Aku Kamu Satu

Aku Kamu Satu
BAB 17


__ADS_3

“Sulit sekali mendapatkanmu Destya.” Gumam Raka yang melihat kepergian Destya, Sarah dan Reyhand.


Dari kejauhan nampak seseorang yang melambaikan tangan dan menghampiri Raka.


“Raka, kamu sedang apa disini ?”


“Aku barusan habis nonton Clara.”


“Sendirian ?”


“Tidak, tadi aku nonton bersama Destya dan ....”


Belum selesai Raka berbicara, Clara sudah memotong perkataanya. Clara yang mendengar nama Destya merasa kesal.


“Destya ???” Tanya Clara dengan terkejut.


“Iya kenapa Clara ?”


“Kenapa kau malah mengajak Destya, tidak mengajakku apa lebihnya dia dibanding aku.” Gumamnya dalam hati dan tersenyum sinis.


“Tidak apa – apa Raka.”


“Oh ya, temenin aku makan disini ya Raka ?” Sambil memegang tangan Raka.


“Aku sudah makan. Terimakasih atas tawarannya. Aku pulang dulu.”


Raka pun melepaskan tangan Clara yang memegangnya terus, dan bergegas pulang. Clara yang merasa diabaikan oleh Raka mendengus kesal.


“Raka, suatu saat nanti kau akan menjadi milikku. Dan akan ku pastikan kau akan bertekuk lutut padaku.” Gumam Clara dengan tersenyum sinis.


Di parkiran Mall, Raka hendak mengambil kunci motor dari celana seragamnya dan ia merasa tidak ada dompet di celana seragamnya itu. Raka mencari – cari dompetnya di celana seragam dan tas sekolahnya, namun tidak menemukannya.


“Kemana dompetku. Kenapa tidak ada disaku ataupun tas ku.”


“Bagaimana aku bisa membayar tiket parkir, kalau dompetku mendadak hilang.” Gumam Raka.


Raka pun segera melaporkan ke petugas keamanan di Mall tersebut. Dan Raka juga berusaha untuk mencari dompetnya ke beberapa tempat yang tadi ia kunjungi.


“Ada dimana sih dompetku, kenapa bisa hilang gini. Aaarrrggghhh.....” gumam Raka kesal.


Raka sudah mencari ke tempat yang tadi ia kunjungi namun tetap ia tidak menemukannya.


Di lantai 3 Raka hendak mencari dompet ke tempat makan tadi, tanpa sengaja Raka menubruk seorang wanita dan menumpahkan minuman yang dibawa wanita tersebut ke bajunya sendiri.


“Aaawww. Hey lo punya mata gak sih ?” bentak orang tersebut sambil mengelap bajunya yang kotor dengan tisue.


“Maafkan aku.” Sambil berusaha membantu wanita yang ditubruknya tadi untuk bangun.


“Clara ??? Ya ampun Clara, maaf aku tidak sengaja menubrukmu barusan.”


“Iya gak papa Raka. Aku fikir itu bukan kamu. Kenapa kamu belum pulang ?”


“Aku sedang mencari ....”


Seperti biasa Clara selalu memotong pembicaraan.


“Kau sedang mencariku ?” jawab Clara sambil tersenyum.

__ADS_1


“Bukan Clara, tapi dompetku hilang aku sudah mencari – carinya ke semua tempat yang aku kunjungi tapi aku belum menemukannya juga.”


"Oohhh."


“Kamu pasti cape kan Raka, ayok ikut aku.” Sambil menarik tangan Raka agar ikut dengannya.


“Tapi Clara, aku harus.....”


“Sudah jangan membantahku Raka. Anggap saja ini sebagai permintaan maafmu padaku karena sudah membuat bajuku ini kotor.”


“Baiklah.”


Clara membawa Raka untuk menemaninya makan mau tidak mau Raka pun mengikutinya.


“Ini kesempatan emas. Akhirnya aku bisa bersama denganmu Raka, tanpa ada Destya yang menggangguku.” Clara merasa bahagia akhirnya bisa berduaan dengan Raka.


“Oh ya Raka, dompetmu hilang dimana ?”


“Aku juga gak tau, kalau aku tau dimana tempatnya aku tidak akan mencarinya Clara.”


Clara merasa gugup karena pertanyaannya begitu konyol.


“Iya Raka, nanti aku bantu carikan ya.”


“Tidak perlu tadi aku sudah menghubungi pihak keamanan disini kalau aku kehilangan dompet.”


“Oh begitu.”


“Raka apa kau tidak ingin memesan makanan ?”


“Jutek banget nih cowok bikin gue penasaran.” Gumam Clara dalam hati.


Clara memperlambat makannya, agar bisa lebih lama bersama dengan Raka. Raka yang menemani Clara makan sedikit kesal karena ia harus mencari dompetnya yang masih belum ditemukan.


Tak lama kemudian ada panggilan masuk. Raka pun menjawab panggilan tersebut, dan ternyata itu dari petugas keamanan tadi yang memberi kabar kalau dompetnya sudah ditemukan.


Raka yang mendapat panggilan itu langsung beranjak pergi.


"Clara, aku pergi dulu ya."


“Raka ! Tunggu aku sebentar ! Aku bayar ini dulu.”


“Ya sudah ayo cepat.”


Raka pun menghentikan langkahnya, menunggu Clara. Dan bergegas ke pos informasi untuk mengambil dompetnya.


“Bagaimana De, Apa ada yang hilang ?”


"Sebentar saya cek dulu Pak."


“Kenapa fotonya tidak ada Pak, sedangkan uang, surat – surat kendaraan dan atm saya aman."


“Oh itu De, tadi yang menemukan dompetnya seorang anak kecil. Namun fotonya terkena minuman anak tersebut jadi saya buang.”


“Apa Pak dibuang ????” tanya Raka tidak percaya.


“Dibuang kemana Pak ?”

__ADS_1


“Ke tempat sampah lantai 2, dipinggir lift.”


“Terimakasih Pak atas infonya.” Raka bergegas pergi ke tempat yang diarahkan petugas keamanan tadi diikuti oleh Clara.


“Raka, apa yang kamu lakukan ?” Tanya Clara yang merasa heran karena demi sebuah foto Raka rela mencarinya di tong sampah.


Raka tidak menjawabnya ia masih mencari foto tersebut.


“Foto siapa sih berharga banget emangnya.” Gumam Clara dalam hati.


“Akhirnya aku menemukannya.” Ucap Raka senang meskipun fotonya sudah kotor dan basah.


Clara menengok foto tersebut karena merasa penasaran.


“Foto Destya dan Raka ???? Demi sebuah foto Destya, Raka rela kotor – kotoran mencarinya di tempat sampah. Kenapa wanita itu begitu spesial di hati Raka.” Gumamnya dengan kesal.


Mereka pun segera turun untuk pulang.


“Raka, antar aku pulang ya !”


“Bukannya tadi kamu bawa mobil ?”


“Ii.... iiya tapi ban mobilku itu kempes. Makannya aku kesini dulu sekalian mampir beli sesuatu.”


Padahal itu hanya alasan Clara agar Raka mau mengantarnya pulang ke rumah.


“Oh ya sudah. Tapi bagaimana dengan mobilmu ?"


"Nanti supirku yang akan kesini untuk membawanya."


Raka pun mengiyakan untuk mengantar Clara pulang.


“Yess berhasil.” gumamnya dalam hati.


Akhirnya Raka pun mengantarkan Clara sampai kerumahnya. Clara menggunakan kesempatan ini agar bisa memeluk Raka.


“Clara, tolong jangan memelukku seperti itu ?”


“Aku takut Raka, aku gak biasa dibonceng pake motor.”


“Pegang pundakku saja kalau kamu takut !” perintah Raka agar Clara tidak memeluknya.


“Dimana rumahmu Clara ?”


“Di Perumahan Permata Blok D No 9.”


“Sudah sampai.”


"Kenapa cepat sekali sih sampainya, padahal aku masih ingin bersama denganmu Raka." gumamnya dalam hati.


“Makasih ya Raka.”


“Sama – sama.”


Raka pun melajukan motornya menjauhi rumah Clara.


"I love you Raka." gumamnya dan berjalan masuk ke rumahnya setelah kepergian Raka.

__ADS_1


__ADS_2