Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 28


__ADS_3

“Destya, Reyhand mana sih lama banget keburu malam sampenya .” Ketus Sarah yang merasa kesal karena telah menunggu 2 jam yang lalu.


“Sebentar aku telpon Reyhand dulu.”


“Nomornya gak aktif Sarah.”


“Harusnya kita berangkat siang Des, perjalanan kesana kan lumayan jauh butuh waktu beberapa jam.” Gumam Sarah kesal.


“Iya Sarah maafkan aku, tadi pagi aku pergi ke taman dulu sama Reyhand."


“Reyhand dimana sih kamu ?” Gumam Destya dalam hati.


“Siaaallll, mana baterai handphoneku habis.” gumam Reyhand sambil memukul – mukul setir mobilnya.


Jalanan kali ini sangat macet karena ini hari Minggu. Reyhand berusaha memutar balikan mobilnya di perempatan mencari jalan lain. Tanpa sengaja Reyhand menyenggol mobil seseorang karena terburu – buru.


“Heh, lo bisa nyetir gak ? Keluar lo !” Bentak wanita tersebut sambil mengetuk – ngetuk kaca mobil Reyhand.


Reyhand pun keluar dari mobilnya.


“Semua kerusakan mobilmu saya akan menggantinya, ini identitas saya sebagai jaminannya. Saya buru – buru.”


“Tunggu !” seru wanita tersebut menghentikan Reyhand yang akan masuk ke mobilnya.


“Perkenalkan saya Clara .”


“Saya Reyhand, permisi saya buru – buru.”


Reyhand pun melepaskan jabatan tangan Clara, dan bergegas pergi.


“Ganteng banget sih, lebih ganteng dari Raka.” Gumam Clara dalam hati.

__ADS_1


Sesampainya Reyhand, Destya dan Sarah buru – buru naik ke mobil Reyhand dengan memasang wajah cemberut.


Reyhand membantu mengangkat koper yang dibawa mereka ke bagasi mobilnya.


“Ini mau ngkost atau mau pindahan sih.” Gumamnya dalam hati, karena melihat 3 koper besar dan berat di hadapannya.


Di mobil tidak ada satu orang pun yang memulai pembicaraan. Akhirnya Reyhand pun memulai pembicaraan.


“Kenapa di rumahmu sepi sekali Sayang ?”


“Sedang ke rumah Nenek.” Jawab Destya singkat.


“Oohh.”


“Ngambek lagi nih.” Gumamnya dalam hati.


“Maafkan aku telat datang, tadi jalanannya sangat macet dan .......” belum selesai bicara Sarah sudah memotong pembicaraannya.


“Sarah, aku belum selesai bicara !”


“Sudahlah, aku mengantuk aku ingin tidur.” Timpal Destya yang sudah menutup matanya.


Melihat Destya dan Sarah yang sudah tertidur pulas Reyhand menarik nafas panjang.


“Berasa jadi supir pribadi mereka.” Gumam Reyhand dalam hati yang sambil fokus melajukan mobilnya.


Jalanan menuju tempat prakteknya cukup berkelok – kelok sehingga membuat Destya yang tertidur akhirnya menyenderkan kepalanya ke pundak Reyhand. Reyhand menyibakkan rambut Destya yang menutupi wajahnya sehingga memperlihatkan kulit wajah Destya yang kuning langsat dan mulus.


“Cantik dan manis sekali.” Gumamnya dalam hati.


Dibelakang Sarah merasa kesakitan karena kepalanya membentur kaca mobil Reyhand.

__ADS_1


“Aaawww sakit sekali.” Gumam Sarah yang terbangun dari tidurnya.


“Rey, pelan – pelan dong bawa mobilnya.” Pinta Sarah yang merasa kesakitan.


“Ini sudah kecepatan normal Sarah, memangnya kamu mau kita sampai tengah malam ?”


“Ya deh.” jawab Sarah pasrah.


“Pantesan Destya gak bangun – bangun.” Gumamnya dalam hati karena melihat Destya yang masih tertidur pulas di pundak Reyhand.


“Apa masih lama Reyhand sampainya ?” tanya Sarah yang melihat sekeliling jalan sepi sekali dan gelap.


“Mungkin 1 jam lagi.”


“Ya ampun ini jalanan gelap bener sih, ngeri banget apa gak ada jalan lain.” Gumam Sarah yang ketakutan dan mulai berpikiran tidak – tidak.


“Rey, kayaknya mobil yang belakang ngikutin kita deh.”


Reyhand pun melihat dari spion mobilnya dan mobil di belakang itu semakin cepat dan berusaha menghadang mobilnya. Reyhand menambah kecepatan mobilnya. Akhirnya Destya pun terbangun, karena Reyhand melajukan mobilnya di atas kecepatan normal.


“Destya Sarah berpeganglah !”


Reyhand menancapkan gasnya, agar mobil di belakang tidak berhasil mengejarnya. Destya dan Sarah semakin ketakutan ketika ada mobil yang mengejar mobil mereka.


“Ya Allah aku belum mau mati muda.” Gumam Sarah.


“Hati – hati Rey ! Tikungan jalannya curam sekali. Aku takut."


“Tenang Sayang aku akan melindungimu, berpeganglah yang kuat dan kencangkan sabuk pengamannya!”


Destya dan Sarah mengikuti instruksi dari Reyhand.

__ADS_1


Reyhand semakin menancapkan gas mobilnya sehingga membuat Destya dan Sarah menjadi semakin ketakutan ditambah mobil yang mereka tumpangi berusaha dihadang mobil lain.


__ADS_2