Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 7


__ADS_3

Sepulang sekolah Destya yang melihat ada beberapa pesan masuk segera membuka isi pesannya, dan segera membalasnya.


“Haii Des, aku antar yaa pulangnya, kebetulan kan kita searah.” Raka tiba – tiba datang menghampiri Destya dan mengajaknya pulang bersama.


“Maaf ka, aku udah ada janji dengan seseorang. Terimakasih atas tawarannya.”


“Aku duluan yaa ka.” Destya segera pergi untuk menemui Reyhand dan meninggalkan Raka.


“Iya.”


Raka merasa kecewa karena Destya menolak tawarannya untuk pulang bersama.


“Haiii ka, aku nebeng yaa.” Pinta Sarah pada Raka.


“Maaf, aku ada perlu Sarah.” Jawab Raka dengan ketus.


“Giliran Destya aja ditawarin, aku yang mau ikut nebeng gak boleh. Awas yaa aku bilangin sama Destya.”


“Ya udah ayo.”


“Duduknya jangan nempel yaa bukan muhrim.”


“Yang namanya duduk ya pasti nempel di jok motor lah ka. Emangnya aku kuntilanak apa duduknya gak nempel di jok motor.” Jawab Sarah dengan ketus.


“Bukaaannnn maksudku kamu jangan pegang – pegang padaku.”


“Emangnya aku kuman apa sampe gak boleh nempel.”


“Bukan muhrim Sarahhhh.”


“Colek dikit boleh lah yaa.”


“Mau ikut gak???”


Sarah pun mengangguk.


“Ya udah cepet.”


Di perjalanan Raka melajukan motornya dengan kesal. Sarah pun merasa canggung karena Raka tak mengeluarkan suara sedikitpun. Akhirnya Sarah lah yang memulai pembicaraan.


“Ka, aku boleh tanya sesuatu ?”


Raka tidak menjawab pertanyaan Sarah. Raka tetap fokus melajukan motornya.


“Ini si Raka budeg atau apa yaa ?” Gumam Sarah dalam hati.


Hingga akhirnya Raka menghentikan motornya di persimpangan jalan yang tak jauh dari rumah Sarah.


“Turun dong Sarah, udah sampe nih.”


“Sampe apanya ?”


“Aku ada perlu Sarah, aku mau ke apotek dulu beli obat untuk Ibuku.”


“Lagian kan rumahmu tidak jauh dari sini.”


“Ya sudah aku ikut saja denganmu Raka. Nanti kan pulangnya lewat ke rumahku.”


“Aku lagi males jalan soalnya hehehe. Kebetulan aku mau beli jus di pinggir apotek itu”


Akhirnya Sarah pun ikut, karena tidak ada alasan lain bagi Raka untuk menolak. Dan kalaupun Raka menolaknya Sarah pasti akan melaporkannya pada Destya.


“Ya sudah.”


“Makasih Raka.” Lalu Sarah menyolek dagu Raka.


“Apaan sih, jangan pegang – pegang aku bilang.”


“Bukan pegang itu nyolek dikit biar kamu bersuara. Soalnya kalo gak di colek kamu diam aja kayak yang gagu.”


\=\=\=\=

__ADS_1


Di cafe Reyhand sudah duduk menunggu kedatangan Destya. Destya yang melihatnya segera menghampiri Reyhand.


“Rey, sudah lama kau disini ?”


“Maaf yaa, aku baru baca pesan kamu soalnya.”


“Tidak apa – apa sayang.”


“Gimana ulanganmu lancar.”


“So pasti, aku sudah mempersiapkannya semalam dengan baik.”


“Good job.” Sambi mengangkat kedua jempolnya.


“Jadi disini kita hanya ngobrol aja Rey ?”


“Iyaa aku merindukanmu. Apa kau tidak merindukanku ?”


“Maksudku bukan itu.”


“Lalu apa ?”


“Aku fikir kau mengajakku untuk makan. Aku sangat lapar.”


“Oohhh itu ......” Reyhand pun tersenyum.


“Maaf aku melupakan itu.”


“Pesan saja apa yang kau mau Sayang. Kali ini aku yang traktir.”


“Perasaan setiap kita makan kau yang selalu membayarnya.”


Reyhand pun memanggil pelayan cafe untuk memesan makanan. Setelah memesan beberapa menu makanan Destya pergi ke toilet untuk membersihkan sepatunya yang kotor karena saat menuju cafe Destya tidak sengaja menginjak kubangan air.


Tak lama kemudian nampaklah Roy yang datang sendiri dan melihat keberadaan Reyhand.


“Haiii Rey, lo disini ?”


“Destya kau disini juga ?” Tanya Roy pada Destya yang baru saja dari toilet.


