
Reyhand dan Rendi yang melihat Roy baru masuk kelas dan terlihat sangat senang merasa heran.
“Kenapa tuh anak ?”
“Kesambet jin sengklek kali.” Jawab Rendi sambil tertawa.
“Roy, lo tumben banget datang – datang ke kelas senyam – senyum. Abis dapet rezeki nomplok lo yaa ?” Tanya Rendi karena penasaran dengan sikap Roy.
“Sirik aja lo, gak tenang ya liat gue bahagia ?”
“Hehhh Roy, ngapain gue sirik sama lo ?”
“Kenapa sih Roy lagi kasmaran yaa ?” Tanya Reyhand yang juga sama penasaran seperti Rendi.
“Lo tau gak, cewek yang gue suka balas chat gue semalam.”
“Syukurlah kalo lo udah move on.” Reyhand tersenyum karena itu artinya, Roy tidak akan mengganggu Destya lagi.
“Btw siapa yang udah buat lo sampe berbunga – bunga gini ?”
“Ada deh nanti juga lo bakal tau orangnya.”
“Siapa sih Roy, penasaran nih gue.”
“Tenang aja nanti juga lo bakal tau Ren.”
Reyhand dan Rendi pun membalikan kursi yang tadinya menghadap ke meja Roy. Rendi yang melihat Reyhand ikut senyum – senyum merasa heran.
“Kenapa dengan 2 orang ini .” gumamnya dalam hati.
Rendi melirik lagi ke arah Roy dan Reyhand yang masih melamun sambil tersenyum.
“Rey.... Reyyyy Reyhand.” Rendi menepuk pundak Reyhand dan mengejutkannya.
“Lo ketularan si Roy ? Kesambet jin sengklek juga lo ?”
“Apaan sih lo.”
“Yaelah ni 2 sahabat gue kenapa yaa. Jangan – jangan gue selanjutnya.” Batin Rendi.
Seketika lamunan Reyhand yang sedang memikirkan Destya terhenti karena bel berbunyi tanda pelajaran akan dimulai. Berbeda dengan Roy yang masih asyik menatap foto Destya di handphonenya. Dia mencuri foto Destya dari media sosialnya dan menyimpannya di galery foto miliknya.
“Roy, udah dong kesambetnya !”
“Si Reyhand juga udah sadar nih. Masa lo masih belum sadar juga. Bentar lagi kelas dimulai.”
Karena kesal Roy tidak memperdulikannya, akhirnya Rendi mengambil botol minumnya dan menyiramkannya ke wajah Roy.
“Apa – apaan sih lo Ren ?”
“Emang gue tanaman apa disiram segala. Basah kan jadinya baju gue.”
“Biar lo gak kesambet lagi.”
“Sialan lo.”
“Awas aja lo yaa gue bales.”
__ADS_1
“Apa – apaan sih kalian ini. Lo juga Roy, sama aja bikin rusuh mulu.”
“Awas kalo kalian masih ribut, gue gak mau bantu kalian lagi kalau ada apa - apa.” Ancam Reyhand pada Rendi dan Roy dengan ketus yang masih saja ribut di kelas. Akhirnya mereka pun diam karena mendengar ancaman Reyhand.
\=\=\=\=
Di kantin Sarah yang semalam mendapat pesan dari nomor tidak dikenal menceritakannya pada Destya.
“Des, tau gak semalam ada nomor yang tidak dikenal mengirimiku sebuah pesan.”
“Dan kamu tau gak, aku kok dapat pesan itu langsung berdebar - debar ya, padahal aku gak tau kan orangnya seperti apa.”
“Apa aku lagi jatuh cinta gitu ya.”
“Mungkin, tapi kok bisa sih kamu suka sama orang yang belum tau wajahnya sama sekali.”
“Ya aku juga gak tau Des.”
“Tapi sekarang aku ngerasa bahagia banget Des.”
“Sebaiknya kamu cari tahu dulu orangnya siapa, seperti apa sikapnya dan lain sebagainya.”
“Aku gak mau sahabatku yang satu ini salah pilih jodoh. Dan aku berharap kamu segera menemukan jodohmu.”
“Makasih yaa, kamu adalah sahabat terbaikku.”
“Iyaa.” Sambil tersenyum dan memeluk Destya.
“Oh yaa Des, pulang sekolah kamu gak kemana – mana kan ?”
“Kayaknya nggak deh. Kenapa ?”
“Oke nanti aku ajarin.”
“Dirumahku atau dirumahmu ?”
“Rumahku ajalah Des, kebetulan dirumahku lagi gak ada orang.”
“Oke, nanti pulang sekolah aku langsung ke rumah kamu.”
“Udah bel yuk cepetan masuk.” Ajak Destya pada Sarah dan bergegas meninggalkan kantin.
\=\=\=
Sepulang sekolah Destya melihat Reyhand yang sudah stanby menunggunya di depan sekolah.
“Yah ada pangerannya Destya. Bakalan jadi kambing conge lagi nih.” Gumam Sarah.
“Hai Des, hai Sarah.” Sapa Reyhand.
“Rey, kamu jemput aku?”
“Tapi aku udah janji sama Sarah mau ke rumahnya.”
“Iyaa aku menjemputmu.”
“Lalu bagaimana dengan Sarah ?”
__ADS_1
“Sarah nanti aku pesanin ojek online aja ya Sarah.”
“Dibayarin kan ?”
“Iyaa aku bayarin.”
“Asyik dapat ongkos gratis lagi. Thanks ya Rey.”
“Okey.”
Sesampainya di rumah Sarah.
“Des, aku langsung pulang yaa. Soalnya hari ini aku ada les.”
“Kalau ada apa – apa kabari aku ya.”
“Okey hati – hati Rey.”
Reyhand pun melajukan motornya menjauhi rumah Sarah.
Sarah dan Destya pun segera masuk untuk belajar. Setengah jam kemudian datanglah Raka dan Ayu.
“Ayu Raka, kalian kesini juga ?”
“Iya Des, aku boleh ikut gabung kan ya.”
“Tentu saja.”
Sarah yang melihat Raka celingak - celinguk di rumahnya melihatnya dengan heran.
“Raka ? Cari siapa sih ?”
“Nng ....nggak cari siapa – siapa. Tumben sepi dirumahmu Sarah.”
“Oh kedua orang tuaku sedang ke rumah saudaraku yang di Jawa.”
“Oh gitu yaa.”
“Berarti kali ini Destya sendiri tanpa ditemani laki – laki itu.” Gumamnya dalam hati dan tersenyum senang.
Mereka pun belajar bersama. Sesekali Raka memandang wajah Destya, dia terlihat begitu cantik.
“Kenapa Destya kau selalu menolakku dan malah memilihnya.” Gumamnya dalam hati.
Sebenarnya Raka sengaja pergi ke rumah Sarah karena ia mengetahui kalau Destya ada disana. Ketika hari mulai sore mereka pun segera merapikan buku - bukunya dan bersiap pulang.
“Des, kamu pulang sendiri?”
“Iya Raka, memangnya kenapa ?”
“Biar aku yang mengantarmu pulang ya.”
“Tidak apa - apa aku pulang sendiri saja. Lagian kamu kan datang bersama Ayu dan kamu pulang harus bersamanya juga.”
“Aku pulang duluan ya semuanya.” Destya pulang lebih dulu karena hari ini ia harus membantu ibunya memasak.
Raka yang mendengar ucapan Destya merasa kecewa karena lagi - lagi Destya menolak ajakannya.
__ADS_1
"Iya hati - hati." ucap ketiga temannya.