Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 29


__ADS_3

Setelah berhasil masuk ke jalan ramai Reyhand kembali menormalkan kecepatannya.


“Syukurlah kita selamat.” Seru Destya dengan suara yang terengah – engah.


“Untung aja gak copot ni jantung.” gumam Sarah.


“Tenang sebentar lagi sampai.” Jawab Reyhand.


Sesampainya di kostan, Reyhand menurunkan barang – barang yang dibawa di Destya dan Sarah dari bagasi mobilnya.


“Kenapa Sayang, kamu takut ?”


Destya hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


“Ayo minum dulu !”


“Destya, aku akan selalu melindungimu dan menjagamu sebisaku, walau taruhannya adalah nyawaku sekalipun.”


“Terimakasih Rey.”


“Itu sudah tugasku untuk selalu menjagamu.”


“Ekhem ekhem.” Sarah pura – pura batuk karena melihat adegan peluk – pelukan dihadapannya.


“Ikutan dong kayaknya anget deh dipeluk.” Goda Sarah pada Destya dan Reyhand yang membuat mereka menjadi kikuk.


“Rey, kamu akan menginap disini malam ini ?”


“Ya aku akan menginap disini dan subuh aku akan pulang karena besok aku ada Try Out.”


“Disini cuman ada 1 kamar Rey.” Jawab Sarah cepat.


“Aku tahu itu, tenang aku tidak akan memintamu untuk tidur di lantai Sarah. Aku bisa tidur di mobil.” Jawab Reyhand yang bisa membaca pikiran Sarah.

__ADS_1


“Sudah sebaiknya kalian beristirahat ! Besok pagi kalian kan mulai praktek.” sambil membawa koper mereka ke dalam.


Mereka segera berisitirahat, Destya melihat ke samping dan Sarah sudah tertidur pulas.


“Reyhand pasti kedinginan tidur diluar.” Gumamnya dan membuka koper mencari selimut yang ia bawa dari rumah.


“Rey, Reyhand.” Panggil Destya sambil mengetuk kaca mobilnya.


Untung saja kaca mobilnya dibuka jadi Destya bisa menyelimutinya.


“Selamat malam , selamat tidur kekasihku.” Gumam Destya.


Pukul 3 pagi, Reyhand terbangun dari tidurnya ketika mendengar alarmnya handphonenya berbunyi. Reyhand mengucek matanya yang masih mengantuk. Tubuhnya terbalut selimut.


“Siapa yang menyelimutiku.” Gumam Reyhand.


Reyhand segera keluar dari mobilnya, ia segera mencuci wajahnya untuk menghilangkan rasa kantuknya.


“Sudah jam setengah empat pagi.” Gumam Reyhand yang melihat jam di tangannya.


“Reyhand !”


Reyhand keluar dari mobilnya ketika mendengar suara Destya yang memanggilnya.


“Kamu sudah bangun sayang ?”


“Iya, kamu mau pulang sekarang ? Aku buatin kamu sarapan dulu ya.”


Reyhand pun mengangguk tanda setuju, karena memang perutnya sudah lapar.


“Aku hanya membawa mie instan dari rumah.”


“Terimakasih.”

__ADS_1


Reyhand langsung memakan mie instan buatan Destya, tanpa sisa.


“Oh ya semalam kamu yang menyelimutiku ?”


Destya mengangguk dan tersenyum.


“Aku harus pulang sekarang sayang, jaga dirimu baik – baik. Aku akan menyempatkan diriku untuk menengokmu sesering mungkin."


“Rey !”


Destya berlari dan memeluk Reyhand yang hendak menaiki mobilnya.


“Aku akan merindukanmu selalu.” Gumam Destya dalam hati lalu yang meneteskan air mata.


Reyhand lalu menghapus air mata Destya yang menetes di pipi mulusnya itu.


“Jangan bersedih, aku janji akan datang menemuimu sesering mungkin.”


“Hati – hati Rey.” Sambil melambaikan tangannya.


Reyhand melajukan mobilnya menjauhi kostan Destya.


Hati Destya merasa sedih, melihat kepergian Reyhand. Destya kembali meneteskan air matanya. Sarah terbangun ketika melihat Destya tidak ada disampingnya.


“Destya kamu kenapa ?”


“Reyhand Sarah.” Seru Destya dengan suara lirih.


Sarah melihat keluar dan mobil Reyhand sudah tidak ada di depan.


“Udah Des, kalau kamu merindukannya kamu kan bisa menelponnya.” Jawab Sarah menenangkan sahabatnya.


“Hapus air matamu Des, kita harus bersiap sekarang biar gak kesiangan.”

__ADS_1


“Kamu duluan aja Sarah, aku mau beresin dulu koperku.”


Sarah pun mandi lebih dulu dan Destya membereskan pakaiannya.


__ADS_2