebagai Guru Honorer dan Ibunya sebagai tukang buruh cuci keliling. Namun, Reyhand tidak pernah memandang status ekonomi Destya, Reyhand tetap mencintai Destya dengan tulus.


“Apa yang sedang kau pikirkan sayang?” Mencoba mengalihkan lamunan Destya untuk mengalihkan pandangan Destya padanya.


“Apa kau meragukan cintaku ?”


“Tidak”


“Lalu kenapa ?”


Destya menggelengkan kepalanya.


“Apa kau mulai menyukai pria lain selain diriku ?”


“Tidak Reyhand, aku sangat mencintaimu.”


Destya lalu memeluk Reyhand.


Reyhand bisa merasakan ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Destya kekasihnya itu.


“Sudah lupakan saja, aku hanya ingin tau perasaan hatimu saja.” seru Destya membalas tatapan Reyhan yang penasaran dengan senyuman manisnya itu.


“Ayo kita pulang Rey, hari sudah semakin sore bukankah beberapa bulan lagi kamu akan ada ujian? segeralah pulang !” Destya pun berdiri dan menarik tangan Reyhand yang masih belum beranjak.

__ADS_1


“Kamu harus belajar supaya cita-citamu segera tercapai Rey.”


“Tapi aku masih merindukanmu, sekarang ini kamu sibuk dengan persiapan praktek kerjamu itu.”


“Iya Rey, besok – besok kita masih bisa bertemu bukan?”


“Iya... tapi perutku lapar sayang, bagaimana kalau kita makan dulu lalu pulang?” mengelus – elus perutnya agar Destya menuruti permintaannya.


“Bukankah 2 jam lalu kita baru saja makan kebab Rey, apa kamu masih merasa lapar? Tadi kamu menghabiskannya 2 lho, belum lagi sisa kebab punyaku yang kau makan.”


Dengan tatapan memohon Reyhand, Destya pun merasa tidak tega ya mungkin hari ini Reyhand benar-benar lapar.


“Yesss berhasil” gumam Reyhand dalam hati.


Ini merupakan sebuah trik dari Reyhand agar bisa bersama dengan Destya lebih lama lagi. Akhirnya


mereka pun pergi ke sebuah cafe langganan mereka.


Reyhand dan Destya memesan makanan kesukaan mereka seperti biasa Onion Ring, Chicken Fingers, Kentang Goreng dan Es Jeruk.


“Rey, kok tumbenan makanmu banyak sekali?”


Destya tersenyum dengan sikap kekasihnya yang tiba – tiba menjadi rakus itu.


Oh ya Rey, nanti kalau ambil kampusnya di universitas XXY, aku yakin kamu bakalan jadi no 1 di kampus itu.”


“Hahaha bisa aja, mungkin ada mahasiswa lain yang nantinya lebih pintar dariku. Dan itu kamu Cintaku.”


“Kita kan beda angkatan Rey, beda jurusan pula dan otakku gak sepintar kamu.”


“Kata siapa kamu gak pintar? Tunjukkan orangnya!”


“Akuuu”. Destya menunjuk dirinya sendiri.


“Sayang kamu pintar, sangat – sangat pintar buktinya kamu pintar untuk menaklukan seorang Reyhandra Ferdian Darelano ini.”

__ADS_1


“Mulai deh.” Ketus Destya.


“Itu faktanya sayang, yang bisa meluluhkan dan merebut hatiku hanya seorang Tuan Putri Destyani Maharani.”


“Iya kan Mbak?” Tanya Reyhand pada seorang pelayan cafenya yang mengantar pesanan Kentang Goreng dan Es Jeruk tambahan.


Pelayan cafe tersebut mengangguk dan tersenyum bergegas pergi karena cafenya sedang ramai.


“Aaawwww....”


“Sayang apa yang kau lakukan, kamu menyakitiku.”


"Reyhand, bukankah kita sudah sepakat untuk merahasiakan ini semua tapi kau malah memberi tahu pelayan cafe ini.” Ketus Destya dengan memalingkan wajahnya dari Reyhand yang sedari tadi terus menggodanya.


“Maafkan aku, aku hanya merasa senang bisa mendapatkan wanita seperti dirimu Destya percayalah.”


“Aku tahu banyak laki-laki mengejar dirimu Des di sekolah, tapi kamu lebih memilihku untuk menjadi kekasihmu, dan kamu berbeda dari wanita lainnya."


"Itu yang membuatku semakin tertarik dan ingin tetap bersamamu dan tidak ada yang dapat memisahkan cinta kita berdua.” Ungkap Reyhand meyakinkan Destya agar tidak marah lagi.


“Aku janji Des, aku gak akan mengulanginya lagi. Ini yang pertama dan terakhir. Percayalah.”


“Okey baiklah, cepat habiskan pesanannya Ibuku sudah menghubungiku Rey.” Sambil menunjukan isi pesan dari Ibunya pada Reyhand.


“Kalau kau masih tidak memberi senyuman manismu untukku, aku tidak bisa makan cepat.” Ungkap Reyhand yang menggoda Destya yang menahan senyuman.


Destya yang mendengar pernyataan Reyhand hanya tersenyum sinis, kekasihnya Reyhand selalu saja menggodanya meskipun Destya dalam keadaan kesal.


Sepulang dari cafe jalanan sangat macet, sehingga membuat Destya semakin kesal berbeda dengan Reyhand yang merasa senang karena dengan jalanan macet ini ia bisa lebih lama dengan Destya.


“Rey, apa tidak ada jalan lain?”


“Sabar sayang, beberapa menit juga akan segera sampai ke rumahmu.”


“Tapi jalanan kali ini sangat macet Rey, kamu sih tadi makannya lama banget jadi gini kan macet.”

__ADS_1


Reyhand yang melihat ekspresi wajah Destya yang sedang kesal dari kaca spion motornya hanya tersenyum.


“Wanita kalau sedang marah cantik juga ya.” Gumam Reyhand dalam hati.


__ADS_2