
Setelah pulang sekolah Reyhand dijemput oleh Pak Joni. Reyhand tidak langsung pulang ke rumah. Ia langsung meminta Pak Joni untuk melajukan mobilnya menuju ke sekolahan Destya.
Sesampainya di sekolah, Reyhand tidak menemukan keberadaan Destya. Ia bertanya pada salah satu teman Destya. Reyhand mengenali rekan Destya dari bet seragam yang dipakai orang tersebut.
“Haii, apa kau melihat Destya.” tanya Reyhand pada seorang wanita.
“Ooh Destya, dia udah pulang tuh dari tadi sama si Raka.” Jawabnya dengan ketus.
“Terimakasih.”
Reyhand bergegas pergi menyusul Destya. Dan akhirnya bertemu dengan Destya dan juga Raka yang sedang minum es jeruk di pinggir jalan.
“Berhenti disini Pak Jon !”
“Baik Den.”
Reyhand segera keluar dari mobilnya, dan menghampiri Destya. Destya yang melihat Reyhand langsung memeluknya. Raka yang melihat adegan peluk – pelukan hanya membuang muka. Raka adalah salah satu teman sekelas Destya. Raka pernah menyatakan cintanya pada Destya, namun Destya menolaknya.
“Sayang, sedang apa kamu disini?”
“Aku akan pergi kerja kelompok di rumah Sarah tapi ban motornya Raka pecah.”
“Jadi sembari menunggu kita minum es jeruk disini.”
“Kamu tidak marahkan.” Tanya Destya takut Reyhand berfikiran buruk tentangnya karena sedang bersama Raka.”
“Aku percaya padamu.” Reyhand tersenyum dan menggenggam tangan Destya.
“Aku akan mengantarmu kesana.”
“Lalu bagaimana dengan Raka ?”
“Biar dia mengikuti mobilku dari belakang.”
"Tunggu sebentar disini ya Sayang."
Reyhand bergegas menghampiri Pak Joni. Dan memintanya untuk memberikan kunci mobilnya pada Reyhand. Awalnya Pak Joni menolak namun Reyhand memaksanya. Dan Reyhand memberikan uang untuk ongkos Pak Joni Pulang.
Raka kesal karena Reyhand datang disaat dia sedang bersama Destya.
Sesampainya di rumah Sarah. Destya datang bersama Reyhand.
“Des, kenapa lama sekali mana Raka ?"
“Aku disini, ayo cepat dimulai aku banyak urusan.” Ketus Raka yang baru masuk dengan wajah kesal.
__ADS_1
Mereka mengerjakan tugas kelompoknya. Dan Reyhand menunggu Destya karena tidak mau Destya diganggu oleh Raka.
Setelah tugas kelompok selesai teman Destya yang lain segera pulang begitupun dengan Raka.
“Reyhand, tadi Destya melamun terus dia mikirin kamu terus. Sampai – sampai di kelas bengong melulu.” ucap Sarah pada Reyhand karena telah membuat sahabatnya khawatir.
Reyhand merasa bersalah karena telah membuat Destya khawatir.
“Maafkan aku, tadi pagi saat aku akan membalas pesanmu tiba – tiba batre handphone ku lowbatt.”
"Dan semalam aku kecapean jadi langsung tidur."
Reyhand sengaja tidak mengatakan yang sebenarnya pada Destya karena ia belum sanggup jika Destya tau kalau setelah lulus sekolah ia akan tinggal di Jerman, dan itu pasti akan membuat Destya bersedih.
“Iya gak papa.” Sambil tersenyum.
“Oh yaa Rey, tadi katanya kamu dihukum karena tidak mengerjakan PR ?”
“Bagaimana kau bisa tau ?”
“Aku tadi menelpon Roy, maafkan aku karena aku sangat khawatir padamu.”
“Apaa Roy ?”
“Tenang saja Rey, tadi Destya pakai ponselku.” Jawab Sarah dengan cepat.
"Memangnya Roy tidak mengabarimu kalau aku menelponnya untuk menanyakan tentangmu ?"
Reyhand hanya menggelengkan kepalanya.
Karena hari sudah sore, Reyhand mengantarkan Destya pulang. Di perjalanan Reyhand sesekali memandang wajah Destya.
“Rey, kenapa melirikku terus?”
“Kamu kan sedang nyetir fokus saja ke depan.”
“Aku gak mau kalau sampe harus mati konyol Rey.”
Reyhand tidak menjawab perkataan Destya dia hanya diam dan tersenyum. Destya yang melihatnya menjadi kesal.
“Sudah sampai, sayang.” Reyhand segera turun untuk membuka pintu .
Destya tersenyum karena Reyhand begitu memperhatikannya.
“Terimakasih.”
__ADS_1
“Rey, jangan membuatku khawatir lagi. Dan jangan pernah menghilang seperti ditelan bumi.”
Reyhand pun tersenyum dan menggangukkan kepalanya.
“Apa yang harus kukatakan padanya.” Gumam Reyhand dalam hati.
Reyhand pun melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Reyhand, Reyhand masuk kedalam rumahnya.
“Den Reyhand sudah pulang. Makannya sudah Bibi siapkan tadi, sepertinya sudah dingin biar bibi hangatkan dulu sebentar."
“Iya bi makasih.”
“Sama – sama Den.”
“Bi kemana Grandma dan Papa.”
“Oh tadi sedang keluar dulu Den.”
“Kemana ?”
“Bibi gak tau den, tadi Tuan gak titip pesan apa – apa.”
Reyhand pun segera keluar dan mengambil charger ponselnya di bagasi motor untuk mengabari Destya kalau dirinya sudah sampai.
“Sayang, aku sudah sampai. Maaf baru mengabarimu.”
Destya yang mendengar ponselnya berbunyi segera melihat isi pesannya.
“Syukurlah. Belajarlah Rey dan jangan lupakan tugasmu !”
“Siap Bu Guru.”
“Rey, maaf untuk malam ini handphoneku akan kumatikan. Besok aku ada ulangan.”
“Jadi aku harus belajar.”
“Iya tidak apa – apa.”
“Selamat belajar. Dan jangan lupa makan ya sayang.”
“Iyaa.”
Reyhand pun langsung makan karena sedari tadi dia belum makan apapun. Setelah itu Reyhand masuk ke kamarnya dan mengerjakan tugasnya sesuai permintaan Destya.
__ADS_1
Setelah tugasnya selesai Reyhand membaringkan tubuhnya karena merasa lelah dengan aktivitas hari ini ditambah ia harus membersihkan toilet kelas gara – gara tidak mengerjakan tugas dari Bu Sinta dan akhirnya Reyhand pun tertidur.
“Rey.... Reyhand” Bu Kirani yang baru pulang dari kantor mengetuk pintu kamar Reyhand lalu membuka pintu kamar Reyhand yang tidak dikunci dan melihat Reyhand sedang tertidur pulas. Bu Kirani menyelimuti tubuh Reyhand dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat.