Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 32


__ADS_3

Destya yang terbangun dari tidurnya, segera mengecek ponselnya dan berharap Reyhand sudah membalas pesannya.


“Ternyata Reyhand belum membaca pesan dariku.” Gumam Destya sedih.


Destya lalu menyimpan kembali handphonenya di nakas, ia merebahkan kembali tubuhnya sambil memandang atap kamar kostnya itu. Destya merasa khawatir dengan Reyhand yang belum memberi kabar hingga saat ini.


“Semoga kamu baik – baik saja Reyhand.” Gumamnya dalam hati.


\=\=\=\=


“Kenapa mukamu di tekuk gitu Rey?” Tanya Bu Kirani yang melihat anaknya keluar dari kamar dengan wajah cemberut.


“Handphone Rey rusak Ma.”


“Jadi anak Mama cemberut karna handphonenya rusak ? Haha.”


“Kamu kan bisa membeli lagi yang baru Rey.”


“Oh ya Rey, kenapa kemarin Adinda bisa jatuh ke kolam ?”


Reyhand hanya diam tidak menjawab pertanyaan Mamanya itu. Ia bergegas pergi berangkat sekolah untuk menghindari pertanyaan Mamanya.


“Reyhand, berangkat dulu ya Ma. Assalamu’alaikum.”


“Wa’alaikumussalam, susunya minum dulu Rey !”


Reyhand segera menghabiskan susunya dan bergegas meninggalkan meja makan.

__ADS_1


“Nanti sore kita jenguk Adinda ya Rey !” teriak Bu Kirani yang memanggil anaknya yang sudah pergi terburu – buru. Reyhand mengabaikannya dan segera melajukan motornya menuju sekolah.


Sesampainya di kelas, Reyhand masih cemberut saja. Rendi dan Roy yang melihatnya menjadi bertanya – tanya.


“Kenapa lo Rey, pagi – pagi udah manyun gitu kayak yang abis putus cinta ?”


“Apa lo bilang ? Hah ! Lo nyumpahin gue putus ?”


“Gue gak nyumpahin lo putus Rey, kalau cewek lo udah gak sayang sama lo ngapain lo pertahanin.” Jawab Roy dengan wajah datar tanpa dosa.


“Aduuuhhh kenapa lo berdua malah berantem si ?”


“Dia yang mulai duluan.” Gerutu Rey dengan geram.


Roy hanya diam, hatinya masih merasa bahagia karena orang yang dipikirkannya Destya itu kembali membalas pesannya lagi.


“Udah lo diemin aja si Roy.” Kata Rendi yang merangkul sahabatnya untuk melerai keduanya.


“Gak nyokap gak lo sama aja nyebelin.”


“Lo kenapa sih Rey ? Cerita ma gue.” Tanya Rendi yang merasa heran karena Reyhand tiba – tiba mendengus kesal.


“Entar siang anter gue ke mall ya !”


Rendi hanya mengangguk tidak mengerti dengan sikap Reyhand yang cemberut dan tiba – tiba memintanya untuk mengantar ke mall.


“Kesambet apaan lagi ni si Rey.” Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Setelah bel pulang Reyhand dan Rendi segera bergegas pergi menuju mall. Roy yang melihat mereka pergi bersama, mengikutinya dari belakang.


“Mau kemana mereka gak ngajak – ngajak gue.” Gumam Roy yang penasaran lalu segera mengikuti laju motor mereka berdua.


Sesampainya di mall.


“Kita mau kemana sih Rey ?”


Reyhand tidak menjawab dan bergegas masuk ke dalam mall menuju toko handphone.


“Lo mau beli handphone baru ?


“Iya handphone gue rusak.”


“Ngomong dong dari tadi ! Gue kan penasaran.”


Roy yang mengikuti mereka dari belakang langsung menepuk pundak mereka sehingga mengagetkan Reyhand dan Rendi yang sedang memilih handphone baru.


“Ada yang lagi banyak duit nih.” Goda Roy pada Reyhand.


“Abis ini kita makan ya !” seru Roy pada kedua temannya.


“Berisik lo !”


“Yaelah Rey, lo masih ngambek aja. Tadi gue kan cuma bercanda.”


Reyhand tidak memperdulikan perkataan Roy, ia langsung bergegas keluar dari toko handphone tersebut dan menuju tempat makan yang ada di mall tersebut, karena memang perutnya sudah lapar.

__ADS_1


Di meja makan Reyhand sedang mencoba handphone barunya dan langsung menghubungi kekasihnya Destya, namun Destya tidak kunjung menjawab panggilannya.


“Mungkin dia sedang sibuk praktek.” Gumamnya dalam hati sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 2 siang.


__ADS_2