
Sesampainya di kelas Reyhand, langsung menghampiri kedua temannya Rendi dan juga Roy.
“Rey, kenapa lo gak jadi ke rumah gue kemarin ?”
“Sorry bro, kemarin Destya sakit, jadi gue kemarin ke rumahnya.”
Roy yang mendengar kabar Destya sakit langsung terkejut.
“Apa??? Destya sakit ?”
“Kenapa lo terkejut gitu Roy ?” Tanya Reyhand dengan ketus.
“Eeng...engak kenapa – kenapa Rey.”
“Pantas aja semalam dia gak balas pesanku, ternyata dia sakit.” Gumamnya dalam hati.
“Pantesan, gue kemarin sama si Roy nungguin lo tapi lo nya gak nongol – nongol.”
“Iya sorry.”
Selama jam pelajaran Roy tidak bisa fokus, dia terus memikirkan orang yang disangka Destya. Bu Sinta yang melihat Roy langsung menegurnya.
“Royan Kurniawan ?”
“Royan Kurniawan ?”
“Royaannn Kurniawan ???”
Namun Roy masih belum sadar dari lamunannya yang masih saja memikirkan Destya. Reyhand dan Rendi berusaha untuk menyadarkan Roy.
“Roy Roy Bu Sinta tuh.” Sambil menyenggol tanggannya.
Seketika Roy pun tersadar dari lamunannya.
“Royan, apa yang sedang kamu pikirkan ?”
“Ti ..... ti....tìdak Bu.”
“Saya memanggilmu sampai 3 kali. Apa kamu tidak mendengarnya ?”
“Maaf Bu, sa ... sa... saya .....” Jawab Roy dengan terbata – bata.”
“Setelah jam pelajaran selesai kamu ke ruang BK.”
“Ruang BK Bu ?”
“Iya Ruang BK. Saya tunggu kamu diruangan sana.”
“I..ii...iiyaa Bu.”
“Karena jam pelajaran sudah habis, kita cukupkan sampai disini anak - anak. Dan jangan lupakan kerjakan tugas kalian semua.”
“Royan segera ikut saya ke kantor !”
“Baik bu.”
“Rey, Ren tolongin gue dong.”
“Lo sih kesambet mulu.” Jawab Rendi.
“Udah Roy cepetan lo kesana, daripada kena amuk Bu Sinta makin berabe lagi.”
Roy pun segera menuju ruang BK.
“Sial banget gue hari ini.” Ketus Roy.
__ADS_1
Di jam istirahat Reyhand dan Rendi menuju kantin. Dia melihat Roy yang sedang membersihkan halaman sekolah.
“Ren, kasihan juga si Roy.”
“Ya juga sih, lagian salah si Roy sendiri udah tau Bu Sinta itu killer malah ngelamun. Dirasukin setan apa tuh anak, kemarin senyam – senyum sendiri sekarang ngelamun sampe di hukum lagi.”
“Ya udah kita ke kantinnya agak cepetan. Kita beliin makanan sama minuman buat si Roy. Gue gak tega Ren liatnya meskipun tu anak suka buat onar tapi dia tetap sahabat kita.”
Tak lama kemudian Reyhand dan Rendi menghampiri Roy dan membawakan roti dan juga minuman.
“Roy, ni roti sama minuman, lo pasti laper dan juga haus kan ?”
“Makasih ya Rey, lo emang sahabat gue yang paling baik.”
“Terus gue sahabat lo yang paling jahat Roy ?”
“Ya nggaklah Ren.”
Bu Sinta datang menghampiri mereka bertiga.
“Ngapain kalian disini ?”
“Eemm ini bu kita cuman mau ngasih makanan ini sama Roy aja. Dia punya penyakit magh kronis Bu, jadi kalau telat sedikit makan takutnya pingsan.”
“Ya sudah, lebih baik kalian segera ke kelas biarkan Royan menyelesaikan hukumannya.”
“Baik Bu.”
Reyhand dan Rendi segera masuk ke kelas. Dan Roy melanjutkan kembali tugasnya membersihkan halaman kelas.”
“Sial sial.”
“Apes banget gue hari ini. Mimpi apa gue semalem sampe kena hukuman kaya gini.”
Sepulang sekolah, Reyhand dan Rendi mencari keberadaan Roy. Mereka khawatir akan sahabatnya itu. Untung ada salah satu teman sekelasnya yang memberitahu mereka kalau Roy sedang berada di UKS. Reyhand dan Rendi langsung menuju UKS.
“Iya kok pingsan sih malu – maluin aja.” Ketus Rendi.
“Heh lo gak peduli banget ama gue Ren.”
“Woy udah jangan berantem.”
“Gue mau pulang sekarang, lo berdua anterin gue ke kostan gue ya. Gue takut pingsan di jalan.”
“Maaf gue gak bisa. Lo aja ya Ren.”
“Kok jadi gue sih ?”
“Kasian lah Ren, gue ada perlu serius nanti abis itu gue langsung ke kost an lo Rey. Gue janji.”
“Janji lo ya Rey ?”
“Iya gue janji Ren. Gue cabut dulu ya dahhh.”
Reyhand pun bergegas pergi menuju sekolah Destya untuk menjemputnya. Destya yang menunggu Reyhand mulai ngomel – ngomel.
“Kemana sih Rey, katanya mau jemput. Tapi jam segini belum nongol juga.”
Raka tiba – tiba datang, dan seperti biasa Raka mengajaknya untuk pulang bersama.
“Des, pulangnya aku antar ya ke rumahmu ?” tawar Raka pada Destya.
“Nggak Rey, aku dijemput.”
“Pasti laki – laki itu.” Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
“Tapi kenapa dia belum datang Des ?”
“Aku juga gak tau Ka, aku tepon gak diangkat – angkat.”
Beberapa menit kemudian tibalah Reyhand. Reyhand yang melihat ada Raka disamping Destya merasa kesal.
“Rey, kenapa lama sekali aku nungguin dari tadi. Untung gak sampe jamuran.” Ucap Destya yang sedikit kesal karena Reyhand terlambat menjemputnya.
“Maaf Sayang, tadi Roy pingsan masuk UKS, dan aku hanya melihatnya sebentar makannya aku terlambat.”
“Ya sudah mari kita pulang.” Ajak Reyhand pada Destya.
“Aku pulang duluan ya Raka.”
“Iya.”
Reyhand pun melajukan motornya menjauhi Raka yang masih mematung.
“Nasib - nasib ditolak mulu.”
“Tenang Raka sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan.” Gumam Raka dalam hati.
Kali ini Reyhand langsung mengantar Destya pulang ke rumahnya. Tidak seperti biasanya yang selalu mampir di Cafe langganan mereka.
“Apa kamu mau sesuatu sayang ?”
“Sesuatu apa ?”
“Makanan atau apalah ?”
“Tidak Rey, asal kau tetap disisiku itu sudah cukup.”
“Tentu saja.”
Akhirnya mereka pun sampai di rumah Destya.
“Aku langsung pulang ya, soalnya aku harus ke tempat Roy.”
“Iya gak papa Rey.”
“Kalau kamu perlu sesuatu cukup pejamkan matamu dan sebut namaku 3 kali aku pasti akan datang.”
“Ada – ada saja Rey kamu ini.” Destya tertawa geli mendengar ucapan Reyhand.
“Aku masuk dulu ya Rey. Sampai jumpa besok.”
Reyhand pun mengangguk dan tersenyum. Reyhand langsung melajukan motornya menuju kostan Roy.
Sesampainya di kostan Roy.
“Rey, kita semua dikibulin ama tu anak.”
“Maksud lo apa Ren ?”
“Iya lo liat aja sekarang dia lagi apa.”
“Roy, lo bukannya istirahat malah main game.”
“Heh Rey, dia itu tadi cuman pura – pura pingsan. Biar dia terbebas dari hukumannya Bu Sinta.”
“Bener tu Roy ?”
“Iya. Briliant kan ide gue.” Sambil tersenyum puas.
“Dasar lo ya licik. Tau gini gue gak bakalan kesini.”
__ADS_1
“Mendingan lo berdua bantuan gue nih ngasih makan ni cacing. Gue mau ke toilet dulu sebentar. Lanjutin ya jangan sampe kalah.
Reyhand dan Rendi saling bertatapan mengapa mereka bisa sampai mempunyai sahabat seperti Roy yang suka buat onar dan doyan main game cacing.