“Gimana sih lo gak ngajak – ngajak gue.”


“Gue ikut gabung sini yaa.” Sambil melirik ke arah Reyhand dan Destya.


“Bolehkan Des ?”


“Ya tentu saja.” jawab Destya sambil melirik ke arah Reyhand yang hanya diam saja.


Pelayan pun datang membawa pesanan mereka.


“Des, ternyata pesanan kita sama yaa. Benar kata orang, kalo jodoh gak akan kemana.” Ucap Roy dengan polos tanpa memperdulikan keberadaan Reyhand.


Reyhand yang mendengarnya pun melotot pada Roy.


“Apa maksud perkataanmu itu Roy ?”


“Destya itu milikku sampai kapanpun.”


“Udah Rey, mungkin Roy hanya bercanda.”


“Iya kan Roy ?"


“I...iiya aku hanya bercanda Rey.” jawab Roy dengan gugup karna takut melihat Reyhand yang melotot padanya.


“Rey, kok gak dimakan makanannya ?” Tanya Destya melihat isi piringnya masih utuh.


“Reyhand lagi diet katanya Des, tadi aja pas makan di kantin dikasih ke aku.”


“Kalo gak mau Rey, buatku saja daripada mubadzir makanannya.” Sambil membawa makanan di piring Reyhand.


Destya yang melihatnya tersenyum, karena tidak menyangka Roy akan makan sebanyak itu.

__ADS_1


“Dasar rakus.” Gumam Reyhand dalam hati.


“Rey biar sekalian aku bayarnya, makananku kamu yang bayar dulu yaa.”


Reyhand pun melongo mendengar perkataan Roy, bisa – bisanya dia datang disaat sedang bersama Destya, lalu mengambil seluruh isi piringnya dan memintanya untuk membayarkannya.


“Ingat Rey, bantu teman yang sedang kesusahan itu pahalanya besar.”


“Iya.” Jawab Reyhand dengan ketus.


“Ayo sayang, sudah selesai kan makannya.”


Destya hanya mengangguk.


“Rey kok buru – buru amat sih.”


“Gue kan belum ngobrol sama Destya.”


“Gue gak mau Destya digigit sama nyamuk. Soalnya disini ada spesies nyamuk gatel banget.” Jawab Reyhand lalu bergegas pergi meninggalkan Roy.


“Masa sih ada nyamuk gatel.”


“Jenis nyamuk apaan tu.”


“Kok gue baru denger yaa.”


“Gak papa deh, aku gak mempan digigit sama nyamuk. Yang penting perutku kenyang.” Roy pun menghabiskan makanan yang ada di dalam piringnya tanpa tersisa sedikit pun.


“Kita langsung pulang yaa Sayang.”


“Aku lelah sekali hari ini mungkin karena semalam aku bergadang.”


“Okey Rey.”


“Minggu depan aku akan mulai prakerin, jadi saat ini sedang banyak tugas aku harus segera menyelesaikannya.”


“Dan aku juga akan menonaktifkan handphoneku malam ini maaf yaa, karena minggu ini banyak sekali ulangan.”


“Aku harus belajar. Kalau tidak beasiswaku dicabut.”


“Semangat yaa sayangku.”


Mereka pun pergi meninggalkan cafe tersebut, menuju rumah untuk segera pulang.


Di malam hari,


Roy teringat akan Destya, ia pun mengingat kalau Destya pernah menghubungi dirinya. Roy pun mencoba mengirim pesan pada Destya, tanpa mengetahui bahwa itu adalah nomornya Sarah.


“Malam cantik, kau sedang apa ?”


Sarah yang mendengar handphonenya berbunyi segera membuka isi pesan tersebut. Ia merasa heran karena mendapat sms dari nomor tidak dikenal.


“Apa salah sambung.” Gumam Sarah dalam hati.


Sarah pun tidak membalasnya.


“Kenapa hanya dibaca saja, apa kau sedang sibuk akan prakerinmu ?”


Roy, mengetahui kalau Destya akan prakerin karena saat itu Reyhand pernah bercerita akan mengantar Destya mencari tempat prakerin.


“Kenapa dia bisa tau.”gumamnya dalam hati.


“Iyaa, maaf dengan siapa ya ?”


“Aku pengagum rahasiamu cantik.”


Sarah merasa berdebar saat membaca isi pesan tersebut, karena ini pertama kalinya ada seorang pria yang mengaguminya secara diam – diam.


“Sudah dulu yaa, aku ada ulangan besok. Kita lanjutkan saja besok.”


“Okey, semangat ya cantik.”

__ADS_1


Roy merasa sangat bahagia karena ia mengira kalau Destya merespon isi pesannya itu. Ia pun segera menyimpan ponselnya dan tertidur.


__ADS_2