
“Rey, nanti malam Mama akan ke Amerika selama 1 – 2 minggu,”
Reyhand yang sedang sarapan pagi menjadi tersedak karena terkejut, Mamanya akan pergi ke Amerika.
“Amerika ?”
“Iya, Mama ada urusan kantor jadi Mama harus kesana Rey, kamu gak papa kan di rumah sendiri ?”
“E...enggak papa Ma.”
“Gak papa Ma satu bulan juga,” batin Reyhand senang, karena dengan begitu ia bisa pergi menemui Destya.
“Akhirnya aku bisa menemui Destya,” gumamnya dalam hati.
“Nanti Mama minta Adinda untuk sering main kesini,”
“Gak usah Ma,” jawab Reyhand spontan.
“Kenapa ?”
“Eemm Reyhand akan minta Rendi atau Roy untuk kesini Ma, Adinda kan lagi sakit Ma.” jawab Reyhand beralasan.
“Ya kamu benar Rey,”
“Oh ya selama Mama gak ada kamu jangan sering keluyuran ya Rey !”
Reyhand hanyq tersenyum dan bersiap pergi ke sekolah.
“Reyhand berangkat sekolah dulu ya Ma. Assalamu’alaikum,” sambil mencium tangan Mamanya.
“Wa’alaikumusalam,”
\=\=\=\=\=
Reyhand, datang ke sekolah dengan bersemangat.
__ADS_1
“Widih, ceria banget lo hari ini,” tanya Rendi yang juga baru sampai di sekolah.
Reyhand hanya tersenyum dan langsung masuk ke kelas.
“Kemana si Roy ?”
“Kurang tau gue Rey, dia gak ngomong apa – apa, cuman .......”
“Bu Sinta tuh Rey,”
Reyhand yang sejak tadi belum menyadari kehadiran Bu Sinta lalu mematikan handphone dan melepaskan headseat di telinganya.
Kebetulan hari ini Reyhand pulang lebih cepat karena guru – gurunya akan mengadakan rapat untuk persiapan menjelang Ujian Nasional. Ia sudah tidak sabar rasanya ingin bertemu dengan Destya.
“Tunggu aku sayang, aku akan pergi menemuimu hari ini,”
Rendi yang melihat Reyhand buru – buru pulang lalu mengejarnya.
“Rey, lo mau kemana ?”
“Destya ?”
“Iya siapa lagi emang,” jawab Reyhand ketus.
“Gue pikir cewek cantik yang waktu itu,"
“Lo kayaknya tertarik banget sama si Adinda,”
“Melihat dia gue, jadi inget si Sisil Rey,”
Seketika wajah Rendi berubah menjadi sendu, Reyhand yang melihatnya meencoba untuk menenangkannya.
“Ke kantin yuk !” ajak Reyhand sambil menepuk pundak sahabatnya itu.
Rendi tidak menjawabnya, ia langsung mengikuti Reyhand menuju ke kantin.
__ADS_1
Di kantin
“Ren, gue bisa mengerti apa yang lo rasain saat ini, gue kenal lo dari jaman SD, lo harus mulai diri lo dari 0 Ren !”
“Maksud lo ?”
“Lo harus .......”
Rendi langsung memotong perkataan Reyhand ketika seorang pelayan kantin menyodorkan mie ayam di mejanya. Wajah Rendi yang awalnya sendu berubah seperti pemangsa yang sedang kelaparan.
“Entar dulu Rey, gue laper banget,” gumam Rendi dan langsung menyantap mie ayam di mangkuknya.
Reyhand yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.
“Ternyata lapar yang bisa membuatmu melupakan kesedihanmu Ren,” gumam Reyhand dalam hati.
“Lo lapar apa doyan si ?” tanya Reyhand yang melihat isi mie ayam di piring Rendi hampir habis.
“Dua – duanya Rey,”
Setelah menghabiskan mie ayam tersebut Reyhand kembali menceritakan hal yang tadi sempat terpotong oleh Rendi.
“Lo harus move on ! Cari wanita lain yang lebih baik dari Sisil, gue yakin lo bisa melakukannya Ren,”
“Tapi Ren gue......”
“Gue tau semua tentang lo, gue tau alasan lo ngejones 2 tahun karna lo belum bisa melupakannya kan ?”
“Gue paham Ren, gue juga gak bisa ngebayangin kalau hal itu terjadi sama gue, gue cuman mau lo bahagia menemukan pasangan hidup lo yang baru yang bisa mencintai lo dengan tulus,”
“Gue gak bisa lama – lama Ren,”
“Gue cabut dulu ya,”
Rendi menatap kepergian Reyhand dan berusaha untuk mencerna perkataan Reyhand yang memang ada benarnya juga.
__ADS_1