Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 38


__ADS_3

Setibanya di rumah, Reyhand langsung masuk ke kamar untuk membawa beberapa lembar pakaian karena ia akan menginap disana. Kebetulan besok adalah tanggal merah jadi Reyhand bisa menginap dan beristirahat disana.


“Aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu Destya,” gumamnya dalam hati sambil keluar dari kamar.


Reyhand segera menemui Pak Joni, dan meminta untuk mengantarkannya pergi kesana.


“Pak Jon, bawa beberapa lembar pakaian ya,”


“Untuk apa Den Reyhand ?”


“Bawa saja Pak Jon!”


“Baik Den,”


Tanpa fikir panjang Pak Joni segera menuruti permintaan Reyhand untuk mengambil beberapa lembar pakaian.


“Mau kemana kita Den ?” tanya Pak Joni yang sedang menyalakan mesin mobilnya.


“Ke villa yang tahun lalu kita liburan,”


“Oh ya baik Den,”


Pak Joni melajukan mobilnya menuju tempat yang disebutkan oleh Reyhand.


“Sebaiknya aku tidak mengabari Destya kalau aku pergi kesana, aku ingin memberi kejutan untukmu Sayang,” gumamnya dalam hati.


Reyhand melihat ke sekeliling jalan yang dilaluinya, terlintas di pikirannya saat Reyhand pergi mengantarkan Destya ke tempat tersebut. Ia bergidik ngeri dan akhirnya tersenyum. Pak Joni yang melihatnya dari kaca spion bertanya – tanya dalam hati.


“Pak Jon ?”


“Iya Den,”


“Jalanan ini kalau malam suka sepi ?”

__ADS_1


“Iya Den memang disini jalanannya kan sepi, ramai pas siang hari aja karena banyak yang berwisata ke daerah sini,”


“Kalau malam hari jalanan sini aman ?”


“Gimana ya den,”


“Gimana Pak Jon ?” tanya Reyhand yang semakin penasaran.


“Kalau saya dengar dulu di daerah sini banyak yang kecelakaan Den,”


“Kenapa mereka bisa sampe kecelakaan ?”


“Saya kurang tau pastinya Den, ya mungkin karena jalanan ini berkelok jadi pengemudi harus benar konsentrasi saat melajukan kendaraannya,”


“Untung saja malam itu aku selamat,” gumam Reyhand yang membuang nafas dengan kasar karena malam itu Reyhand mengemudikan mobilnya diatas kecepatan normal.


“Sudah sampai Den,” ucap Pak Joni yang membangunkan Reyhand yang tengah tertidur di mobil.


Kruyuk kruyuk


“Pak Jon, lapar ?”


Pak Joni hanya tersenyum malu karena perutnya bersuara.


“Rey, masak dulu ya Pak Jon,”


“Jangan Den, biar saya saja,”


“Gak papa Pak Jon istirahat saja, perjalanan tadi kan cukup jauh,”


“Tapi Den,”


Reyhand tidak memperdulikan ucapan Pak Joni, ia langsung bergegas ke dapur untuk memasak. Pak Joni lalu menyusulnya dari belakang.

__ADS_1


“Memangnya Den Reyhand bisa masak ?” Gumam Pak Joni yang bertanya pada dirinya sendiri.


“Pak Jon, duduk saja biar Rey yang memasak,”


Pak Joni yang tidak enak karena anak majikannya yang memasak, akhirnya membantu mengiris sayuran tersebut.


“Pandai juga Den Reyhand memasak,” gumam Pak Joni dalam hati saat mencium bau masakannya Reyhand.


“Gimana Pak Jon ?”


“Gimana apanya Den ?”


“Masakannya,”


“Sangat enak sekali Den,”


“Pelan – pelan Jon !” ucap Reyhand yang melihat Pak Joni makan begitu lahap.


Pak Joni tersenyum malu, Reyhand melihatnya makan dengan lahap.


“Darimana Den Reyhand bisa mendapat resep masakan ini ?”


“Destya,” jawab Reyhand singkat.


“Oh, selain cantik non Destya pintar memasak juga ya,”


Reyhand tersenyum saat mendengar kekasihnya dipuji oleh Pak Joni.


“Pak Jon, jam 3 sore bangunin Reyhand ya,”sambil bergegas meninggalkan meja makan.


“Iya Den,”


Reyhand membaringkan tubuhnya di sofa depan, dan tak lupa mengatur jam alarm di handphonenya. Akhirnya Reyhand pun tertidur karena kelelahan dengan perjalan tadi yang menyita waktu sampai 3 jam.

__ADS_1


__ADS_2