Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 24


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Bu Kirani dan Bu Vina mengobrol di ruang depan. Sedangkan Adinda berencana menghampiri Reyhand di kamarnya.


“Tante, Adinda boleh menemui Reyhand di kamarnya ? Takutnya Reyhand ketiduran belum minum obat.”


“Tentu saja Adinda, kamu selain cantik sangat perhatian sekali sama anak Tante Reyhand. Kamarnya di atas ya Adinda.”


“Iya Tante makasih.”


“Yesss berhasil, sepertinya Tante Kirani mulai suka padaku.” Gumamnya dalam hati.


Adinda lalu menuju kamar Reyhand dan masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.


Di kamar, Reyhand tengah bersandar di kepala ranjang sambil memandangi foto Destya. Reyhand yang mendengar ada orang yang masuk ke kamarnya langsung menoleh.


“Adinda?”


“Iya Reyhandku sayang, aku menepati janjiku yang tadi pagi bukan ?”


“Mau apa kau kesini masuk tanpa permisi ke kamar orang. Apa kau tidak tau sopan santun ? Hahh???” Tanya Reyhand yang kesal dengan kedatangan Adinda ke kamarnya tanpa permisi terlebih dahulu.


“Aku hanya menepati janjiku untuk datang menemuimu lagi Reyhand."


“Aku tidak butuh kamu, sebaiknya kamu segera keluar dari kamarku Adinda.”


“Sudahlah Reyhand, kamu jangan mengusirku terus. Bukankah orang tua kita sudah setuju dengan hubungan kita.”

__ADS_1


“Hubungan kita ? Apa maksudmu Adinda ?”


“Mulai hari ini aku mau kau menjadi kekasihku Reyhand, dan aku ingin kau meninggalkan wanita di foto itu.”


“Tidak Adinda. Aku tidak pernah mencintaimu sedikit pun, aku hanya menganggapmu sebagai teman biasa dan itu tidak lebih. Dan aku harap kamu segera tinggalkan kamarku sekarang juga.”


“Aku mencintaimu Reyhand, apa istimewanya wanita itu hingga kau terus menghindariku dan menolakku. Hahhh.”


Adinda mengambil foto Destya di pinggir ranjang Reyhand lalu merobek dan menginjak – injaknya di lantai.


“Apa yang kau lakukan Adinda ?” Geram Reyhand yang kesal karena Adinda berani merobek foto Destya lalu menginjaknya.


“Kau lihat Reyhand wanita ini hanyalah sampah yang dirobek lalu dibuang ke tempat sampah.”


“Lihat saja Reyhand aku akan menghancurkan hubunganmu dengannya.” Gumam Adinda kesal lalu keluar dari dalam kamar Reyhand.


“Awas saja kau Reyhand, kamu tidak akan pernah bisa lari dariku.”


Reyhand mengambil foto Destya yang berserakan di lantai akibat ulah Adinda.


“Maafkan aku Destya. Aku berjanji akan melakukan apapun untuk menjaga hubungan kita. Dan tidak akan membiarkan satu orang pun merusak hubungan kita.” Gumamnya.


Reyhand berusaha menyatukan foto Destya kembali yang telah dirobek Adinda menjadi 4 bagian.


“Awas kau Adinda aku tidak akan pernah membiarkanmu mengganggu kekasihku.”

__ADS_1


\=\=\=\=


Sesampainya di rumah Adinda merengek pada Mamanya.


"Mam, bantu aku agar Reyhand mau menjadi kekasihku."


"Kau menyukai Reyhand Adinda ?"


"Iya Mam. Aku sangat menyukai Reyhand. Tapi Reyhand selalu saja menghindariku"


"Hahahahaha."


"Kenapa Mama malah menertawakanku?"


"Jadi selama diperjalan tadi kamu cemberut itu karena Reyhand ?"


"Baru kali ini, Adinda anak Mama yang cantik ditolak sama cowok."


"Udah tau aku lagi kesal, Mama malah menertawakanku." Gumam Adinda dengan kesal lalu beranjak ke kamar meninggalkan Mamanya.


Di dalam kamar, Adinda memandang foto Reyhand di handphonenya.


"Kamu tampan sekali Reyhand, kamu milikku dan harus menjadi milikku."


"Kalau Mama tidak bisa membantuku, aku harus berusaha sendiri, dan Tante Kirani adalah satu - satunya orang yang bisa membuatku dekat dengan Reyhand."

__ADS_1


__ADS_2