
Reyhand menunggu Destya sudah hampir 1 jam, namun Destya masih belum terlihat. Ia pun segera membuka ponselnya dan mendapat sebuah pesan dari nomor tidak dikenal. Reyhand pun membukanya dan itu ternyata dari Destya.
“Reyhand, baterai handphoneku habis. Aku menggunakan ponsel milik Sarah. Aku sudah pulang dari jam 11 siang dan sekarang aku sedang ada di Mall XXI bersama Sarah dan juga Raka. Destya.”
Reyhand pun langsung masuk ke mobil dan meminta Pak Joni agar segera menuju Mall XXI.
“Pak Jon, ayo kita ke Mall XXI.”
“Baik Den.” Pak Joni pun langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang disebutkan Reyhand.
Sesampainya di Mall XXI, Reyhand pun langsung mencoba menghubungi no ponsel Sarah.
“Ayo dong Sarah angkat telponnya.” Gumam Reyhand dengan kesal karena Sarah tidak kunjung mengangkat panggilannya.
Selesai menonton Destya kembali meminjam handphone Sarah. Sarah pun memberikannya.
“Ya ampun Sarah, ini Reyhand menelponmu sampai berkali – kali.”
"Maaf aku tidak mendengarnya, volumenya aku kecilkan sekali Des."
Beberapa detik kemudian handphone Sarah kembali berdering. Destya pun langsung mengangkat panggilan dari Reyhand.
“Hallo Rey, ini aku Destya.”
“Aku sudah di lantai 2, kamu dimana Des ?”
“Aku sedang di lantai 3 Rey, sedang menuju ke tempat makan disini.”
“Okey, tunggu aku. Jangan tutup telponnya.”
“Iya Rey.”
Reyhand pun berjalan menuju, lantai 3 dan akhirnya mereka bertemu.
“Sayang, tadi aku menunggumu di sekolah. Untung saja aku mengecek handphoneku.”
“Ayo Rey, ikut makan aku lapar.”
__ADS_1
Raka yang melihat kedatangan Reyhand mendengus kesal.
“Kenapa laki – laki itu datang sih.” Gumamnya dalam hati.
Mereka pun segera memesan makanan. Kebetulan ada voucher untuk orang yang membawa pasangannya makan di resto ini.
“Kebetulan sekali, hari ini sedang ada voucher undian bagi pelanggan yang membawa pasangannya. Kalian berempat bisa mendapat 2 voucher undian ulang tahun yang ke 5 resto kami.” Ucap pelayan resto karena mereka mengira Raka dan Sarah adalah sepasang kekasih.
“Raka, lumayan lo kita dapat undian. Untuk beberapa jam ke depan jadilah pasanganku dulu ya Raka.”
Sarah sangat antusias sekali ia ingin mendapatkan hadiah undian.
Raka yang mendengarnya hanya bisa pasrah, kalau ia menolak Sarah, Raka tidak enak dengan Destya karena mereka bersahabat. Akhirnya Raka pun menyetujuinya.
“Andai saja laki – laki ini tidak datang kemari. Pasti Destya yang menjadi pasanganku bukan Sarah.” Gumamnya dalam hati.
Kali ini banyak makanan yang dipesan, karena Reyhand yang membayar semua makanannya.
“Raka aku udah gak sabar pingin segera ambil hadiahnya. Kira – kira aku bakalan dapat apa ya ?”
Karena Sarah makan sambil berbicara sambil makan, akhirnya ia pun tersedak. Dan memuncratkan makanan dimulutnya ke baju Raka.
“Makanya Sarah, kalo makan jangan sambil bicara. Jadinya kan tersedak gini.” ucap Destya.
"Iya maaf. Iya aku terlalu bersemangat udah gak sabar pengen dapat undian.”
Setelah selesai makan mereka berempat langsung menuju ke tempat undian.
“Raka, ambilin dong hadiahnya harus yang bagus ya. Tuh Reyhand juga yang ambil buat Destya.”
“Kalian pasangan yang serasi ya ucap salah satu pelayan resto.”
Reyhand dan Destya pun tersenyum. Tapi tidak dengan Raka yang masih memasang wajah cemberut.
“Sayang kamu mau hadiah yang mana ?”
“Aku mau boneka yang pink itu. Tapi bebas sih semuanya juga suka.”
__ADS_1
“Okey aku akan berusaha unruk bisa mendapatkannya.”
“Serius Rey ?”
“Untukmu apapun akan kulakukan.”
“Boneka itu adalah hadiah utamanya, belum ada yang bisa mendapatkannya. Ucap salah seorang pelayan.
“Aku pasti bisa mendapatkankannya.”gumam Reyhand dalam hati.
Raka nampak tidak bersemangat.
“Ayo Raka kamu harus bisa memenangkan hadiah utamanya.” Ucap Sarah.
Raka hanya diam tidak menjawab ucapan Sarah.
Reyhand yang membawa kertas undian di dalam kotak undian jantungnya berdetak kencang, ia tidak mau mengecewakan Destya. Reyhand pun menyerahkan kertas undian yang sudah di ambilnya itu dan pelayan resto membuka dan membaca isi hadiahnya.
“Selamat anda mendapatkan hadiah utama.”
“Apa ???” tanya Reyhand yang hampir tidak percaya.
Destya yang mendengarnya sangat bahagia.
Sedangkan Raka hanya mendapat hadiah gantungan kunci bentuk monyet.
“Raka, kamu kok Cuma dapat gantungan kunci bentuk monyet lagi, nih buat kamu aja.” Sambil menyerahkan gantungan kuncinya pada Raka.
“Lihat tuh Reyhand bisa dapat boneka hadiah utama lagi.”
“Heh Sarah, masih untung ya aku mau mengambilkannya untukmu.”
Di parkiran.
“Sarah, kamu pulangnya dengan Raka ?”
“Nggak, aku ikut Reyhand saja ya ? Boleh kan Rey ?” Sarah tidak mungkin ikut pulang Raka yang sedang marah padanya.
__ADS_1
Reyhand pun mengangguk tanda setuju.
“Raka, kita pulang duluan ya. Makasih atas tiketnya.” Ucap Destya lalu pergi meninggalkan Raka yang masih mematung di parkiran.